
SELAMAT MEMBACA🧡
"gimana keadaan raquell lan?"
"gw gak tahu ga, dia masih di dalem"
"angga, kamu ninggalin june di sekolah?"
"gw tadi nganter june dulu ke rumahnya ren"
Angga duduk di pinggir erlan dan mereka hanya diam menunggu dokter keluar dan memberikan mereka info tentang kondisi roselina.
Pintu UGD bergeser tanda ada orang lewat. Seorang dokter lengkap dengan jas dan juga masker baru saja keluar. Mereka bertiga reflek berdiri dan mendekati dokter itu yang sedang membuka maskernya.
"hah memang susah melawan rasa keremajaan. Siapa di antara kalian berdua yang pacarnya pasien?"tanya dokter itu seakan dia mengerti sikon
"dia gak ada di sini dok. Bagaimana dengan kondisi teman saya?"tanya erlan
"saya harus membicarakannya dengan keluarga pasien. Bisakah kalian menghubunginya"
"saya udah tahu semuanya dok. Tolong beri tahu kami"
"baiklah__maaf sebelumnya, kondisi pasien saat ini masih terbilang belum baik. Janin dalam kandungannya tidak bisa tertolong, pasien keguguran. Kondisinya sekarang masih lemah karena sempat kekurangan darah. Mungkin, sebelum kecelakaan terhadap janinnya, pasien terlalu banyak pikiran atau kurang asupan makanan. Obat tidurnya bekerja sampai jam sembilan malam. Biarkan dia istirahat dengan meksimal supaya energi tubuhnya terkumpul"
(exusme semua part yang berunsur kaya yang di atas itu hanya fiktif belaka:v mana ada kali yang begituan. Belum mendalami ilkes hehe)
"So__dia keguguran dan bayinya meninggal?"tanya angga
"iya. Saya mohon, hubungi keluarga pasien secepatnya. Saya permisi"
Setelah kepergian dokter, seorang perawat keluar dengan membawa data medis di susul brangkar rose yang di dorong dua perawat, mungkin untuk dipindahkan.
Ruang VIV no. 10📍
Wajah pucat roselina tak luput dari pandangan mereka bertiga yang stay menatap rose dari awal masuk.
"lan"
"hm"
"itu selang ijo masuk idung buat apa?"
"tunggu gw sarjana, ntar gw jawab"
"**** lo"
"gw kan bukan ahlinya"
"ssttt__rose butuh ketenangan"tegur renata dengan pelan
Mereka bertiga mengobrol dengan tatapan luruh ke arah roselina, tak teralihkan sedikitpun. Lalu mereka bertiga menunggu roselina di luar ruangan, karena takut bising.
"kita harus telpon ayahnya"
"katanya om richard lagi keluar negro"ucap angga
"tahu dari siapa?"
"sean lah ren"
"bagaimanapun kita har-"
DRRT DRRT
ponsel renata bergetar, ia mengeluarkan ponselnya dan melihat bahwa nomor tak di kenal menelponnya.
"hallo"
"hallo renata, rose sama kamu?"
"ini dengan siapa ya?"
"vernon"
"a-ak kak vernon"spontan renata gugup takut
"dimana roselina ren?"
"i-itu anu__rose, rose__"
"roselina di rumah sakit kak"ucap erlan dengan merampas ponsel renata
"****. Share lock. Gw kesana"ujar vernon dengan penuh penekanan dan aura dingin terasa oleh erlan.
TUUT TUUT
__ADS_1
Sambungan telpon terputus dan mereka bertiga menghela nafas lega. Lalu erlan mengirim lokasi rumah sakit beserta nomor kamar inap roselina.
Beberapa menit kemudian, mereka yang sedang duduk di kursi pinggir kamar inap roselina, mendengar derap langkah seseorang yang menggunakan pentopel.
"gimana kondisinya?"tanya vernon dengan nada yang sama
"i-tu__rose belum sadar, tapi kata dokter dia akan baik-baik aja. Obat tidurnya masih bekerja"cicit renata
"ceritakan kronologisnya. Secara rinci"
Mereka saling tatap, siapa yang akan menjelaska msalah roselina. Saat angga akan menjelaskan, derap langkah seseorang kembali mereka dengar. Mata nereka bertiga melongok ke belakang tubuh vernon dan seketika rasa takut meenguasai. Richard berjalan masih dengan setelan formal dan matel-nya. Dia diberi tahu vernon bahwa putrinya masuk rumah sakit, pria itu langsung terbang dari amerika ke indonesia tanpa mengganti pakaiannya.
"bagaimana ini bisa terjadi pada putri saya?"
"jelaskan. Dengan rinci"lanjut richard menuntut
Renata mundur selangkah di susul angga. Erlan mengambil nafas dalam-dalam dan menjelaskan dari awal mulai kenapa roselina bisa sampai masuk rumah sakit.
"sialan!"geram vernon penuh penekanan
"roselina__hamil?!"ucap richard tak percaya dan di angguki erlan
"tapi__bayinya tak tertolong"
Tanpa berkata-kata, richard dan vernon pergi meninggalkan mereka secara bersamaan. Erlan hanya melongo tak percaya.
"tuh anak sama bapak sama aja. Mau kemana ya__raquellnya aja belum ditengok eh udah pergi"ceplos angga
"om richard sama kak vernon sebenarnya baik. Cuman iya, di balik kata baik ada gak baiknya"
"terus ngapain kamu mundur sama angga?"
"ya aku gak berani. Waktu itu sempet berhadapan sama mereka berdua, tapi di depan aku ada roselina"
"pasti mereka ke kediaman tiffin buat ngelabrak sean"celetuk angga
"tahu ah, aku ke dalam ya. Takut rose ada apa-apa"
"iya. Aku sama angga ke kantin rumah sakit dulu ya, beli makanan"
Di kediaman Tiffin, mobil richard berhenti di dekat pintu mansion tiffin di susul mobil vernon di belakangnya. Tanpa bicara ataupun mengetuk pintu, richard dan anak pertamanga memasuki mansion megah itu lalu nyonya tiffin berjalan menuruni anak tangga.
Cassandra tahu saat layar lebar yang terhubung dengan cctv pintu mansion berbunyi bipp di kamarnya tanda ada tamu besar yang masuk.
"selamat siang, suatu kehormatan bagi saya bisa di kunjungi oleh keluarga Raquell"
"ya? Aaa__sean masih berada di sekolahnya. Mari duduk dulu, ah-iya suami saya masih di kantor. Mungkin sebentar lagi pulang"
Setelah richard dan vernon mendaratkan bokongnya di sofa yang sangat-sangat nyaman dan empuk, richard berucap bahwa dia hanya perlu menemui sean.
"emm, saya ingat. Rosellina kekasih sean kan? Mungkin sean masih di sekolah bareng roselina"
"roselina masuk rumah sakit dan itu karena sean!"
"apa?!"kaget cassandra
Selagi cassandra terkejut, suara william terdengar mengalihkan mereka bertiga. Mata tajam vernon menusuk saat william tak datang sendiri. Vernon berjalan cepat ke arah sean yang santai berjalan akan menaiki tangga.
SREK
BUG
membalikan tubuh sean dan menghantam wajahnya dengan keras membuat sean terpental ke lantai. Ana semakin terkejut kala vernon memukul sean. Richard ingin sekali memukul sean tapi ia serahkan kepada vernon saja. William yang melihat aksi vernon hanya bersedekap dada. Toh dia udah tahu pasti alasan vernon memukul sean.
William selalu mengawasi sean dengan info-info teman sean dan orang-orangnya. Ia tahu semua kegiatan sean di luaran sana termasuk menghamili roselina dan membuatnya keguguran. Awalnya william yang akan memberi pelajaran untuk sean, tapi ia sadar. Keluarga Raquell sendiri yang akan memberikan pelajaran untuk anaknya.
Kenapa willi bisa bareng sean? Tadi saat jam istirahat kantor, william tak sengaja bertemu dengannya di restoran dan membawa sean ke kantornya, lalu sedikit memperkejakan sean di tengah-tengah emosi sean.
Kembali memukul wajah tampan sean. Akhirnya sean tak terima dan menendang perut vernon. Terjadilah perkelahian di antara mereka yang berakhir babak beluar dan mereka kelelahan.
"Hah_hah_hah_hah"
Vernon dan sean terbaring di lantai lalu menghirup dan mengeluarkan nafas mereka karena lelah dan juga sakit di area-area yang terkena pukulan apalagi wajah.
"sudah selesai? Kini kita bicarakan secara kekeluargaan"ucap william lalu duduk di sebelah istrinya
Di susul sean dan vernon yang duduk di sisi keluarga masing-masing. Cassie meringis melihat wajah lebam anaknya dan juga vernon.
"maaf sebelumnya tuan richard, karena ulah anak saya anda jadi harus repot-repot kesini"lanjut willi dengan sopan di hadapan pria tegap seumurannya
"saya meninggalkan pekerjaan saya di amerika dan langsung terbang ke sini hanya untuk mengunjungi anak anda"
"saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena kelakuan anak saya pada putri anda"
"tunggu. Maksud kalian apa ya?"tanya cassandra bingung
__ADS_1
"Sean, anak kalian. Kekasih anak saya. dia di rawat di rumah sakit setelah anak anda menghamili putri kesayangan saya dan sekarang dia keguguran karena perbuatan anak kalian"tutur richard
Ana tercengang mendengarnya lalu sean mendelik tajam dan sedikit terkejut mendengar kata 'hamil'
"roselina tidak hamil. Tolong jangan mengarang!"tegur sean
"hasil tes rumah sakit yang di berikan dokter tidak menunjukan kesalahan setelah saya periksa"
"sean__kamu menghamili roselina? Dan__ke-keguguran?"ucap cassandra tak oercaya
"mam, roselin gak hamil. Sean sendiri yang bawa rose ske klinik saat dia muntah. Dokter itu bilang roselin gak hamil, kalau gak percaya silahkan datangi kliniknya dan tanya dokter itu"
"dokter itu salah tes. Buktinya roselina terbaring lemah di rumah sakit!''ujar vernon
"bisa jadi dokter itu juga salah tes kan?!" lalu mengundang tatapan tajam seorang richard
" saya sendiri yang memeriksa data kesehatan anak saya"
Sean tersenyum getir lalu giginya menggigit pipi bagian dalamnya. Sean mengusap rambutnya kasar.
"beri alasan ke mamih kenapa kamu lakuin ini yan"
Lalu sean menata manik mata ibunya dan menatap semua orang. Memejamkan matanya, sean mengaku kalau dirinya sudah tahu siapa yang menabrak cassandra dulu.
"sean marah, tapi sean gak tahu harus melampiaskannya ke siapa. Hanya roselina yang ada di dekat sean. Sean melampiaskannya kedia"
"tapi itu bukan sepenuhnya kesalahan ibu roselina yan. Itu kecelakaan sayang. Lagian, mamih masih ada buat kamu. Karena kamu sudah tahu, seharusnya kamu berpikir panjang. Dalam kecelakaan itu ibunya roselina meninggal, sedangkan kamu? Mamih masih disini"
"kalo gak niat sama roselina. Tinggalin dia. Gw gak setuju lo berhubungan sama dia"
"maaf sebelumnya. Saya baru mengetahui bahwa yang menabrak istri anda adalah istri saya. Saya minta maaf atas alm. Istri saya"ucap richard sebari berdiri dan menundukan sebagian tubuhnya
"itu kejadian dulu, istri saya sudah memaafkan dan melupakan kejadian itu. Disini yang seharusnya minta maaf adalah saya. Karena sean, roselina masuk rumah sakit"
"saya sudah melupakan kejadian itu dari bertahun-tahun lamanya. Saya kira wanita yang menabrak saya tertolong, saya sempat berharap bisa bertemu dengannya setelah kondisi saya normal. Tapi saat mata saya kembali melihat dan menatap wajah putri anda. Saya baru tahu bahwa istri anda yang menabrak saya setelah roselina memperkenalkankan dirinya. Saya tahu istri anda meninggal dari berita radio lama dan kebutalan roselina datang di kehidupan kuarga saya. Saya kaget bahwa orang itu adalah nyonya Raquell"tutur cassandra
"saya juga tidak menyangka bahwa istri saya menabrak nyonya tiffin. Saya minta maaf. Setelah meninggalnya lina, saya tidak kepikiran kesana kemari apalagi mengorek tentang kecelakaan itu. Saya tidak ingin mengingat lina untuk rasa sakit saya"
"sean akan ke rumah sakit"
Ucapan spontan sean membuat semuanya mendelik. Saat berancang-ancang akan pergi, vernon lebih dulu dan mendorong kasar sean sampai terduduk kembali di sofa.
"lo gak berhak ketemu roselina"
"gak usah ikut campur lo!"
"mulai hari ini. Lo gak ada hubungan lagi sama adik gw. Camkan itu"
"lo gak berhak ngatur-ngatur gw!!"
"saya sudah memutuskan. Sebaiknya anda jauhi putri saya. Cukup sampai disini"ucap richard penuh penegasan dan penakanan
"saya han-"
"cukup sean. Sudah cukup kamu menyakiti roselina"potong william
"jangan pikir daddy gak tahu sean. Daddy bilang, daddy tahu semua kegiatan kamu. Semuanya"lanjut william menatap tajam putranya
"mamih setuju sama pendapat ayah roselina. Mulai hari ini, mamih ingin kamu jangan mencampuri kehidupan roselina"
"sean gak peduli!"
Kembali beranjak dan saat itu juga kaki vernon menendang dada sean tanpa rasa takut di hadapan william. Mata keduanya beradu tajam. Lalu vernon melangkah keluar mansion tiffin dengan jantan. Sean mengejar vernon karena ingin mengunjungi rumah sakit.
Tapi william keburu menekan pemutar jam tangannya dan para bodyguard berkumpul menghalangi pintu keluar mansion. Sean hendak memukul mereka namun suara william membuatnya mengurungkan diri.
"pukul sekuat kalian jika sean melawan"
"dadd!! Sean harus kerumah sakit!!"
"kembali ke kamarmu"
"william sialan"maki sean
Sean berlari ke kamarnya dengan tangan mengepal dan emosi yang membara. Sampai kamarnya, sean menghancurkan semua barang-barang miliknya sampai terdengar nyaring ke lantai bawah. Hanya tersisa satu yang tak ia hancurkan. Bingkai poto sean dan roselina yang terpajang di atas nakas.
Ketiga orang berumur yang berada di lantai bawah hanya menghela nafas. William menyilahkan richard untuk meminum teh hangantnya. Setelah meminum teh, richard pamit untuk kembali ke rumah sakit lalu di angguki tuan dan nyonya tiffin. Bodyguard yang berjaga di depan pintu bagian dalam dan luar, bergeser saat tuan dan tamunya akan melewat.
"tambah lagi untuk berjaga di bawah kamar sean. Kalau bisa, lebih dari dua puluh orang. Ngerti"
"baik!"ucap orang-orang william.
Lalu puluhan orang berbaju hitam bermunculan dari mobil yang baru saja tiba. Seakan sudah tahu posisi, mereka berhamburan ke posisi masing-masing. Dan jadilah mansion tiffin seperti area penampungan bodyguard. Mereka bertugas di seluruh halaman mansion guna memeriksa keadaan dan berjaga-jaga kala tuan mudanya keluar.
"****!"umpat sean kala dirinya melihat keluar jendela
__ADS_1
Di bawah kamarnya berdiri segerombolan orang-orang ayahnya. Dan beberapa meronda.