
Selamat membaca🧡
©©©
"kak sean apa kabar? Erika seharian ini nyari-nyari resort kak sean, tapi gak ketemu. Tahunya ada disini. Seneng banget deh"lalu gadis itu bergelayu manja di tangan sean
"lepas dwi"ujar sean dengan datar
"dwi jangan gitulah, hargain pacar sean noh"ujar angga sebari menunjuk rose
"pacar? Ohh hay, aku dwi erika. Ponakannya kak sean, eh aku cuman 2th lebih muda kok"
"rose de raquell"
"roselina de raquell"ralat sean dan mengundang mata heran erika
"ouh woaw Raquell? Really? aku dukung sama kak sean deh. Ya kak!" seru erika lalu mencium sekilah bibir sean dan beralih tempat duduk di sisi roselina
Suasana canggung, roselina menjauhi sean karena, sepertinya gadis yang bernama erika itu mencintai sean. Jadi dia tidak mau membuat gadis itu tidak nyaman. Sean terus menatap tajam roselina yang sekarang sudah beralih tempat duduk menjadi di sisinya. Roselina terus menunduk dan sesekali memainkan ponselnya. Erlan juga sesekali menatap renata yang sedang mengobrol dengan erika masa kecil gadia itu dengan sean. Roselina yang sudah tak nyaman akhirnya mengundurkan diri untuk kembali ke kamarnya lalu di susul sean dari belakang. Selepas dari semuanya...
"ahmm sean sakkithh akh"
"ihh! Lepas-! Akhh aaa sakith sean!"
Sean terus meremas gundukan itu dengan kerasa dan bibirnya menjamah area leher roselina.
Tadi setelah makan malam, rose dan sean ke kamar duluan lalu semuanya ikut balik ke kamar. Setelah bersih-bersih badan, sean langsung menerjang tubuh roselina ke atas kasur. Roselina memakai baju tidur kartun dari satin, sedangkan Sean hanya memakai bathrobe dan dalamannya boxer ketat tanpa atasan.
Saat rose mendengar suara geraman tertahan milik sean eh desahan? Pokoknya seperti itu. Dia sudah menyadari bahwa jika sean seperti ini, maka alarm tanda bahaya di nyalakan. Langsung saja rose bertindak saat tahu tangan sean membuka tali bathrobenya lalu memasukan tangannya ke dalam celana roselina dan mulutnya di dada perempuan itu.
DUGG
"AKHH! F*CK"erang sean saat miliknya di tendang lutut roselina dengan keras
"GILA LO! Kalo tulangnya retak gimana?!"marahnya
"kalau aku gak gituin, pasti kamu hilang kendali. Aku gak mau sampai kaya gitu"tukas rose lalu langsung tidur membelakangi sean
Sean masih mengusap kejantannya karena masih berdenyut lalu menghadap rose dan memeluk gadis itu setelah ia melepaskan bathrobenya.
Rose merakan dada bidang milik sean terbuka dan memeluknya dari belakang. Sekarang dia sudah biasa karena perlakuan sean, karena mau melawanpun percuma. Sean memasukan tangannya kedalam kaus roselina dan memainkan lagi gundukan rose.
"please biarin aku tidur sean"
"lo gak ada yang mau di tanyain?"
"soal?"
"erika"
"gak ada. Toh dia keluarga kamu. Tapi sean-"
"hmm?"
"keliatannya dia suka sama kamu"
Cu-p
"gak ada yang gak suka gw. Erika kaya gitu emang bawaan orok"
"dengan berjuang seharian nyari kamu? Terus nyium bibir kamu?"
"are you jealous?"
"gak. Malahan aku bersyukur kamu ada yang ngejer"jawab rose sekenanya
"Ahkk! SAKIT Tahu!!" pekiknya lalu memukul mukul tangan sean supaya terlepas dari dadanya
"kalo ngomong tuh di saring! Gw gak suka dia. Dan dia gak suka gw. Toh dia ngedukung kita, cuman sikapnya aja yang salah ke gw"
"nanti gw ingetin dia"lanjut sean
Roselina terdiam karena kantuk mulai menghampirinya, lalu sean merapatkan badannya sampai rapat dan rose samar-samar bisa merasakan milik sean keras. Sean berhenti meremas dada rose, dan di gantikan dengan menoel-noel lalu mengucel gemas puncak kecil yang berada di tengah gunung itu.
Merasa gadisnya sudah tidur, dia membuka semua kancing baju roselina lalu menanggalkannya. Terpampanglah dua gundukan itu tanpa bra. Sean perlahan-lahan naik ke tubuh wanita itu dan mulai menghisap area sana lalu menggigit kecil dan memainkan lidahnya. Sean juga sengaja melorotkan sedikit celana roselina dan membuat satu tanda merah di dekat selangkangannya. Dia kembali menaikan badannya kemudian menghisap-hisap kecil tapi dengan sedotan yang kencang seperti bayi yang ingin kelaparan.
Di lain tempat, seorang wanita telah meronta saat pria di hadapnnya tiba-tiba menyerang dirinya yang sedang berdiri di depan meja rias dengan hairdryer di tangannya.
"mmhpp lepashhin mph"
Pria itu terus mencium rakus bibir merah merekah milik seorang gadis di kamarnya. Dia mendorong gadis itu lalu mengangkatnya ke atas meja dengan dirinya di tengah-tengah kaki gadia itu.
"gak! Erlan aku gak mauhh! Kamu t-tadi bilang gak bakal akhh aneh-anehkk"
Erlan tak peduli, dia tetap menghisap kuat kulit mulus milik renata di lehernya. Salahkan renata yang memakai baju kaos tanpa bra lalu memperlihatkan titik dalamnya serta celana hot pants.
"lo yang duluanh mh"jawab erlan dengan purau
Tok Tok Tok
Erlan melepaskan ciumannya lalu berjalan ke arah pintu dengan enteng, karena dia tahu pasti angga yang datang.
__ADS_1
CEKLEK
"nih pil titipan lo"lalu menyerahkan pil itu ke erlan
"makasih"angga menahan erlan saat akan menutup pintu
"inget lan, dia anak orang. Dia temen si rauqell juga, jangan sampe lo hamilin dia di saat kaya gini"
"tumben?"tanya erlan
"aapasih yang gak buat lo haha yaudah gw duluan bye"
Erlan kembali kedalam setelah menutup pintu, dia melihat renata masih terduduk lemas dan masih mencerna kejadian tadi. Erlan berjalan ke arah renata lalu kembali menciumnya dengan tangannya yang menyimpan botol pil itu di meja. Rena yang tak siap lantas kembali terkejut saat bibir erlan menyapu bibirnya dengan rakus.
Erlan mengangkat. Renata dan di turunkannya di atas kasur. Renata bergerak mundur lalu meronta saat erlan dengan cepat menindihnya dan mengunci gerakannya.
"lo bakal jadi milik gw"tegasnya
"gak mau erlan. Tolong jangan lakuin ini, aku bentar lagi mau lulus hiks"
"udah gw beliin pil pencegah ksehamilan, lo minum nanti. Sekarang, gw gak tahan sama lo. Gw bingung, saat deket cewek cantik kaya tadi, tubuh gw gak terlalu bereaksi. Tapi sama lo, langsung turn on"bisiknya di telinga rena lalu menggigitnya sensual.
"tapi aku gak mau hiks apa kata suami aku nanti kalau aku udah gak perawan hiks"
"gw yang bakal jadi suami lo!"
"AKU TET-"
CUP
erlan mencium rakus mulut rena seakan ingin memakannya. Dia menggigit bibir bawahnya lalu terbuka, lidah erlan menerobos masuk dan meliar disana. Tangannya pun tak tinggal diam, kedua tangannya memeremas dan melintir dua gundukan yang menantang. Sesaat, sean bangkit dan membuka celana selututnya menyisahkan boxer ketat tanpa atasan. Sebari menciumi renata, dia merobek baju rena lalu terlepas. Tangan rena terus meronta pada erlan, tapi erlan malah mengikatnya menggunakan robekan baju renata lalu dibbawa ke atas dan di lipatkan di bawah kepala renata. Tangan kiri erlan membuka hot pants gadis itu lalu kembali menanggalkannya hingga terlihatlah inti rena yang merah sexy. Erlan melepas boxernya dan kembali menindih renata dengan selimut tebal di atas mereka. Erlan melahap dada renata dengan ganas tanpa peduli tangisannya meminta berhenti. Renata meringis di sela tangisnya kala merasakan milik sean yang beradu dengan kulit bagian bawahnya. Erlan memasukan tiga jarinya ke dalam dan menggerakannya dengan cepat.
"akhh sakithh erlanhk! Berhentihh hiksh"
"ahmmphhh"
Renata mengeluarkan cairan kental setelah lima menit karena kegiatan jari erlan, dan erlan memebungkamnya dengan bibirnya. Diam tak melahap, dia hanya memasukan lidahnya dan mendiamkannya di mulut gadis itu. Lalu matanya bertubrukan dengan mata renata. Renata dengan mata sayu ingin berhenti, dan erlan dengan mata sayu penuh gairah. Tanpa renata sadari, erlan mengarahkan miliknya ke dalam sangkar renata.
"Ahmmpphh"
Suara renata terbungkam karena ada lidah erlan di dalamnya, dan bibir erlan mengatupnya. Renata kembali bersuara entah ringisan atau desahan kala erlan langsung menubrukan benda tumpul yang panjang dan besar milik pria itu. Setelah semuanya masuk, erlan menggeram nikmat lalu menutup matanya dan ******* bibir renata dengan lembut. Hilang kesadaran, renata lemas tidak bisa apa-apa selain meringis dan mendesah tak karuan saat erlan menggerkan benda itu dari lambat sampai cepat tak beraturan membuat renata sedikit terpental-pental dengan kepala ranjang.
Dan akhirnya, erlan begadang sampai jam empat pagi. Sedangkan renata, dia keleahan dan pingsan satu jam sebelum sean. Gadis itu benar-benar pasrah karena terlalu lemas.
Malam ini, entah erlan mengucapkannya dengan tulus atau hanya untuk kepuasan semata tempat mengeluarkan nafsunya. Dia berkata.
Lo milik gw renata, love you.
"bangun yang udah siang"
Cup
Cup
Cup
"eunghhk diem!"rengek rose saat tidurnya terganggu
Sean terkekeh dengan tingkah gadisnya, lalu meremas bongkahan bokong roselina yang membuat wanita itu berjengit kaget.
"ihhh!"
"makannya bangun, kalo gak mau di gemesin"
Dengan kesal, roselina bangun lalu berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan bergantian dengan sean setelah dirinya selesai. Hari ini ada jadwal pemotretan bersama teman-temannya, jadi dia menggunakan casual fashion andalan miliknya.
Sean baru selesai dengan pakaiannya lalu melihat roselina sedang mengoleskan lipstick matte? Sean buru-buru merampas lipstick itu dan menaruhnya di meja. Roselina mengkerutkan keningnya karena kelakuan sean, dia hendak mengambil lagi lipsticknya tapi keburu di cium dadakan oleh sean. Bukan, ini bukan ciuman. Bibir sean bergerak seolah ingin tissue yang ingin menghapus lipstick di bibirnya. Bibir sean menarik-narik bibir roselina entah itu yang atas dan yang bawah, lalu menyesap dan melarikan lidahnya supaya dia bisa merasakan masih ada lipstickah atau belum. Sekiranya sudah terhapus, sean melepaskan bibirnya dan mencium sekilas bibir merah roselina.
"No lipstick"ujar sean lalu berlaru ke mengambil kunci untuk keluar.
Roselina berdecih dan pergi keluar mengikuti sean yang berada di depan kamar erlan. Kenapa sean kesana? Karena ssmalam sean masih bisa mendengar suara teriakan wanita dari arah kamar ini. Dia beranggapan erlan telah melakukan sesuatu dengan renata. Jadilah dia ke kamar erlan dengan kunci satunya yang ia pegang, lalu membuka pintu kamar erlan. Dia memasuki kamar itu diikuti dengan roselina. Saat berada di dalam, roselina melebarkan bola matanya saat melihat dua insan berbaring di atas tempat tidur dengan tubuh polos. Tak lama, tangan sean langsung menutup pandangan roselina lalu sean bersuara supaya dua insan itu terbangun.
"Erlan!"tegasnya
Lalu sean melemparkan kunci kamarnya ke tubuh erlan dan meembuat erlan terbangun dengan umpatan.
"shit! B*ngsat. Ganggu aja lo"sewotnya
"pake baju lo!"
Erlan bangun dan memakai celananya, dan seanpun melepaskan telapak tangannya dari mata roselina. Roselina membekap mulutnya tak percaya dengan situasi ini.
"E-erlan lo apain rena?"tanya rose dengan pelan
"ngapain lagi? Lo udah lihat"jawab erlan
"t-tapi kan, renata gak mungkin ngelakuin itu kal-"
"gw yang paksa. Dia juga yang salah. Malam-malam pake baju seksi. Siapa yang gak ke pancing?"
"seksi? Kamu kan tadinya sekamar sama sean! Ya jelas renata bawa baju kaos dan celana pendek karena dia akan sekamar dengan aku! Ini semua gara-gara kamu"amuk renata dengan menunjuk sean
__ADS_1
"kok gw?"
"iya. Kamu"rose segera keluar dari sana karena ia takut membangunkan renata dan membuat dia malu karena kepergok melakukan itu.
Roselina berjalan di atas kayu dan duduk di sisinya untuk melihat isi air laut, dan pikiran dia masih tertuju ke renata. Setelahnya, ia merasakan seseorang duduk di belakangnya dan menggapit dirinya di kedua kaki besar itu lalu turut menjuntaikan kakinya ke bawah.
"masih mikirin renata?"bisik sean di belakang kepalanya
"kok erlan tega ngelakuin itu ke renata? Terus emang renatanya nerima?"
"tega gak tega, kalo udah gak tahan mau gimana lagi"
"minggir! Aku gak mau berakhir kaya renata. Kamu dan erlan pasti sama"
Sean mengeratkan pukannya pada roselina.
"gw ya gw, erlan ya erlan. Beda"
"beda apa?! Waktu itu kamu hampir ngerusak aku pas di toilet, padahal aku udah nolak keras"
"kelepasan"
"gak mau kaya gini. Pokoknya kamu tidur di kamar erlan dan aku sekamar sama renata"
"gw udah janji sama diri gw buat gak ngelakuin lebih. Kecuali"
"maksud kamu?! Kecuali apa?!"
"kecuali lo ninggalin gw. Baru gw hamilin"
"lagian, apa sukanya kamu dari aku?"tanya rose dengan pelan
"gak tahu"
"karena cantik? Karena tubuh aku? Karena aku turunan raquell?" sean mengerutkan keningnya tanda kurang terima atas ucapan roselina
"gak tahu"
"minggir sean nanti kita telat di fotbarnya. Eh btw erika kemana semalam?"
"dia pulang ke hotelnya. Hotel Tiffin"
"kamu ada hotel di sini?"
Sean hanya bergumam sebagai jawaban, lalu dia melepaskan roselina dan berdiri. Tepat pada itu, erlan keluar bersama renata di belakangnya yang menunduk. Tanpa kacamata"
"renata, pagi"sapa rose basa-basi
"ou-oh h-hay rose, p-pagi juga"jawab rena dengan kaku
rose yang melihat itu juga tersenyum kaku lalu tangannya di tarik sean menuju kerumunan siswa dan siswi tiffin. Erlan menatap rena yang masih dia menunduk lalu berjonhkok di hadapan wanita itu.
"naik"
"ha? A-apa? G-gak usah" lalu renata berjalan dengan pelan karena menahan sakit di bawahnya.
"lo keliatan abis di perawanin. Cepet naik!"
"buruan g*blog!"
Dengan takut, renata naik ke punggung erlan. Sesaat, renata merasakan badan hangat milik erlan lagi. Dia malu karena dadanya menempel dengan erlan. Sesudah itu, erlan membawa renata ke dekat sean dan rose lalu di turunkannya renata.
"angga sama june gak keliatan?"tanya rose
"jalan-jalan kali"jawab erlan
Setelah memperhatikan instruksi panitia, mereka semua di tata oleh styles yang sekolah sewa sekaligus photographer. Wajarlah mereka bayar mahal untuk liburan ini. Bahkan mereka bisa menawar untuk tempat, serelah di hurawalhi bisa juga di tempat lain.
©©©
makasih buat yang membaca cerita aku. mau gak, kasih semangat buat aku lewat like atau apa gitu?:' makasih loh kalo mau haha
MAAF KALAU ADA TYPING DI MALDIVES📍
bakal hiatus nih, soalnya udah mau unbk:(
SAY HAY FOR READERS "SEAN X ROSE"
Roselina outfit of the day
Sean outfit of the day
Dwi Erika (15th)
__ADS_1
SEE YOU NEXT TIME