
“Lipstik lo kurang merah Ji” Ucap Aldo sambil terkekeh melihat bibir Anji yang sangat merah seperti cabe yang biasa mangkal di perempatan kota.
“Ini udah merah tai” Ucap Anji sambil kembali memakai lipstik kembali.
“Udah buruan keburu dateng nanti mereka” Ucap Veno yang sedari tadi hanya diam melihat tingkah laku sahabatnya.
“Kok gue jijik ya? Ya Allah maafkan Anji yang tampan ini ya Allah” Ucap Anji dengan memasang wajah sedihnya.
Anji mendekat kan bibirnya pada leher Rakha membuat kissmark disana lalu mencium bibir Rakha agar menempel lipstik disana.
“Astagfirullah ini gue abis ngapain?” Anji segera menghapus lipstik nya dan menuju kekamar mandi sedangkan sahabatnya sudah tertawa melihat Anji.
Anji kembali pada sahabatnya yang masih belum menghentikan tawanya.
“Tar lo ngapain dah terserah lo yang penting Alysa liat ****** lo” Ujar Anji yang dijawab anggukan oleh Rakha.
Tak beberapa lama suara ketukan pintu kamar Rakha menghentikan tawa 6 laki-laki tampan itu, mereka mulai berpencar dan memulai aktivitas mereka masing-masing. Rakha membukakan pintu kamarnya dan terlihat gadisnya bersama tiga sahabat gadis itu sudah memasang senyum mereka.
Alysa mengernyit kan dahinya saat melihat bekas lipstik pada bibir manis kekasihnya. Alysa memegang bibir Rakha mengusap bekas lipstik berwarna merah pada bibir kekasihnya itu
“Kamu pakek lipstik? Abis mangkal dimana?” tanya Alysa mengerutkan keningnya sambil tertawa. Namun asaat memiringkan kepalanya Alysa tak sengaja melihat bekas merah pada leher Rakha. Segela pemikiran buruk sudah bersarang pada otak cantik Alysa, Alysa berusaha berfikir positif tapi tetap saja pikiran buruk tentang kekasihnya itu tidak pergi juga. Alysa menggigit bibir bawahnya lalu menghembuskan nafasnya kasar.
“Ini apa?” Tanya Alysa menaikkan alisnya.
“Apa?” Tanya Rakha, Rakha sudah tersenyum kemenangan dalam hatinya melihat reaksi Alysa.
“Ini apa Tarakha?” Tanya Alysa kembali sambil menunjukkan lipstik yang menempel dijarinya yang tadi mengusap bibir Rakha. Sahabat Rakha berusaha menahan tawanya agar tidak keluar sedangkan sahabat Alysa menatap bingung pada Rakha karena menurut mereka Rakha sangat mencintai Alysa jadi mana mungkin Rakha menghianati Alysa?.
“Apa sih Yang? “ Rakha meninggalkan Alysa yang masih berdiri di depan pintu bersama sahabatnya. Alysa berjalan menuju Rakha lalu menarik Rakha menuju kaca untuk memperlihatkan tanda merah yang berada di leher Rakha.
“Kamu liat ini apa Rakha?” Alysa berusaha menahan air matanya agar tidak keluar, Alysa tak ingin dilihat lemah oleh siapapun.
“Oh ini digigit nyamuk” Ucap Rakha sambil memegangi kissmark yang dibuat Anji tadi.
“Oh nyamuk milenial sekarang pakek lipstik ya? Apa nyamuk nya habis nyabe?” Alysa menatap kesal pada Rakha, mendengar ucapan Alysa sahabat mereka berusaha menahan tawa nya begitupun Rakha yang tengah berusaha menahan tawanya.
__ADS_1
“Maaf yang, aku khilaf” Rakha menatap Alysa dalam.
“Oh khilaf? Sekali khilaf, dua kali, tiga kali terus apa? Mamam noh khilaf” Alysa memukul Rakha dengan slingbag nya. Alysa menghapus air matanya kasar dan mulai berjalan keluar kamar Rakha namun baru beberapa langkah Rakha menariknya dan memeluk gadis nya itu sambil terkekeh.
“Gimana rasanya di prank? “ Tanya Rakha sambil melepaskan pelukannya, Rakha menaik turun kan alisnya.
“Kamu ngeprank aku? “ Alysa menatap kesal pada Rakha yang malah terkekeh.
“Dasar ya ngeselin” Alysa kembali memukuli Rakha yang masih terkekeh.
“Maaf ya sayang” Rakha kembali memeluk Alysa, mencium puncak kepala gadisnya penuh sayang.
“Jadi ini siapa yang bikin?” Tanya Alysa menunjuk ****** di leher Rakha.
“Noh” Rakha menunjuk Anji yang sudah menampilkan cengiran menjijikkan nya.
“Ihhh kamu ngapain aja sama Anji? Ya ampun Rakha kamu? “ Alysa membekap mulutnya tak percaya sambil memelototkan matanya.
“Anji cium bibir aku sama leher aku yang” Rakha bergidik jijik yang membuat sahabat nya juga ikut tertawa.
“Bentar aku cuci dulu abis itu bersihin” Rakha berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan bibirnya.
“Yang bersihin dong” Rakha duduk disamping Alysa yang tengah duduk di ujung ranjang sambil memainkan ponselnya sedangkan sahabatnya sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Alysa mengeluarkan tisu dari slingbag nya membersihkan bibir Rakha dan leher Rakha.
“Ih gak gitu sayang, tapi gini” Rakha mencium bibir ranum Alysa tanpa tau tempat.
“Khem hargai yang jomblo lah” Ucap Aldo. Alysa melepaskan ciuman mereka lalu menunduk malu karena ulah kekasihnya itu dan kepergok ciuman oleh sahabat-sahabatnya.
“TARAKHA LIPSTIK MAMI KAMU YANG AMBIL?” Teriakan cetar dari luar kamar membuat mereka mengalihkan tatapan mereka pada pintu yang terbuka.
“Eh ada calon menantu Mami” Renata menghentikan aksi marahnya saat melihat Alysa berada di sana.
Alysa mendekati Renata mencium tangan wanita paruh baya itu diikuti sahabatnya.
__ADS_1
“Udah lama sayang? “ Renata mengelus puncak kepala Alysa penuh sayang.
“Lumayan Mi” Alysa tersenyum dengan manisnya.
“Rakha kamu lihat lipstik Mami?” Tanya Renata sekali lagi, Rakha menyengir lalu memberikan lipstik Maminya.
“Kamu ngapain pakek lipstik?” Renata menatap curiga pada anak nya itu yang malah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Ya ampun Rakha ini kenapa lipstik Mami patah? Ini lipstik oleh-oleh dari Jerman Tarakha” Renata mencubit pinggang Rakha.
“Maaf Mi” Ucap Rakha menyesal.
“Selamat kamu disini ada Calon mantu Mami. Alysa besok kalau udah nikah sama Rakha alat make up nya diamanin ya” Ucap Renata dan mulai berlalu dari kamar anaknya itu.
Alysa berjalan santai di Koridor sekolahnya untuk menuju ke kelasnya Alysa baru saja dari toilet untuk memenuhi panggilan alam. Baru beberapa langkah Alysa melangkah seseorang penepuk pundaknya membuat Alysa membalikkan badannya.
“Eh Jerry, kamu dari mana?” Tanya Alysa saat melihat Jerry yang sudah berdiri di belakangnya dengan senyuman yang tak pernah luntur dari wajah tampannya.
“Dari taman belakang, kamu dari mana?” Jerry memicingkan matanya.
“Dari Toilet” Jawab Alysa dengan senyumnya.
“Aku kira mau bolos” Ucap Jerry sambil terkekeh memikirkan bagaimana ia bisa berpikir gadis seperti Alysa akan bolos?
“Yeee emang kamu sering bolos” Alysa juga terkekeh.
“Apa pun yang akan terjadi kedepannya aku akan selalu ada buat kamu Alysa, sebagai Kakak kamu. Aku akan selalu ada di belakang kamu jadi jangan ragu untuk melihat kebelakang karena aku ada disana” Jerry mengelus puncak kepala Alysa sayang dan segera berlalu dari hadapan Alysa. Alysa mengernyit bingung mendengar ucapan Jerry apa yang di maksud Jerry sebenarnya? Alysa mengedikkan bahunya dan segera pergi menuju kelasnya.
tanpa menghiraukan ucapan Jerry yang sebenarnya membuatnya penasaran namun segera ia tepis.
****
Jangan lupa buat Vote, Rate, Dan koment ya guys
follow juga akun aku
__ADS_1