My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
Akibat pembinor


__ADS_3

Rakha menatap beberapa


dokumen di depannya dengan serius sesekali senyuman evil keluar dari wajah


laki-laki tampan tersebut.


Rakha menekan beberapa


digit huruf di ponselnya mencari nama asistennya setelah menemukannya Rakha


langsung menempel ponselnya pada telinganya.


"Hallo," sapa


Rakha dengan orang di sebrang sana.


"Cepet keruangan


saya," ucap Rakha. Setelah mendapat jawaban dari sebrang sana Rakha


langsung mematikan telfonnya.


Tok


Tok


"Masuk," ucap


Rakha saat mendengar suara ketekun pintu dari luar ruangannya. Seorang


laki-laki yang umurnya sekitar 27 tahun masuk kedalam ruangannya.


"Suruh semua


perusahaan yang berada di bawah kita dan bekerja sama dengan kita untuk


memutuskan kerja sama dengan perusahaan Demetro," ucap Rakha pada


laki-laki yang kini menjadi asistennya itu, setelah kejadian Alysa di usir oleh


asistennya Rakha memecat asistennya itu dan kini ia memilih asisten laki-laki.


"Baik Pak," ucap


asistennya tersebut.


"Ah Sam, jangan lupa


kita juga memutuskan kerja sama dengan mereka," ucap Rakha pada Samuel


asistennya tersebut.


"Baik pak," ucap


Samuel dan segera pamit pada bosnya tersebut.


Senyuman Rakha terbit di


wajahnya bukan senyuman manis tapi senyuman miring nya. Ia tidak akan


membiarkan siapapun berani menyentuh miliknya lagi. Orang yang berani menyentuh


miliknya maka akan merasakan apa akibat dari perilakunya.


***


Rakha kini tengah berdiri


di sebuah taman menunggu seseorang yang tadi mengajaknya untuk bertemu.


Saat melihat laki-laki yang


di tunggunya Rakha langsung menghampiri laki-laki tersebut dan menghajar


laki-laki tersebut habis-habisan. Rakha sudah seperti orang yang kesetanan


menghajar laki-laki tersebut tanpa ampun. Laki-laki tersebut hanya diam tanpa


perlawanan. Rasa sakit sudah menjalar di sekujur tubuhnya.


"Gue minta maaf karena


udah nyentuh Alysa, please balikin semua milik bokap gue dia gak tau


apa-apa," ucap seorang laki-laki langsung pada Rakha dengan sisa kekuatan


yang di miliknya. Laki-laki itu adalah Devin Demetro, anak pemilik perusahaan


yang Rakha hancurkan sekaligus laki-laki yang dengan berani mengganggu miliknya


gadisnya, Alysanya.


"Apa yang bisa gue


pegang dari omongan lo huh?" tanya Rakha dengan senyuman miringnya


menunjukkan betapa berkuasanya laki-laki itu, danDEvin ingi bermain-main


dengannya?


"Gue gak bakal ganggu

__ADS_1


Alysa lagi gue janji," ucap Devin dengan memohon.


"Gue pegang omongan


lo, gue bakal bantu perusahaan lo tapi kalau sampai lo berani nyentuh milik gue


lagi bukan cuma harta lo yang habis tapi lo juga habis di tangan gue,"


ucap Rakha dan kembali memukul Devin. Setelahnya Rakha langsung pergi


meninggalkan Devin yang kesadarannya sudah hampir menghilang.


Devin menatap punggung


Rakha yang mulai menjauh kini ia tahu bagaimana akibat jika bermain-main dengan


seorang Tarakha Akhdan Abrisam.


***


Alysa menghembuskan


nafasnya kasar malam ini keluarga Rakha akan datang kerumahnya untuk


membicarakan tentang pernikahannya dengan Rakha. Dan laki-laki itu belum


menghubunginya setelah ia mengantar Alysa pulang kemarin.


Alysa merasa belum siap


tapi ia tidak bisa melawan Rakha untuk kali ini, jadi ia hanya bisa menerimanya


berharap pernikahannya akan baik kedepannya dan tidak ada pengganggu lagi.


Alysa menatap jam di


dindingnya yang menunjukkan pukul enam dan keluarga Rakha akan datang pukul


setengah delapan jadi Alysa memutuskan untuk segera membersihkan badannya dan


bersiap-siap.


Setengah jam Alysa


membersihkan badannya setelah selesai ia langsung memilih baju untuk ia gunakan


dan pilihannya jatuh pada dress berwarna pink dengan dihiasi pita besar di


bagian belakangnya. Alysa menggerai rambutnya dengan menambahkan jepit


kupu-kupu kecil di rambutnya yang ia buat sedikit bergelombang.


Alysa memoles mike up tipis


Tak beberapa lama setelah


Alysa selesai merias dirinya suara ketukan pintu di susul suara sang mama


membuat Alysa menghembuskan nafasnya sekali lagi.


"Ayo sayang keluarga


Rakha udah di bawah," ucap Karin memanggil anaknya itu.


Alysa berjalan kerah pintu


dan menemui Mamanya yang sudah menunggunya di luar kamarnya. Alysa turun ke


lantai bawah bersama mamanya, menggandeng tangan mamanya. Karin dapat merasakan


tangan anaknya yang sudah dingin.


Semua tatapan tertuju pada


Alysa yang baru saja turun. Alysa terlihat sangat cantik hingga Rakha tidak


berkedip melihat kekasihnya itu.


Alysa duduk di samping


kakaknya berhadapan dengan Rakha yang terus menatapnya. Alysa hanya menundukkan


kepalanya dengan tangannya yang terus menggenggam tangan kakaknya.


"Baik kita mulai saja,


maksud kedatangan saya kesini untuk membicarakan pernikahan tentang anak


kita," ucap Briyan membuka pembicaraan.


"Jadi apa kalian mau


menentukan tanggal pernikahan mereka?" tanya Briyan lagi melanjutkan


ucapannya.


"Kami ikut baiknya


saja," ucap Andi yang mendapat anggukan dari Karin.


"Baik kalau bagitu

__ADS_1


bagaimana jika 2 minggu lagi?" tanya Briyan dengan senyumannya.


"Boleh, lebih cepat


lebih baik," ucap Karin dengan semangat.


"Bagaimana Rakha,


Alysa?" tanya Renata pada anaknya dan calon menantunya itu.


"Rakha setuju Mi,


lebih cepat lebih baik," ucap Rakha dengan senyumannya. Ia tentu saja


senang dan bersemangat. Berbeda dengan Alysa yang hanya bisa pasrah mengikuti


keinginan Rakha dan para orang tua.


"Alysa ikut aja


Mi," ucap Alysa dengan senyumannya.


"Kalau begitu nanti


masalah acara kita yang urus kalian hanya perlu fitting baju dan mencari


cincin. Rey kamu urus undangan," ucap Karin yang mendapat anggukan dari


anaknya.


Setelahnya para orang tua


sudah sibuk membicarakan persiapan acara terutama mama-mami mereka yang sangat


bersemangat untuk mempersiapkan acara pernikahan anaknya itu.


Alysa izin pergi yang di


ikuti oleh Rakha di belakangnya. Alysa mendudukkan dirinya di kursi yang ada di


taman belakang rumahnya.


"Kamu kenapa?"


tanya Rakha yang ikut duduk di sampingnya.


"Gakpapa," ucap


Alysa lalu memejamkan matanya merasakan hembusan angin yang menerpa tubuhnya.


Jangan pernah percaya dengan ucapan wanita yang mengatakan kata


"gakpapa" Karena kata itu mengandung berbagai makna yang hanya di


ketahui oleh kaum hawa.


"Aku minta maaf atas


kejadian kemarin, aku cuma gak mau milik aku di sentuh sama orang lain


lagi," ucap Rakha sambil menggenggam tangan Alysa. Alysa tak menolak gadis


itu hanya diam masih memejamkan matanya.


"Aku pengen menjadikan


kamu seutuhnya milik aku karena hanya dengan itu kamu terikat dengan aku, kamu


tau Lys aku sayang banget sama kamu," ucap Rakha melanjutkan ucapannya


saat tak mendapat jawab dari Alysa.


"Gak papa aku


tau," ucap Alysa. Rakha membawa Alysa dalam dekapannya memeluk gadisnya


dengan begitu erat. Ia tidak sabar untuk segera menjadikan Alysa miliknya


seutuhnya. Sebentar lagi semua akan berubah ia akan menjadi panutan untuk


Alysa, orang yang akan menjadi pemimpin untuk gadisnya itu.


Mereka saling terdiam


menikmati hembusan angin yang mengenai mereka. Bergelut dengan pikiran mereka


masing-masing. Semoga Tuhan memberikan skenario terbaik untuk sepasang anak


cucu adam yang saling mencintai tersebut.


*****


Kuy jangan lupa buat vote,rate,dan koment ya


bakal aku next terus nih


jangan lupa follow igi roleplayer dan ig aku khusus cerita aku ya


@wphilmiath_


@alysaevlyaa_

__ADS_1


@trakhaakhdna_


@alviando_jerry


__ADS_2