My Cool Boyfriend

My Cool Boyfriend
gelisah


__ADS_3

banyak siswa dan siswi yang masih lalu lalang, karena sesuai permintaan daddy, hari ini akan free class untuk semua murid. mereka menatap mobil jessica dengan takjub sekaligus penasaran.


*Itu mobil siapa ya?


*Keren sih.


*Gila jiwa missquen gue meronta ronta minta dilepaskan.


*Itu pak rey disitu, berarti dia udah tau siapa yang datang


*Ga mungkin siswa kan yang datang, secara bel udah bunyi dari tadi


*Oh my god, kasih gue 1 mobil begitu.


Jessica masuk melewati gerbang dengan lancar, karena reynald menyuruh satpam untuk tidak menutup gerbang dan membiarkan jessica masuk di kala kala sudah berangkat.


Reynald yang melihat mobil jessica pun langsung menghampiri dan langsung dengan sigap membukakan pintunya. hingga keluarlah jessica dengan kacamata hitamnya, dan rambut tergerainya yang sedikit menutupi lukanya.


*Whattt?!!! jessica?!!


*Gila tu cewe ganti ganti mobil terus dong!!


*Daebak!! tahun ajaran baru, mobil baru cuy!!


*Dia dapat darimana tuh mobil? apa bener dari tuan richard?


*Apa dia seller mobil ya, jadi bisa ganti ganti mobil.


*Hadiah dari bokap nya kali, kan kemaren dapet peringkat 1 lagi.


"Princess!! princes ga papa? tadi tuan richard bilang princess jatuh?" tanya rey langsung ketika jessica keluar dari mobil dengan wajah terlihat pucat.


"Jess ga papa uncle, daddy tuh berlebihan ga sih uncle?! masa cuma jatuh aja ampe segitunya. terus nih ya, masa tadi pagi nyuruh jessica ke rumah sakit barangkali harus di operasi!" ucap jessica dengan nada kesal, namun rey justru tertegun.


"Bukan berlebihan princess, tapi daddy mu trauma akan kehilangan. jadi kamu sebisa mungkin jangan bikin daddy mu khawatir. kamu tahu kan maksud uncle? lagian muka kamu itu Pucat!!" ucap rey sedikit menjelaskan membuat jessica sejenak tertegun dan tersadar.


"Iya uncle maaf!! jessica tuh jarang banget sakit uncle, sekali sakit atau jatuh pasti gini" ucap jessica sambil menundukkan kepalanya.


"Mau pulang aja?" tawar rey dibalas gelengan kepala.

__ADS_1


"Maaf uncle jessica selalu merepotkan!" jawab jessica masih dengan posisi menunduk


"Ngga kok, cuma khawatir aja tuan putri kenapa napa.. sini peluk!!" ucap rey sambil membentangkan tangannya, jessica pun langsung memeluk reynald dengan erat, dia tidak memperdullikan lagi pandangan pandangan siswa siswi lainnya hingga membuat semua orang yang melihat berspekulasi yang tidak tidak.


*Kemaren tuan richard, sekarang pak kepala sekolah.


*Saudaranya kali


*Jessica, aa cemburu!


*Cih!! sana sini mau!!


*Gue penasaran sama kehidupan dia.


"Dengerin kata kata tuan ya princess! tuan itu mau yang terbaik juga untuk princesnya uncle! tuan ga mau princess kenapa napa. tuan itu over posessif karena cuma mau yang terbaik buat princes!" ucap rey yang dijawab anggukan jessica masih dalam posisi berpelukan. hingga beberapa saat kemudian jessica melepaskan pelukannya dan pamit untuk ke kelas.


*DI Sisi Lain*


Berbanding dengan jessica. Marvel, lina, davan, putri, dan devan yang berada di kelas justru tengah cemas, khawatir, dan gelisah memikirkan jessica yang tidak ada kabar sama sekali.


"Jessica kemana sih?!! di hubungi dari tadi ga diangkat angkat!! ini udah bel lama banget lho!!!" ucap putri yang sedari tadi mondar mandir sambil menggigit kukunya untuk meredakan rasa khawatir dan cemasnya. begitu pun yang lain tidak tenang.


"Semoga aja dia ga kenapa napa!! harusnya kalau mau ga berangkat atau ada masalah dia bilang!! jadi kita ga khawatir! ga biasa biasanya dia begini!" ucap lina yang cemas tanpa sadar menggebrak meja didepannya dengan keras membuat semua yang ada di kelas menjadi terkejut namun tak berani menegur.


Kunti!!! lo kemana sih?!! jangan bikin khawatir! batin marvel sambil memejamkan matanya untuk meredakan kegelisahannya.


"Emang kalian ga chat chatan gitu dari kemarin pulang caffe?" tanya davan.


"Engga!! kalau misal chat chatan ya paling di grup yang ada kaliannya!! orang setelah balik ga ada komunikasi apa apa!!" jawab putri dengan kesal.


"Udah hey!! tenang!! jangan pada berpikir yang aneh aneh ah. kalian cemas tuh karena bareng terus, sekalinya ga bareng otomatis kalian mikir kalo jessica kenapa napa" ucap devan menenangkan.


"Iya juga sih! tapi tetep aja ga tenang!! hufttt.. huftt..." ucap lina sambil mengatur nafasnya.


"Kalian ga percaya sama jessica?" tanya devan membuat mereka sedikit tenang.


"Percaya!" jawab mereka lirih.


"Nah!!" ucap devan

__ADS_1


"Tapi kan kakak gue itu..." ucap putri terpotong


"ASSALAMUALAIKUM ANAK ANAK KUH!!!" Teriak seseorang membuat semua menoleh dan membulatkan matanya.


"WAALAIKUMSALAM" Jawab semua orang yang berada di kelas dengan kompak


"Huaaaa!!!! lo kemana aja?!!" ucap putri histeris sambil berlari lalu memeluk jessica, ya jessica.


"Ini kenapa?" tanya jessica heran kepada lina marvel devan davan melihat tingkah putri.


"Dari tadi gelisah mikirin lu!! lu kenapa ga ada kabar hah?!!" ucap lina dengan kesal.


"Ohh gue lagi nyetir pas lu pada nelvon!" jawab jessica sambil merapihkan rambutnya dan membiarkan putri masih memeluknya. dan nampaklah marvel yang datang dengan cepat ke arah jessica membuat semua bingung.


"Ini kenapa? sakit? ko bisa jadi gini? lu sakit?" cecar marvel kepada jessica sambil memegang lembut kedua pipi jessica dan melihat luka plester jessica yang di sekitar plester berwarna ungu memar. seketika putri melepaskan pelukannya dan melihat ke arah jessica.


"Kenapa bisa gini?" tanya putri dengan khawatir.


"Lu jatuh jess? muka lu pucat! kita ke rumah sakit sekarang ayo!! masa nona besar terluka di diemin!!" ucap lina cemas sambil menggoyangkan lengan jessica.


"Ihhh gueee ga papa!!!" ucap jessica kesal sambil melepaskan tangan lina dan marvel lalu berjalan menuju kursi duduknya seperti kelas 11 bersama marvel lalu duduk.


"Tapi kan itu.." ucap putri terpotong membuatnya kesal karena selalu di potong.


"Suttt!!!" jawab jessica sambil mengisyaratkan jari telunjuknya di bibir untuk diam.


"Jadi gini!! tadi pagi gue kesiangan. mungkin kalo ga dibangunin granma, gue ga berangkat. terus waktu bangun gue di cium, jadi gini!!" ucap jessica sambil mengusap pelan lukanya.


"Di cium?" tanya marvel dkk serempak.


"Di cium lantai!!" jawab jessuca dengan kesal yang justru malah membuat tawa sahabatnya pecah, kecuali marvel yang justru merasa kasihan.


"Kasian!! haha!!" ucap putri sambil tertawa.


"haha!!! gue ga kebayang muka jessica gimana!" ucap davan sambil tertawa dan memegang perutnya yang sudah kaku karena tertawa.


"Hahaha!!! nona besar bukannya di cium pangeran, malah di cium lantai! hahah!!! berarti tu lantai prihatin sama elu jes hahah!!" tawa lina pecah membuat tawa semua menjadi semakin pecah, tidak untuk marvel yang malah kesal dengan tawa mereka dan jessica yang sudah berwajah datar.


"Ihh kalian bisa diem ga sih?!!" bentak marvel membela jessica membuat semua terdiam dan jessica menjadi senang lalu tanpa sadar memeluk marvel dari samping dan ...

__ADS_1


__ADS_2