
Hari ini adalah hari pertunangan Reyhan yang akan di adakan di rumah orang tua Alysa, tak banyak yang mereka undang hanya keluarga dan sahabat dekat.
Alysa sedang berkutat dengan peralatan make up nya sedangkan Rakha, laki-laki itu baru saja bangun dan kini tengah mandi.
"Rakha cepetan udah siang, lagian udah tau sekarang ada acara tapi malah bangun siang. Nanti kalau kita telat gimana? Yang tunangan itu kakak aku loh," ucap Alysa yang terus saja mengomeli Rakha. Gadis itu sangat bawel akhir-akhir ini dan Rakha harus bisa sabar menghadapi sikap Alysa yang sangat berubah.
"Sabar sayang, ya ampun juga acaranya malam ini masih pagi, apa nya yang telat coba?" jengah Rakha pada istrinya itu.
"Kalau di kasih tau pinter banget jawabnya, kan aku harus bantu-bantu di sana kamu gimana sih?" tanya Alysa kesal.
Alysa kini tengah merapikan baju Rakha dan bajunya untuk di bawa kerumah orang tuanya karena mereka akan menginap di sana. Namun, saat mencium wangi baju Rakha, Alysa merasa mual dengan segera Alysa menuju kamar mandi yang kebetulan Rakha baru saja keluar dari kamar mandi.
Alysa rasanya ingin mengeluarkan semua isi perutnya tapi hanya cairan bening yang keluar. Rakha yang melihat istrinya seperti itu segera membantu Alysa dengan memijit tengkuk Alysa. Setelah merasa lebih baik Alysa segera membasuh wajahnya dan segera menangis memeluk Rakha erat karena ia juga merasa pusing.
Rakha segera menggendong Alysa dan membawanya Alysa menuju kasur king size mereka.
"Kamu istirahat dulu ya, biar aku panggilin dokter," ucap Rakha dan segera menidurkan Alysa di kasur king sizenya tapi belum sempat Rakha melangkah Alysa menarik Rakha untuk duduk di sampingnya.
"Gak usah aku gak papa cuma pusing sama mual aja kok, paling juga masuk angin," ucap Alysa menenangkan Rakha. Rakha menghembuskan nafasnya.
"Ya udah biar kita aja yang kerumah sakit kalau kamu gak mau di panggilin dokter," ucap Rakha tanpa penolakan.
"Gak usah Rakha, lagi pula sekarang kita harus ke rumah Mama," ucap Alysa sambil mengelus tangan Rakha.
"Ke dokter dulu baru kerumah Mama, atau kita tetep di rumah aja," ancam Rakha membuat Alysa akhirnya menyerah dan mengikuti ucapan suaminya itu.
"Ok kita ke dokter dulu," ucap Alysa akhirnya mengalah.
"Kamu istirahat dulu biar aku ambilinĀ sarapan," ucap Rakha dan setelahnya Rakha segera menuju dapur untuk mengambilkan makanan untuk Alysa.
******
Alysa dan Rakha kini tengah berapa di salah satu klinik milik tante Rakha. Setelah sarapan akhirnya mereka memutuskan untuk ke klinik setelah perdebatan oleh Alysa dan Rakha, Rakha memaksa untuk kerumah sakit dengan alasan peralatan di sana lebih lengkap jika terjadi sesuatu yang berbahaya pada Alysa sangat berlebihan bukan padahal Alysa hanya pusing dan mual.
__ADS_1
"Pagi tante," sapa Alysa dan Rakha saat memasuki ruang kerja Mila-tante Rakha.
"Pagi, ada apa nih tumben kesini?" tanya Mila dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
"Alysa tadi pagi mual-mual tan, terus pusing. Alysa gak papa kan tan? Dia itu keras kepala banget tan udah aku bilang buat kerumah sakit aja tapi dia malah bilang gak usah. Biasanya ya tan kalau pusing itu bisa.... " ucapan panjang lebar dari Rakha di potong dengan ucapan Alysa dan kekehan tantenya yang heran melihat Rakha yang bawel jika menyangkut Alysa.
"Berisik banget sih," ucap Alysa sinis dan segera meminta maaf pada Mila.
"Gak usah berlebihan Rakha, mari Alysa ikut saya," ucap Mila dan segera di ikuti oleh Alysa.
Rakha menunggu dengan cemas ia tidak ikut untuk melihat Alysa di priksa dengan alasan takut terjadi apa-apa pada wanitanya itu yang ia tidak sanggup mengetahuinya. Biarkan Rakha dengan segala pemikiran negatifnya itu.
Tak beberapa lama Alysa akhirnya selesai di priksa, Rakha melihat raut wajah Mila yang tersenyum mengerutkan keningnya bingung.
"Gimana keadaan Alysa dok?" tanya Rakha dengan wajah seriusnya.
"Kamu tenang aja Alysa gak papa kok," ucap Mila dengan senyumannya sengaja menggantung ucapannya.
"Tante gimana sih, Alysa sakit gitu di bilang gak papa," kesal Rakha lalu menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi.
Jlu mencium seluruh wajah Alysa. Ia sangat senang akhirnya akan menjadi seorang ayah. Alysa juga tak kalah senang ia terus mengucapkan syukur.
"Makasih sayang," ucap Rakha dengan senangnya.
Setelah mendengarkan wejangan dari Mila, tentang apa yang harus dan boleh tidak boleh di lakukan mereka segera mengucapkan terimakasih dan segera pergi menuju rumah orang tua Alysa.
****
Alysa dan Rakha kini sudah sampai dirumah keluarga Alysa yang sudah ramai dengan saudaranya yang tengah membantu mempersiapkan acara. Orangtua Cintya dan Cintya juga sudah datang, agar memudahkan Cintya saat acara nanti malam jadilah ia berada di rumah Alysa.
"Mama," teriak Alysa saat melihat Mamanya tengah berbicara dengan tantenya.
"Alysa jangan lari," teriak Rakha saat melihat Alysa yang berlari. Alysa memberhentikan larinya lalu menoleh kepada Rakha dengan cengirannya.
__ADS_1
"Mama aku kangen," ucap Alysa sambil memeluk Mamanya saat sudah berada di depan Mamanya. Karin balas memeluk Alysa dengan erat menyalurkan kerinduannya pada anaknya itu.
"Mama juga kangen sayang, gimana keadaan kamu?" tanya Karin setelah melepaskan pelukan Mamanya.
"Aku baik ko ma," ucap Alysa dengan senyumannya. Rakha yang sudah berdiri di depan Karin langsung menyalami tangan Karin.
"Anak sama Mantu mami akhirnya dateng juga, dari mana aja coba?" tanya Renata yang baru saja datang dari arah belakang.
"Nganter Alysa dulu Mi kerumah sakit," ucap Rakha dengan senyumannya lalu menyalami Maminya begitupun dengan Alysa yang memeluk Renata.
"Loh Alysa sakit apa? Katanya tadi baik-baik aja?" tanya Karin yang sudah khawatir dengan anaknya itu.
"Alysa tadi pusing terus mual-mual Ma, terus aku bawa ke klinik ternyata Alysa hamil," seru Rakha dengan girangnya.
"Wah kamu hamil sayang?" tanya Renata dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Alysa hanya mengangguk dengan senyuman manisnya. Renata langsung membawa Alysa kedalam pelukannya. Ia sangat senang akhirnya menantunya hamil. Setelah Renata melepaskan pelukannya Karin berganti memeluk Alysa ia juga tak kalah senang mendengar bahwa anaknya tengah hamil.
Setelah acara berpelukan Alysa terus di berikan wejangan oleh Mama dan Maminya hingga ia merasa mengantuk rasanya mendengarkan ucapan kedua mama yang akan menjadi nenek itu.
Rakha yang melihat istrinya yang mengantuk langsung meminta ijin untuk membawa Alysa ke kamarnya.
Kini kebahagiaan mereka telah lengkap keluarga bahagia yang Rakha idamkan akan segera terwujud semoga saja Rakha bisa membimbing istri dan anaknya nanti.
****
***Kuy jangan lupa buat vote,rate,dan koment ya
bakal aku next terus nih
jangan lupa follow igi roleplayer dan ig aku khusus cerita aku ya
@wphilmiath_
@alysaevlyaa_
__ADS_1
@trakhaakhdna_
@alviando_jerry***