My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
Yon


__ADS_3

Rakha beserta sahabat nya dan sahabat Alysa kini sudah berkumpul dirumah Alysa, kini mereka tengah menunggu tuan rumah yang tak kunjung menampakkan batang hidungnya juga padahal 40 menit lagi jadwal keberangkatan mereka ke Surabaya kini tujuan utama mereka adalah Bromo.


10 menit kemudian Alysa baru menghampiri Sahabat-sahabat nya bersama koper berwarna pink yang di tariknya.


“Ngapain kalian masih pada duduk? Ayo buruan bentar keburu telat” Ucap Alysa sambil melihat jam ditangannya yang sudah menunjukkan pukul 8.30. Sahabat nya hanya bisa mendengus mendengar ucapan Alysa, yang benar saja malah mereka yang di omeli Alysa padahal yang lelet sedari tadi adalah Alysa. Mereka hanya mengusap dada mereka sabar.


Kali ini mereka tidak ada yang membawa mobil karena supir Rakha yang akan mengantar mereka ke bandara, sedangkan saat di surabaya mereka akan menggunakan mobil perusahaan cabang milik keluarga Rakha.


Dua mobil mewah milik keluarga Rakha sudah terparkir indah lengkap bersama supir nya. Alysa dan sahabatnya memasuki salah satu mobil milik Rakha namun langsung dicegah oleh Rakha yang langsung menarik Alysa untuk menuju mobil yang satu lagi.


Alysa mendengus kesal karena tidak bisa satu mobil dengan sahabatnya namun jika ia protes sudah pasti tetap saja Rakha akan maksanya.


Di dalam mobil yang Rakha dan Alysa tumpangi mereka bersama Veno, Aldo, dan Aji sedangkan mobil yang satunya berisi Retta, Adrin, Lia, Gian, dan Josep.


“Wih gue udah gak sabar banget nih pengen ke Bromo” Celetuk Anji di tengah kesunyian mobil.


“Iya gue juga udah gak sabar buat nenggelamin lo ke kawah Bromo” Ucapan Aldo tentu saja mengundang gelak tawa temannya sedangkan Anji hanya cemberut.


“Eh Alysa ada di sini juga” Ucap Veno yang berada dikursi samping kemudi.


“Iya, mau nya sih sama temen yang lain tapi keburu ditarik sama setan” Alysa mengerucutkan bibirnya lalu menatap tajam Rakha yang berada di sampingnya.


“Kamu ngatain aku setan? “ Rakha menatap Alysa kesal yang juga dibalas tatapan kesal oleh Alysa.


“Dih ngerasa” Alysa menjulurkan lidah nya mengejek Rakha yang sudah cemberut.


“Sok imut lo Kha” Veno menatap Rakha jijik yg membuat seisi mobil tertawa kecuali Rakha tentunya yang kini sudah menatap tajam ke arah Veno.


“Mangkanya gak usah sok ngambek deh” Ucap Alysa disela tawanya.


Tak terasa mereka sudah sampai dibandara, Rakha turun terlebih dahulu disusul oleh Alysa dibelakang nya. Rakha mengambil kopernya dan koper Alysa yang berada di garasi lalu membawanya.


“Sini biar aku aja yang bawak” Ucap Alysa lalu mengambil koper yang dibawa Rakha namun Rakha langsung menarik koper itu menjauh dari jangkauan Alysa.


“Gak usah biar aku aja” Rakha berjalan mendahului Alysa, Alysa langsung saja mengejar Rakha dan mengambil koper nya paksa.


“Ini koper aku juga jadi biar aku aja yang bawak” Ucap Alysa dan menarik koper nya, Rakha hanya bisa membuang nafasnya kasar dan membiarkan saja Alysa membawa kopernya, toh cuman ditarik bukan di gedong.


Rakha merangkul pinggang Alysa posesif membawanya menuju Bandara.

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Alysa langsung saja merebahkan badannya di kasur hotel saat mereka sudah sampai di Surabaya, dan yang membuat Alysa terkejut saat sampai dihotel berbintang ini ternyata pemilik hotel ini adalah ayah kekasihnya, Alysa tidak tahu lagi sebanyak apa perusahaan milik keluarga kekasihnya itu.


“Sa gue mandi duluan ya” Ucap Retta yang satu kamar dengannya, sedangkan Lia dan Retta berada dikamar sebelahnya.


“Iya duluan aja, gue mau istirahat dulu” Alysa memejamkan matanya, berusaha untuk menghilangkan lelah setelah perjalanan berjam-jam, mereka baru akan ke Bromo esok hari.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu kamar hotel mengalihkan tatapan Alysa, Alysa mendengus kesal karena tidurnya terganggu tapi tetap saja Alysa berjalan kearah pintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintunya.


Seorang cowok tampan dengan badan sixpack nya tengah berdiri didepan Alysa dengan senyum nya yang terlukis indah diwajah tampan nya.


“Ngapain sih kesini?” Tanya Alysa dengan kernyitan di dahinya.


“Mau ketemu kamu lah” Rakha masuk kekamar Alysa dan Retta sebelum gadis itu memberinya izin.


“Aku mau istirahat dulu Tarakha “ Alysa duduk disebelah Rakha yang kini duduk disofa didepan TV yang ada di kamar hotel.


“Ya udah sini” Rakha membawa Alysa pada dada nya mendekap gadisnya itu. Alysa menyandarkan kepalanya pada dada Rakha, Tangan Rakha berada di belakang Alysa mengelus puncak kepala gadisnya sedangkan tangan yang satu nya mengelus tangan Alysa yang diletakkan di paha nya.


Sejenak hanya keheningan yang menyelimuti mereka, Rakha fokus pada TV di depannya sedang kan Alysa sudah masuk kedalam alam mimpi nya.


Suara pintu kamar mandi yang dibuka mengalihkan tatapan Rakha pada gadis yang baru saja keluar dari kamar mandi, namun hanya sebentar setelahnya Rakha kembali fokus pada tayangan TV didepannya.


“Alysa kenapa?” Tanya Retta saat melihat sahabatnya yang berada di dekapan Rakha.


“Tidur” Jawab Rakha singkat, padat, dan jelas. Retta hanya mengangguk setelahnya keluar dari kamarnya dan menuju kamar sahabatnya yang lain.


Sudah 2 jam berlalu dan Alysa masih setia memejamkan matanya, Rakha juga sudah memejamkan matanya sampai Alysa mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke lentera matanya.


Alysa tersenyum melihat kekasihnya yang masih memejamkan matanya, jari Alysa menari indah mengabsen wajah kekasih nya sambil tersenyum manis.


“Udah puas ngeliatinnya?” Suara Rakha menghentikan kegiatan Alysa, mata Rakha masih tertutup tapi senyuman diwajah laki-laki itu menggambarkan bahwa Rakha sudah bangun.


Alysa menunduk malu karena tertangkap basah tengah memandang wajah tampan kekasihnya itu.


Rakha mengecup puncak kepala Alysa singkat, mengelus nya penuh sayang.

__ADS_1


“Mandi dulu sana, bentar aku jemput kita makan bareng dibawah” Ucap Rakha melepas rangkulannya pada Alysa. Alysa hanya mengangguk dan segera pergi menuju kopernya dan mengambil baju yang akan dikenakannya baru setelah itu menuju kamar mandi.


1 jam berlalu Alysa sudah selesai dengan make up tipis yang digunakannya bertepatan dengan suara pintu yang diketuk dari luar. Alysa segera berjalan menuju pintu setelah mengambil ponselnya.


Sosok Rakha sudah berdiri di depannya dengan senyumnya yang selalu mengembang saat bersama kekasihnya itu.


“Ayo” Ajak Rakha, Rakha merangkul pinggang Alysa posesif sambil melangkah menuju lift.


Saat mereka sampai di restoran hotel, sahabat mereka sudah menunggu mereka sambil tertawa tanpa tau malu padahal banyak yang menatap kearah mereka dengan berbagai macam tatapan mulai dari tatapan aneh, kagum dan banyak lagi lainnya.


“Brisik banget sih, malu tau gak diliatin orang” Dengus Alysa saat mereka sampai dimeja yang diduduki sahabatnya yang lain.


“Hehehehe jarang-jarang loh Sa kita kek gini biasanya kan cuman nontonin Lia, Anji, sama Aldo adu bacot” Ucap Josep sambil menatap tajam nama yang ia sebutkan.


“Ye itu mah dua kecebong itu aja yang mulai” Lia menunjuk Anji dan Aldo dengan matanya. Sedangkan temannya yang lain mendengus kesal karena sepertinya mereka akan kembali bertengkar.


“Please deh jangan mulai” Retta menengahi sebelum mereka kembali bertengkar seperti biasanya.


“Oh iya, Retta lo kenapa ninggalin gue? “ Alysa menatap Retta kesal sedangkan yang di tatap hanya menyengir menampakkan deretan gigi putihnya.


“Sorry Sa, abisnya lo kan udah sama Rakha jadi gue bareng mereka aja dari pada bentar gue kayak pembantu jalan di belakang kalian” Ucap Retta dengan wajah polosnya.


“Kha yang bayarin semua ini elo kan” Tanya Anji tiba-tiba dengan cengiran nya


“Elo liburan gak modal banget dah” Ucap Josep sambil menggeleng.


“Dompet gue sekarang lagi musim kemarau Sep” Anji berujar santai


“Dompet lo mah bukan musim kemarau tapi musim salju” Ucap Veno yang membuat kernyitan pada dahi sahabatnya yang lain.


“Apaan dah musim salju? “ Tanya Gian mewakili semuanya.


“Selalu saja berdebu” Ucap Veno dengan kekehan nya yang diikuti semua sahabatnya yang lain.


“Jahat banget lo Ven, kalau ngomong suka bener lagi” Anji juga ikut tertawa bersama temennya, bagi mereka tak apa jika mereka dinistakan asalkan bisa melihat sahabat mereka tertawa karena ulah mereka


********


Hai Bagaimana Sama Part Ini?

__ADS_1


Maaf Ya Kalau Banyak Typo Dan Feel Kurang Dapet. Jangan Lupa Buat Follow, Rate, Dan Koment Ya 😍


__ADS_2