My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
Dul


__ADS_3

Langit pagi yang sedang cerah menyapa Alysa saat baru keluar dari pintu rumahnya, Alysa duduk di depan teras nya menunggu Rakha yang akan menjemputnya. Alysa melihat jam di tangannya yang menunjukkan kan pukul 6.25.


Tin tin tin


Alysa menatap motor Sport yang sudah berhenti di depan gerbang rumahnya.


Alysa berjalan ke arah Rakha dan segera naik ke motor setelah memakai Helm nya.


"Udah lama nunggu nya?" tanya Rakha setelah motornya melaju membelah padatnya jalanan Ibukota.


"Sepuluh menit," jawab Alysa singkat.


Setelah itu tidak ada lagi yang memulai pembicaraan hanya ada suara bising kendaraan yang berlalu lalang. Rakha fokus mengendarai motornya, sedangkan Alysa sibuk memandangi jalanan yang sedang padat padatnya. Tanpa sadar Alysa bersandar pada bahu Rakha membuat Rakha tersenyum samar dari balik helm nya tanpa Alysa ketahui.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Seperti dihari hari sebelumnya saat Alysa dan Rakha berjalan bersama di Koridor selalu saja mereka menjadi pusat perhatian membuat Alysa jengah sendiri mendapatkan tatapan sinis dan iri dari para Siswi yang mengagumi Rakha.


Rakha menggenggam erat tangan Alysa saat merek melewati Koridor.


"Udah gak usah di peduliin mereka cuman iri sama lo, karena lo pacar gue," ucap Rakha santai masih sambil berjalan tanpa memedulikan tatapan para Siswa-siswi.


"Yee mereka natap elo sih enak tatapan penuh kagum lah natap gue udah kayak mau ngulitin gue," ujar Alysa kesal. Rakha terkikik mendengar jawaban Alysa apa yang dikatakan gadis itu tidak seluruhnya benar karena tatapan para siswa laki-laki menatapnya penuh kagum tapi apadaya para Siswa itu tidak memiliki keberanian untuk melawan Rakha laki-laki Bad Boy dan anak pemilik yayasan siapa yang berani pada nya? Salah langkah bisa saja keluar dari sekolah atau yang parahnya akan sekalian masuk Rumah Sakit. Siapa yang akan berani merebut Alysa dari laki-laki itu?


Sudah satu minggu mereka menyandang status sebagai sepasang kekasih tapi Alysa masih saja bersikap jutek kepada Rakha.


"Nanti ke kantin gue jemput, belajar yang rajin jangan natap laki-laki lain selain gue, jangan berinteraksi sama laki-laki lain selain gue ngerti?" ucap Rakha. Laki-laki itu sangat posesif pada Alysa bahkan jika Alysa tak sengaja bersentuhan dengan laki-laki lain Rakha akan marah dan laki-laki itu mendapat satu bogeman dari Rakha. Sangat posesif bukan?


"Iya, udah sana pergi," usir Alysa sambil mendorong Rakha agar segera pergi.


Rakha tersenyum manis kearah Alysa dan segera berlalu pergi tapi baru satu langkah Rakha melangkah laki-laki itu kembali berbalik menghampiri Alysa.


Rakha mencium kening Alysa lalu mengusap puncak kepala Alysa yang masih mematung dengan pipi yang sudah memerah ditambah detak jantung nya yang sudah berdetak tak keruan karena ulah Rakha sedangkan Rakha malah terkekeh melihat ekspresi Alysa yang membuatnya gemas.


"Udah sana masuk jangan jadi patung selamat datang gitu" Ujar Rakha dan segera berlalu meninggalkan Alysa yang masih mematung.


"Arrrggghhh dasar Rakha gila seenak jidat nyium pipi suci gue ya ampun tuh orang suka banget buat gue sport jantung klo jantung gue lari gimana? Bla bla bla bla." Alysa masih saja misuh misuh tidak jelas saat memasuki kelasnya yang sudah dipenuhi para penghuni kelas yang saat ini menatapnya iri.

__ADS_1


"Ciee yang dicium kening sama pacar tersayang," ucap Lia sambil terkekeh membuat kedua sahabatnya yang lain juga ikut tertawa. Pipi Alysa sudah blushing karena sahabatnya itu.


"Aduh neng itu pipi pakek blush on ketebelan." Adrien, Lia, dan Retta kembali tertawa setelah ucapan Adrien yang mengejek Alysa


"Gimana Sa rasanya di cium sama kak Rakha?" tanya Retta tanpa tahu malunya menanyakan hal seperti itu.


"B aja," ucap Alysa singkat sambil mengeluarkan novel dari dalam tasnya


"B aja tapi pipinya sampek blushing gitu," ucap Lia yang kembali mendapat gelak tawa dari Retta dan Adrien. Alysa mengangkat bahu nya acuh mendengar ucapan Ketiga sahabatnya yang dengan setia mengejek nya.


"WOY PAK BUDI GAK MASUK KITA DIKASIH TUGAS MENGERJAKAN LATIHAN SOAL HALAMAN 52-56," teriak Rendi samengat yang mendapat sorakan senang dari seisi kelas. Berbeda dengan teman sekelas nya yang sudah membuat kelompok gosip masing-masing Alysa malah mengerjakan tugasnya dengan semangat Alysa sangat menyukai pelajaran matematika.


Alysa bangkit dari duduknya dan hendak pergi ke perpustakaan karena tidak fokus mengerjakan tugasnya, teman temannya sangat bising.


****


Alysa menarik nafas lega setelah menyelesaikan tugas matematika nya. Alysa mengambil novel yang berada di samping buku matematika nya dan membacanya.


"Hai," sapa Sein yang sudah duduk disamping Alysa.


"Gue mau nagih janji lo yang mau nemenin gue jalan," ujar Sein To the Poin.


"Oh iya sampek lupa, hmm... Mau kapan kak?" tanya Alysa pada Sein sambil menepuk jidatnya yang pelupa atau memang sengaja lupa itu.


"Nanti bisa?" tanya Sein penuh harap. Alysa berpikir bagaimana cara nya dia membohongi Rakha agar bisa jalan bersama Sein, mengingat Rakha yang begitu posesif terhadap nya.


"Ok deh," setuju Alysa akhirnya. Alysa menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya 5 menit lagi bel istirahat akan berbunyi Alysa harus kembali ke kelasnya mengingat Rakha yang akan menjemputnya untuk kekantin bersama.


"Hmm kak aku ke kelas dulu ya," pamit Alysa dan segera pergi dari hadapan Sein tapi sebuah tangan menahan nya, tangan siapa lagi jika bukan tangan Sein.


"Gue anter ya," pinta Sein yang masih belum melepaskan pegangan tangannya dari Alysa.


"Emmm gak usah kak, takutnya di kelas gue udah ada Rakha," ujar Alysa setelah melepaskan pegangan tangan Sein dari tanggannya. Dan segera berlalu meninggalkan Sein. Sein tersenyum miris melihat Alysa yang sudah berjalan jauh meninggalkan nya.


****


Benar saja setelah Alysa sampai di depan kelas nya disana sudah ada Rakha yang menunggunya sambil sambil bersender di dinding dan tangan yang dilipat di dada membuat para Siswi menjerit melihat Rakha.

__ADS_1


"Dari mana aja?" tanya Rakha setelah Alysa berada dihadapannya. Mata Rakha menatap Alysa tajam dengan mukanya yang datar, Alysa dengan susah payah meneguk selivanya sendiri.


"Da Dari Perpus," ucap Alysa gugup. Rakha menghela nafasnya setelah menerima jawaban dari Alysa.


"Kenapa gak mau bilang klo mau ke perpus kan gue bisa nemenin elo," ucap Rakha kesal.


"Ehmm kan lo lagi belajar," ucap Alysa mencari alasan agar tidak tersudut.


"Hufftt ya udah ke kantin yuk gue laper." Rakha menggenggam tangan Alysa yang sangat pas ditangannya, digenggam nya dengan erat tangan Alysa sebagai penegasan bahwa Alysa adalah miliknya dan tidak ada laki laki yang boleh mendekati Alysa.


Rakha dan Alysa duduk di meja pojok yang kini sudah di isi oleh sahabat Rakha dan Alysa.


"Mau pesen apa? Biar gue pesenin," ucap Rakha pada Alysa.


"Nasi goreng sama es teh," jawab Alysa singkat.


"Ya udah gue pesenin dulu." Rakha berjalan kearah stand yang menjual nasi goreng. Tak butuh waktu lama Rakha sudah kembali dengan 2 nasi goreng dan 2 es teh yang diletakkan di atas nampan.


"Bos bentar pulang sekolah jadi kan?" tanya Aldo sambil menatap Rakha yang masih sibuk dengan makanannya.


"Jadi, tapi gue anter Alysa pulang dulu," ucap Rakha yang masih sibuk dengan makanannya.


"Emang mau kemana Ka?" tanya Alysa basa basi padahal dalam hatinya ia bersorak senang karena pulang sekolah ia bisa pergi tanpa berbohong pada Rakha.


"Ada urusan, tapi gue anter lo pulang dulu," ujar Rakha yang kini menatap Alysa.


"Eh gak usah Ka, gue bisa pulang bareng Lia," ujar Alysa sambil dan menunjuk Lia dengan dagunya


"Enggak gue anter lo aja dulu." Rakha masih kekeh untuk mengantar Alysa, tapi Alysa harus bisa membujuk nya agar membiarkan nya pulang sendiri


"Gak usah Kak Rakha, udah gue sama Lia aja," tolak Alysa agar ia tak lagi harus mencari alasan untuk membohongi Rakha karena ia memiliki janji dengan sein.


***


Hai Bagaimana Sama Part Ini?


Maaf Ya Kalau Banyak Typo Dan Feel Kurang Dapet. Jangan Lupa Buat Follow, Rate, Dan Koment Ya 😍

__ADS_1


__ADS_2