
Di maklum kalau ada typing
Selamat membaca🧡
"will, aku mau jalan-jalan sebentar ya"
"ingat sayang, kamu lagi hamil. Tunggu aku selesai meeting dan kamu bisa pergi sama aku"
"aku udah jenuh, pengen nyari angin. Kamu gak usah khawatir, kan ada supir"
"hah yasudah. Kamu hati-hati ya. Jangan sampe lelah, kalau jalan di perhatikan. Jangan sampai ngelamun, takutnya kamu kenapa-napa"
"iya sayangnya willi. Aku pergi ya, semoga meeting kamu lancar. Byee"
William tersenyum lalu kembali ke ruang meeting dan istrinya pergi menuju lift untuk mencari udara. Padahal jika di pikir, udara ada di mana-mana. William hanya terkekeh lalu kembali fokus.
Dalam mall, cassandra senang karena bisa memilih-milih pakaian anak, walaupun tidak membeli. Dia ingin saja membeli, tapi jenis kelamin anaknya belum di ketahui pasti. Setelah berjajan ria dalam mall dengan membawa papper bag dan di tangannya ada minuman cokelat hangat.
"ayok pak, kita pulang" ajak cassandra setelah di luar mall
Supir sekaligus bodyguard cassandra mengangguk dan pergi mengambil mobil. Dalam perjalanan ke kantor tak sengaja mata cantik cassandra melihat penjual permen kapas di pinggi jalan yang sangat ramai pembeli.
"minggir dulu pak, aku mau beli permen kapas"
"baik non"
Mobilnya di parkirkan agak jauh dari penjual, karena jika di berhentikan sisi jalan, nanti mendapat teguran dari pakpol. Cassandra turun dari mobil dan berjalan ke arah penjual. Setelah lama mengantri, cassandra mendapat manisannya. Sekejap, matanya melihat seorang anak yang lucu di jalan sebrang yang tengah memngemut permen. Terdiam diri di sana dengan senyum yang indah.
Cassandra harap, anaknya seperti anak itu. Lucu. Saat akan melangkahkan kakinya, cassandra mengalihkan matanya pada teriakan seseorang.
Di sana, di tengah jalan zebra cross. Seorang pria tiba-tiba melintas sehingga mobil yang hampir menabraknya di belokan menghindari pria itu. Mata kasandra membulat dan dengan sigap, ia memegang perut buncitnya lalu membalikan badannya menjaga anak dalam kandungannya.
Tapi usahanya sia-sia. Matanya menatap orang sekitar lalu tubuhnya terhempas sehingga cassandra merasakan sakit yang amat mendalam. Kelopak matanya bergetar dan bibirnya berusaha berbicara, air matanya juga mengalir. Sekejap, ia melihat mobil itu berguling dan melesat ke arahnya.
Dia bernafas lega, walaupun hanya sedikit. Cassandra kembali terkejut kala yang mengendarai mobil itu seorang perempuan yang tengah hamil, sama seperti dirinya. Cassandra berusaha bicara untuk meminta tolong, tapi suaranya tak pernah bisa keluar. Wanita di dalam sana juga seperti dirinya. Berusaha bertahan tapi tidak bisa. Hingga akhirnya, cassandra merasakan kantuk yang berlipat ganda. Dia memejamkan matanya dengan pendengaran terakhir. Jangan lupakan juga tangan cassandra yang masih memegangi perutnya.
"NONA CASSANDRA"
Ilham, supir itu berlari ke arah majikannya. Beruntung salah satu warga telah menelpon ambulan dengan sigap. Sehingga saat ilham melihat cassandra yang kecelakaan, dia langsung membantu nonanya masuk ke dalam ambulan. Ilham kembali ke dalam mobilnya untuk mengikuti ambulan itu ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit, ilham menelpon william beberapa kali. Yang ketiga kalinya, tuannya itu mengangkat panggilannya.
"hal-"
"tuan nonna cassandra kecelakaan" ucap ilham to the point
"dimana sekarang?" tanya william khawatir
"di rumah sakit XX"
William memutuskan panggilannya secara sepihak dan langsung bergerak menuju rumah sakit XX. Sedangkan ilham, dia masih membantu perawat dan dokter dengan mendorong brangkar cassandra menuju UGD khusus. Sampai di depan pintu kaca. Ilham menghela nafas karena dari tadi nafasnya tersenggal senggal.
TAP
TAP
TAP
suara pentopel berlarian begitu terdengar. William datang dengan tergesa-gesa menuju ilham.
"bagaimana keadaan istri saya ilham?" tanya william seraya melihat kedalam UGD yang berlapiskan dinding kaca
"m-mafkan saya tuan. Saya gagal menjaga nona"
"kenapa? Kenapa bisa cassandra kecelakaan begini ilham?!"dedisnya
"tadi__nona cassandra mampir ke penjual permen kapas pinggir jalan. Saya menurutinya. Awalnya, saya yang akan keluar. Tapi nona cassandra tetap ingin keluar sendiri dan dia menyuruh saya menunggu. Maaf tuan, saya salah"
"bagaimana kronologisnya?"
__ADS_1
"s-saya tidak tahu tuan. Saya keluar mobil saat mendengar suara warga yang menjerit-jerit saat kecakaan itu terjadi. Dan saya melihat, nona cassandra sudah tergeletak di jalan dengan darah mengalir di mana-mana"
"AKKGR BRENGSEK" teriak william dengan dada naik turun
KREEEET
pintu UGD terbuka dan menampakan seorang dokter keluar.
"dokter, bagaimana keadaan istri saya? Dia baik-baik saja kan? Jawab dokter"
"maaf sebelumnya tuan. Saya menyesal karena harus mengatakan ini"
"MAKSUD DOKTER APA? ISTRI SAYA TIDAK MUNGKIN MENI-"
"istri anda hanya koma" potong dokter itu karena ia tahu kekhawatiran william
"a-apa? Koma?"cicitnya
"iya tuan. Bayinya selamat, seorang bayi pria yang tampan. Tapi, mohon maaf. Istri anda koma. Pendarahan yang berlebihan sehingga menjalar ke pembuluh darah istri anda yang mengakibatkan pecah, dan mengakibatkan kerusakan sel-sel pada retina matanya. Karena benturan terhadap kakinya sangat keras, istri anda juga mengalami kelumpuhan sementara"
"apa? Buta, lumpuh. Apa maksud semua ini dokter!!"
"mohon maaf. Hanya itu yang bisa kami lakukan. Anda bersyukurlah, pasien lain yang mengalami hal seperti ini biasanya tak tertolong. Bahkan harus memilih antara ibu dan anak. Saya salut dengan istri anda tuan. Bayinya sehat, dan istri anda masih bisa kembali sadar"
"kapan istri saya sadar dok?"
"itu___saya bagaiman kehendak tuhan saja tuan. Saya hanya berusaha sampai sini. Permisi"
"bisakah saya melihat anak saya?"
"tentu saja"
William berjalan memasuki ruangan itu. Di atas brangkar dengan beberapa alat kesehatan, istrinya terbaring lemah dengan masih memakai baju operasi.
William berjalan ke arah bayinya yang di letakan dalam box khusus. William tersenyum miris lalu menggendong bayi itu. Setelah dirinya puas, william membantu para perawat memindahkan cassandra pada ruang inap VIV. William berjalan dengan hati yang tak karuan. Matanya menatap bayi yang berada dalam box yang ia dorong. Dan di depannya, cassandra di dorong oleh tiga perawat dengan oksigen serta tabungnya. Sampai di kamar inap, mereka kembali memasangkan alat-alat pada tubuh cassandra dengan telaten. Setelah kepergian mereka, william menangis tersedu-sedu di lantai dekat brangkar cassandra. Dia takut tidak bisa menjaga william dengan benar. Jika bayinya lapar, apa yang harus william lakukan?
"tolong bangun cassie, aku mohon hikss. Aku salah karena tidak mengantarmu hiks. Ku mohon, bangunlah. Demi anak kita hiks"
"daddy mohon kamu jangan nangis ya sayang. Daddy mohon sekali sama kamu__ssst__ssst"
Tak lama, william ingat kakaknya baru saja melahirkan. Buru-buru, william menelpon sang kakak dan meminta tolong untuk datang ke rumah sakit.
"halo kak. Willi mohon, datang ke rumah sakit"
"rumah sakit? Kamu kenapa?"
"cassandra kecelakaan"
"APA? Yaudah. Tunggu kakak di sana"
"willi minta tolong sama kakak. Tolong kasih asi kakak buat anak willi, apa boleh?" tanyanya dengan lirih
"asi? Apa yang terjadi dengan cassandra william?"
"cassandra koma. Dan bayinya terus menangis, mungkin butuh asi. Aku mohon kak"
"baiklah. Tunggu sebentar, kakak akan ke sana sama kakak ipar kamu"
TUUT TUUT
"cup cup sayang__ssst jangan nangis"
Sedangkan di lain tempat, seorang wanita juga sedang mempertahankan dirinya dan juga anaknya. Dia__Lina Agnesia. Dia mendengar perdebatan suaminya dengan seorang dokter.
"ANDA DOKTER DI SINI. HARUSNYA ANDA BISA MENANGANI ISTRI DAN ANAK SAYA"
"maaf tuan, tapi kondisi istri anda tidak memungkinkan. Tolong berpikirlah, anda ingin menyelamatkan siapa? Sebelum istri anda kehilangan kesadaran"
"SAYA INGIN SEMUANYA. ANDA GIMANA SIH?! DOKTER GAK BECUS"
"papahh"panggil vernon kala ayahnya berkata besar
__ADS_1
Richard mengalihkan matanya pada lina yang di dalam UGD berdinding kaca. Dari sini, Richard melihat istrinya mengisyaratkan dirinya untuk masuk dengan tangannya yang lemas.
Richard dan vernon masuk kedalam dengan richard yang menggunakan baju operasi. Lina tersenyum.
"maaf sayang. Maaf jika keputusan mamah akan salah. Tapi mamah akan bersyukur jika mempertahankannya"ujar lina sebari melihat vernon
"maksud kamu apa lina?! Kamu harus bertahan. Aku milih kamu!" lina menggeleng sebari tersenyum
"percuma richard, kalaupun kamu milih aku, aku gak bisa punya anak lagi. Kamu nyimak kata dokter kan?__aku__akan memilihnya sayang. Biarkan aku pergi"
"GAK! aku mohon. Kamu yang bertahan sama aku. Masalah anak, kita udah punya vernon. Aku mohon sama kamu TETAPLAH DI SISIKU LINA"pintanya sebari menggengam tangan lina dengan erat
"tolong jangan tersenyum seperti itu lina!" tegur richard
"aku sayang sama kamu richard. Kamu sayang kan sama aku?"richard mengangguk dengan mantap
Lina tersenyum getir dan pandangannya beralih pada vernon
"vernon, mamah yakin. Mamah yakin kamu bakal jaga adik kamu dengan baik. Mamah sayang sama kamu dan kamu sayang adik kamu. Kalo mamah pergi, tolong jangan sekali-kali kamu nyakitin adik kamu ya. Mamah mau kamu jadi pria dewasa yang baik dan selalu menjaga papah sama adik. Mamah pergi bukan karena orang lain, karena itu kemauan mamah sendiri...i love you sayang"
TUUUUUUUUUUUUUUUT
"TIDAK! LINA! BANGUN LINA! LINA!"
Richard terus mengguncang tubuh istrinya lalu dengan sigap, para dokter bertindak cepat untuk mengeluarkan bayinya. Richard sendiri di tarik dan di tahan di ruang tunggu dengan vernon yang menangis takut akan situasi ini.
"SIALAN! LINA KAMU HARUS BANGUN! LINA! BIARKAN DIA PERGI DAN KAMU HARUS SADAR! LINAAA"
richard ambruk ke lantai dengan menunduk. Air matanya terus saja berderai. Richard menangis tanpa terisak. Hatinya sakit saat melihat istrinya, orang yang di cintainya meninggalkan dirinya seorang. Richard belum siap.
Keluarga Raquell dan keluarga Lina mendatangi rumah sakit saat richard mengabari orang tua mereka bahwa lina mengalami kecelakaan. Juliano De Raquell dan Eden Museila nyonya Raquell datang langsung dari jerman menggunakan jetnya yang mendarat tepat di atap rumah sakit, serta kedua orang tua lina yaitu Sandra Agnesia dan Galang Mahardika. Mereka pada langsung datang ke ruang UGD dengan rasa khawatir
Eden melihat vernon yang menangis bersama perawat langsung menggendong cucunya itu dan berusaha menenangkannya.
"bagaimana ini bisa terjadi richard?" tanya Julian pada anaknya
"Lina baik-baik saja kan ric?"tanya Galang
"Pahh lina__"suara lirih sandra
Sandra membekap mulutnya tak percaya kala dia melihat dari bilik kaca di mana alat-alat kesehatan penopang putrinya sedang di cabut lalu kain putih mulai menutupi tubuhnya.
"GAK lina gak mungkin pergi! Pahh!! Richard! Bilang sama mamah kalau lina bakalan sadar. Iyakan? Richard!"sandra terus mengguncang tubuh menantunya dengan sedih
Dengan gemetar dan berusaha tegar, galang mengangkat istrinya yang terduduk di sisi richard. Galang memeluk sandra lalu memanggil dokter saat tubuh sandra pingsan. Galang membawa sandra ke ruang kesehatan untuk di istirahatkan dan di periksa oleh dokter.
Eden, wanita itu juga menangis haru terlebih lagi saat tubuh kaku lina di keluarkan dari dalam UGD untuk di pindahkan ke ruang Jenazah dan di urusi. Lantas saja, eden memeluk vernon, membawa cucunya itu kedalam pelukannya agar tidak melihat ibunya yang terbujur kaku. Julian menenangkan richard lalu mengurus administrasi dan pemakaman untuk lina.
Saat pemakaman, semuanya menggunakan pakaian serba hitam. Terkecuali richard, dia enggan berganti karena dia tak terima akan kematian sosok wanita yang amat ia cintai. Richard masih menangis dalam diam, dia memeluk kuburan lina tak berniat melepaskan. Dirinya hancur. Vernon terus menangis dan meronta ingin ibunya, dia tak terima kala ibunya di tidurkan di bawah tanah dan di tutup rapat. Eden dan sandra membawa vernon kembali ke mansion untuk menenangkan cucunya. Julian dan Galang memperhatikan richard dengan sedih, lalu membawa richard pulang ke mansion karena sebentar lagi hujan. Awalnya richard ngotot tak ingin pergi, tapi julian memaksanya. Sampai-sampai julian memukul richard agar sadar, lina sudah pergi dan richard harus mengikhlaskannya.
"KAMU HARUS MENGIKHLASKAN DIA RICHARD. Dia butuh ketenangan. Dengan kamu nangis gak karuan kaya gini, lina pasti gak tenang. Dia terbebani"
"TAPI RICHARD GAK TERIMA LINA PERGI DADD. Richard mau lina kembali"
"Bawa anak itu pulang!"titah julian pada anak buahnya.
"GAK! DADDY! RICHARD GAK MAU PULANG"
"nak, ikhlaskan lina jika kamu mencintainya. Dengan kamu tersenyum dan menerima dia pergi, lina pasti merasa lega dan tenang untuk pergi ke surga. Papah mohon, kamu yang ikhlas. Berhentilah bersikap seperti ini. Untuk lina, untuk vernon dan juga keluarga"tutur galang dengan menepuk punggung menantunya menenangkan
Terakhir kalinya. Richard melangkah ke kuburan istrinya. Dia mencium batu nisan itu lalu mengusapnya sebelum ia beranjak pergi meninggalkan pemakaman
Maaf ya, part ini edisi flashback
Next part kembali normal ok!
Entah up malam atau besok, sabar aja dulu:'
SEE YOU NEXT TIME
__ADS_1