
"Ni-nikah? ca-calista masih kecil. na-nanti kalau pu-punya anak a-apa minumnya keluar?" ucap calista gugup dengan raut wajah polosnya. sedangkan riko justru malah malu sendiri dengan arah pembicaraan nya.
"Ya kan itu alamiah calista! setiap ibu yang punya anak ya pasti bisa gitu!!" ucap riko sambil mengalihkan pandangannya karena malu.
"Gitu? gitu apa om?" tanya calista polos.
"Iss jangan panggil om!! panggil mas!" titah riko seraya mengalihkan pembicaraan sedangkan calista hanya bisa mengerucutkan bibirnya.
"Tapi kan emang om om!" jawab calista cemberut
"Mas calista!! panggil mas!! panggil saya mas!! jangan om!! emm atau mau manggil sayang juga boleh! saya ngga keberatan" ucap riko seraya menggoda membuat calista merona.
"Kaya sepasang kekasih aja!" celetuk calista mengalihkan pandangannya.
"Ohh.. Ekhem!! calista!" Panggil riko sambil memegang tangan calista membuat sang empunya menoleh.
"Kamu mau ngga jadi calon ibu dari anak anak saya kelak?" bisik riko tepat di telinga calista membuat tubuh calista menegang
"Gimana?" tanya riko masih dengan bisikan.
"Tapi kan saya masih kecil om eh mas!!" jawab calista lirih.
"Saya bakal tunggu kamu. kamu mau komitmen sama saya?" tanya riko mengulang membuat calista berfikir sejenak lalu menganggukan kepalanya dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus.
"Tapi sabar sabar ya nunggu calista. karena mas sendiri yang meminta, jadi ngga boleh protes kalau kelamaan." bisik calista membuat riko bahagia lalu menganggukan kepalanya cepat.
"Iya mas janji ba..." ucap riko terpotong.
"SAHHHH!!!" Terdengar suara semua orang membuat riko dan calista terkejut lalu menoleh ke arah sekitar, karena mereka tidak memperhatikan ijab kabul reynald dan ternyata sudah selesai.
"Mas sih!! kan lista jadi ngga liat uncle rey ijab!" jawab calista lirih dengan nada yang sudah sebal.
"Ya maaf, kan kamu juga yang ngga fokus dengerin rey. malah ngobrol sama mas" jawab riko tak mau di salahkan sedangkan calista sudah memalingkan wajahnya.
"Iya maafin mas ya!!" ucap riko lembut membuat calista menoleh dan menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Dan kini pasangan pengantin baru Sedang berdiri menerima ucapan selamat dari para tamu undangan. dan kini giliran rombongan daddy dan lainnya.
"Selamat rey!" ucap daddy datar sambil menyalami tangan reynald. namun tidak dengan bu reyna.
"Jangan tersinggung, dia emang begitu. dia ngga pernah bersentuhan sama perempuan lain kecuali keluarganya" bisik reynald diangguki bu reyna sambil tersenyum.
"Ekhem!!" dehem daddy membuat reynald terdiam sambil cengengesan.
"Selamat menempuh hidup baru nak reynald nak reyna, semoga langgeng sampai maut memisahkan!" ucap granma sambil menyalami keduanya kemudian cipika cipiki dengan bu reyna
"Aamiin. Terima kasih tuan! terima kasih nyonya!!" jawab reynald dan reyna sambil tersenyum manis.
"Kadonya udah di depan rumah lo!" ucap daddy datar.
"Wah wahh thanks pak bos!" ucap reynald dengan wajah berbinar binar.
"Hmm" dehem daddy.
"Ya sudah kita turun dulu yah, gantian sama yang lain. sekali lagi selamat!!" ucap granma diangguki kedua mempelai sambil tersenyum kemudian daddy dan granma berlalu bergantian dengan keluarga Robert.
"Yoi!! thanks pak Roberto Hendrik!!" ucap reynald sambil sedikit terkekeh seraya melepaskan pelukannya. kemudian robert bersalaman sekilas dengan bu reyna.
"Selamat mas rey! mba rey" ucap nyonya robert sambil menyalami kedua mempelai dengan menggendong baby Girl.
"Terima kasih mba/ terima kasih nyonya robert!" ucap kedua mempelai bersamaan dibalas senyuman kemudian berlalu.
"Eh princess!!" Panggil reynald sambil cengengesan ketika melihat giliran jessica dan marvel.
"Princess?" gumam bu reyna bingung namun masih di dengar oleh reynald dan juga jessica.
"Ekhem!!" dehem jessica sambil menatap tajam reynald membuat reynald tertegun. sedangkan bu reyna sudah kebingungan.
"Apah?!!" ucap jessica sambil berkacak pinggang dengan tangan kiri memegang bingkisan.
"Sayang jangan nakut nakutin ah" bisik marvel di telinga jessica membuat bulu jessica meremang, lalu menoleh sekilas ke arah marvel.
__ADS_1
"Biarin aja vel!! biar tau rasa!" bisik jessica tanpa melihat ke arah marvel lalu kembali lagi ke mode seperti seorang yang sedang mengimitidasi.
"Hehe maafin uncle princess. karena bilangnya dadak banget. uncle janji bakal jagain bu guru princess dengan baik!! eh aunty kamu ya sekarang" ucap reynald meralat ucapannya.
"Hemm ya ya ya. happy wedding uncle rey, bu reyna.. eh aunty reyna! semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, semoga allah meridoi rumah tangga kalian. dan berikan jessi keponakan yang lucu lucu kaya om Robert!" ucap jessica kemudian memeluk bu reyna sejenak lalu melepaskannya dengan menyerahkan bingkisan kepada bu reyna sambil menyeringai.
"Happy wedding pak buk!!" ucap marvel menyalami keduanya.
"Terima kasih princess nya uncle! terima kasih marvel!!" ucap reynald dengan tersenyum lebar.
"Iya terima kasih!! emm princess? uncle? aunty? ma-maksudnya?" tanya bu reyna bingung sambil tangan kirinya meletakan bingkisan tersebut di kursi.
"Princess ini keponakan mas na, walaupun bukan saudara kandung, tapi kita udah kaya keluarga. princess anaknya tuan richard!!" ucap reynald diakhiri dengan bisikan membuat bu reyna membelalakan matanya.
"A-anaknya t-tuan richard? je-jessica?!!" tanya bi reyna terbata bata dengan tak percaya
"Hehe iya aunty! Jangan bilang siapa siapa ya?!" jawab jessica sambil berbisik. membuat bu reyna menganggukan kepalanya dengan ekspresi yang masih tak percaya.
"Ya udah yukk vel, gantian yang lainnya!" ajak jessica diangguki oleh marvel lalu jessica mengaitkan tangannya ke lengan marvel kemudian mereka berlalu untuk menemui daddy yang sedang duduk ruangan khusus bersama granma, dan keluarga Robert. ruangan tersebut memang sengaja di persiapkan untuk rombongan daddy, agar merasa lebih nyaman.
"Emm dad!" Panggil jessica ragu membuat daddy, granma dan keluarga Robert menoleh. Jessica pun melepaskan tangannya dari marvel lalu duduk disamping daddy di ikuti marvel.
"Ya sayang?" jawab daddy lembut.
"Peluk!!" ucap jessica sambil memeluk daddy membuat mereka semua bingung dan heran.
"Are you oke honey? kenapa? bilang sama daddy!! marvel jahatin kamu?" ucap daddy dijawab gelengan kepala oleh Jessica membuat daddy bingung. sedangkan yang lain hanya diam melihat.
"Terus kenapa?" tanya daddy sambil mengusap punggung jessica lembut.
"Dadd!! daddy ngga ada niatan buat cari pendamping hidup lagi biar ngga kesepian? jessica ngga papa kok dad, asal daddy bahagia jessi seneng." lirih jessica sambil mendongakan kepalanya menatap manik mata sang daddy yang terkejut dengan pertanyaan anaknya. seketika ruangan menjadi bertambah hening.
"Sayang!! kamu ngomong apa? daddy ngga kesepian, kan ada kamu, ada granma, banyak pengawal. daddy ngga mikirin begitu. daddy cuma cinta sama mommy, mommy kamu segalanya bagi daddy. ngga ada yang bisa gantiin posisi mommy, baik itu di hati maupun status. daddy bahagia dengan hanya kaya gini. daddy udah tua ngga mau mikir kesana sana lagi. tujuan daddy bikin kamu dan granma bahagia, kalau kesepian lebih baik daddy kerja aja biar bisa ngasih kamu makan. alasannya juga biar daddy kelak kalau udah ngga ada bisa ketemu dan kumpul lagi sama mommy di syurga" ucap daddy dengan berusaha tenang walaupun kenyataannya ia merasa sakit ketika mengingat almarhumah istrinya. sedangkan jessica yang mendengarnya sudah berkaca kaca, begitu pun yang lainnya ikut terbawa suasana.
"Hey!! kamu kenapa? stop it! jangan nangis dong!! princes nya daddy itu harus kuat, harus strong! ngga boleh lemah dengan apa pun. oke honey?" ucap daddy sambil mengeratkan pelukannya terhadap jessica dengan jessica yang sudah menangis, begitu pun yang lain sudah tidak tahan dan meneteskan air matanya termasuk granma yang paling mengerti perasaan anak dan juga cucunya.
__ADS_1