
"Yang penting pacar aku kenyang!" bisik marvel membuat jantung jessica berdegup dengan kencang dan membuatnya malu.
"Kalian ini bisik bisik terus ada apa sih?!!" tanya davan dengan kesal.
"Kepo!!" jawab jessica dan marvel barengan membuat semua kembali menganga.
"Nah abis!" ucap marvel ketika makanan jessica habis tak tersisa.
"Ya udah lu makan cepet! bentar lagi bel. kita udah mulai les!" ucap jessica di turuti marvel dan langsung melahap makanannya, sedangkan jessica hanya memperhatikan marvel. mervel pun menyadari hal tersebut, dann...
"Mau? aaa.." tanya marvel menyodorkan sendok berisi makanan ke depan mulut jessica, tanpa ragu jessica membuka mulutnya dan menerima suapan tersebut.
"Ah udah lah skip!! skipp!! baper sendiri gue!!" ucap putri mendorong piring nya yang sudah habis tak tersisa ke depannya.
"Hadeh!! skip!! doi baperan!!" celetuk lina dihadiahi pelototan tajam oleh putri membuat lina terkekeh.
"Lu mau?" tanya devan kepada putri membuat putri salah tingkah.
"Ekhem!! kaga!!" jawab putri menetralisirkan perasaannya.
"Benerr?!!!" ulang devan memastikan sambil menggoda
"Beneran!" jawab putri kesal membuat devan tersenyum.
"Yakinnn?" tanyanya kembali membuat putri bertambah kesal dan malu.
"Iiiii devann!!" rengek putri kaya anak kecil membuat devan tertawa puas, sedangkan siswa siswi lain menatap sahabat sahabat jessica tak percaya.
*Terngiang ngiang tawanya devan!! apalagi marvel kalo ketawa pasti beh!!
*Ganteng banget dong woy!!!
*Si putri wow!! bisa bikin devan ketawa.
*Iri gue sama kak putri.
*Ca ilah pake ketawa segala!! bikin kita sebagai kaum adam tersaingi terus!!
*Padahal ganteng gue!! cuma gue item aja. sedangkan dia kaya cewe
*Udah si!! berani nya ngomong dibelakang! di depannya berani ngga?
*Ya jelas... nggak lah!! keluarga gue ngga ada apa apanya sama keluarga Prayoga!!
*Tu sadar!!
*Tapi kan!!! ahh!!!!!! dulu lina eh jadian sama davan, ke jessica malah kayak nya udah jadian sama marvel. dan sekarang? ke putri malah Putri gue di rebut!!!!
*Udah lah kita yang cuma remahan harusnya sadar diri!
"Diem nggak!!!" ketus putri membuat devan terdiam lalu menatap manik mata putri dengan dalam, membuat putri merona dan salah tingkah.
FLASHBACK ON
Sore hari, di sebuah mansion mewah kediaman prayoga, tepatnya di kamar devan. ia sedang berbaring miring sambil termenung serta mengetuk ngetukkan jarinya ke layar ponsel yang tergeletak didepan perutnya.
__ADS_1
"Gue harus gimana?" tanya devan pada diri sendiri dengan gusar. ia kembali teringat kejadian tadi siang di sekolahnya saat davan menembak lina di roftoop sekolah dengan cara yang menurut devan sangat langka dan tidak ada romantsinya.
"Gue takut di tolak!!" jeritnya dengan suara tertahan.
"Gue ga bisa romantis! gue harus ngapain?!!! si davan si*lan!! mau nembak ga bilang bilang!! tau gitu kan gue juga sekalian biar ga malu sendiri!! minimal malu bareng bareng!" ucap devan sambil telentangkan kakinya menatap langit langit kamarnya dengan kedua tangannya yang benumpu belakang kepalanya.
"Emm chat aja lah!! dari pada diem malah ga ada hasilnya!!" gumam devan sambil langsung duduk tegak dan membuka ponselnya.
...💬CHATTING ON💬...
...💬Putri Maharani💬...
💬Devan Louis Prayoga💬
~ Puttt!!
~ Sibuk ngga?
💬Putri Maharani💬
~ Kagak.
~ Napa? Gua abis mandi
💬Devan Louis Prayoga💬
~ Keluar yuk!! gue bosen dirumah
💬Putri Maharani💬
~ Kenapa ngga sama davan?
💬Devan Louis Prayoga💬
~ Kemana aja lah.
~ Davan lagi dikamarnya. palingan lagi chatan sama lina.
💬Putri Maharani💬
~ Jemput ya
💬Devan Louis Prayoga💬
~ Ya iya. masa gue yang ngajakin malah ga Jemput lo.
💬Putri Maharani💬
~ Ya udah buru!! keburu gue ngantuk.
💬Devan Louis Prayoga💬
~ bentar lagi OTW
💬Putri Maharani💬
__ADS_1
~ Oke oke
...💬CHATTING OFF💬...
"Yess!!!" ucap devan dengan semangat.
"Tinggal ajak dia jalan. terus tembak deh!" Ucap devan lalu bersiap siap menuju rumah putri.
Sesampainya di depan rumah putri..
Ting nong
Ting nong
"IYA SEBENTAR!!" terdengar sahut dari dalam rumah membuat devan menghentikan aktivitas menekan belnya.
Ceklekkk
"Siapa ya? maaf cari siapa nak?" tanya wanita yang tetap masih cantik walaupun sudah berumur membuat devan gugup.
"Saya devan tante!" ucap devan memperkenalkan diri sambil mencium punggung tangan wanita tersebut yang diketahui adalah mama laura.
"Oh halo dev! cari putri? sini masuk masuk dulu!!" ucap mama laura dengan senyumannya di balas anggukan oleh devan lalu mama laura mempersilakan devan untuk masuk ke dalam, dan kini mereka sudah duduk di ruang tamu mansion putri.
"E-em iya tante. udah ada janjian mau keluar bareng!" ucap devan dijawab anggukan mengerti oleh mama laura
"Pacarnya putri?" tanya mama laura dengan nada menggoda membuat devan tersenyum.
"Belum sih tan. tapi emang boleh?" tanya devan dengan jantung berdebar menunggu jawaban dari mama laura. sedangkan mama laura sudah menahan tawanya melihat reaksi devan.
"Ekhem!! minta restu nih ceritanya?" tanya mama laura membuat devan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal dengan malu malu.
"Hehe ya kurang lebih begitu" jawab devan membuat mama laura terdiam, dan itu cukup membuat devan takut tidak di perbolehkan.
"Harusnya kamu kesini bawa martabak dev!! itung itung nyogok calon mertua!!" jawab mama laura dengan wajah yang dibuat buat serius. membuat devan yang kini menjadi terdiam.
"Maf tante, devan ngga tau tante. devan juga ngga tau kalo mau minta restu begini. tau gini tadi devan bawa sekalian keluarga devan biar di restui" ucap devan dengan wajah yang lesu, namun terlihat menggemaskan. membuat mama laura tak kuasa lagi untuk menahan tawanya.
"Hahaha!! tante becanda devan!!" ucap mama laura membuat devan menghela nafas lega.
"Devan kaget tan!" ucap devan mengusap dadanya.
"Jadi gimana tan?" tanya devan dengan wajah serius.
"Emm.. Boleh!! tante merestui kamu. tapi walaupun tante merestui tetap tante serahkan semua sama putri, dia mau apa ngga sama kamu.. dan lagi!! jangan sampai ikut pergaulan bebas!!" ucap mama laura membuat devan senang dan bahagia, lalu tanpa sadar memeluk mama laura dengan erat.
"Iya tan!! devan janji sama tante! doain dev ya tan!" ucap devan masih memeluk mama laura dengan erat. sedangkan mama laura menganggukan kepalanya sambil mengusap punggung Devan dengan sayang.
"No!! panggil mama! kan bentar lagi jadi calon mantu mama!" ucap mama laura membuat devan mengangguk anggukan kepalanya dengan malu.
Salut saya!! devan berani ngungkapin niatnya kepada saya dan meminta restu. padahal belum jadian atau belum ada kepastian apa apa. batin mama laura.
"MAMA!!!!! MAMA LAGI NGAPAIN SAMA DEVAN?!!!" Teriak putri yang sedang turun dari tangga menghampiri devan dan mama lura yang mengejutkan keduanya, lalu mereka sama sama melepaskan pelukannya.
"MAMA GA MACEM MACEM KAN DI BELAKANG PAPAH?!!!!" Tanya putri sambil menekankan kalimatnya.
__ADS_1
"DAN LO DEV!! NAPA LO MELUK MELUK NYOKAP GUE?!!! ASTAGA BENTAR LAGI PAPAH BALIK!!! KALO LIAT KELAKUAN KALIAN BERDUA BISA ABIS!!" Ucap putri histeris, sedangkan devan dan mama laura membelalakan matanya