My Cool Boyfriend

My Cool Boyfriend
ah I Kill You


__ADS_3

"Will You Marry Me Honey?" ucap marvel membuat jessica menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya saking terharunya hingga meneteskan air matanya.


"Gimana?" ulang marvel membuat jessica menatap ke arah daddy dan granma dijawab keduanya dengan anggukan, jessica pun menganggukan kepalanya.


"Yess, I Will!" jawab jessica membuat semua orang bertepuk tangan dengan meriah. lalu marvel pun memasangkan cincin ke jari manis jessica begitu pun sebaliknya. dan akhirnya marvel memeluk jessica dengan erat.


"Makasih sayang!" bisik marvel dijawab anggukan oleh Jessica dengan membalas pelukan lebih erat.


PROKKK


PROKKK


PROKKK


*PWITTT PWITTTT


*Kesekian kalinya gue dibuat meleleh sama pasangan ini.


*Tuan muda dan Nona muda.


*Ngga dapet jessica, tapi barangkali anak gue sama anak mereka berjodoh kelak hehe kan lumayan nanti jadi mantu kolongmerat anak gue


*Bunda sisil iri deh liatnya! suruh papah buat cari yang begitu bun.


*Sttt!! ngaco kamu! kuliah terus kerja aja ntar yang bener! mau makan apa kamu kalo mau nikah muda?! mereka udah kaya jadi mau nikah sekarang pun keturunan mereka ngga bakal kekurangan apapun sampai kiamat!! la kamu?


*Nikmat mana lagi yang kau dustakan jessihhh


*Heum. punya keluarga yang segala galanya. punya pacar ganteng sama kaya raya. muka dia juga cakep. beh ayem idupnya.


*BU kapan sih kita kaya rayanya kaya mereka? pengen kaya jessica!


*Eits kamu jangan salah! keluarga kita itu kaya ampe 10 turunan!

__ADS_1


*Masa? mana? kok ngga ada hartanya?


*Ya iya lah ngga ada! orang kita keturunan ke 11!


Ngebet banget si marvel langsung main Will you marry me! Ijazah aja belum jadi ah I kill you berani beraninya bikin anak orang baper batin lina menjerit


"Aww so sweet!" gumam putri dengan tanpa sadar bersandar pada bahu devan. membuat devan tersenyum tipis dan orang tua putri yang melihat pun melongo.


"Ekhem! kamu kapan siap buat aku lamar?" tanya devan membuat putri tersadar kemudian memalingkan wajahnya.


"Nggak!!" jawab putri ketus.


"Kapan yang?! ko malah ngga sih jawabnya?!" tanya devan lagi.


"Ngga usah Becanda deh!!" ucap putri dengan kesal.


"Siapa yang becanda sayang? ngga kok!" Ucap devan menyakini.


"Apa sih dev!" ucap putri karena tidak percaya.


"Kalian berdua atur aja kapan. nanti mama sama papa dev ke rumah putri buat ngelamar putri" jawab papa devan sambil tersenyum membuat putri tersipu sedangkan orang tua putri hanya terdiam.


"Iya lina sama davan juga! kalian rembugin gimana. kalo maunya mama lamarin dulu juga ayo ayo aja mama mah!" ucap mama devan davan membuat lina dan davan tersenyum menatapnya.


"Lina mau kuliah terus kerja dulu mah! lagian lina merasa belum pantes buat ke jenjang itu!" tolak lina halus.


"Putri juga mau kuliah dulu sama kerja yang bener mah pah, biar bisa banggain orang tua putri. jessica sudah di izinkan oleh daddy richard tunangan sama marvel karena jessica sudah bisa segalanya dan terutama sudah membanggakan baik buat keluarga nya maupun buat kita semua sedangkan putri belum bisa ngasih apa apa buat orang tua putri. putri mau banggain mereka dengan cara putri sendiri. dan putri mau fokus buat masa depan putri dulu biar sukses!! dan ngga cuma berpangku tangan terus sama orang tua putri!" jawab putri bijak membuat devan dan orang tuanya tersadar dengan apa yang di ucapkan putri memang benar adanya. sedangkan orang tua putri merasakan kehangatan di relung hatinya mendengar jawaban putri.


Gue ngga mau ngecewain mama sama papah hanya karena masalah percintaan gue. gue mau banggain mereka apapun yang terjadi nanti. kata kata mama papa devan kelihatannya sepele, tapi sebenernya punya makna yang dalam apalagi kalau sudah nikah nanti tanggung jawab pindah ke devan dan otomatis gue juga harus ikut devan pindah ninggalin mereka yang jelas jelas sudah sangat berjasa di kehidupan gue. batin putri merenung namun tersadarkan oleh sentuhan lembut di tangannya oleh devan kemudian menoleh dan tersenyum.


"Kamu yakin?" tanya devan dijawab anggukan oleh putri.


"Kalau lamaran kita udah ngga bisa main main dev!..." ucap putri belum selesai namun terpotong oleh devan.

__ADS_1


"Jadi selama ini kamu anggap hubungan kita main main?" tanya devan salah memahami.


"Ih bukan gitu!! maksud gue, kalo kita lamaran udah termasuknya ke tahap yang serius banget kan. nah sedangkan gue mau fokus bahagiain keluarga gue dulu, gue belum bisa bales budi apa apa sama mereka. lo tau kan maksud gue?" jelas putri membuat devan mangut mangut.


"Aku bakal nunggu kamu sampai benar benar siap nantinya" ucap devan mantap.


Hemm ya semoga aja nanti gue siap batin putri sambil memandang wajah kedua orang tuanya, membuat orang tuanya tersenyum ke arahnya begitu pun putri balas senyuman


"Ya sudah terserah kalian maunya gimana, kita sebagai orang tua cuma mau yang terbaik buat kalian!" ucap mama twins diangguki papa twins sedangkan 2 pasangan tersebut membalas dengan senyuman.


'DI SISI CALISTA'


"La jadi pada bahas pertunangan semua?" gumam calista masih di dengar oleh sekitarnya.


"Kamu mau kapan saya lamar?" tanya riko kepada calista.


"Yah calista aja baru mau naik ke kelas 2! ya masih lama!" jawab calista sambil menatap wajah riko, orang yang sebelum berangkat ke acara langsung meminta restu kepada Papi Albert dan Mami mikaila membuatnya terkejut namun juga bahagia.


FLASHBACK ON


"ASSALAMUALAIKUM selamat malam tuan dan nyonya Arthur!" Salam riko ketika sudah sampai dihadapan Papi dan Mami.


"Waalaikumsalam! Tuan riko! ada keperluan apa ya? apa ada sesuatu mengenai acara nanti?" tanya Papi Albert bingung.


"Bukan tuan! saya kesini mau..." ucap riko terpotong karena teriakan seorang gadis.


"MAS RIKO!!!! KENAPA LAMA BANGET KESININYA?!!!" Teriak calista yang baru datang dari arah kamar dengan gaun yang sudah rapih. membuat mereka yang mendengar teriakan tersebut pun terkejut setengah mati.


"Sayang jangan teriak teriak!! yang sopan!! panggil tuan!!" ucap papi Albert sambil menatap tajam putri satu satunya yang dijawab cengengesan oleh calista.


"Tapi mas riko yang nyuruh calista manggilnya mas!" jawab calista kemudian duduk di samping sang mami membuat papi Albert dan Mami mikaila saling pandang, sebelum akhirnya sebuah suara menyadarkan mereka.


"Tujuan saya kesini mau meminta izin jemput calista tuan nyonya, dan saya juga mau meminta restu kepada kalian untuk menjalin komitmen dengan putri tuan dan nyonya!" jelas riko membuat Papi Albert dan Mami mikaila terkejut dan membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang mereka dengar.

__ADS_1


(Tap Tap LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORIT, DAN FOLLOW AUTHOR YA GUYS♥️♥️)


__ADS_2