
Jam sudah menunjukkan pukul 2.30 dini
hari tapi Alysa masih belum bisa memejamkan matanya, rasa cemas terus
menggelanyuti hati nya perasaan takut kehilangan sosok yang ia sayangi untuk
kedua kalinya masih ia rasakan hingga membuatnya enggan untuk memejamkan
matanya seolah jika ia memejamkan matanya ia akan kehilangan sosok itu.
Alysa mengingat saat Rakha
meyakinkannya namun juga membuatnya cemas saat mereka berada di rumah Rakha
kemarin siang.
Flashback on
“Kamu mikirin apa sih yang?” Tanya
Rakha yang mulai jengah dengan sikap Alysa yang masih saja diam saat mereka
sampai di rumah Rakha yang hanya terdapat pembantu, supir dan satpam yang
berjaga di depan.
“Eliza masalalu kamu kan?” Alysa
menatap Rakha dengan wajah seriusnya, Rakha menegang saat Alysa menanyakan hal
itu pada nya. Pertanyaan dari mana Alysa tau mengenai hal itu tidak terlalu
membuatnya pusing tapi pertanyaan bagaimana cara menenangkan Alysa yang
membuatnya pusing mengingat Alysa tipikel orang pemikir keras.
“Iya, dia cewek yang pernah aku
ceritain ke kamu” Rakha menatap Alysa dalam kini gadis itu sudah menangis
mendengar perkataan Rakha.
“Hey jangan nangis yang” Rakha
membawa Alysa dalam pelukannya menenangkan gadisnya itu.
“Aku takut kamu akan kembali lagi
sama dia” Ucap Alysa yang masih sesenggukan.
“Gak akan sayang, aku sayang banget
sama kamu kita udah tunangan aku gak mungkin ninggalin kamu demi dia yang udah
ninggalin aku dan buat aku hancur” Rakha mengelus puncak kepala Alysa yang
berada di dadanya gadis itu masih belum mau melepaskan pelukannya dari Rakha.
“Tapi kamu masih sayangkan sama
Eliza?” Alysa mendongakkan wajahnya menatap Rakha yang juga tengah melihatnya.
“Jujur masih ada sedikit, tapi itu
cuman sedikit yang banget yang karena seluruhnya hati aku Cuma buat kamu. Jadi
aku mohon jangan pernah tinggalin Aku” Rakha mengeratkan pelukannya pada Alysa
yang juga dibalas pelukan yang sangat erat oleh Alysa. Alysa mengerti jika masih
ada sedikit rasa untuk Eliza dan Alysa tidak akan marah akan hal itu karena iya
juga masih memiliki sedikit rasa untuk Jerry dan dengan mereka terus bersama
Eliza akan terus memperjuangkan hati mereka agar sepenuhnya menjadi pemilik
hati masing-masing dari mereka hati Alysa yang sepenuhnya untuk Rakha dan hati
Rakha yang sepenuhnya untuk Alysa. Alysa akan memperjuangkan itu dan tak akan
melepaskan tunangannya itu kini itu janjinya pada hatinya yang sudah mau
berjuang bersamanya untuk tak melepas sang kekasih.
“Aku gak akan melepas kamu Rakha,
__ADS_1
sampai kapannya kecuali hati ini sendiri yang sudah lelah untuk berjuang
bersama” Ucap Alysa yang masih menangis dalam pelukan Rakha.
“Aku gak akan membiarkan hati ini
lelah sayang” Rakha mencium puncak kepala Alysa lalu membawa gadisnya itu
kembali dalam dekapannya.
Flashback off
Alysa membasuh wajahnya, matanya
sudah sembab karena terus menangis tapi mulai sekarang iya sudah bertekat untuk
kuat dan terus berjuang bersama sang kekasih.
Setelah membasuh wajahnya Alysa mulai
menuju kasurnya dan memejamkan matanya. Tak beberapa lama Alysa mulai menyelam
dalam alam mimpi.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Rakha menghembuskan nafasnya kasar
saat melihat sang kekasih dengan wajah yang menurutnya menyeramkan. Mata sembab
dengan lingkar mata yang hitam akibat menangis dan kurang tidur rambut yang
acak-acakan. Wajah yang biasanya fresh dengan make up tipis kini putih naturan
tampan make up sedikitpun.
“Kamu nangis lagi yah?” Tanya Rakha
menatap kekasihnya itu. Alysa hanya diam menghiraukan ucapan Rakha.
“Yang jangan kayak gini dong kemarin
kan udah gak sedih lagi” Rakha menggenggam tangan Alysa. Alysa tersenyum manis
“Enggak lagi kok, ini tuh kemarin aku
nonton drakor sampek malem terus ceritanya sedih banget” Alibi Alysa tapi
ucapan Alysa tak ada salahnya juga kan? Dia memang sedang menyaksikan drama
yang sangat menyedihkan ahh tidak buka menyaksikan tapi memainkan drama yang
sangat menyedihkan.
“Jangan terlalu malam kalau tidur
yang” Rakha menepuk puncak kepala Alysa yang dibalas anggukan oleh gadis itu.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Rakha tak langsung mengantar Alysa ke
kelas nya seperti hari-hari sebelumnya. Rakha membawa Alysa ke kantin karena
gadis itu belum sarapan.
“Nih makan dulu” Rakha menyodorkan
nasi goreng dan gelas teh hangat pada Alysa yang dibalas senyuman gadis itu.
Alysa memakan makanannya dengan semangat. Rakha memperhatikan gadisnya dengan
dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajah tampan nya itu.
Tak beberapa lama Alysa sudah selesai
dengan makannya. Rakha merangkul pinggang Alysa posesif membawa gadisnya itu ke
kelas Alysa. Semua tatapan mata mengarah pada mereka dan Alysa mulai terbiasa
dengan hal itu.
“Belajar yang Rajin ya, biar
anak-anak kita juga pinter “ Rakha terkekeh melihat raut wajah gadisnya itu.
__ADS_1
“Sekolah dulu baru mikirin anak”
Alysa mencubit perut Rakha membuat sang empunya meringis akibat cubitan Alysa.
“Iya sayang” Rakha tersenyum hangat
pada Alysa yang dibalas senyuman manis Alysa.
“Udah sana ke kelas kamu bentar lagi
udah mau masuk” Alysa mengusir Rakha dengan mendorong laki-laki itu.
“Iya, aku pergi dulu ya nanti aku
jemput ke kantin ya. Belajar yang bener ya sayang” Rakha mencium puncak kepala
Alysa. Alysa menundukkan kepala malu pipinya sudah bersemu merah akibat ulah
Rakha yang menciumnya di tempat umum. Meskipun hal itu selalu Rakha lakukan
tapi Alysa masih saja malu dengan hal itu.
“Hati-hati sayang” Ucap Alysa yang
pipinya sudah bersemu merah ini pertama kalinya Alysa memanggil Rakha dengan
sebutan Sayang. Bahkan kini laki-laki itu sudah kembali dan berdiri di hadapan
Alysa.
“Kamu tadi manggil aku apa?” Tanya
Rakha dengan senyuman menggodanya.
“Gak ada, emang tadi aku manggil kamu
apa?” Tanya Alysa dengan polosnya. Rakha mencium bibir Alysa sebentar membuat
gadis itu memelototkan matanya.
“Ihhh Rakha kamu apaan sih?” Kesal
Alysa sambil memukuli Rakha yang hanya terkekeh melihat tingkah kekasihnya itu.
“Mangkanya cepet bilang kamu tadi
manggil aku apa?” Tanya Rakha menggoda kekasihnya itu, ia sangat ingin Alysa
mengucapkannya lagi.
“Sayang” Kesal Alysa akhirnya, Rakha
membawa Alysa dalam pelukan nya lalu mencium puncak kepala Alysa.
“Ihhh jadi makin sayang deh” Rakha
mencubit kedua pipi Alysa lalu segera pergi dari sana sebelum mendapat amukan
Alysa lagi.
Alysa memasuki kelas nya dengan
perasaan dongkol lalu berjalan menuju ketiga sahabatnya.
“Cieee yang abis mesra – mesraan sama
tunangan kesayangan” Goda Lia yang membuat pipi Alysa merona.
“Apaan sih lo” Kesal Alysa lalu
menelungkupkan wajahnya dimeja.
Tanpa
mereka ketahui ada hati yang tersakiti, ada jiwa yang terbunuh, ada rasa yang
hancur saat melihat dan mendengar semua yang terjadi pada kekasihnya itu.
Kekasihnya? Bahkan Rakha kini sudah memiliki tunangan, laki-laki itu juga sudah
tak menganggapnya lagi. Namun Eliza gadis yang sedari tadi memperhatikan
semuanya mulai bertekat untuk mendapatkan Rakha kembali bagaimanapun caranya ia
harus mendapatkan kekasihnya itu kembali.
__ADS_1