
Rakha menatap beberapa
dokumen di depannya dengan serius sesekali senyuman evil keluar dari wajah
laki-laki tampan tersebut.
Rakha menekan beberapa
digit huruf di ponselnya mencari nama asistennya setelah menemukannya Rakha
langsung menempel ponselnya pada telinganya.
"Hallo," sapa
Rakha dengan orang di sebrang sana.
"Cepet keruangan
saya," ucap Rakha. Setelah mendapat jawaban dari sebrang sana Rakha
langsung mematikan telfonnya.
Tok
Tok
"Masuk," ucap
Rakha saat mendengar suara ketekun pintu dari luar ruangannya. Seorang
laki-laki yang umurnya sekitar 27 tahun masuk kedalam ruangannya.
"Suruh semua
perusahaan yang berada di bawah kita dan bekerja sama dengan kita untuk
memutuskan kerja sama dengan perusahaan Demetro," ucap Rakha pada
laki-laki yang kini menjadi asistennya itu, setelah kejadian Alysa di usir oleh
asistennya Rakha memecat asistennya itu dan kini ia memilih asisten laki-laki.
"Baik Pak," ucap
asistennya tersebut.
"Ah Sam, jangan lupa
kita juga memutuskan kerja sama dengan mereka," ucap Rakha pada Samuel
asistennya tersebut.
"Baik pak," ucap
Samuel dan segera pamit pada bosnya tersebut.
Senyuman Rakha terbit di
wajahnya bukan senyuman manis tapi senyuman miring nya. Ia tidak akan
membiarkan siapapun berani menyentuh miliknya lagi. Orang yang berani menyentuh
miliknya maka akan merasakan apa akibat dari perilakunya.
***
Rakha kini tengah berdiri
di sebuah taman menunggu seseorang yang tadi mengajaknya untuk bertemu.
Saat melihat laki-laki yang
di tunggunya Rakha langsung menghampiri laki-laki tersebut dan menghajar
laki-laki tersebut habis-habisan. Rakha sudah seperti orang yang kesetanan
menghajar laki-laki tersebut tanpa ampun. Laki-laki tersebut hanya diam tanpa
perlawanan. Rasa sakit sudah menjalar di sekujur tubuhnya.
"Gue minta maaf karena
udah nyentuh Alysa, please balikin semua milik bokap gue dia gak tau
apa-apa," ucap seorang laki-laki langsung pada Rakha dengan sisa kekuatan
yang di miliknya. Laki-laki itu adalah Devin Demetro, anak pemilik perusahaan
yang Rakha hancurkan sekaligus laki-laki yang dengan berani mengganggu miliknya
gadisnya, Alysanya.
"Apa yang bisa gue
pegang dari omongan lo huh?" tanya Rakha dengan senyuman miringnya
menunjukkan betapa berkuasanya laki-laki itu, danDEvin ingi bermain-main
dengannya?
"Gue gak bakal ganggu
__ADS_1
Alysa lagi gue janji," ucap Devin dengan memohon.
"Gue pegang omongan
lo, gue bakal bantu perusahaan lo tapi kalau sampai lo berani nyentuh milik gue
lagi bukan cuma harta lo yang habis tapi lo juga habis di tangan gue,"
ucap Rakha dan kembali memukul Devin. Setelahnya Rakha langsung pergi
meninggalkan Devin yang kesadarannya sudah hampir menghilang.
Devin menatap punggung
Rakha yang mulai menjauh kini ia tahu bagaimana akibat jika bermain-main dengan
seorang Tarakha Akhdan Abrisam.
***
Alysa menghembuskan
nafasnya kasar malam ini keluarga Rakha akan datang kerumahnya untuk
membicarakan tentang pernikahannya dengan Rakha. Dan laki-laki itu belum
menghubunginya setelah ia mengantar Alysa pulang kemarin.
Alysa merasa belum siap
tapi ia tidak bisa melawan Rakha untuk kali ini, jadi ia hanya bisa menerimanya
berharap pernikahannya akan baik kedepannya dan tidak ada pengganggu lagi.
Alysa menatap jam di
dindingnya yang menunjukkan pukul enam dan keluarga Rakha akan datang pukul
setengah delapan jadi Alysa memutuskan untuk segera membersihkan badannya dan
bersiap-siap.
Setengah jam Alysa
membersihkan badannya setelah selesai ia langsung memilih baju untuk ia gunakan
dan pilihannya jatuh pada dress berwarna pink dengan dihiasi pita besar di
bagian belakangnya. Alysa menggerai rambutnya dengan menambahkan jepit
kupu-kupu kecil di rambutnya yang ia buat sedikit bergelombang.
Alysa memoles mike up tipis
Tak beberapa lama setelah
Alysa selesai merias dirinya suara ketukan pintu di susul suara sang mama
membuat Alysa menghembuskan nafasnya sekali lagi.
"Ayo sayang keluarga
Rakha udah di bawah," ucap Karin memanggil anaknya itu.
Alysa berjalan kerah pintu
dan menemui Mamanya yang sudah menunggunya di luar kamarnya. Alysa turun ke
lantai bawah bersama mamanya, menggandeng tangan mamanya. Karin dapat merasakan
tangan anaknya yang sudah dingin.
Semua tatapan tertuju pada
Alysa yang baru saja turun. Alysa terlihat sangat cantik hingga Rakha tidak
berkedip melihat kekasihnya itu.
Alysa duduk di samping
kakaknya berhadapan dengan Rakha yang terus menatapnya. Alysa hanya menundukkan
kepalanya dengan tangannya yang terus menggenggam tangan kakaknya.
"Baik kita mulai saja,
maksud kedatangan saya kesini untuk membicarakan pernikahan tentang anak
kita," ucap Briyan membuka pembicaraan.
"Jadi apa kalian mau
menentukan tanggal pernikahan mereka?" tanya Briyan lagi melanjutkan
ucapannya.
"Kami ikut baiknya
saja," ucap Andi yang mendapat anggukan dari Karin.
"Baik kalau bagitu
__ADS_1
bagaimana jika 2 minggu lagi?" tanya Briyan dengan senyumannya.
"Boleh, lebih cepat
lebih baik," ucap Karin dengan semangat.
"Bagaimana Rakha,
Alysa?" tanya Renata pada anaknya dan calon menantunya itu.
"Rakha setuju Mi,
lebih cepat lebih baik," ucap Rakha dengan senyumannya. Ia tentu saja
senang dan bersemangat. Berbeda dengan Alysa yang hanya bisa pasrah mengikuti
keinginan Rakha dan para orang tua.
"Alysa ikut aja
Mi," ucap Alysa dengan senyumannya.
"Kalau begitu nanti
masalah acara kita yang urus kalian hanya perlu fitting baju dan mencari
cincin. Rey kamu urus undangan," ucap Karin yang mendapat anggukan dari
anaknya.
Setelahnya para orang tua
sudah sibuk membicarakan persiapan acara terutama mama-mami mereka yang sangat
bersemangat untuk mempersiapkan acara pernikahan anaknya itu.
Alysa izin pergi yang di
ikuti oleh Rakha di belakangnya. Alysa mendudukkan dirinya di kursi yang ada di
taman belakang rumahnya.
"Kamu kenapa?"
tanya Rakha yang ikut duduk di sampingnya.
"Gakpapa," ucap
Alysa lalu memejamkan matanya merasakan hembusan angin yang menerpa tubuhnya.
Jangan pernah percaya dengan ucapan wanita yang mengatakan kata
"gakpapa" Karena kata itu mengandung berbagai makna yang hanya di
ketahui oleh kaum hawa.
"Aku minta maaf atas
kejadian kemarin, aku cuma gak mau milik aku di sentuh sama orang lain
lagi," ucap Rakha sambil menggenggam tangan Alysa. Alysa tak menolak gadis
itu hanya diam masih memejamkan matanya.
"Aku pengen menjadikan
kamu seutuhnya milik aku karena hanya dengan itu kamu terikat dengan aku, kamu
tau Lys aku sayang banget sama kamu," ucap Rakha melanjutkan ucapannya
saat tak mendapat jawab dari Alysa.
"Gak papa aku
tau," ucap Alysa. Rakha membawa Alysa dalam dekapannya memeluk gadisnya
dengan begitu erat. Ia tidak sabar untuk segera menjadikan Alysa miliknya
seutuhnya. Sebentar lagi semua akan berubah ia akan menjadi panutan untuk
Alysa, orang yang akan menjadi pemimpin untuk gadisnya itu.
Mereka saling terdiam
menikmati hembusan angin yang mengenai mereka. Bergelut dengan pikiran mereka
masing-masing. Semoga Tuhan memberikan skenario terbaik untuk sepasang anak
cucu adam yang saling mencintai tersebut.
*****
Kuy jangan lupa buat vote,rate,dan koment ya
bakal aku next terus nih
jangan lupa follow igi roleplayer dan ig aku khusus cerita aku ya
@wphilmiath_
@alysaevlyaa_
__ADS_1
@trakhaakhdna_
@alviando_jerry