
Hari minggu kali ini tak seperti hari minggu sebelumnya. Alysa hanya bergulat pada selimutnya, tak biasanya Rakha tidak datang dan mengajaknya jalan seperti hari libur lainnya.
“Alys bangun sayang di bawah ada Jerry” Suara ketukan pintu dan suara sang Mama membangunkan Alysa.
“Iya Ma” Alysa bangkit dari kasurnya berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Alysa turun dengan pakaian santainya hanya menggunakan kaos polos dan celana di atas lutut.
“Dasar kebo” Ucap Jerry saat Alysa menghampirinya.
“Mumpung minggu” Alysa menyengir santai lalu duduk di samping Jerry.
“Yee minggu itu bukan digunain buat males-malesan kali” Jerry mengacak rambut Alysa membuat gadis itu mendengus kesal.
“Iiissshhh berantakan nih” Kesal Alysa, Jerry terkekeh melihat wajah menggemaskan Alysa.
“Anterin ke mall yuk beli sepatu, gue traktir novel deh” Ajak Jerry. Alysa menimbang-nimbang ajakan Jerry. Lalu mengangguk semangat jika sudah menyangkut novel maka Alysa akan lemah lagi pula Rakha tak ada menghubunginya dari tadi pagi jadi dari pada bosan lebih baik ia ikut Jerry dan mendapat novel baru persetan dengan bagaimana jika Rakha tau nanti, Alysa akan memikirkannya nanti.
“Aku ganti baju dulu” Ucap Alysa lalu segera menuju kamarnya untuk siap-siap.
Setelah sampai di kamarnya Alysa meraih ponselnya yang berada di atas nakas untuk memberitahu Rakha jika ia akan pergi.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
“Kita beli sepatu dulu ya” Ajak Jerry saat mereka sudah berada di mall. Alysa mengangguk lalu berberjalan berdampingan bersama Alysa. Jerry menggenggam tangan Alysa membawa Alysa lebih dekat dengannya.
“Biar gak hilang, lo kan kecil” Ucap Jerry sambil terkekeh Alysa hanya mendengus kesal sambil mengikuti langkah Jerry.
Mereka memasuki toko sepatu memilih-milih sepatu untuk Jerry.
“Alys lebih bagus yang mana ini atau ini? “ Jerry menunjukkan sepatu berwarna putih dan biru tua tapi memiliki bentuk yang sama.
“Yang biru tua cocok buat kamu” Jawab Alysa.
“Ok” Jerry berjalan kearah kasir yang diikuti oleh Alysa di belakangnya.
__ADS_1
“Sepatunya yang ini ya mbak” Ucap Jerry sambil memberikan dua pasang sepatu yang tadi ia pilih.
“Kok dua?” Tanya Alysa saat melihat Jerry memberikan dua sepatu kepada kasir.
“Satunya buat kamu” Jawab Jerry santai lalu membawa tangan Alysa untuk di gandeng dan berjalan meninggalkan toko sepatu.
“Makan dulu atau ke toko buku dulu?” Tanya Jerry sambil menatap Alysa.
“Kita ke toko buku aja dulu” Jerry hanya mengangguk lalu kembali menarik Alysa menuju toko buku.
Saat sampai di toko buku pandangan Alysa langsung tertuju pada laki-laki yang sedang berbicara bersama seorang gadis sambil tertawa, hati Alysa terasa sakit saat melihat mereka yang tertawa bersama.
Dengan sekuat tenaga Alysa menahan air matanya agar tidak jatuh namun hatinya begitu sakit saat melihat mereka.
Jerry yang melihat Alysa menangis langsung melihat kearah pandang Alysa. Tangan Jerry mengepal saat melihat pemandangan di depannya. Jerry hendak menghampiri mereka namun langsung dicegah oleh Alysa.
“Kita pulang aja” Ucap Alysa dan berlalu meninggalkan Jerry.
“Kamu baik-baik aja?” Tanya Jerry saat mereka berada di dalam mobil.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Alysa menatap nanar kedepannya, laptop nya menyala menampilkan drama Korea yang ia tonton tapi fokusnya tidak pada drama itu tapi pada kejadian tadi saat di mall. Ia tak menyangka jika Eliza berhasil melangkah maju saat dia belum mengambil ancang-ancang sama sekali.
“Kamu kenapa yang?” Suara di samping Alysa membuatnya menatap orang yang kini duduk di sampingnya, Alysa tersenyum paksa pada Rakha yang sudah duduk disampingnya menampilkan senyumnya.
“Aku gak apa-apa kok” Ucap Alysa lalu menatap laptopnya kembali.
“Jujur sama aku yang kamu kenapa?” Rakha menarik tangan Alysa membawanya pada genggaman laki-laki itu.
“Aku gakpapa, kamu kapan dateng?” tanya Alysa yang heran melihat Rakha sudah berada di kamarnya.
“Baru aja, kamu kenapa sih?” tanya Rakha balik saat merasa pertanyaannya tidak mendapat jawaban yang tepat.
“Kamu tadi lagi jalan sama Eliza ya?” Alysa tersenyum menatap Rakha. Rakha menegang mendengar pertanyaan gadis itu.
__ADS_1
“Gak papa aku baik-baik aja” Alysa mengelus tangan Rakha. Alysa berusaha menahan air mata nya agar tidak tumpah di hadapan laki-laki di depannya itu.
“Maaf yang tadi dia minta aku anter dia ke toko buku” Rakha menjelaskan pada Alysa. Alysa mengangguk sambil memasang senyumnya.
“Iya aku gak apa-apa” Ucap Alysa.
“Mami yang nyuruh aku buat ngejaga Eliza juga mulai sekarang karena dia lagi sakit yang aku juga gak tau apa penyakit yang ia derita” Rakha mengucapkan semuanya dengan satu tarikan nafas. Rakha berusaha menjelaskan pada Alysa agar tidak ada kesalahpahaman antara ia dan Alysa. Alysa tersenyum lalu mengangguk. “Saat kamu tau semuanya apa kamu masih akan menjaga dia Rakha?” Batin Alysa merasakan sakit saat mengetahui Rakha harus menjaga gadis lain juga selain dirinya.
“Its ok” Ucap Alysa dengan senyumnya.
“Hmm aku mau tidur dulu mending kamu pulang dulu ya” Ucap Alysa mengusir Rakha dan menyeret laki-laki itu keluar dari kamarnya. Rakha mendengus kasar laki-laki itu bahwa Alysa hanya menghindarinya bukan ingin tidur seperti yang dikatakan gadis itu.
Alysa mengunci pintunya lalu menangis didalam kamarnya merasakan betapa sakit hati melihat semua yang terjadi setelah kedatangan Eliza. Alysa menatap jari manis nya yang tersemat kan cincin pertunangannya dengan Rakha. Perasaan takut kehilangan yang begitu mendalam untuk kedua kalinya sangat menusuk hati Alysa.
*****
“Kamu kenapa pakek kaca mata yang?” Tanya Rakha saat melihat Alysa menggunakan kacamata hitam untuk pergi kesekolah.
“Mata aku lagi sakit” Ucap Alysa sambil tersenyum.
“Coba aku liat” Rakha hendak membuka kacamata Alysa namun langsung di tepis oleh gadis itu.
“Aku gak papa, ayo berangkat takut telat” Ajak Alysa. Rakha mendengus lalu menarik gadis itu menuju motornya. Walau Rakha ingin menanyakan lebih lanjut ada apa dengan gadisnya itu, ia tahu ada yang tidak beres dengan gadisnya
ini ada yang Alysa sembunyikan darinya.
“Nih” Rakha menyodorkan helm pada Alysa yang diterima oleh gadis itu lalu memakainya. Alysa menaiki motor Rakha lalu memeluk pinggang Rakha erat takut kehilangan laki-laki yang disayanginya itu saat ia melepaskan pelukannya.
Rakha melajukan motornya dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota yang cukup padat. tak ada pembicaraan antara Rakha dan Alysa gadis itu hanya memeluknya dengan erat dan hal itu semakin membuat Rakha bingung
*****
Hai Bagaimana Sama Part Ini?
Maaf Ya Kalau Banyak Typo Dan Feel Kurang Dapet. Jangan Lupa Buat Follow, Rate, Dan Koment Ya 😍
__ADS_1