My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
Nueve


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 2.30 dini


hari tapi Alysa masih belum bisa memejamkan matanya, rasa cemas terus


menggelanyuti hati nya perasaan takut kehilangan sosok yang ia sayangi untuk


kedua kalinya masih ia rasakan hingga membuatnya enggan untuk memejamkan


matanya seolah jika ia memejamkan matanya ia akan kehilangan sosok itu.


Alysa mengingat saat Rakha


meyakinkannya namun juga membuatnya cemas saat mereka berada di rumah Rakha


kemarin siang.


Flashback on


“Kamu mikirin apa sih yang?” Tanya


Rakha yang mulai jengah dengan sikap Alysa yang masih saja diam saat mereka


sampai di rumah Rakha yang hanya terdapat pembantu, supir dan satpam yang


berjaga di depan.


“Eliza masalalu kamu kan?” Alysa


menatap Rakha dengan wajah seriusnya, Rakha menegang saat Alysa menanyakan hal


itu pada nya. Pertanyaan dari mana Alysa tau mengenai hal itu tidak terlalu


membuatnya pusing tapi pertanyaan bagaimana cara menenangkan Alysa yang


membuatnya pusing mengingat Alysa tipikel orang pemikir keras.


“Iya, dia cewek yang pernah aku


ceritain ke kamu” Rakha menatap Alysa dalam kini gadis itu sudah menangis


mendengar perkataan Rakha.


“Hey jangan nangis yang” Rakha


membawa Alysa dalam pelukannya menenangkan gadisnya itu.


“Aku takut kamu akan kembali lagi


sama dia” Ucap Alysa yang masih sesenggukan.


“Gak akan sayang, aku sayang banget


sama kamu kita udah tunangan aku gak mungkin ninggalin kamu demi dia yang udah


ninggalin aku dan buat aku hancur” Rakha mengelus puncak kepala Alysa yang


berada di dadanya gadis itu masih belum mau melepaskan pelukannya dari Rakha.


“Tapi kamu masih sayangkan sama


Eliza?” Alysa mendongakkan wajahnya menatap Rakha yang juga tengah melihatnya.


“Jujur masih ada sedikit, tapi itu


cuman sedikit yang banget yang karena seluruhnya hati aku Cuma buat kamu. Jadi


aku mohon jangan pernah tinggalin Aku” Rakha mengeratkan pelukannya pada Alysa


yang juga dibalas pelukan yang sangat erat oleh Alysa. Alysa mengerti jika masih


ada sedikit rasa untuk Eliza dan Alysa tidak akan marah akan hal itu karena iya


juga masih memiliki sedikit rasa untuk Jerry dan dengan mereka terus bersama


Eliza akan terus memperjuangkan hati mereka agar sepenuhnya menjadi pemilik


hati masing-masing dari mereka hati Alysa yang sepenuhnya untuk Rakha dan hati


Rakha yang sepenuhnya untuk Alysa. Alysa akan memperjuangkan itu dan tak akan


melepaskan tunangannya itu kini itu janjinya pada hatinya yang sudah mau


berjuang bersamanya untuk tak melepas sang kekasih.


“Aku gak akan melepas kamu Rakha,

__ADS_1


sampai kapannya kecuali hati ini sendiri yang sudah lelah untuk berjuang


bersama” Ucap Alysa yang masih menangis dalam pelukan Rakha.


“Aku gak akan membiarkan hati ini


lelah sayang” Rakha mencium puncak kepala Alysa lalu membawa gadisnya itu


kembali dalam dekapannya.


Flashback off


Alysa membasuh wajahnya, matanya


sudah sembab karena terus menangis tapi mulai sekarang iya sudah bertekat untuk


kuat dan terus berjuang bersama sang kekasih.


Setelah membasuh wajahnya Alysa mulai


menuju kasurnya dan memejamkan matanya. Tak beberapa lama Alysa mulai menyelam


dalam alam mimpi.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Rakha menghembuskan nafasnya kasar


saat melihat sang kekasih dengan wajah yang menurutnya menyeramkan. Mata sembab


dengan lingkar mata yang hitam akibat menangis dan kurang tidur rambut yang


acak-acakan. Wajah yang biasanya fresh dengan make up tipis kini putih naturan


tampan make up sedikitpun.


“Kamu nangis lagi yah?” Tanya Rakha


menatap kekasihnya itu. Alysa hanya diam menghiraukan ucapan Rakha.


“Yang jangan kayak gini dong kemarin


kan udah gak sedih lagi” Rakha menggenggam tangan Alysa. Alysa tersenyum manis


“Enggak lagi kok, ini tuh kemarin aku


nonton drakor sampek malem terus ceritanya sedih banget” Alibi Alysa tapi


ucapan Alysa tak ada salahnya juga kan? Dia memang sedang menyaksikan drama


yang sangat menyedihkan ahh tidak buka menyaksikan tapi memainkan drama yang


sangat menyedihkan.


“Jangan terlalu malam kalau tidur


yang” Rakha menepuk puncak kepala Alysa yang dibalas anggukan oleh gadis itu.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Rakha tak langsung mengantar Alysa ke


kelas nya seperti hari-hari sebelumnya. Rakha membawa Alysa ke kantin karena


gadis itu belum sarapan.


“Nih makan dulu” Rakha menyodorkan


nasi goreng dan gelas teh hangat pada Alysa yang dibalas senyuman gadis itu.


Alysa memakan makanannya dengan semangat. Rakha memperhatikan gadisnya dengan


dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajah tampan nya itu.


Tak beberapa lama Alysa sudah selesai


dengan makannya. Rakha merangkul pinggang Alysa posesif membawa gadisnya itu ke


kelas Alysa. Semua tatapan mata mengarah pada mereka dan Alysa mulai terbiasa


dengan hal itu.


“Belajar yang Rajin ya, biar


anak-anak kita juga pinter “ Rakha terkekeh melihat raut wajah gadisnya itu.

__ADS_1


“Sekolah dulu baru mikirin anak”


Alysa mencubit perut Rakha membuat sang empunya meringis akibat cubitan Alysa.


“Iya sayang” Rakha tersenyum hangat


pada Alysa yang dibalas senyuman manis Alysa.


“Udah sana ke kelas kamu bentar lagi


udah mau masuk” Alysa mengusir Rakha dengan mendorong laki-laki itu.


“Iya, aku pergi dulu ya nanti aku


jemput ke kantin ya. Belajar yang bener ya sayang” Rakha mencium puncak kepala


Alysa. Alysa menundukkan kepala malu pipinya sudah bersemu merah akibat ulah


Rakha yang menciumnya di tempat umum. Meskipun hal itu selalu Rakha lakukan


tapi Alysa masih saja malu dengan hal itu.


“Hati-hati sayang” Ucap Alysa yang


pipinya sudah bersemu merah ini pertama kalinya Alysa memanggil Rakha dengan


sebutan Sayang. Bahkan kini laki-laki itu sudah kembali dan berdiri di hadapan


Alysa.


“Kamu tadi manggil aku apa?” Tanya


Rakha dengan senyuman menggodanya.


“Gak ada, emang tadi aku manggil kamu


apa?” Tanya Alysa dengan polosnya. Rakha mencium bibir Alysa sebentar membuat


gadis itu memelototkan matanya.


“Ihhh Rakha kamu apaan sih?” Kesal


Alysa sambil memukuli Rakha yang hanya terkekeh melihat tingkah kekasihnya itu.


“Mangkanya cepet bilang kamu tadi


manggil aku apa?” Tanya Rakha menggoda kekasihnya itu, ia sangat ingin Alysa


mengucapkannya lagi.


“Sayang” Kesal Alysa akhirnya, Rakha


membawa Alysa dalam pelukan nya lalu mencium puncak kepala Alysa.


“Ihhh jadi makin sayang deh” Rakha


mencubit kedua pipi Alysa lalu segera pergi dari sana sebelum mendapat amukan


Alysa lagi.


Alysa memasuki kelas nya dengan


perasaan dongkol lalu berjalan menuju ketiga sahabatnya.


“Cieee yang abis mesra – mesraan sama


tunangan kesayangan” Goda Lia yang membuat pipi Alysa merona.


“Apaan sih lo” Kesal Alysa lalu


menelungkupkan wajahnya dimeja.


Tanpa


mereka ketahui ada hati yang tersakiti, ada jiwa yang terbunuh, ada rasa yang


hancur saat melihat dan mendengar semua yang terjadi pada kekasihnya itu.


Kekasihnya? Bahkan Rakha kini sudah memiliki tunangan, laki-laki itu juga sudah


tak menganggapnya lagi. Namun Eliza gadis yang sedari tadi memperhatikan


semuanya mulai bertekat untuk mendapatkan Rakha kembali bagaimanapun caranya ia


harus mendapatkan kekasihnya itu kembali.

__ADS_1


__ADS_2