
"Huffttt" Jessica menghela nafas dengan pelan sambil mencharger ponselnya.
"Bismillah, ya allah liburan panjang ini jess gunakan untuk membuat usaha yang juga dapat membuka lowongan pekerjaan bagi mereka yang tidak punya pekerjaan, hamba mohon mudahan lah ya allah! hamba memang bukan orang yang taat terhadapmu, tetapi hanya kepada mu lah hamba meminta petunjuk, pertolongan, dan pengampunan." Doa jessica dengan lirih sambil mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajahnya dengan pelan.
Setelah selesai, jessica pun bersiap untuk tidur dengan menarik selimut sebatas dada. tak berapa lama kemudian ia pun sudah memasuki alam mimpi.
'Pagi Harinya'
Jessica terbangun karena ingin buang air kecil, setelah dari kamar mandi ia melihat jam yang ternyata menunjukan pukul 05.00 pagi, ia pun bergegas mandi dan melaksanakan ibadah sholat subuh. setelah sholat, ia membuka laptopnya untuk mengecek pekerjaannya.
Setelah dirasa cukup, ia pun bersiap siap dengan semangat dan mantap, lalu turun ke meja makan.
Jessica menuruni anak tangga dengan langkah pelan, walau pun tersedia lift di dalam kamarnya, atau pun di ujung lantai atas tetapi ia lebih suka menggunakan tangga karena menurut nya sekalian berolahraga.
Sesampainya di ruang makan, ia hanya melihat sang granma yang sedang menata makanan di atas meja dengan serius.
Cuppppp
"Pagi granma!" sapa jessica dengan santai setelah mencium pipi granma.
"Pagi sayang, nah gitu dong anggun! kan makin cantik kaya perempuan umumnya!" jawab granma membuat jessica cemberut.
"Kan emang jessica perempuan pada umumnya gramna!! dikira jessica perempuan jadi jadian apa sih!" gerutu jessica tidak terima sambil mendudukan dirinya di kursi meja makan.
"Pada umumnya konon!! perempuan pada umumnya tuh ngga suka pegang senjata, ngga latihan bela diri berlebihan, ga mainnya sama harimau lagi!! dan satu, ga teriak teriak!" jawab granma santai.
"Granma kuh sayang, sayangnya jessica yang imut manis dan cantik.. bela diri itu wajib bagi seluruh perempuan juga sebenarnya agar dapat menjaga diri dari hal yang tidak di inginkan.. kalo masalah senjata itu awalnya cuma nyoba, eh gatau nya kebablasan make hehe.. kalau harimau, itu diluar kendali karena awalnya jessica kasian dan jess udah sayang banget, dan daddy nambahin dong harimaunya lagi, berarti daddy mendukung dan percaya sama jessica.. kalau teriak teriak itu perempuan pasti pernah teriak teriak granma. masa perempuan teriak dibilang ga umum!!" ucap jessica panjang lebar membuat granma menghela nafas pelan, karena percuma.
"Berarti granma juga bukan perempuan pada umumnya!" lanjut jessica santai membuat granma membelalakan matanya.
"Ko jadi granma sih?!!" kesal granma.
"Kan granma kalau misal jess teriak, granma juga ikut ikutan teriak. berarti granma ga umum!" jawab jessica sambil terkekeh.
"Anak richard bener bener yah!!" geram granma sambil mengeratkan giginya.
Tak berapa lama datang lah daddy dengan pakaian kantornya serta menentang tas kerjanya.
"Selamat pagi!! ini pagi pagi kenapa mamah mukanya kesel begitu?" tanya daddy sambil mendudukan dirinya dikursi tunggal kepala rumah tangga.
"Pagi daddy!!! ngga dad! granma sensi lagi pms dad jadinya kaya singa hahah!!" ucap jessica sambil tertawa
__ADS_1
"Kau ini bener bener tengil banget yah!" kesal granma sambil menghampiri jessica lalu menarik telinga jessica membuat jessica membulatkan matanya dan mengaduh.
"Aduh!! aduh!! granma sakit!! sakitt!! nanti telinga jessica putus!! kan kasian lagi sayang sayangnya tiba tiba diputusin!" rengek jessica melantur membuat daddy yang melihat pun terperangah.
"Kau ini!!" ucap granma sambil mengencangkan jewerannya.
"Aaa sakittt!! sakit!!!! granma!!!" ucap jessica setengah teriak membuat daddy merasa kasihan.
"Mah! mamah!! kasian anakku!! itu sakit!!" ucap daddy dengan khawatir, granma pun langsung melepaskan jewerannya. sedangkan jessica langsung menjulurkan lidahnya guna meledek granma, granma pun kesal melihat tingkah nakal, tengil, dan bandel cucu tunggalnya.
"Sudah sudah!! yuk makan!" lerai daddy langsung mengajak makan, membuat granma duduk dikursi sebelah kanan daddy, sedangkan jessica di sebelah kiri.
Mereka pun makan dengan tenang dan tanpa suara, dari mereka sendiri ataupun dari pelayan. karena para pelayan sudah bekerja bertahun tahun, mengerti kebiasaan keluarga James ketika akan makan.
Selesai sarapan, mereka masih duduk di ruang makan guna merilekskan perut mereka agar nantinya tidak mual.
"Acaranya hari ini kamu mau bagaimana sayang?" Tanya daddy kepada jessica.
"Start renovasi dad, biar cepet jadi dan ga memakan waktu banyak lagi" jawab jessica membuat daddy menganggukkan kepalanya.
"Nanti kalau ada perlu apa tinggal bilang sama om riko yah, atau langsung ke kantor daddy aja" usul daddy dengan lembut.
"Iya dad! tapi jessica mau coba belajar mandiri!" jawab jessica langsung melihat jam yang melingkar di tangannya.
"Daddy! granma! jess berangkat dulu yah, takut yang lain udah pada nungguin" pamit jessica sambil berdiri dari duduknya.
"Ngga lah dad" Jawab jessica.
"Kan se arah sayang, kenapa sih kamu ga mau sama daddy? berangkat sekolah pun pasti ga mau." ucap daddy ingin memastikan lagi jawaban jessica
"Bukan gitu daddy, jessica suka nyetir sendiri. bukannya gimana gimana, kan juga hari ini mau nyari suplier.. nanti ke kantor daddy deh buat tanya tanya tentang properti, kan daddy tahu" jawab jessica.
"Ya sudah, kita barengan jalannya ya." ucap daddy sambil berdiri diangguki jessica.
"Mah kita berangkat dulu yah" pamit daddy ke granma
"Iya, kalian hati hati. semoga hari hari kalian menyenangkan. jangan lupa berdoa kalau mau melakukan sesuatu" ucap granma
"Pasti ma" jawab daddy dan jessica.
**Cupppp** (Jessica mencium pipi kanan granma)
Cupppp (Daddy mencium pipi kiri granma)
__ADS_1
"Bye granma/bye mah!! 'Assalamualaikum' " ucap jessica dan daddy barengan sambil berlalu.
"Waalaikumsalam hati hati" jawab granma. mereka pun pergi ke tempat masing masing, jessica ke garasi sedangkan daddy ke depan mansion.
'Di Garasi'
"Ah mobil marvel lagi gue suruh orang buat di servis. gue pake mobil ini aja deh, serasi sama warna baju gue" gumam jessica langsung memasuki mobil pilihannya kemudian menuju ke depan mansion menemui sang daddy.
Tinnnnn
"DADD!! OM!! YUK BERANGKAT!!" Teriak jessica dari dalam mobil ketika melihat mobil sang daddy masih stay menunggunya.
Mereka pun berjalan membelah jalanan ibukota, namun mereka tidak akan ikut terkena macet karena mereka memiliki jalan atau akses tersendiri yang hanya keluarga James yang tahu. dan bahkan tidak ada satu orang atau pun rumah penduduk yang berada disitu.
Jessica mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi di ikuti oleh mobil sang daddy dan 2 mobil bodyguard.
'Di dalam mobil daddy'
"Aduh ini princess kenapa kenceng banget sih nyetirnya! itu kan bahaya!" ucap daddy ketar ketir.
"Emang tuan ga tahu kalau non jess selalu seperti itu?" ucap riko yang duduk di samping kemudi.
"Saya tahu, tapi tetep saja takut terjadi apa apa! kalau masalah mobilnya mah bodo amat masih ada ganti, tetapi nyawa anak saya yang cuma 1" jawab daddy sambil terus melihat ke arah depan.
Hais ya iya lah banyak! anak sama bapak hobinya sama, ngoleksi mobil! belinya ngga make mikir lagi, tinggal tunjuk tunjuk doang batin riko menjerit.
Beberapa saat kemudian, Jessica sampai di depan caffe yang akan ia bangun. ia pun memarkirkan mobilnya, bersamaan dengan datangnya marvel, devan, davan, lina dan putri.
Keluarlah jessica dengan dengan kaca mata hitamnya, bersamaan dengan yang lainnya juga.
"Busettt jessica?!!!!" ucap devan tak percaya.
"Mobil baru lagi?" tanya davan membulatkan matanya. sedangkan marvel terperangah. dan lina putri sudah mulai terbiasa.
"Udah ga heran gue lihat jessica pake mobil baru, yang gue heran nih ya. tu semua mobil taro dimana aja?! gue tahu mansion jessica gede, tapi masa mobil taro di dalam mansion." ucap lina diangguki putri.
"Sultan mah bebas bro!!" celetuk putri
"Gila sih gila!! make mobil aja warnanya harus serasi sama baju!!" ucap davan takjub
Cantikk batin marvel memandangi wajah jessica.
__ADS_1
"Ga sadar diri lu put! lo tuh anak sultan" ucap jessica
"Lagian mobil baru apaan!! orang ini udah 2 tahunan" lanjut jessica sambil melepaskan kaca matanya, lalu...