
"Tumben kalem!" cibir granma kepada lina dan putri membuat keduanya mengerucutkan bibirnya.
"Ada cowo cowoknya mah! jadi ngga nge-reog!" ucap daddy santai membuat lina dan putri membelalakan matanya. sedangkan yang lain sudah sudah tertawa kecuali para bodyguard dan devan davan yang takut kala meledakan tawanya. sedangkan marvel hanya diam tanpa ekspresi
"DADDYYYY!!" Pekik lina dan putri tak terima. Masa mereka di bilang nge-reog sih? hancur sudah image mereka di depan para kekasihnya.
"Apa sayang?" Tanya daddy santai.
"Ihhh putri sebel!" ucap putri mengerucutkan bibirnya.
"Lina juga! huh!" ucap lina dengan tangan bersedekap dada dan memalingkan wajahnya.
"Iya iya maafin daddy! udah yuk berangkat udah siang!" ucap daddy diangguki lainnya.
"Berangkat dulu mam! Assalamualaikum" ucap daddy sambil menyalami tangan garnma.
"Waalaikumsalam hati hati chard!" jawab granma diangguki daddy
"Jessi sama yang lain juga granma. Jessi berangkat Assalamualaikum!" ucap jessica yang juga ikut menyalami tangan sang granma tercinta.
"Waalaikumsalam sayang hati hati!" jawab granma lembut
"Granma, berangkat dulu Assalamualaikum!" ucap lina putri twins dan marvel sambil mencium tangan granma bergantian.
"Waalaikumsalam! hati hati jangan pada ngebut!" ucap granma dijawab anggukan oleh mereka semua.
Mereka pun berlalu dengan tujuan masing masing. daddy, riko beserta para bodyguard ke kantor, sedangkan jessica cs ke kampus dengan ikut bersama mobil pasangan masing masing.
*HALAMAN PARKIR KHUSUS*
Mobil Marvel dan twins D mendarat dengan sempurna. para lelaki turun guna membukakan pintu untuk sang kekasih pujaan hati mereka
"Oi jess! gue mau tanya deh!" Ucap lina ketika mereka berjalan berdampingan dengan para lelaki berada di belakang mereka. tujuan mereka sekarang adalah ke kantin sambil menunggu jam kelas mereka, sekalian mengantar jessica yang akan menanti mereka di kantin.
"Tanya apa?" tanya jessica
"Em kok kita boleh parkir di tempat tadi sih? kemaren nih ya waktu kelas gue selesai kan gue lagi duduk sambil nunggu si putri nih. terus ada mahasiswi yang bilang ke gue, katanya parkiran itu sebenarnya ngga dibolehin buat parkir mahasiswa. ngga tau deh kenapa kaya di keramatin aja gitu, pernah ada mahasiswa yang parkir disitu eh di derek dong mobilnya. karena dari awal udah dibilangin dan udah jadi aturan dari awal kampus ini dibangun. anehnya mobil kita aman aman aja ya? kok bisa sih?" ucap lina menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.
"Ngga usah dipikirin. bakal aman parkir disitu. gue sengaja biar kalo pulang ngga ribet." Jawab jessica.
"Tapi jes!" ucap lina
"Sutt udah! tolong pesenin minum dong gue haus" ucap jessica ketika mereka sampai dikantin dan baru saja mendudukan dirinya.
"Kali ini gue yang pesenin! kalian mau pesen apa?" tanya putri yang berdiri kembali dari duduknya.
"Emm Orange juice" ucap jessica dengan mata berbinar binar seolah tidak pernah meminum minuman tersebut.
__ADS_1
"Masih pagi sayang! jangan yang dingin! ganti yang anget aja ya!" ucap marvel menatap jessica lembut.
"Tapi mau!!" ucap jessica mengerucutkan bibirnya.
"Sayang!" Panggil marvel lembut membuat jessica menghela nafas pelan.
"Haduh masi pagi disuguhi sama yang posesif posessif!" gerutu davan
"Syirik aja lu!" jawab jessica ketus.
"Coklat panas!" jawab jessica membuat marvel tersenyum tipis.
"Coklat panas 2!" ucap marvel mengulangi pesanan.
"Gue milky shake durian!" ucap lina.
"Lu van?" tanya putri.
"Cappucino panas!" jawab devan dan davan bersamaan membuat putri sebal.
"Ya lu ikut gue pesen lah dev! malah ikut ikutan jastip!" ucap putri kesal membuat devan tersenyum tipis.
"Ayo buru!!" ucap putri merajuk membuat devan cepat cepat bangkit dari duduknya kemudian menggandeng tangan putri menuju stand sedangkan jessica, lina, marvel, dan davan hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Lu ga mau berubah pikiran lagi jes?" tanya lina.
"Maksudnya?" tanya balik jessica.
"Lina sayang! nyelesein masalah perusahaan ngga melulu cuma seminggu dua mingguan, atau bahkan sebulan dua bulan. gue kesana selain nyelesein masalah juga mau mimpin sendiri perusahaan disana. sekalian ngawasin pekerjaan karyawan gue.. emang sih kalo masalah ngawasin bisa pake orang kepercayaan, tapi mau sampai kapan gue mengabaikan perusahaan disana? dan cuma mengandalkan orang lain? cepat atau lambat gue bakal mimpin disana lin. karena ada waktunya mimpin disini, disana, sama mimpin dianak cabang lainnya. jadi gue milih sekarang aja. biar sekalian. jadi kalo udah selesai dengan kuliah gue, gue bisa lebih santai dan enjoy nikmatin waktu bersama kalian juga, karena pastinya gue pulang kesini. kita udah bahas ini kan?" jelas jessica memberi pengertian
"Pada serius amat!! silakan minumnya mas mba" ucap putri bergurau guna menghilangkan keheningan karena tadi ia dan devan sempat mendengarkan obrolan kawan kawannya.
"Thanks!" ucap jessica kemudian perlahan lahan menyeruput minumnya.
"Sans!" jawab putri kemudian duduk begitu devan.
"Eh 10 menit lagi dosen masuk. sana kalian ke kelas!" ucap jessica sembari melihat jam limited edition di pergelangan tangannya.
"Ikut ke kelas aja yuk lah jes daripada sendirian disini!" ucap putri diangguki lainnya.
"Gue ngga bakal ilang! udah sana belajar yang bener!" ucap jessica dengan nada mengusir. membuat yang lain berdiri dari duduknya.
Cuppppp (marvel mencium punggung tangan jessica)
"Aku ke kelas dulu ya!" ucap marvel lembut dengan tersenyum membuat jessica ikut tersenyum.
"Hemm belajar yang bener!" ucap jessica diangguki marvel.
__ADS_1
"Yaudah kita cabut dulu jes!" ucap lina, putri, dan twins diangguki jessica. kemudian mereka pun pergi berlalu menuju kelas meninggalkan jessica yang sendirian menatap kepergian sang sahabat hingga sudah tak terlihat lagi.
Selepas kepergian sahabat sahabatnya, jessica yang membawa laptop pun membuka laptopnya dan mulai fokus berselancar dengan aktivitas nya, sesekali menyeruput pelan minumannya.
"Ngga masuk ke ruangan?" tanya seseorang sambil menarik kursi untuk duduk membuat fokus jessica pecah, kemudian menatap datar orang tersebut.
"Keliatannya?" tanya jessica datar membuat orang tersebut menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal
"Ngga hehe. gue ikut duduk ya!" ucap orang tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah fatir.
"Udah duduk kenapa baru bilang?" tanya jessica membuat fatir menghela nafas dalam.
"Ya elah jes jutek amat, kan basa basi gitu biar akrab!" ucap fatir namun tak mendapat jawaban dari jessica. karena ia sudah jengah dengan spesies laki laki seperti fatir.
"Eh iya kalo boleh tau lo kenapa ngga masuk ke ruangan? secara anak baru biasanya masih semangat semangatnya lho buat belajar." tanya fatir lagi dengan usahanya.
"Menurut lo kak kalo bukan mahasiswa disini emang boleh ikut masuk ke kelas?" tanya jessica balik kepada fatir.
"Ya ngga lah!!" jawab fatir lempeng.
"Eh tunggu!! maksudnya bukan mahasiswa disini? hubungannya apa? kan lo mahasiswa disini!!" ucap fatir membuat jessica hanya mengendikan bahunya kemudian kembali menatap laptopnya.
"Emm lagi apa sih kayak nya sibuk banget!" tanya fatir karena sedari tadi jessica hanya menatapnya sebentar kemudian menatap laptopnya kembali.
"Kerja!" jawab jessica tanpa mengalihkan pandangannya.
"Kerja? kerja apa?" tanya fatir dengan kepala yang mengintip ke layar laptop jessica, namun dengan segera langsung jessica tutup dengan keras hingga menimbulkan bunyi yang cukup kencang di laptop keluaran terbaru itu.
"Aduh! sayang banget itu jes laptopnya!" ucap fatir meringis melihat perlakuan jessica terhadap laptop yang ia idam idamkan, namun ia baru berencana membeli sedangkan jessica sudah mempunyai.
"Kenapa ngintip ngintip?" tanya jessica datar
"Gue cuma penasaran elah lu kerja apaan!" jawab fatir sambil mengerucutkan bibirnya.
"Do you know privacy?" tanya jessica lagi dan lagi dengan nada datar.
"Sorry jes!" ucap fatir dengan nada menyesal.
"Lo terlalu lancang kak!" ucap jessica membuat fatir terpaku dengan reaksi jujur jessica.
"Fatir!!" Panggil seseorang membuat mereka berdua menengok ke sumber suara. fatir yang melihat orang tersebut pun hanya kikuk sedangkan jessica sama halnya menatap datar.
Datang lagi perusak mod batin jessica kesal
"Tumben udah berangkat? biasanya juga mepet!" ucap orang tersebut kemudian duduk di kursi depan jessica, karena fatir sudah duduk di samping jessica namun berjarak.
"Gue..." ucap fatir menggantung sambil melirik ke arah jessica.
__ADS_1
"Gue?" ulang orang tersebut menantikan jawaban fatir.
"Sebenarnya gue....