My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
uno


__ADS_3

Alysa menatap dirinya sekali lagi di cermin besar yang berada di kamarnya, Dress berwarna abu-abu selutut dengan hiasan kupu-kupu berwarna senada namun lebih terang menghiasi tubuh cantik Alysa ditambah High heels berwarna senada dan rambut yang di kepang dengan cantik. Alysa benar-benar cantik bak tuan putri.


Alysa menarik nafasnya menetralkan detak jantung nya yang mulai tadi sudah tidak berdetak secara normal, bahkan kini Alysa sudah keringat dingin. Bukan karena Alysa sakit tapi karena sebentar lagi Alysa akan segera bertunangan dengan Rakha setelah pagi tadi Orang tua Rakha menemui orang tuanya dan tentu saja orang tua Alysa setuju jika anaknya mendapat pasangan sebaik Rakha.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat detak jantung Alysa berdetak tak karuan. Alysa membuka pintu kamarnya yang sengaja ia kunci. Terlihat Mama nya dengan senyuman hangat nya Menghampiri Alysa.


"Ayo sayang kita turun, keluarga Rakha udah datang" Ucap Karin dengan menggandeng anak gadis nya menuju ruang keluarga yang kini sudah berada keluarga Rakha dan keluarga Alysa. Tidak banyak yang datang hanya Orang tua Rakha, Adik Rakha, Nenek dan Kakek Rakha serta keluarga Alysa sendiri yang hanya di hadiri orang rumah. Mereka memang tak banyak mengundang yang lain atas keinginan Alysa yang tak ingin terlalu acara yang mewah dan megah mengingat mereka masih SMA.


"Wah Calon cucu kakek cantik sekali ya" Suara Ridwan mengalihkan tatapan semua yang berada di sana pada Alysa yang baru saja menuruni tangga bersama Mamanya.


Rakha menatap Alysa tanpa berkedip bahkan Rakha enggan mengalihkan tatapannya pada Alysa yang terlihat sangat cantik.


"Udah kali Kha ngeliatinnya sampek gak kedip gitu" Gurau Rey yang melihat Rakha tak mengalihkan tatapannya sama sekali dari adik nya.


"Tau nih Kak Rakha " Amanta terkekeh geli melihat Kakaknya sedangkan yang lainnya hanya tertawa melihat tingkah laku pemuda itu. Alysa hanya menundukkan kepalanya malu.


Alysa duduk di samping Rakha masih dengan menunduk berusaha menetralkan detak jantung nya.


Rakha menggenggam tangan Alysa menyalurkan ketenangan pada kekasihnya itu.


"Baik kalau gitu bagaimana kalau langsung saja kita mulai acara nya" Ucap Ridwan sebagai yang paling tua dari mereka.


Briyan berdehem sebentar.


"Baik, jadi begini maksud dan kedatangan kami kesini untuk melamar putri anda Alysa untuk anak kami Rakha" Ucap Briyan dengan sekali tarikan nafas. Aq


"Kalau Alysa setuju kami juga setuju" Andi tersenyum menatap calon besannya.

__ADS_1


Renata mengeluarkan sepasang cincin pertunangan dengan berlian ditengah cincin itu.


"Ayo Rakha pakaikan ini untuk Alysa" Ucap Renata yang mendapat anggukan dari Rakha. Rakha mengambil cincin itu lalu memakaikannya pada Alysa, setelah Rakha memakaikan cincin nya pada Rakha kini giliran Alysa yang memakaikannya pada Rakha.


"Kalau begitu mari kita makan dulu" Ucap Karin lalu berdiri menuju ruang makan yang diikuti oleh yang lainnya. Alysa dan Rakha mesih saja bergandengan hingga mereka menuju ruang makan membuat yang melihatnya hanya menggeleng.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Alysa menatap jari manisnya yang kini telah tersemat kan cincin dengan berlian yang cantik. Alysa tersenyum menatap cincin pertunangannya dengan Rakha, kini setatus nya dengan Rakha bukan lagi pacaran namun lebih kejenjang yang lebih serius yaitu pertunangan, Alysa sudah berjanji dalam diri nya bahwa ia tak ingin mempermainkan hubungan yang sudah seserius ini.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu menyadarkan Alysa dari lamunannya.


"Masuk aja gak dikunci" Ucap Alysa yang masih merebahkan tubuhnya di kasur kesayangannya.


"Pandangin aja tuh cincin biar tipis noh cincin nya" Cibir Rey sambil tertawa dan duduk di samping Alysa.


"Ih kak Rey apa sih" Alysa tersenyum malu menatap Rey yang terus menggodanya saat keluarga Rakha pulang bahkan kini kakaknya itu masih saja terus menggodanya.


"Udah move on dong ya sama Dia kan udah tunangan" Rey terkekeh menggoda Alysa tentang masa lalunya yang justru membuat Alysa terdiam. Alysa menggigit bibir bawahnya, Alysa ingin menceritakan semua pada kakaknya itu namun ia bingung harus memulainya dari mana.


"Hmm Kak Rey" Panggil Alysa pada Rey yang kini sudah ikut berbaring di sampingnya.


"Iya, kenapa?" Tanya Rey menatap Alysa dengan senyum nya.


"Jerry... Hmmm Jerry" Gugup Alysa yang merasa bingung.


"Dia kenapa?" Tanya Rey serius sambil melihat kearah Alysa dengan kerutan di dahinya

__ADS_1


"Aku ketemu Jerry, dia udah jelasin semua nya sama aku kenapa dia pergi ninggalin aku" Ucap Alysa pada akhirnya. Rey sontak menegakkan duduk nya dan menatap Alysa yang kini juga sudah duduk disamping nya.


"Dan kamu percaya? " Tanya Rey dengan senyuman mirisnya.


"Iya, aku percaya. Dan aku rasa setelah aku sering ketemu sama dia.... " Ucapan Alysa terpotong oleh pertanyaan Rey yang mampu membuat Alysa kembali gugup.


"Sering? " Tanya Rey tak percaya karena setaunya Alysa selalu bersama Rakha lalu bagaimana gadis itu bisa sering bertemu dengan Jerry? Laki-laki yang sudah membuat adik kesayangannya sering cemberut sebelum bertemu Rakha.


Alysa hanya mengangguk menjawab pertanyaan Rey. Rey mendengus mendengar nya betapa gampannya adik nya itu memafkan laki-laki yang sudah menyakitinya.


"Jangan bilang lo masih ada rasa sama dia" Rey memicingkan matanya curiga.


"Gue gak tau, saat gue ada di deket dia gue rasa gue masih suka sama dia meskipun itu dikit banget" Alysa mendengus lalu merebahkan tubuhnya lagi.


"Inget Lys lo udah tunangan sama Rakha, Dia udah baik banget sama lo, dia sayang banget sama lo jadi gue mohon jangan salah ambil jalan" Ucap Rey menasihati.


"Gue tau, mangkanya gue Terima lamaran Rakha karena gue sayang banget sama dia" Ucap Alysa. Rey sebagai kakak hanya bisa menasehati tentang jalan yang di pilih Alysa nantinya itu kembali pada Alysa nya sendiri karena semua ini Alysa yang menjalaninya. Rey berharap Alysa mengambil jalan yang tepat, Rey tak ingin Alysa kembali merasakan sakit hati. Sudah cukup Hari kemarin ia melihat adik nya berubah karena seseorang, adik nya yang ceria berubah cuek, adik nya yang cerewet menjadi tak banyak bicara.


"Ya udah kakak pergi dulu, kamu tidur udah malam" Rey mengelus sayang puncak kepala Alysa lalu menciumnya.


Alysa menatap pintu kamarnya yang baru saja ditutup ucapan Rey benar-benar menghantui Alysa meskipun Alysa kini sudah memilih Rakha tapi tetap saja saat mendengar ucapan Rey hati Alysa menjadi gusar.


Alysa menarik selimutnya sebatas dada lalu memejamkan matanya, berusaha masuk ke alam mimpi. Melupakan sejenak segala hal yang kini mengganggu pikirannya. Tak beberapa lama Alysa mulai terlelap memasuki Alam mimpi nya.


******


Hai Bagaimana Sama Part Ini?


Maaf Ya Kalau Banyak Typo Dan Feel Kurang Dapet. Jangan Lupa Buat Follow, Rate, Dan Koment Ya 😍

__ADS_1


__ADS_2