
Bukan Anji namanya jika tidak bisa diam dan melakukan hal konyol. lihat saja kini laki-laki itu bermain layak nya teletubies bersama Aldo, Josep dan Gian sedangkan Veno kini laki-laki itu mendadak menjadi fotografer untuk ketiga gadis cantik yang sangat asyik berfoto, Alysa dan Rakha? Sudah pasti kedua kekasih itu tengah menikmati masa-masa pacaran mereka tanpa mau diganggu oleh sahabat mereka. Saat ini mereka tengah berada di bukit teletubies yang berada di belakang gunung Bromo. Pemandangan hamparan sabana hijau memanjakan mata mereka, ditambah bukit-bukit kecil seperti yang ada di film kartun teletubies. Setelah lelah menaiki puncak gunung Bromo mereka akhirnya beristirahat dibukit teletubies.
"Indah banget ya" Alysa tersenyum menatap pemandangan didepannya. Rakha hanya membalasnya dengan senyuman manis nya.
Rakha menjauh dari Alysa saat sudah sampai diposisi nya pas Rakha mulai memfoto Alysa tanpa gadis itu tau.
"Alysa" Panggil Rakha dengan kamera yang di pegangnya, Alysa menatap Rakha sambil tersenyum lalu mulai berpose dengan gaya andalannya. Setelah selesai dengan kegiatannya Rakha mulai menghampiri Alysa lalu menunjukkan hasil fotonya.
"Bagus, sini gantian" Alysa mengambil kamera yang dipegang Rakha lalu mulai memotret Rakha. Setelah selesai Rakha yang menghampiri Alysa. Rakha merangkul Alysa sambil melihat hasil fotonya.
"Foto bareng? " Alysa hanya mengangguk mendengar ajakan Rakha, lalu mulai menghampiri sahabat mereka untuk meminta bantuan.
"Ven Fotoin" Rakha menyerahkan kameranya pada Veno yang di tanggapi dengan baik oleh laki-laki itu sedangkan Para sahabat Alysa mereka sudah mendengus kesal karena aktivitas mereka yang terganggu, ingin rasanya mereka memarahi Rakha tapi apa daya mereka hanya remehan rengginang bagi laki-laki itu.
Rakha mulai berpose memeluk Alysa dengan begitu erat, hingga mengangkat gadis itu, merangkul Alysa posesif sampai mencium puncak kepala Alysa. Setelah di rasa cukup Rakha mengambil kamera nya melihat hasil foto yang di ambil Veno.
"Aku foto sama mereka dulu ya" Alysa mendekati sahabatnya dan mulai berpose untuk berfoto bersama.
"Guys foto bareng kuy semua" Teriak Veno yang di angguki temannya yang lain lalu menghampiri Veno, Veno meminta tolong pada pengunjung lain untuk memfoto.
Alysa berdiri ditengah dengan dirangkul kekasihnya di sisi lain Alysa ketiga sahabatnya sudah berpose dengan gaya mereka masing-masing di samping Rakha sahabat laki-laki itu juga sudah berpose dengan gaya mereka juga.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
“Ven berhenti dulu bentar” teriak Anji dari arah belakang mobil, saat ini mereka tengah berada di daerah hutan yang dipenuhi oleh pohon jati namun saat awal mereka memasuki kawasan ini mereka dapat melihat jurang dan gunung yang mengelilingi kawasan ini.
“apaan dah Ji? “ tanya Veno yang sudah meminggirkan mobilnya karena yang mengemudi adalah Veno karena hanya laki-laki itu yang mengetahui jalan.
“Noh ada monyet lagi ***** **** ini perdana gue nonton monyet naena” ucap Anji sambil tertawa heboh , temennya yang juga ikut melihat keluar jendela melihat objek yang di maksud Anji.
“Hahahaha ***** itu yang cewek gitu banget komuknya ya ampun “ tawa Aldo saat melihat yang dimaksud Anji tadi.
“Astaghfirullah mata suci gue ternodai, buru ven jalan jijik gue liatnya” ucap Alysa sambil bergidik jijik, Veno kembali melajukan mobilnya tanpa menghiraukan seruan Anji dan Aldo.
“kalau di praktekin gak jijik kan yang? “ Rakha mengedipkan sebelah matanya menggoda yang malah mendapat pukulan dari Alysa. Dan tawa dari sahabatnya yang lain.
__ADS_1
“Ven gue jadi cewek lo aja boleh gak sih, kayaknya lo yang paling waras deh dari temen temen lo ini” ucap Alysa yang mendapat tatapan tajam dari Rakha.
“Boleh aja sih Sa asal lo aja yang ngadepin setan bringas samping lo itu” ucap Veno yang tambah membuat Rakha kesal.
“itu mah gampang Ven” kekeh Alysa yang malah di balas gelengan oleh Veno.
“mau selingkuh? Hmm? “ Rakha merangkul pinggang Alysa lalu menarik gadis itu agar lebih dekat dengannya hingga tidak ada jarak di antara keduanya, Alysa menyengir menampakkan deretan gigi putihnya lalu menggeleng.
“becanda doang kok yang” ucap Alysa sambil memeluk Rakha dari samping.
“Tidur aja dulu masih jauh juga”ucap Rakha yang mendapat anggukan dari Alysa setelah nya tidak ada yang memulai pembicaraannya sahabat Rakha dan Alysa sudah tertidur hanya Rakha dan Veno yang masih terjaga.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Hembusan angin pantai membuat Alysa memejamkan matanya, menikmati hembusan angin malam di Pantai Pandawa. Mereka sampai di Bali saat magrib tadi dan kebetulan penginapan mereka dekat dengan tempat wisata jadi kini Alysa sudah bisa menikmati pantai pandawa. Alysa menatap hamparan pantai yang tenang dengan senyum yang menghiasi wajah cantik gadis itu.
"Sendirian aja neng" Rakha duduk disamping Alysa, merangkul gadis nya dan membawa gadis itu dalam dekapannya.
"Jadi pengen punya rumah disini" Ucap Alysa tiba-tiba.
Alysa mencubit perut sixpack Rakha. Rakha meringis merasakan cubitan kecil yang dibuat Alysa.
"Lulus aja belum udah mikirin nikah aja" Dengus Alysa.
"Ya kan bikin planing dulu sayang" Rakha tersenyum sambil mengelus puncak kepala Alysa sayang.
"Emang siapa yang mau nikah sama kamu?" Alysa mendongakkan kepalanya menatap wajah Rakha yang juga sedang menatapnya.
"Ya kamu lah, emang kamu gak mau nikah sama aku?" Tanya Rakha menaik turunkan alisnya. Alysa tidak bisa berkata apa-apa wajahnya sudah memerah atas pertanyaan Rakha, tentu saja Alysa mau menikah dengan Rakha. Laki-laki nyaris sempurna tanpa cela, siapa yang tidak mau?.
"Aku kesana sebentar ya" Tunjuk Rakha pada stan makanan yang berada disana.
Alysa hanya mengangguk kan kepalanya pertanda setuju.
Sudah 10 menit Alysa menunggu Rakha namun laki-laki itu belum juga kembali, ditatap nya Rakha yang berbicara dengan penjual Stan. Alysa beranjak dari duduk nya untuk mendekat ke arah Rakha.
__ADS_1
Alysa mulai berjalan kearah Rakha namun saat di pertengahan jalan tubuh Alysa tidak sengaja menabrak seseorang.
"Maaf gue.... " Perkataan Alysa tercekat saat melihat seseorang yang ditabrak nya. Sama seperti Alysa orang yang ditabrak Alysa juga menatapnya dengan keterpakuan.
"SAYANG SINI" Suara teriakan Rakha menyadarkan Alysa dari keterpakuan nya membuat gadis itu mengalihkan tatapannya pada Rakha yang kini sudah menatapnya dengan tajam, dapat dipastikan laki-laki itu tengah cemburu.
"Sorry gue gak sengaja" Ucap Alysa dan segera berjalan menjauhi orang tersebut. Orang yang ditabrak Alysa menatap punggung Alysa yang mulai menjauh dengan perasaan miris.
"Sayang?" Orang itu tersenyum miris sebelum berjalan menjauhi tempat itu. Ada rasa senang namun tak dapat di pungkiri ada rasa sakit yang menyayat hatinya juga.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Kejadian saat di pinggir pantai masih saja terngiang dipikiran Alysa, berbagai macam perasaan seakan menguap dari tempatnya. Rasa senang, sedih, rindu, kecewa dan masih banyak lagi perasaan yang sulit untuk Alysa gambarkan.
"Ngelamunin apa sih yang? " Tanya Rakha yang berada disamping Alysa, kernyitan terpatri jelas didahi Rakha.
"Siapa yang ngelamun sih? " Alysa menatap Rakha dengan senyumnya agar laki-laki itu tidak mengetahui apa yang disembunyikan Alysa. Rakha menatap Alysa dalam, Rakha tau jika ada yang disembunyikan kekasihnya tapi ia juga tidak bisa memaksa gadis itu jika ia belum siap untuk menceritakannya pada Rakha.
"It's ok, aku tunggu sampek kamu siap cerita" Rakha mengelus puncak kepala Alysa mengecupnya sayang.
Melihat sikap Rakha yang begitu menyayanginya membuat Alysa menjadi ingin menceritakan apa yang terjadi pada nya namun ada rasa ragu didalamnya, Alysa belum siap untuk menceritakan nya kali ini. Mungkin dilain waktu, saat ada waktu yang tepat.
"Kembali ke hotel?" Alysa hanya mengangguk mendengar ajakan Rakha. Rakha membawa Alysa berdiri lalu berjalan menuju hotel yang jaraknya dekat dengan pantai Pandawa yang diketahui Alysa hotel tersebut juga milik kekasihnya.
☣☣☣☣☣☣☣☣☣☣☣☣☣☣☣☣☣☣☣☣
Waktu di Bali sudah menunjukkan pukul 2.00 tapi Alysa masih belum memejamkan matanya. Kejadian yang baru saja dialaminya membuat Alysa enggan untuk memejamkan matanya. Alysa meraih iPhone nya mencari foto seseorang yang sudah lama tak dilihatnya. Senyuman manis nya membuat Alysa merindukan senyum itu, wajah nya tidak berubah saat terakhir kali Alysa melihatnya. Mata itu mata yang baru saja menatapnya dengan tatapan yang sulit Alysa artikan. Lama Alysa memandangi wajah orang itu hingga matanya perlahan mulai terasa gelap dan membawanya ke alam mimpi setelah Alysa menutup galeri.
☸☸☸☸☸☸☸☸☸☸☸☸☸☸☸☸
Dilain sisi seseorang tersenyum dengan miris. Wajah yang baru saja dilihatnya, wajah yang sangat dirindukan nya selama beberapa tahun ini. Wajah yang dulu selalu menghiasi harinya, dengan senyuman yang selalu ia sukai. Ingin rasanya ia kembali bersama pemilik wajah tersebut namun mungkin sekarang semua hanya angan setelah apa yang ia lakukan. Banyak Perandaian yang berada di benak nya namun semua itu hanya perandaian yang tak mungkin menjadi nyata. Jika saja waktu bisa terulang mungkin ia tak akan melakukan itu
*****
Hai Bagaimana Sama Part Ini?
__ADS_1
Maaf Ya Kalau Banyak Typo Dan Feel Kurang Dapet. Jangan Lupa Buat Follow, Rate, Dan Koment Ya 😍