
Cuatro
Alysa mendengus kesal menatap sahabatnya yang kini sudah duduk di kasur Alysa sambil memperhatikan kegiatan yang Alysa lakukan.
“Lo pada kenapa sih? Matanya minta di colok ya” Ucap Alysa yang mulai jangan dengan tingkah laku ketiga sahabatnya.
“Lo utang penjelasan sama kita” Ucap Retta tajam. Alysa duduk didepan temannya membuat lingkaran lalu mendengus kesal.
“Tentang Jerry?” Tanya Alysa yang dijawab anggukan dari ketiga sahabat nya.
“Dia mantan pacar gue” Alysa mengambil ponselnya melihat apakan ada pesan masuk atau tidak namun hasil nya nihil tak ada pesan ataupun panggilan masuk dari Rakha mulai pagi tadi, hari ini mereka sedang libur sekolah jadi lah ketiga sahabat Alysa menemuinya hari ini.
“Kenapa putus? “ Tanya Lia yang semakin kepo.
“Alasan gue pindah ke Indonesia itu Jerry, dia ninggalin gue tanpa kabar selama 2 tahunan jadi gue nyusul dia ke Indonesia........ “ Dan cerita Alysa terus mengalir menceritakan bagaimana ia dan Jerry bisa putus hingga ia bertemu Rakha dan bertemu Jerry kembali, tentu saja tidak dengan alasan mengapa Jerry meninggalkan nya karena Jerry yang meminta untuk tidak menceritakannya pada siapapun.
Setengah Jam Alysa menceritakan semuanya di tambah dengan berbagai pertanyaan dan kehebohan para sahabatnya. Tanpa terasa kini sudah pukul 01.00 dan kini mereka sudah menonton Drama Korea yang berada di laptop Alysa.
“Eh sialan tuh orang laki gue ditembak, gue giles tau rasa lo ya” Ucap Alysa saat melihat adegan dalam drama salah satu aktor yang bermain adalah salah satu member dari EXO dan cowok yang ditembak itu merupakan idola Alysa, Alysa terus saja mengumpat kesal sampai ia tak menyadari pintu kamarnya yang di buka.
“Mulutnya kalau ngomong gak pakek bismillah” Ucap laki-laki yang kini berada di depan Alysa.
“Loh Rakha kapan dateng? “ Tanya Alysa dan segera bangun dari acara berbaring nya.
“Baru” Ucap Rakha singkat.
“Bentar ya guys gue kebawah dulu” Ucap Alysa lalu membawa Rakha ke ruang tamu.
Saat sampai di ruang tamu Alysa duduk di
Samping Rakha sambil mengerutkan keningnya melihat luka sobek yang berada di ujung bibirnya.
“Ini kenapa?” Tanya Alysa sambil memencet luka itu membuat Rakha meringis.
“Sakit yang” Rengek Rakha pada Alysa yang menatap nya tajam. Alysa berlalu dari hadapan Rakha menuju dapur mengambil kotak P3K dan air hangat untuk mengobati luka kekasihnya itu.
Alysa kembali duduk di samping Rakha dan mulai mengobati luka Rakha, sesekali Rakha meringis.
“Lagian ini kenapa sih? Pasti berantem kan” Ucap Alysa memicingkan matanya penuh selidik
“Namanya juga cowok yang” Rakha menjawab dengan cengiran nya. Alysa memutar matanya malas. Apa tidak bisa jika cowok menyelesaikan pertikaian tanpa kekerasan?
__ADS_1
“Nah udah, pulang sana “ Ucap Alysa senang setelah menyelesaikan tugas nya dan merapikan kembali semua yang digunakannya.
“Kok ngusir sih? Kan aku kangen sama kamu” Rengek Rakha sambil memeluk Alysa dari samping.
“Di atas ada sahabat aku Rakha kasian kan kalau aku tinggalin” Ucap Alysa sabar. Alysa mengelus punggung Rakha. Rakha melepasnya pelukannya lalu mencium bibir Alysa singkat.
“Ya udah aku pulang dulu, nanti malam aku kesini lagi” Rakha bangkit dari duduknya yang diikuti oleh Alysa.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
“Eh ***** kok gue sih” Teriak Lia frustasi. Jam kosong kali ini digunakan Lia cs untuk bermain DoD (Dare or Dare) berbeda dengan murid lainnya yang sudah menuju ke kantin untuk mengisi perut mereka. Guru SMA HB sedang mengadakan rapat jadi semua mata pelajaran untuk jam ke 3 dan 4 di tiadakan.
“Bacot lo?” Retta dengan senyuman devil nya.
“Gak usah senyum-senyum lo ***, apaan nih tantangannya? “
“Emm lo sekarang samperin Steven terus tembak dia” Ucap Adrin sambil cekikikan sedangkan Lia sudah memelototkan matanya, yang benar saja Steven? Jika kalian fikir pemilik nama keren itu ganteng, keren dan sejenisnya kalian salah karena cowok itu termasuk cowok cupu dengan tompel di pipinya di tambah giginya yang maju dan kacamata besar yang bertengger di hidungnya, jangan lupakan kulit Steven yang hitam itu. Dan sekarang Lia harus menembaknya? Oh God yang benar saja?.
“Tai jahat banget sih lo pada “ Ucap Lia dengan bibirnya yang mengerucut kesal.
“Udah buruan deh gak usah bacot lo” Retta menahan tawanya melihat ekspresi sahabatnya itu.
“Steven” Panggil Lia saat sudah berada di hadapan Steven.
“Iya kenapa Lia?” Steven menatap Lia dengan senyum terbaiknya yang sebenarnya tidak ada baik-baik nya.
“Lo mau gak jadi pacar gue? “ Tanya Lia dengan muka kesalnya.
“Mau Lia mau, Steven mau kok jadi pacar Lia” Steven sangat bersemangat mendengar ucapan Lia namun setelahnya perkataan Lia mampu membuat Steven mendengus kesal.
“Tapi Lia gak mau jadi pacar Lo, udah ya bay” Lia pergi dari hadapan Steven yang masih menatap Lia dengan raut wajah kecewa disisi lain sahabat Lia sudah cekikikan melihat Lia dan Steven, untung saja kelas masih sepi jadi tak ada yang melihat kejadian tadi kecuali sahabat nya. Bisa malu tujuh turunan Lia jika banyak yang mengetahuinya.
“Puas lo pada” Kesal Lia saat sampai di hadapan sahabatnya yang masih saja mentertawakan nya.
“Ngakak asli” Alysa masih saja tertawa sambil memegangi perutnya yang mulai terasa sakit karena terlalu banyak tertawa.
“Udah deh lanjut aja” Lia memutar botol minuman yang tersisa sedikit itu. Dan botol berhenti pada Alysa membuat Tawa Lia pecah sedangkan Alysa sudah mengerucutkan bibirnya kesal.
“Mampus lo” Tawa Lia membalas tawa Alysa yang mentertawakan nya tadi.
“Diem lo” Kesal Alysa, Sahabatnya yang lain hanya menatapnya penuh minat untuk mengerjai Alysa.
__ADS_1
“Tantangannya lo harus nge prank Rakha, dengan lo mutusin Rakha demi cowok lain” Ucap Lia yang mendapat anggukan penuh minat dari Retta dan Adrin sedangkan Alysa menatap kesal kearah sahabatnya.
“Enggak, enggak Kalau Rakha ngamuk entar gimana? Lo tau sendiri Rakha kayak gimana” Ucap Alysa, Jangan lupakan Rakha yang posesif itu.
“Gak bakal, lagian mana berani dia marah sama elo. Udah deh buruan” Ucap Retta. Alysa bangun dari duduknya berjalan menghampiri Rakha yang kini berada di rooftop bersama sahabatnya yang lain sedangkan Retta, Adrin dan Lia sudah membuntuti Alysa di belakangnya.
“Gue deg degan anjir” Ucap Alysa saat mereka sudah sampai di depan rooftop.
“Kita bantu Doa dari sini” Ucap Retta sambil cekikikan.
“Gue ikut masuk dulu mau taruh kamera biar kita bisa nonton” Ucap Lia yang sudah membawa kameranya yang akan terhubung pada ponselnya.
Alysa memasuki rooftop dengan tangan yang mulai berkeringat, kedua sahabatnya sudah menunggunya di luar rooftop.
Perhatian 6 laki-laki kini sudah terpusat pada Alysa dan Lia yang berdiri di depan pintu.
“Kenapa yang?” Tanya Rakha yang juga menatap Alysa penuh tanya karena jika tidak penting tidak mungkin Alysa akan mau capek-capek naik ke lantai atas untuk menemuinya.
“Aku mau ngomong sesuatu sama kamu” Ucap Alysa, Alysa menggenggam rok nya dengan perasaan takut.
“Kita keluar dulu ya Kha” Ucap Sahabat Rakha dan mulai berjalan keluar diikuti
Lia yang sudah meletakkan kameranya tanpa diketahui Rakha.
“Lah ngapain lo pada ngumpul di sini?” Tanya Aldo saat melihat Lia sahabat Alysa berada didepan rooftop. Sedangkan yang ditanya hanya menyengir mendapat pertanyaan dari Aldo.
“Mau nonton” Ucap Retta sambil menunjukkan ponselnya yang sudah menampilkan Alysa dan Rakha yang kini saling terdiam.
“Lah mau ngapain lo?” Tanya Anji ikut menatap Ponsel Yang berada di genggaman Retta.
“Jadi Alysa ngeprank si Rakha minta putus” Lia terkekeh menjawab pertanyaan Anpqpji. Sedangkan kelima laki-laki dihadapan mereka menatap tak percaya ketiga cewek itu.
“Eh gila lo, Awas aja Ngamuk tuh bocah” Ucap Gian menggelengkan kepalanya.
“Udah lah gak papa ikut nonton aja seru nih kayaknya “ Josep ikut tertawa melihat ponsel itu yang kini menampilkan wajah frustasi Rakha sedangkan Alysa hanya menundukkan kepala nya takut.
****
Jangan lupa Vote dan koment ya
rate nya juga
__ADS_1