
Alysa menatap takut pada Rakha yang kini menatapnya dengan senyuman yang masih melekat pada wajah tampan nya.
“Emm Kha aku mau kita putus” Ucap Alysa dengan menundukkan wajahnya sedangkan Rakha menatap Alysa tak percaya.
“Kenapa? ,Enggak aku gak mau” Ucap Rakha sambil mendekat kearah Alysa. Alysa mundur beberapa langkah menghindari Rakha.
“Tapi aku mau kita putus Rakha, aku udah bosen sama kamu, aku udah ada cowok lain” Ucap Alysa yang masih menundukkan wajahnya. Rakha mengacak rambutnya frustasi mendengar ucapan Alysa, kurang apa Rakha selama ini pada Alysa? Semua yang Alysa mau selalu Rakha teruti dan sekarang? Gadisnya ingin mereka putus? Tidak, Rakha tak akan membiarkan itu terjadi.
“kamu bercanda kan?” tanya Rakha yang masih tidak percaya
“Engga buat apa aku bohong?” tanya Alysa yang masih menundukkan kepalanya
“Siapa cowok nya?” Tanya Rakha berusaha mengontrol emosi nya. Alysa hanya diam tidak menjawab masih dengan menundukkan kepalanya.
“Jawab aku Alysa” Bentak Rakha sambil memegang pundak Alysa.
“Kamu gak perlu tau Rakha” Ucap Alysa dan berjalan mundur menghindari Rakha.
“Kenapa kamu lakuin ini Lys? Kita udah tunangan” Ucap Rakha frustasi sambil berjalan mendekati Alysa. Sambil mengambil gelas yang berada di kursi dan melemparkan gelas tersebut ke lantai sampai terdengar suara gelas pecah.
Alysa memejamkan matanya saat Rakha melemparkan gelas tersebut. Alysa terus saja mundur menghindari Rakha sampai ia terpojok di Dinding. Alysa menggerutu kesal pada tembok yang entah siapa pendiri nya dan pada sahabatnya yang memiliki ide gila ini.
“Tatap aku Alysa” Rakha merentangkan tangannya menempelkan telapak tangannya pada dinding di samping Alysa mengurung gadisnya itu agar tidak dapat bergerak.
“Aku bilang tatap aku Alysa” Ucap Rakha sekali lagi saat tak merasakan pergerakan Alysa, dan kali ini Alysa masih tak mau menatapnya membuat emosi Rakha mulai memuncak.
“Apa cowok itu Jerry?” Tanya Rakha, Alysa hanya menggelengkan kepalanya karena memang laki-laki itu bukan Jerry tapi hanya hayalan saja.
“Lalu siapa? Laki-laki yang kamu suka selain aku itu? “ Tanya Rakha menundukkan kepalanya berusaha menatap Alysa, Alysa masih diam. Rakha menegakkan kepalanya mendengus kesal melihat Alysa.
__ADS_1
“Aku mohon jangan kayak gini Alysa, aku sayang banget sama kamu, aku gak mau kehilangan kamu” Ucap Rakha dengan air mata yang mulai menetes di pipinya. Alysa menatap Rakha saat merasakan air yang jatuh diatas kepala nya. Alysa tersenyum menatap Rakha yang ternyata sudah meneteskan air matanya.
“Udah gak usah nangis segala, aku cuman ngeprank kamu” Ucap Alysa sambil menghapus air mata Rakha, Rakha memelototkan matanya mendengar ucapan Alysa. Setelah ia menangis kini gadis itu mengatakan semua ini hanya prank?
“Beneran cuman prank kan? Gak ada cowok lain kan?” tanya Rakha sambil memegang pundak Alysa, Alysa hanya mengangguk sambil menyengir menampilkan deretan gigi putih nya itu
“Kamu ya, ya ampun Alys aku takut banget Sumpah” Ucap Rakha memeluk Alysa erat enggan melepaskan pelukannya itu. Rakha mencium puncak kepala Alysa dan berganti pada kedua pipi gadisnya itu lalu pada bibir merah milik gadisnya itu.
“Yah malah pada mesum disini” Ucap Aldo yang masuk bersama sahabatnya dan sahabat Alysa.
“Ganggu aja sih” Ucap Rakha kesal sedangkan Alysa hanya menundukkan kepalanya malu.
“Jadi ini semua rencana siapa?” Tanya Rakha menatap satu persatu sahabat Alysa yang kompak menunjuk Lia, sedangkan yang ditunjuk hanya menyengir bodoh.
“Hehehe maaf kak” Lia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Mereka semua tertawa melihat tingkah Lia yang gaje itu.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
“Lo pada mending pulang deh kalau cuman mau hancurin kamar gue” Usir Rakha dengan kasal. Aldo menyengir mendengar ucapan Rakha sedangkan sahabatnya yang lain fokus pada kegiatan masing-masing dengan Veno dan Gian yang sedang mabar ML di kasur Rakha, Aldo dan Josep yang bermain PS dan Anji yang memainkan ponselnya.
“Selo aja kali Kha” Ucap Josep santai masih dengan pandangan pada layar besar didepannya.
“Pala lo selo kamar gue udah hancur gini” Rakha memutar malas matanya.
“Oy Kha lo gak mau bales ngeprank Alysa? “ Anji menatap Rakha penuh minat berharap Rakha akan mengikuti ide gilanya.
“Gak” Jawab Rakha santai dan mulai memainkan ponselnya untuk memberi kabar pada gadisnya itu.
“Udah lah Kha bales aja kali aja seru” Ucap Gian menimpali tanpa menatap Rakha dan masih fokus pada PS nya.
__ADS_1
“Gak” Jawab Rakha kesal.
“Ayo lah Kha, lo tadi sampe dibuat nangis loh masak gak mau ngerjain doi juga?” Tanya Aldo menaik turunkan alisnya. Rakha berfikir sejenak sepertinya seru jika mengerjai gadisnya sudah lama ia tak berulah pada gadis cantiknya itu.
“Ok deh apaan nih rencananya?” Tanya Rakha pada Sahabatnya.
“Sini deh mendekat gue ada rencana” Mereka mendekat kearah Anji yang sudah senyum-senyum tak jelas mulai tadi.
“Jadi bentar lo telfon Alysa lo suruh dia kesini sama temennya dengan alasan kumpul bareng, nah terus bentar si Josep bikin ****** di leher lo sama cium bibir lo, terus... “
“Eh Anjing apaan lo bawa-bawa gue? Pakek acara ****** segala lo kate gue doyan cowok? “ Josep memotong perkataan Anji sambil menatap garang kearah Anji yang hanya menyengir.
“Ya kan kali aja Sep” Ucap Anji sambil tertawa yang di ikuti sahabatnya yang lain.
“Enggak gue gak mau, lo aja sono” Josep bergidik ngeri membayangkan ia mencium Rakha, ia tak pernah mencium Laki-laki sebelumnya jika mencium cewek dia sangat sering bukan pernah lagi.
“Ok Anji aja, silahkan lanjut rencananya tuan Anji” Ucap Rakha mempersilahkan.
“Ok deh, karena gue baik jadi gue Terima walaupun sebenarnya gue sangat jijik” Ucap Aji menampilkan wajah sedihnya.
“Gue juga jijik kali, udah deh buruan lanjut” Rakha memutar matanya malas.
“Terus sekarang lo ambil lipstik nyokap lo” Ucap Anji yang di angguki Rakha. Rakha berjalan keluar menuju kamar Mami untuk mencuri lipstik sang Mami.
mengikuti arahan dari Anji entah utu benar atau salah namun tetap saja Rakha mau mengikuti. Rakha sebenarnya sedikit ragu dengan rencana Anji namun mau bagaimana lagi ia sudah terlanjur kesal dengan gadisnya itu dan berniat untuk balas dendam jadi Rakha ikuti saja saran Anji.
Rakha berjalan kekamar Maminya dengan mengendap meskipun sang mami sedang tidak ada di rumah, pembantunya ada untuk mengawasi Rakha jadilah ia berjalan dengan mengendap menuju kamar maminya.
*****
__ADS_1
Sekian dulu ya jangan lupa Vote, Rate, dan koment
follow juga akun aku ya