
"main apa sih yang? Ini jamkos, aku bawa kamu kesini justru buat santai. Masih aja main hp"
"ini, erlan bucin banget sama renata hihi"
Sean berdecak sebal. Padahal di sini ada dirinya. Sean tadi mengajak roselina ke ruang 7stone, paling tepatnya ke kamar.
"mending tidur dari pada buka sosmed"
Roselina menurut. Ia berbaring di sisi sean, tapi tangannya tetap memainkan sosmed.
Sean menyimpan kepalanya di sela leher kekasihnya sambil membuka kancing seragam roselina.
"boleh ya"bisik sean
"apa?"tanya roselina tanpa menoleh
"ini"pijatnya di dada roselina
"kalau aku bilang gak pun kamu suka maksa"
Sean tersenyum. Dia mengecup bibir roselina sekilas dan kembali ke leher jenjangnya.
Semua kancing seragam roselina terbuka, sean menyingkirkan mangkuknya dan mulai bermain di sana.
"ish! Jangan keras-keras gigitnya. Jangan di kasih bekas juga!"
"iyaa"
Mencium, menjilat dan menggigit kecil, tangan sean juga masih asik di dada roselina.
Karena terlalu susah, sean menyandarkan dirinya di kepala ranjang dan mengangkat roselina supaya duduk di pangkuannya.
Sedikit membaringkan roselina, sean kembali menggerayangi leher wanita itu dengan mulutnya. Kedua tangannya bermain bebas di dada roselina.
"yang, dadanya kalau di teken keras sakit ga?"
"sakitlah!"
"ini kenapa padet gini sih? Semenjak kamu di rumah sakit"
"gak tau"
Karena takutnya apa, sean menelpon zero untuk menanyakan perihal ini.
"hallo"
"zer, kalo dada cewek tiba-tiba padet, itu kenapa?"
"lo ngigo? Yakali lo gak tau yan! Bekas di kenyel-kenyel itu pasti. Otak lo cuma ************ mulu si"
"si ******. Gw tutup"
"kenapa katanya?"
"gak papa, cuma gara-gara tangan aku aja hehe"
••
"papah, emang mau ngapain nyiapin makan malam di sini?"
"kita bakal kedatangan keluarga sean"
"tante cassi dan om willi ada acara apa kesini?"
"rahasia, mending sekarang kamu ke kamar. Mandi, pake baju yang bagus terus malau udah cantik, kembali ke halaman"
__ADS_1
"kak vernon kemana?"
"dia lagi keluar sebentar, papah suruh kakak kamu beliin kamu dress baru"
"padahal kan dress rose masih banyak. Jarang dipake lagi"
"gak papa, udah sana siap-siap"roselinapun mengangguk
Sore ini, kediaman raquell tengah mempersiapkan jamuan makan malam dengan tiffin.
Richard sengaja memilih di halaman sisi rumahnya supaya tidak terlalu sumpek. Dan udara di luar lebih sejuk dari pada AC di dalam mansion.
Meja makan besar di tambah beberapa lampu taman, menambahkan nuansa yang indah untuk jamuan kedua keluarga itu.
••
"yan! Kalau udah siap, cepet turun!"
"bentar napa si, buru-buru amat"
"keburu malam"ujar william kesal
Setelah siap, mereka pergi menuju kediaman raquell. Sean dengan mobilnya sendiri dan orang tuanya memakai mobil mereka.
Sesampainya di sana, keluarga tiffin langsung di arahkan ke halaman oleh pelayan.
"selamat malam tuan richard"
"malam juga tuan william. Silahkan duduk"
"roselina?"tanya cassandra
"dia masih di kamarnya, sebentar lagi juga turun"
Lalu mata sean melihat kekasihnya yang sangat cantik sedang berjalan menghampirinya bersama vernon.
"ya ampun, menantu tante cantik banget"
"makasih tante"lalu roselina duduk di samping vernon
Mengerti akan situasi, para pelayan mulai berdatang satu per satu menghidangkan beberapa makanan.
Setelah selesai memakan jamuan, richard menginstruksikan semuanya untuk beralih tempat duduk.
Kini mereka duduk di sofa yang sudah di sediakan di halaman.
"langsung saja ke intinya. Roselina, papah sudah bicara dengan tuan william kalau kamu dan sean akan menikah"
"menikah?"tanya rose kaget
"tidak langsung menikah, sekarang kalian hanya akan bertunangan. Kelulusan sudah di depan mata kalian, so__tunggu lulus dulu baru menikah"ujar william
"yang saya permasalahkan bukan pernikahan mendadak adik saya. Tapi, keputusan sean. Apa dia sudah menetapkan segalanya untuk adik saya?"
"gw tau lo belum naruh kepercayaan sama gw. Tapi gw gak butuh kepercayaan orang lain. Kalau gw belum siap dengan keputusan gw sendiri__malam ini gw gak akan berada di sini"balas sean menatap vernon
Dan malam itu, roselina resmi menjadi tunangan sean setelah cincin itu mengunci jari manisnya serta jari manis sean.
••
Sepulang sekolah, sean mengajak roselina ke mansionnya. Niatnya mau mendekatkan calon istri pada orang tua. Tapi cassandra dan william ternyata ada urusan di luar.
"kalau aku mainin sakit gak sih?"
"gak, tapi kalau keras ya sakit"
__ADS_1
"sama-sama punya dua bola ya haha"
"mesum tau gak!"saat roselina agak mengerti pikiran sean
"gak papa, kan sekarang menjelang halal. Katanya dosa kalau gak nurutin suami"
"masih calon ya!"
"ah bodo"
"geli yan haha"
Dari tadi, mereka bermain di roof top mansion sean yang luas. Berbaring di sofa sambil menikmati cemilan yang di bawakan pelayannya tadi.
Kalian pasti taulah apa yang sean lakukan sekarang pada roselina. Terlebih lagi, sumber mata air putih itu sangat bulat dan padat.
Waktu tau sean akan memainkan mereka, roselina menolak. Tapi sean selalu bisa membuatnya luluh dan membiarkan sean bermain di sana.
Tangan dan mulutnya bekerja sama secara beraturan. Roselina duduk di pangkuan sean di bawah sofa sambil memakan snack dan memainkan ponsel.
"desah napa! Diem mulu dari tadi!"geram sean saat roselina hanya diam menikmati hisapan dan sentuhannya
"gak mau"ucap rose sambil memakan kembali snack yang ia taruh di sofa
"Akkh! Sakit tau"desahnya saat tangan sean meremas kencang
"ck. Maaf___tapi suka"
"erlan lagi di pantai ya sama renata?"
"iya tadi ngajak. Tapi aku gak mau"ujar sean di sela kegiatannya
"kok gak mau? Kenapa juga renata gak ngajak"
"ngerti kata sandinya coba__renata gak ngajak karena di bungkam erlan. Mereka mau berduaan di pantai, gak mau di ganggu. Erlan ngajak ke aku aja__itu cuma basa basi"
Lalu sean menyudahi aktivitasnya dan merapihkan baju roselina.
"mandi disini aja ya?"
"ha?"
"sebelum kamu pulang, mandi disini aja. Nanti aku suruh pelayan buat beliin kamu bajunya"
"gak ah, di rumah aja"
"yaudah, aku kurung aja di rooftop"
"kok gitu?!"
"ya mandi dulu disini, nanti aku anter pulang ya!"
"terserahlah!"
"kamu upload apa?"tanya roselina saat ponselnya menampakan postingan sean pada ig
"lihat aja. Nanti like ya"
"fans kamu banyak juga ya. Padahal bukan artis haha"
"kan aku ganteng, wajarlah"
__ADS_1