
"KAK JESSI!!!" Ucap seseorang sambil berteriak memanggil jessica. membuat rombongan jessica yang baru sampai di parkiran langsung membalikan badannya melihat siapa yang memanggil.
"Ya siapa?" tanya jessica bingung.
"Nama aku Fadlan ka, kelas X. emm ini buat kaka! selamat ya kak dapat juara satu sama kak marvel. a-aku ngefans sama kakak" ucap seorang bernama fadlan sambil menyerahkan coklat dengan ukuran yang besar. dan di terima jessica tanpa ragu, karena ia tak mau mengecewakan seorang yang mengaku fans padanya, apalagi banyak siswa siswi yang melihat aksi fadlan yang terbilang berani.
"Terima kasih ya!" ucap jessica sambil tersenyum ramah. membuat fadlan tersenyum lebar. sedangkan marvel sudah mati matian menahan cemburunya.
Adek kelas laknat!! kalo ga ada orang udah gue kasih bogem juga lu! berani beraninya deketin cewe gue terang terangan di depan mata gue sendiri!! pake manggilnya jessi segala lagi!! emang situ yes?!! batin marvel menahan amarah
"Kak boleh minta nomer WA nya?" tanya fadlan semangat
"Boleh! catat ya 08×××××××××××" ucap jessica menyebutkan nomer ponsel seketika membuat marvel menoleh ke arahnya dan tersenyum tipis.
"Ada lagi?" tanya jessica Setelah selesai mengejakan nomer ponsel untuk fadlan.
"Ngga ada kak. makasih ya kak, aku duluan bye bye kakak kakak cantik dan ganteng!" ucap fadlan berlalu dengan bahagianya karena mendapatkan nomer ponsel dari idolanya.
"Sayang!!" Panggil marvel membuat jessica menoleh dan tersenyum seakan mengerti apa yang akan diucapkan marvel.
"Iya! ngga mungkin kan gue bikin cowo gue cemburu!" ucap jessica membuat marvel tersenyum puas.
"Pandai!" ucap marvel mengusap kepala jessica lembut. sedangkan teman temannya masih bingung.
"Ada apaan sih?!" tanya davan bingung.
"Lu bukan kasih nomer lu ya?" tanya putri diangguki jessica.
"Terus lo kasih nomer siapa itu bocah?" tanya lina penasaran
"Gue kasih nomernya Marvel!" jawab jessica membuat mereka membelalakan matanya.
"Ohh ****!!!! it's my dream" ucap devan setuju dengan tindakan jessica.
"Wah wah!! keren!" ucap davan lina dan putri sambil memperlihatkan dua jempolnya.
"Yuk masuk mobil!" ajak jessica menarik tangan marvel untuk menuju ke tempat dimana mobil mereka berada, begitu pun lainnya juga ikut berjalan.
"KAK JESSI!!!" Panggil seseorang lagi, membuat mereka kembali menghentikan langkahnya dan membalikan badannya. setelah melihat siapa yang akan menghampiri mereka marvel menjadi kesal namun juga sedikit lega.
Setidaknya bukan anak anak ingusan lagi batin marvel.
"NO CALISTA!! JANGAN LARI NANTI JATOH!!! JANGAN!!" Teriak jessica memperingatkan calista ketika melihat calista berlari menghampirinya namun tak di idahkan calista dan tetap berlari.
"Hehe Ngga bakal jatoh kakk!!" ucap calista dengan memeluk jessica sambil terkekeh.
"Eh apa nih?" tanya jessica bingung pada calista.
"Kaka ipar! selamat ya!! kaka ipar dapat juara 1!" ucap calista tersenyum lebar sambil melepaskan pelukannya pada jessica.
__ADS_1
"Kau ini! kaka kira kenapa! makasih ya dek!!" jawab jessica tersenyum
"Heyy!! kau lupa kalau kakak mu juga dapat juara 1?!! kok cuma jessica yang di peluk sama yang di kasih ucapan selamat?!!!" ucap marvel tak terima.
"Halah cemburu aja!!" sinis calista membuat marvel menghela nafasnya pasrah.
"Kau curang!" jawab marvel membuat calista memutar bola matanya malas.
"Whatever!!!!" jawab calista acuh
"Lo ngga ngasih selamat juga sama kakak? kan kakak lulus nih!!" ucap putri kepada calista.
"Tapi kan ngga dapat juara!" jawab calista membuat putri menatapnya dengan datar.
"Jadi yang di ucapin yang dapet juara doang?" tanya lina dengan wajah dongkolnya.
"Hehe iya iya!! Selamat ya kalian udah lulus!" ucap calista memeluk putri dan lina bergantian.
"Kita?!" tanya davan dan devan bersamaan.
"Bodo amat!!" jawab calista sambil menjulurkan lidahnya guna meledek devan dan davan.
"Lo!!" geram devan dan davan.
"Udah lah!! lo balik lagi sana ke kelas!! gue sama yang lain mau nyiapin buat ntar malem! sekalian biar bisa istirahat dulu biar ngga kecapean ntar malem!" ucap marvel sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah calista membuat calista paham.
"Oke oke!! kak jessi jangan kecapean ya! semoga nanti malam Acaranya sukses lancar jaya buat kalian juga. calista ke kelas dulu ya kaka?! byee byee!!" ucap calista sambil berlari menjauh, jessica yang melihat tingkah calista yang tumben menurut pada marvel pun jadi curiga.
"Udah si yang, ngga bakal jatoh si bar bar itu!" ucap marvel menenangkan.
"Vel!! Kok Tumben calista langsung nurut?!!" ucap jessica sambil memicingkan matanya menatap marvel.
"Apa sih yang?!! kan aku kakaknya! emang ngga boleh nurut sama aku? harusnya nurut sama kamu aja?" ucap marvel membuat jessica memutar bola matanya jengah.
"Tapi bener juga sih yang di bilang jessica! tumben banget lho calista nurut sama lo vel!" ucap lina membenarkan.
"Heum! kan selama ini si calista kayak nentang terus sama lo vel. eh tiba tiba nurut tanpa bantah sama sekali!" ucap putri menimpali.
"Udah ngga usah dipikirin. Ayo pulang! kita siapin buat ntar malem!" ucap marvel mengalihkan pembicaraan.
"Ya udah yuk! biar nanti malam seger!" timpal devan menyetujui, Dan mereka pun pulang ke rumah dengan diantarkan pasangan masing masing.
'DI MANSION ARTHUR'
"MAMIH! PAPIH!!" Teriak marvel ketika baru sampai di kediamannya. membuat sang mami yang berada di kamar pun bergegas menghampiri marvel tanpa memperdulikan bajunya yang sudah berantakan.
"Apa sih vel?!! bikin kaget aja! kamu mau mami jantungan apa?!" omel mami sambil berkacak pinggang.
"Hehe!! papi mana?" tanya marvel sambil celingak celinguk.
__ADS_1
"Kenapa mencari papi?!! dasar pengganggu!!" ucap papi yang baru sampai dengan baju yang sama berantakannya apalagi dengan wajah kusutnya membuat marvel membulatkan matanya.
"Hehh!! kalian ini!! kenapa ngga nunggu malam?! dan juga marvel ga mau punya adek!!" ucap marvel histeris membuat papi Albert menggaruk pelipisnya dengan wajahnya cengonya. sedangkan wajah mami sudah memerah menyadari sesuatu.
"Ini gara gara papi mu!" ucap mami membenarkan pakaian yang di pakainya.
"Ohh **** you pih!! inget umur!! kasian mami ntar pinggangnya encok! jangan cuma mau enak doang tapi pikirin mami juga!!" ucap marvel menasehati membuat papi Albert memutar bola matanya jengah. sedangkan mami sudah malu bukan kepalang
"Ini napa jadi bahas papi! kenapa cari papi cepet!! papi sama mami ada urusan!" ucap papi Albert menyadarkan marvel.
"Gimana persiapan?" tanya marvel dengan wajah serius.
"Sudah semua! ntar papi cros check lagi!" jawab papi Albert membuat marvel tersenyum puas.
"Oh iya! kok kalian ngga bilang kalau calon besan papi itu tuan richard?!! kamu tau?" ucap papi Albert mulai menceritakan.
FLASHBACK ON
PAPI ALBERT POV
Sesuai dengan janjinya, saya sekarang sedang memasuki caffe Hompimpa mencari keberadaan seseorang yang akan menjadi besan saya
39 itu lah nomer meja yang sudah kami janjikan bersama melalui aplikasi chating dengan nomer yang diberikan oleh marvel.
Setelah mencari cari, Saya menemukan meja dengan nomer 39 dan melihat sosok laki laki yang sedang duduk dengan wajah yang membelakangi saya seperti sedang menelvon seseorang.
Saya pun menghampirinya.
"Permisi?" ucap saya membuat laki laki tersebut terlihat mematikan telfonnya lalu menoleh dengan wajah datarnya dan seketika membuat saya terkejut dan bingung.
"Maaf sebelumnya, tuan richard sedang apa ya di sini? karena meja dengan nomer ini sudah saya pesan sebelumnya" ucap saya berhati hati takut menyinggung tuan richard.
"Ini meja saya!" ucap tuan richard datar membuat saya tak enak untuk mengatakannya lagi.
"Maaf saya lancang tuan, tapi meja ini sudah saya pesan bersama calon besan saya!" ucap saya dan terlihat tuan richard seperti menyeringai membuat saya takut.
"Siapa nama calon besan anda?" tanya tuan richard membuat saya mati kutu, karena saya pun lupa menanyakan siapa nama calon besan saya ketika kami bertukar pesan karena saking semangatnya. dan lagi karena terlalu percaya saya tidak memikirkan untuk menyelidiki, padahal seharusnya saya menyelidiki informasi tentang calon menantu saya terlebih dahulu agar tidak ada kesalahan.
"A-anu.. saya lupa menanyakan siapa namanya" jawab saya gugup.
"Memang Anda tidak menyelidikinya terlebih dahulu?" tanya tuan richard kepada saya. saya pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Tidak tuan, awalnya saya setuju setuju saja karena apapun calon menantu saya tidak masalah. namun karena tidak di selidiki malah jadi begini! saya tidak tahu siapa nama calon besan saya" jawab saya sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal
"Sudah lah Albert! kemari duduk!! masa anda tidak mengetahui jessica itu anak saya!" ucap tuan richard membuat saya membelalakan matanya.
"Ja-jadi jessica pacarnya marvel beneran jessica yang dulu ada di caffe waktu itu? anaknya tuan richard? maaf tuan saya lupa." ucap saya dengan nada menyesal.
"Sudah lah! mau sampai kapan anda berdiri? duduk!!" titah tuan richard langsung saya turuti.
__ADS_1
FLASHBACK OFF
Bwahahaha ( tawa marvel dan mami pecah)