
"musuh terbesar adalah diri kita sendiri"
HAPPY READING🧡
©©©
"ren, kamu beneran gak apa-apa?"
"baik kok rose"
Rose hanya mengangguk setelah mendengar jawaban renata yang lesu. Jika di pikir-pikir, renata bilang selama lima hari ini dia hanya berdiam diri di kamar. Tadinya rose akan mengajak renata jalan-jalan, tapi melihat kondisi renata yang lesu jadi dia urungkan.
"besok sekolah?"
"iya, mungkin"jawab rena
"lesu banget si dari tadi reee, belum makan mie ayam ya? Hehe"
"heh, kamu mau rose?"
Rose mengangguk antusias, dia juga tersenyum karena senyuman yang renata keluarkan. Renatapun memanggil ayahnya yang kebetulan hari ini jualan di depan rumahnya. Tak lama, ayah renata masuk kedalam kamar anaknya dan menyodorkan dua mangkuk mie ayam serta dua minuman.
Saat makan, rose tak henti-hentinya memuji mie buatan ayah renata. Dia juga menceritakan keadaan sekolah saat tidak ada renata, sampai bagaimana dia dan vivian berteman. Sekarang renata lebih terbuka, jadi rose tidak akan merasa canggung lagi.
"mm erlan pernah ngehubungin kamu gak? Kaya nanya kabar kamu?" tanya rose hati-hati
"pernah, udah tiga kali setiap malam. Dia cuma merasa khawatir kalau aku positive"cicit renata
"kamu, kok bisa sama erlan kaya gitu re?"
"hmm aku juga gak tahu, aku udah nolak__tap-tapi"
"udah-udah, jangan dilanjutkan. Kamu jangan khawatir, kalau erlan ngapa-ngapain kamu lagi, aku pastiin dia mati di tangan aku" renata tersenyum menanggapi lelucon rose
DRRRT DRRTT
"Hallo"
"Malem gw jemput"
"hah? Mau kemana?"
"jam tujuh dan jangan pake rok"
Tuut Tuut
"gila"gumam rose saat sean tiba-tiba menelponnya lalu dengan cepat menutupnya
"kenapa?" tanya renata
"sean, malam ngajak ketemuan. Kamu mau ikut? Ikut ya, temenin aku"
"gak ah rose, nanti aku di marahin sama sean"
"gaklah, kamu tahu kan kelakuan dia kaya gimana kalau cuma berdua. Kamu temenin ya, biar aku ada temennya"
"hahh yaudah deh. Tapi kalau sean nyuruh aku pulang, aku pulang ya"
"ya jangan lah! Yakali aku biarin kamu pulang"
"iya iya"
"yaudah. Mendingan kamu ikut ke rumah aku yuk, nanti tinggal berangkat dari sana"ajak rose
"hah? Gak papa?"
"ya nggak lah. Ayokk"
Setelah renata bersiap, kini mereka sedang menuju kediaman rose. Saat sudah sampai, rose terperangah melihat halaman yang begitu luas. Dia sampai bertanya-tanya dimana rumah milik rose, kenapa cuma perkebunan yang terlihat. Sampai depan mansion, renata membulatkan wajahnya takjub melihat bangunan yang begitu besar.
Jika di bandingkan dengan rumahku, itu tidak ada apa-apanya di bandingkan punya keluarga Raquell
"ayok masuk"
Rose keluar dari ranger rover yang di tumpanginya bersama renata. Mereka memasuki mansion dan sekejap, mata rose bertemu dengan sang ayah yang sedang berjalan ke arah sofa sebari menenteng ipad.
"papah, tumben udah pulang?"tanya rose seraya mendekat dan menciumi pipi ayahnya
"kerjaan papah sedikit, jadi bisa pulang lebih awal"jawab richard lalu menyeruput teh di meja, terus menatap renata dengan tanda tanya
"oh ini renata pah, teman rose di sekolah. Teman duduk juga"
"ohh yang kamu cerit-"
"ekherm, iya. Yang rose suka ceritain ke papah. Renata itu baik, cantik lagi hehe" potong rose dengan mata mengedip memberi tanda ke richard
"oohh iya. Renata, kenalin saya Richard De Raquell. Rose sering cerita pasal kamu ke saya, terima kasih ya karena sudah menjadi temannya di sekolah"
"eh iya om sama-sama. Justru di sini, saya yang harus berterima kasih ke rose karena mau jadi teman saya"
"emm apaansi ren, ayok ke kamar aku yok. Pah, duluan ya" richard mengangguk menanggapi
CEKLEK
"woaww kamar kamu bahkan lebih besar dari ukuran ruang tamu aku"puji renata
"biasa aja kali ren, oh iya. Aku punya cemilan dalam nakas. Nih"
"kok dalam nakas?"tanya renata sebari menerima snack dari roselina
"suka males turun, apalagi kalo malam. Jadi di simpan dah tuh di sini"
SRRRKKKKK
roselina menekan angka satu pada remot kontrolnya dan alhasil, gorden kamar miliknya terbuka lebar yang menampilkan halaman mansion yang di tumbuhi rumput hijau dan juga beberapa hiasan lainnya. Lagi, renata takjub dengan interior rumah roselina. Dia baru sekarang berkunjung ke tempat seperti ini. Lalu, roselina menyalakan TV yang tertempel di dinding supaya mencairkan suasana.
"hahh enak ya, hidup kaya kamu"
"hm? Enak gak enak sih. Mau tukeran?"
"gak lah! Aku itu walaupun kekurangan, aku justru senang dan bersyukur bisa di dampingi mereka yang baik. Orangtuaku. Walaupun agak susah sih"
"iya, aku sampai iri pada kamu ren. Padahal jika dilihat-lihat, aku yang harusnya lebih beruntung dan senang. Tapi disini, aku lebih iri padamu"
"hmm namanya juga kehidupan. Ada kurang ada lebih. Oh iya, nanti aku pakai apa pas malam?"
"baju aku ada ren, tenang aja. Kemarin-kemarin papah beliin aku baju banyak, jadi kamu bisa pake"
"baru? Gaklah, jangan yang baru. Yang bekas aja"
"eits, gak. Aku kasih yang baru aja, emang kamu mau bekasan? Gak kan. Pokoknya, nanti aku pilihin"
"yadeh terserah kamu. Kita mau ngapain nih sebari nunggu?"
"nonton di sini. Aku ada Film" renata mengangguk setuju
Semakin lama, mereka kelelahan dan akhirnya tertidur dengan laptop sekaligus infocus yang masih menyala dan snack yang terbuka di atas kasur.
hampir jam tujuh, pintu kamar rose terbuka dan menampakan sosok seorang pria yang baru pulang dari jerman. Awalnya vernon akan menyuruh roselina untuk makan di bawah tapi ia urungkan kala melihat adiknya tidur dengan temannya. Vernon merapihkan laptop, snack dan juga infocusnya lalu pergi ke bawah.
KRIIIING KRIIIIING KRIIIII__
PRAKK
__ADS_1
"aishh!"gerutu rose saat alarm jamnya berbunyi karena siang tadi ia sengaja menyerelnya tepat pada pukul tujuh.
"eunhmm jam berapa rose? astaga kita ketiduran"
"OMG! Jam tujuh lebih satu menit, ayo ren siap-siap"
"kamu mandi duluan aja rose nanti aku nyusul"
"aku pake yang di samping, kamu pake yang di sini. Udah ya bye"ujarnya dengan melenggang ke kamar mandi
Pas jam delapan, ponsel rose berdering dan memperlihatkan nama sean. Rose yang sedang merapihkan rambutnya langsung mengangkat panggilan dari sean.
"......"
"iya iya. Aku turun"
TUUT TUUT
rose segera menuruni anak tangga lalu pamit ke sang ayah di iringi renata.
Saat di luar, sean mengernyit karena tak hanya rose yang ia tunggu, siapa ini? Renata.
"renata? Ngapain?" tanya sean pada roselina
"maaf. Aku bawa renata karena takut bosen. Boleh ya?"
Tanpa menjawab, sean membukakan pintu untuk gadisnya dan rose langsung menyuruh renata untuk naik di belakang. Kini mereka dalam mobil, bertiga. Benarkan? Tangan sean yang biasanya berjalan-jalan kala berdua, kini diam di gigi mobil. Ck rose tersenyum, ada baiknya jika ia mengajak renata kemana-mana.
"ini tempat apa sean?"
Di luar jendela, terlihat hutan sepi, lalu mobil sean keluar dari tempat itu. Mobilnya berjalan di jalan lebar dan tak ada banyak mobil, lalu berhenti seperti di sirkuit?
CEKIIT
sean turun dari mobilnya dan masuk ke area gedung usang. Roselina dan renata berdiam diri di mobil tak berniat turun. Lama menunggu, sean keluar dari gedung itu dengan segerombolan orang. Lalu decitan ban mobil terdengar di luar, mobil-mobil berdatangan di hadapan mobil sean.
TOK TOK TOK
Sean mengisyaratkan tangannya pada rose supaya turun. Dan akhirnya rose turun di barengi renata. Orang-orang yang di luar menatap heran kepada rose dan renata, ada juga yang tersenyum menyapa dan rose sedikit ingat dengan wajah-wajah mereka waktu ia datang ke basecamp sean.
BRRUM BRRRUMM
CEKIIIT
Dua mobil sport berhenti di hadapan mereka. June, angga keluar bersamaan. Lalu erlan keluar juga dari mobilnya but, tidak sendiri dia bersama seseorang.
Erlan keluar bersamaan dengan seorang wanita. Rose yang melihat itu langsung memandang renata. Erlan juga, dia melihat renata ada disana tapi ia tak melepaskan tautan tangannya dengan wanita itu.
"Good Luck"ujar sean pada june
"gak usah ngucapin. Gw bosen" tukas june
"iye-iye mentang gak pernah kalah"timpal angga
"jadi, june mau balapan? Bukan kamu?" tanya rose
"iya. Lo mau gw balapan?"
"itu urusan kamu. Bukan urusanku"
Sean berdecih dan memeluk gadisnya posessive saat beberapa mobil dan motor berdatangan.
"Waw look at this, bening banget cewek lo se"ujar seseorang yang baru turun dari motor GP nya.
"my mine"
"ck biasanya juga sekali pake"
Sedangkan renata, dia hanya mengikuti kemana rose dan duduk dengan menunduk di kursi. Rose sempat protes pada sean, karena dia punya renata tapi sean malah menatapnya tajam dan itu membuat roselina takut.
Sedang asik menjahili rose tanpa mesum, tiba-tiba renata mendapat teman baru di sisinya. Seorang pria yang sean kenal Alvin Martinez kini mendekati renata.
"hai. Lo temennya pacar sean?" tanya alvin
"he'em"
"nama gw Alvin Martinez, lo?"
"Renata Trianti Putri"
"Temen lo manis ya" ujar alvin
"bawa aja kalo mau"potong sean
"ngomong kok sembarangan se!"sewot rose
"eh coy, lo gakda niatan ngenalin cewek lo tuh?"
"roselina de raquell"ucap sean dengan cepat
"EHH GILA, Raquell? Pengen keturunan yang mulus lo bos haha?"
"Bacot"
"ekherm!"dehem erlan berdiri di hadapan alvin
"eh lo lan, tumben bawa saskia? Clbk?"
"lo di suruh ke lapangan tadi"
"oh yaudah. Nata gw ke lapangan ya, bye babyh"pamit alvin yang di angguki renata
Sean juga langsung menarik roselina memasuki gedung dan sampai di balkon sebuah ruangan. Di balkon, ada alat DJ dan sean langsung menyalakan alat itu beserta lampu diskonya. Sean menarik satu kursi dan menyuruh rose untuk duduk di pangkuannya. Di balkon, rose bisa melihat semua keadaan di bawah.
Di bawah, erlan duduk di pinggir kursi renata. Tadi erlan menahan kepergian renata yang akan mengikuti roselina.
"lo kecewa sama gw? Cemburu?"
"gak ada yang harus aku ikut campurin. Kamu itu bukan siapa-siapa aku er"
"bohong. Lo pasti mulai suka kan sama gw?"
"sumpah er. Gak ada yang aku suka dari kamu"
"tapi gw suka lo. Tubuh ini. Yang bikin gw frustasi lahir batin"ujar erlan seraya menelisik tubuh renata
"sorry, kamu cari aja cewek lain. Aku yakin, kamu hanya tertarik sekilas so cari lagi aja"
"gw tahu arah pembicaraan lo kemana. Cewek tadi, dia mantan gw. Memang, gw juga pernah nyentuh dia but gak ada rasa seperti waktu gw nyentuh lo yang mempunyai banyak rasa"
"kamu cuma cinta sama tubuh aku, maaf. Aku gak akan lagi biarin orang seperti kamu menyentuhku. Itu bukan cinta erlan tapi nafsu"
"gw tahu. Tapi sekarang, lo itu sesuatu buat gw. Jadi, lo harus sedia setiap saat kalo gw butuhin"
"kamu pikir aku perempuan apa?!"
PLAKK
"ck lumayan juga tamparan lo. Tapi tak sebanding dengan apa yang gw terima dari tubuh lo. Sini, ikut gw!"
"lepas.. Erlan..lepaskan!"
"erlan"panggil Saskia mantan erlan yang tadi nebeng bareng erlan
__ADS_1
"apa?"
"dia siapa? Kamu mau bawa dia kemana? Dari pada sama dia, mending temani aku di sini!"ujar sisa dengan manja
"gw gak butuh lo" sentaknya
Erlan kembali menyeret renata ke dalam mobilnya. Ia kembali menutup atap mobilnya karena tadi baru di buka iseng oleh angga. Siska yang melihat erlan menutup atap mobilnya rapat-rapat semakin geram. Apalagi di dalamnya ada seorang wanita dan kaca mobil erlan sangat gelap sampai tak bisa di terawang.
"ish mau ngapain sih erlan"gerutu saskia
"nganu lah, ngapain lagi sas" timpal teman gengnya erlan yang lain
"berdua dalem mobil tertutup gak mungkin cuma ngobrol"
"udahlah woyy malah ngegibah"
Sean yang di atas balkon bangunan dengan gadisnya sedang asik. Tanpa renata, tubuh roselina tidak suci. Buktinya, kedua tangan sean bekerja. Yang satu mainin DJ dan yang satunya mainin dada roselina. Sesekali bibir sean menjilat leher rose dan memagut bibir wanita itu dalam berdirinya.
"sean! Bisa gak sekali aja gak usah mesum?!"
"bisa"
"apa?!"
"blow job. Baru gw kurangin kadar gw"
"a-apa?"
"blow job, mau gak?"
"job? Job apa?"
"lama lo"
"mmph-" bibir rose kembali di bungkam oleh bibir sean
"iya aku turutin, asal jangan mesum lagi"bujuk rose setelah bibirnya terlepas
"janji mau ngelakuin?"
"iya rose janji. Cepetan sebutin apa jobnya?"
"gesper gw, buka sendiri"
"a-apa? Mau apa?"
Sekali helaan nafas, tangan sean menuntun tangan roselina ke arahnya dan sean merasakan bahwa tubuh roselina menegang kaget.
"gak mau!" sentak rose saat tahu apa maksud sean
"lo udah janji. Dia juga udah turn on"
"gak mau! Pokoknya gak mau!"
"yaudah, lobang lo kan ada. Apa susahnya"
"SEA-ARKKH"
Sean menerkam tubuh roselina hingga jatuh di lantai dan langsung menyerang area leher roselina.
"sean..sean please..berhenti..sakit..iya..iya..sean..tolong berhenti"
Sean menghentikan cumbuannya dan bangkit duduk di depan roselina lalu menarik wanita itu agar masuk ke dalam ruangan. Dan di dalam sinilah, sean merasakan hangatnya mulut roselina walaupun roselina bergetar ketakutan. Menembakannya dua kali, sean dibuat tersenyum senang karena tingkah gadisnya. Ia melihat roselina yang berlari ke wastafel dan membersihkan isi mulut dan wajahnya dengan air.
Kembali ke balkon dengan roselina yang duduk di kursi tadi dan sean berdiri sebari memainkan musik Dj. Sean menyalakan tombol start waktu tanda balapan motor akan segera di mulai. Sean tidak ikut balap? Karena semua orang tahu percuma mereka mengajak sean balapan. Yang menang sean, tapi yang ngasih hadiah juga sean. So, mereka bosen kalau seperti itu. Akhirnya tidak ada lagi yang menantang sean balapan.
Di bawah sana, june dan lawan-lawannya sedang bersiap sedia di lapangan. Sean yang melihat mobil erlan tidak beres hanya tersenyum miring. Lalu ia mengarahkan lampu LED ke mobil erlan
"KELUAR LO LAN"ucap sean lewat microphone
Selang beberapa menit, erlan keluar dari mobilnya langsung mengacungkan jari tengahnya ke atas dengan renata yang mengusap wajahnya kasar seperti lelah dan habis menangis.
Roselina yang melihat itu terheran lalu menatap sean meminta penjelasan.
"biasalah. Erlankan lumayan hyper. Kejadian di maldives pasti terulang. Setelah ini, renata gak bakal bisa lepas dari erlan. Gw jamin"
"astaga. Gak cukup apa erlan melakukannya waktu itu? Lagian dia sudah punya pacar kok masih ganggu renata?"protes rose
"yang tadi mantannya. Bagi cowok, itu gak cukup sekali. Selagi kuat, bisa berkali-kali" unar sean dengan senyum miringnya
Rose bergidik ngeri mendengar ungkapan sean. Tangan rose melambai-lambai pada renata yang di bawah supaya menghampirinya tapi renata hanya bisa di buat diam oleh erlan. Erlan menggapit renata di kap mobil miliknya yang membuat saskia dan perempuan lainnya merasa iri pada renata.
DRRRT DRRRT
Ponsel sean bergetar dan nama ayahnya tertera di sana. Sebelum panghilan itu tertutup, sean akhirnya mengangkat panggilan sang ayah.
"hal-apa?"
"....."
"oke! Sean ke rumah sakit sekarang juga!"
"siapa? Ada apa?"tanya rose
"gw mau ke rumah sakit. Lo ikut gw"ujar sean
Dari atas, sean menyuruh teman Dj-nya supaya naik menggantikan dirinya. Sean juga berpamitan pada teman-temannya kalau dia harus segera ke rumah sakit.
©©©
Outfit📍
ROSELINA
RENATA
SEAN
JUNE
ANGGA
ERLAN
Thanks for reading everybody
Sorry untuk typingnya di dalam ceritaku
Jaga kesehatan dan bijaklah dalam beraktivitas
SEE YOU NEXT TIME
__ADS_1