
Prriiiiiiiitt
Suara panjang peluit wasit kembali berbunyi menandakan babak ke 2 dari perlombaan akan segera dimulai, para pemain mulai memasuki lapangan.
Berselang beberapa menit pertandingan pun usai, pertandingan dimenangkan oleh SMA HB dengan skor akhir 66-50.
Rakha menghampiri Alysa yang menunggunya dengan senyuman yang merekah, Rakha langsung saja memeluk kekasihnya itu menyalurkan rasa bahagianya pada Alysa.
“Aduh basah Rakha, kamu keringetan” Alysa mengerucutkan bibirnya kesal karena kini bajunya sedikit basah karena ulah Rakha yang langsung memeluknya.
“Hehehe maaf yang” Rakha menampilkan deretan gigi putihnya dengan jari telunjuk dan jari tengah yang berdiri membentuk huruf “V”
“Ganti dulu sana” Ucap Alysa Pada Rakha.
“Enggak ahh ini tuh bau kemenangan sayang” Rakha menggeleng kuat seperti anak kecil yang tidak mau mengaku mengambil mainan temannya.
“Ihh bau asem adanya” Alysa menutup hidung seolah Rakha memang benar bau, Sebenarnya Rakha tidak bau asem seperti yang diucapkan Alysa bahkan wangi maskulin Rakha masih bisa tercium.
Rakha menarik kepala Alysa diapit nya diantara ketiak laki-laki itu, Rakha tertawa melihat Alysa yang mulai kesal sabil memukul lengannya.
“Rakha lepas ihh, kamu bau “ Alysa masih saja mengatakan Rakha bau padahal sudah jelas wangi mint masih bisa ia cium.
Rakha melepaskan apitannya lalu mencium kening Alysa lembut.
Seorang laki-laki berjalan kearah mereka sambil tersenyum ramah.
“Hai, maaf ganggu gue Cuma mau ngucapin selamat” Ucap Laki-laki tersebut.
“Santai aja Tom, btw thank ya” Kata Rakha pada Tommy. Tommy mengangguk dengan senyuman yang masih merekah dibibirnya
“Oh iya kenalin gue Tommy” Tommy mengulurkan Tangan nya untuk berkenalan pada Alysa tapi bukannya Alysa yang menjabat tangan Tommy malah Rakha yang menjabat tangannya.
“Dia Alysa pacar gue” Ucap Rakha, Tommy terkekeh melihat betapa posesif nya Rakha sedangkan Alysa mendengus melihat tingkah posesif Rakha.
“Maaf ya Tom, Rakha emang gitu” Kata Alysa tidak enak bagaimanapun juga Tommy berniat berkenalan padanya tapi malah Rakha yang menjawab.
__ADS_1
“Iya gak papa” Tommy menampilkan senyum menawannya.
“Lo kapten tim lawan kan?” Tanya Alysa merasa tak asing dengan wajah didepannya.
“Iya dia kapten tim Fransis” Ucap Rakha kesal, entah kenapa ia begitu posesif dan tidak suka melihat kekasihnya berbicara pada laki-laki lain.
“Kamu apa sih?” Kata Alysa yang mulai kesal dengan Rakha.
“Kamu diem aja gak usah ngomong” Rakha membekap mulut Alysa, Tommy terkekeh melihat sepasang kekasih didepannya itu.
“Oh iya kalo gitu gue pergi dulu” Tommy tersenyum kearah Rakha dan Alysa yang dibalas senyuman oleh Rakha sedangkan Alysa? Jangan lupakan tangan Rakha yang masih membekap nya.
“Ngeselin dasar” Alysa segera pergi meninggalkan Rakha setelah mengucapkan kalimat umpatan untuk Rakha.
Rakha terkekeh melihat gadisnya yang kesal, Rakha sangat senang melihat kekasihnya itu kesal. Menjadi hobby tersendiri untuk Rakha membuat Alysa kesal.
*******
Malam Minggu malamnya para jomblo untuk mojok di kamar sambil gigit guling nonton drakor bagi para cewek dan Mabar Games bagi para cowok, sedangkan yang memiliki kekasih sudah pasti mereka tengah bertemu tanpa bosannya.
Seperti Rakha yang kini sudah stay dirumah Alysa untuk bertemu dengan kekasihnya itu.
“Aku kangen tau sama kamu” Kesal Rakha yang masih menampilkan wajah cemberutnya.
“Tadi kan udah ketemu di sekolah” Ucap Alysa jengah mendengar penuturan Rakha.
Yang benar saja mereka sudah bertemu beberapa jam yang lalu bahkan Rakha sudah merindukan Alysa meskipun mereka sudah bertemu beberapa jam lalu, lebay memang tapi itu lah Rakha selalu merindukan miliknya secara berlebihan.
Rakha mendengus mendengar penuturan Alysa, suara Handphone Rakha menghentikan tawa Alysa.
“Hallo” Sapa Rakha tak suka kegiatannya diganggu.
“Iya jadi, ini masih ngapelin calon bini” Ucap Rakha lagi yang mendapatkan cubitan pada perut sixpack nya. Rakha terkekeh melihat Alysa yang kesal.
Setelah mendengar ucapan di seberang iya menganggukkan kepala sebagai jawabannya.
__ADS_1
“Aku pergi dulu ya” Kata Rakha dan mulai berdiri dari duduknya.
“Mau kemana?” Tanya Alysa yang bingung melihat Rakha yang sudah akan pergi biasanya Rakha sangat betah berlama-lama berapa di rumah Rakha bahkan jika tidak Alysa usir laki-laki itu tidak akan pergi.
“Bala..... Eh mau ngumpul bareng yang lain” Rakha merutuki kebodohannya yang hampir saja mengatakan bahwa ia akan Balapan, jika Alysa tau sudah pasti gadis itu melarangnya.
Alysa memicingkan matanya curiga meskipun perkataan Rakha terpotong tapi Alysa tau apa yang akan dikatakan Rakha.
“Aku ikut” Kata Alysa menatap Rakha memohon, iya ingin memastikan apa yang Rakha ucapkan benar? Bukannya Alysa posesif tapi ia tidak suka jika Rakha berbohong kepadanya dan Alysa juga tidak suka jika Rakha harus Balapan Alysa khawatir jika terjadi sesuatu pada kekasih nya itu
“Gak usah yang kamu di rumah aja” Bukan Rakha tak ingin Alysa ikut tapi itu bukan tempat yang tepat untuk Alysa, Rakha tak ingin terjadi apa-apa pada gadisnya.
“Pokoknya aku ikut kamu tunggu sini bentar” Alysa segera berjalan ke lantai atas menuju kamarnya untuk mengganti baju nya dan bersiap. Sedangkan di tempatnya Rakha menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. ia hanya bingung akan mengatakan apa pada Alysa? haruskah ia jujur? namun bagaimana jika Alysa akan marah?
Tak beberapa lama Alysa sudah menghampiri Rakha dengan menggunakan kaos berwarna marun dan dilapisi jaket kulit berwarna hitam dan celana berwarna hitam serta sepatu yang senada dengan baju nya.
“Yang sebenernya aku mau belapan” Rakha menggaruk tengkuk nya yang tak gatal untuk menghilangkan gugupnya.
“Aku udah tau mangkanya aku ikut, aku gak mau kamu kenapa-napa” Ujar Alysa.
Rakha menghembuskan nafasnya kasar lalu setelahnya Rakha segera menuju motornya yang diikuti oleh Alysa. Setelah menggunakan Helm nya Alysa segera duduk dibelakang Rakha. memeluk pinggang kekasihnya itu dengan begitu erat sambil menyandarkan kepalanya pada bahu bidang milik Rakha.
Rakha mengemudikan motornya dengan kecepatan sedang.
“Rakha” Panggil Alysa
“Kenapa? “ Tanya Rakha sambil menatap Alysa dari spion motornya.
“Kamu mau gak janji sama aku kalo ini balapan terakhir kamu? Aku gak mau kamu kenapa-kenapa “ ucap Alysa memohon pada Rakha, ia hanya tidak ingin Rakha celaka karena balapan.
“Aku gak bisa janji tapi aku usahakan” Alysa tersenyum mendengar jawaban Rakha, setidaknya laki-laki itu bisa mengusahakan nya.
"Aku pegang ucapan kamu," ucap Alysa setelahnya mereka hanya diam menikmati angin malam yang berhembus menyapa tubuh mereka.
*******
__ADS_1
Hai Bagaimana Sama Part Ini?
Maaf Ya Kalau Banyak Typo Dan Feel Kurang Dapet. Jangan Lupa Buat Follow, Rate, Dan Koment Ya 😍