
Alysa berjalan menghampiri laki-laki kini tengah berdiri di samping mobilnya yang terparkir didepan gerbang sekolah , Laki-laki itu tersenyum sambil melambaikan tangannya kearah Alysa membuat senyum Alysa juga terukir di bibirnya.
Saat sampai didepan laki-laki itu Alysa langsung memeluk nya, sudah lumayan lama Alysa tidak melihat laki-laki itu. Banyak tatapan mata yang menatap mereka heran sekaligus kagum pada wajah tampan laki-laki yang kini berada dipelukan Alysa itu.
“Gila udah punya kak Rakha masih aja sama cowok lain”
“Rakha kurang apa sih?”
“Selingkuh kok depan sekolah”
“Itu selingkuhan nya Alysa ganteng banget”
“Aduh Mas jangan mau jadi selingkuhannya Alysa mending sama saya aja”
Kira-kira begitulah ucapan menghina yang dilontarkan oleh para murid yang melihat mereka, tidak hanya itu tapi banyak yang menghinanya ataupun mengagumi laki-laki yang berada di depan Alysa itu.
“Lo apa kabar?” Tanya laki-laki itu sambil tersenyum dan mengelus puncak kepala Alysa.
“Baik, lo apa kabar?” Alysa menatap laki-laki itu sambil tersenyum manis.
Tanpa mereka ketahui dari kejauhan kini sosok laki-laki tengah berjalan kearah mereka dengan tangan yang sudah terkepal , di ikuti dua sahabatnya di belakang laki-laki itu.
Saat sampai didepan dua orang yang saling melemparkan senyum itu, Laki-laki yang tadi berjalan langsung memberikan bogeman mentah kepada laki-laki yang tengah tersenyum kepada kekasihnya itu. Ya laki-laki yang membogem itu Rakha.
“Rakha” Teriak Alysa melihat Rakha membogem laki-laki yang tengah berbicara pada nya itu.
Alysa segera menghampiri laki-laki yang tadi berbicara padanya itu yang tengah tersungkur ketanah.
“Kak Rey gak papa?” Alysa membantu kakak nya itu, ya laki-laki Reyhan Abigail Afsheen kakak dari Alysa Evelyn Afsheen, Reyhan selama 2 bulan ini memang tidak tinggal bersama Alysa laki-laki itu tengah melanjutkan kuliah nya di Australia.
“Kamu apa-apan sih?” Bentak Alysa kesal.
“Kamu yang apa-apaan, kamu itu pacar aku ngapain kamu pelukan sama cowok lain? “ Bentak Rakha yang sudah tidak dapat membendung amarahnya lagi, kenangan masa lalu nya membuatnya sangat posesif terhadap Alysa, rasa takut kehilangan mendominasi hati.
__ADS_1
Alysa mendengus mendengar jawaban Rakha, Alysa lupa betapa posesif nya laki-laki itu dan Rakha juga belum pernah bertemu kakaknya jadi wajar Rakha bersikap begitu.
Reyhan hanya tersenyum melihat kekasih adik nya itu, tak menyangka jika adiknya sudah melupakan masa lalunya dan kini sudah memiliki kekasih yang sangat posesif Reyhan senang mengetahui betapa kekasih adiknya itu begitu menyayangi adiknya.
“Kamu salah paham Rakha, Dia itu Kak Reyhan kakak aku” Alysa memperkenalkan kakak nya pada Rakha. Mata Rakha melotot mendengar ucapan Alysa, tidak menyangka jika yang dipukul nya adalah calon kakak ipar nya. Kedua sahabat Rakha menahan tawanya melihat ekspresi Rakha yang terkejut.
“Gue anggep tadi itu sebagai salam perkenalan, kenalin gue Reyhan kakak nya Alysa” Reyhan tersenyum sambil mengulurkan tangannya pada Rakha yang dibalas uluran tangan Rakha.
“Rakha, pacarnya Alysa. Hmm bang sorry ya” Kata Rakha yang berusaha menghilangkan rasa gugupnya, Reyhan hanya membalasnya dengan senyuman dan anggukan.
“Udah kan kenalannya, jadi sekarang aku mau pulang. Ayo kak” Alysa segera menarik tangan Reyhan untuk segera memasuki mobilnya.
“Duluan bro” Ujap Reyhan dan segera melajukan mobilnya meninggalkan Rakha dan kedua sahabatnya.
Rakha menatap nanar mobil itu, rasa bersalah bergelanyar dihatinya. Ia takut Alysa marah kepadanya sungguh Rakha tidak bisa membayangkan bagaimana jika Alysa marah kepadanya.
“Aaarrrrgggg” Geram Rakha sambil mengacak rambut nya frustasi.
“Sabar bro, bentar lo kerumahnya aja” Saran Gian sambil menepuk pundak Rakha untuk menenangkan.
Alysa menatap air didepannya dengan malas, kini Alysa tengah berada di kolam renang yang berada dibelakang rumahnya. Pikirannya melayang pada kejadian tadi siang, tepatnya pada laki-laki yang membuat mood nya sangat hancur kali ini. Apa Rakha sangat menyayanginya hingga laki-laki itu sangat posesif pada nya? Atau ada alasan lain mengapa laki-laki itu sangat posesif kepada nya? Jika ada apa alasan itu?. Alysa mendengus mengingat laki-laki yang kini berstatus kekasihnya itu.
“Ngelamun aja” Suara itu membuyarkan lamunan Alysa, Alysa menatap Reyhan laki-laki itu kini sudah duduk di sebelahnya sambil merangkul pundak adiknya itu.
“Lagi mikirin apa hmm?” Tanya Reyhan menatap Alysa yang kini sudah menyandarkan kepalanya pada dada Reyhan. Alysa menggeleng pelan, sangat pelan tapi Reyhan bisa merasakannya karena Alysa yang berada di dada Alysa.
“Jadi ceritanya lo udah move on nih?” Tanya Reyhan lagi membuka pembicaraan setelah terdiam beberapa saat.
“Hmm seenggak nya udah ada orang lain sekarang di hati gue, dan gue udah mulai ngelupain dia. Setidak nya sekarang saat gue gak liat dia, gak tau deh nanti kalo ketemu gimana” Ujar Alysa ragu, hal yang ia takutkan adalah saat semua sudah mulai membaik dan masa lalu nya akan kembali merusak semua nya, itu yang ditakutkan Alysa.
“Lo harus bisa melawan perasaan lo seandainya dia dateng dan perasaan lo masih sama dia, inget lo udah punya Rakha laki-laki yang sangat sayang sama lo” Ujar Reyhan menasehati. Alysa mengangguk mengerti kakaknya benar jika seandainya rasa itu masih ada saat pemiliknya kembali maka Alysa harus bisa meyakinkan hatinya bahwa ia hanya milik Rakha, laki-laki yang dengan sabarnya selalu ada untuk Alysa.
“Masuk yuk, udah malem ngapain main air? Nanti sakit” Ujar Reyhan. Reyhan terlebih dulu bangun setelahnya Reyhan membantu Alysa bangun dari duduknya dan berjalan beriringan memasuki rumah mereka.
__ADS_1
Saat sampai di ruang keluarga pandangan Alysa jatuh pada laki-laki yang kini tengah duduk di sofa sambil mengobrol bersama Mama nya. Laki-laki itu, laki-laki yang sama yang sedari tadi memenuhi pikirannya. Rakha ya dia adalah Rakha, laki-laki yang kini tengah menatapnya dengan senyuman hangat nya.
“Kamu ini dari tadi Mama panggil juga” Kata Karin menatap anak gadisnya itu kesal.
“Maaf ma, gak denger” Ujar Alysa sambil berjalan kearah Mama nya dan Rakha, Reyhan yang berada disamping Alysa juga ikut berjalan menghampiri Rakha dan Mamanya.
“Kamu ngapain ke sini?” Tanya Alysa ketus, Rakha mendengus mendengar nada bicara Alysa. Mama nya yang mengerti bahwa mereka sedang ada masalah dan perlu ruang untuk menyelesaikan masalah mereka segera berdiri dan berpamitan.
“Mama ke kamar dulu ya” Pamit Karin yang mendapat anggukan dari Rakha dan Alysa.
“Kamu ngapain di situ? Mau jadi setan? “ Tanya Karin saat melihat Reyhan yang masih duduk di posisinya dengan nyaman. Merasa bahwa yang dimaksud Mamanya adalah dirinya dengan wajah cemberut nya Reyhan berdiri dari posisinya.
“Mama jahat ih masa anak sendiri di bilang setan” Ujar Reyhan tak terima.
“Udah gak usah banyak bacot pergi sana” Usir Karin. Rakha menatap Mama dan anak itu sambil terkekeh melihat kelucuan keduanya.
“Gue keatas dulu ya bro” Ujar Reyhan yang setelahnya pergi dari hadapan Rakha dan Alysa. Kini Rakha menatap Alysa yang sedang duduk di depannya dengan tatapan sedih.
“Yang maafin aku ya, aku gak tau kalo Bang Reyhan kakak kamu” Ujar Rakha dengan nada nya yang penuh penyesalan.
“Sayang, please aku minta maaf” Rakha menghampiri Alysa dan duduk di samping gadis nya itu, kebetulan Alysa duduk di sofa panjang.
“Aku kayak gini karena aku sayang sama kamu, aku gak mau kehilangan kamu Lys. Aku gak mau kehilangan untuk kedua kalinya” Ada kesedihan dalam nada suara Rakha, Alysa dapat menangkap dengan jelas bahwa ada kesedihan yang terselip pada ucapannya itu. Tunggu apa katanya tadi? Kehilangan untuk kedua kali nya? Apa Rakha pernah kehilangan orang yang dia sayang? Pemikiran itu terus saja berkecamuk ingin rasanya Alysa menanyakan itu semua tapi Alysa saat ini dalam mode marah.
“Sayang aku mohon jangan gini, aku tau aku salah. Maaf ya please” Ujar Rakha. Alysa mendengus kemudian ia menatap Rakha lama setelahnya gadis itu mengangguk membuat senyuman menghiasi wajah Rakha.
“Makasih sayang” Rakha memeluk Alysa erat, mencium puncak kepala gadisnya lama.
“Rakha kamu bilang kamu gak mau kehilangan untuk kedua kalianya maksud kamu apa?” Tanya Alysa, Rakha menatap Alysa lama. Rakha bingung harus kah ia menceritakan tentang masa lalunya sekarang pada Alysa? Namun akhirnya ia menarik nafas mengumpulkan semua tenaganya untuk mengenang kembali masa lalu yang ia kubur dalam-dalam. Rakha merasa harus menceritakan semua nya pada Alysa, lambat laun Alysa memang harus mengetahui semuanya entah itu sekarang atau besok Alysa pasti akan tau jadi Rakha memutuskan untuk memberi tahu Alysa semuanya hari ini.
*****
Hai Bagaimana Sama Part Ini?
__ADS_1
Maaf Ya Kalau Banyak Typo Dan Feel Kurang Dapet. Jangan Lupa Buat Follow, Rate, Dan Koment Ya 😍