
“ALYSA” Teriak Lia saat melihat Alysa yang kini duduk dibangku nya dengan Novel yang berada di genggamannya.
“Apa sih Li, teriak-teriak udeh kayak di hutan aja” Dengus Alysa saat Lia duduk di depan nya.
“Lo kemarin kemana kok gak masuk?” Tanya Lia sambil menatap Alysa serius.
“Ada acara keluarga” Ucap Alysa singkat tanpa mengalihkan tatapannya pada Novel yang sedang ia baca. Alysa masih belum berani mengumbar status nya sekarang meskipun pada sahabatnya. Lia hanya mengangguk tapi gadis itu kembali heboh setelah mengingat mengapa ia berteriak pada Alysa.
“Lo tau gak Sa?”
“Enggak” Potong Alysa cepat membuat Lia mendengus kesal pada Alysa.
“Dengerin dulu gue belum selesai ngomong” Ucap Lia kesal, Alysa terkekeh melihat Lia yang kesal.
“Ya udah lanjutin” Ucap Alysa masih dengan sisa tawanya.
“Jadi kemarin tuh ada”
“Selamat morning epribadeh my prend” Perkataan Lia kembali terpotong oleh ucapan Retta yang menggelegar. Retta datang bersama Adrin yang langsung duduk di bangku mereka masing-masing. Alysa terkekeh melihat raut wajah Lia yang ucapannya kembali terpotong oleh kedatangan kedua sahabatnya, sedangkan Adrin dan Retta mengerutkan dahinya bingung melihat Alysa yang tertawa dan Lia yang cemberut.
“Lah lo berdua kenapa? “ Tanya Retta menatap satu persatu pada Lia dan Alysa.
“Hahahaha itu sih Lia mulai tadi mau ngomong gak jadi terus” Alysa berujar dengan masih sisa tawanya.
“Ya udah sih Li tinggal lanjutin lo mau ngomong apa, gak usak dibuat jelek gitu mukanya lo tuh udah jelek jadi tambah jelek tuh muka” Ucap Adrin yang kembali mengundang tawa sahabatnya, kecuali Lia tentunya karena gadis itu kini tambah cemberut.
“Alah palingan juga mau ngomongin kakel baru yang ganteng itu” Ujar Retta yang berhasil menarik perhatian Lia lagi bahkan kini gadis itu sudah tersenyum gaje
“Nah kan benar tuh liat mukanya langsung berubah gitu” Ucap Adrin yang melihat raut wajah Lia.
“Lagian ya kakel nya tuh ganteng banget **** gak kalah lah sama kak Rakha” Ucap Lia membayangkan betapa gantengnya kakak kelas barunya itu
“Masih gantengan kak Rakha kali Li” Ucap Retta santai, Alysa hanya diam menyimak obrolan sahabatnya sambil memainkan ponselnya, membalas pesan dari Rakha.
__ADS_1
“Iya sih tapi kan dia ganteng juga pokoknya gak kalah lah sama kak Rakha” Ucap Lia yang masih saja tersenyum gaje.
“Lys sejak kapan lo pakek Cincin?” Tanya Retta yang melihat jari manis Alysa menggunakan cincin. Alysa sudah gelagapan mendapat pertanyaan dari Retta ditambah sahabatnya yang lain kini sudah menatapnya penuh selidik.
“Jangan bilang lo udah tunangan sama Rakha?” Selidik Adrin karena setaunya cincin putih itu adalah cincin pertunangan.
Alysa hanya mengangguk kan kepalanya dengan bibir bawah yang ia gigit menahan gugup nya.
“OMG demi apa lo” Heboh Lia sambil berteriak untungnya yang datang baru sedikit, Adrin dengan segera menutup mulut Toa Lia karena murid lainnya yang menatap mereka penuh tanya.
“Jangan ember ya” Ucap Alysa menatap satu persatu sahabatnya.
“Tenang aja kalau sama kita mah dijamin aman” Ucap Retta yang mendapat anggukan sahabatnya yang lain. Alysa menghembuskan nafasnya tenang mendengar ucapan sahabatnya.
“Kapan Lo di lamar?” Tanya Retta serius.
“Kemarin” Alysa kembali lagi mengalihkan tatapannya pada ponselnya.
“Jadi kemarin lo gak masuk gara-gara ini?” Tanya Adrin yang dibalas anggukan oleh Alysa.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Bel Istirahat baru saja berbunyi 5 menit yang lalu tapi Alysa dan ketiga sahabatnya kini sudah duduk manis di meja kantin menunggu pesanan mereka datang.
Ketiga sahabat Alysa mulai tadi tidak ada habisnya membicarakan cogan sekolah mereka terutama Kakel baru itu, Alysa hanya menyimak apa yang mereka bicarakan sambil membaca novel nya.
Sepasang tangan yang menutupi mata Alysa membuat gadis itu mengerutkan keningnya. Lia menjerit tertahan saat melihat siapa yang menutup mata Alysa.
“Jerry” Ucap Alysa saat mencium wangi parfum Jerry yang sangat di kenalinnya. Sahabat Alysa menatap bingung dua orang itu, tidak mengira Alysa mengenal kakak kelas baru yang katanya ganteng itu.
“Kok kamu pakek cincin yang” Ucap Jerry saat melihat tangan Alysa yang memegang tangannya yang menutupi mata Alysa tadi. Jerry melihat jari manis Alysa menggunakan cincin.
Sahabat Alysa melongo mendengar Jerry yang memanggil Alysa dengan sebutan Sayang. Alysa melihat sekeliling kantin menahan takut, takut Rakha melihatnya.
__ADS_1
“Jerry udah aku bilang jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi” Ucap Alysa menghiraukan pertanyaan Jerry.
“Ok maaf, jadi kenapa kamu pakek cincin?” Tanya Jerry lagi menaikkan sebelah alisnya.
“Itu cincin tunangan dia sama gue” Ucap Rakha yang baru saja datang bersama sahabatnya.
Alysa menatap Rakha yang kini menatapnya dengan sorot mata tajam nya. Perasaan Alysa sudah dag dig dug melihat kedatangan Rakha bersama sahabatnya.
Rakha menghampiri Alysa merangkul pinggang gadis itu posesif, Alysa hanya menundukkan kepalanya tak berani menatap Rakha ataupun Jerry di tambah penghuni kantin yang kini sudah menatap mereka penuh minat. ‘Lumayan tontonan gratis’ mungkin begitu pikir mereka.
“Alysa kita belum putus kan?” Tanya Jerry tak mengerti dengan jalan kisah yang baru saja terjadi.
“Aku kira setelah apa yang kamu lakuin ke aku kita udah putus Jer” Ucap Alysa lemah bingung harus menjawab apa lagi.
“Aku kira apa yang kamu omongin waktu dicafe bener, kamu balik ke Indonesia buat aku ternyata aku terlalu berharap ya” Jerry tersenyum miris mengingat betapa ia terlalu berharap pada gadis itu. Rakha hanya diam menyimak apa yang mereka katakan.
“Aku datang ke Indonesia emang demi kamu tapi setelah itu aku ketemu Rakha dia yang bantu aku buat bangkit lagi setelah kamu tinggalin aku tanpa kabar. Awalnya aku memang nunggu kamu selama 2 tahun aku nunggu kamu Berharap kamu kembali buat aku namun akhirnya aku sadar untuk tidak mengharapkan sesuatu yang gak pasti, mengharapkan seseorang yang bahkan aku gak tau masih punya rasa yang sama atau enggak sama aku” Air mata Alysa sudah tidak dapat dibendung lagi, jujur saja ia masih memiliki rasa pada Jerry. 2 tahun hubungan mereka bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilupakan dan menghilangkan rasa yang sudah tumbuh lama. Ada rasa sakit dan tidak enak saat melihat wajah gusar Jerry karena bagaimanapun rasa itu masih ada sekuat apapun Alysa melupakannya nama Jerry masih ada di hati Alysa walaupun itu tidak banyak tidak besar seperti dulu.
“Selama 2 tahun aku nunggu kamu dan berjuang sendiri di sini Jer” Alysa melanjutkan ucapannya setelah menghapus air matanya kasar.
“Maaf udah buat kamu nunggu aku Alysa, aku masih sayang banget sama kamu rasa yang aku punya buat kamu masih sama masih besar sama seperti dulu. boleh aku peluk kamu?” Tanya Jerry yang dijawab anggukan oleh Alysa dengan terpaksa Rakha melepas rangkulannya.
“Selamat sayang, semoga kamu bahagia sama pilihan kamu yang sekarang. Aku sayang kamu, tanpa kamu tau selama ini aku juga berjuang untuk kita kembali bersama lagi sayang, dan tanpa kamu tau sebenarnya 1 tahun lalu aku nyusul kamu di Australia aku cari kamu di sana tapi hasilnya nihil aku gak ketemu kamu, aku udah keliling cari kamu ke sekolah kamu setiap hari sampek akhirnya mutusin buat balik ke Indonesia aku cari ke rumah kamu yang dulu dan aku masih gak nemuin kamu aku ke Bali buat refresing setelah capek cari kamu dan akhir nya aku ketemu aku meskipun aku ketemunya saat kamu udah sama laki-laki lain. Kamu tau setiap hari anniv kita aku selalu berdoa agar kita bisa bersama lagi, apa kamu bisa wujudin itu?aku rasa engga ya “ ucap Jerry sambil terkekeh. Ucapan Jerry sontak membuat Alysa membeku, Alysa tak tau jika Jerry mencarinya saat itu, berjuang untuk hubungan mereka. “Apa ini? Apa aku salah dalam mengambil keputusan? “ Batin Alysa. Mendengar tawa hambar Jerry sungguh menggores hatinya.
Jerry melepaskan pelukannya lalu mencium puncak kepala Alysa sayang.
“Jangan bilang apa alasan aku ninggalin kamu ke Rakha” Bisik Jerry yang mendapat kernyitan pada dahi Alysa namun gadis itu tetap saja menganggukkan kepalanya.
“Udah kan?” Tanya Rakha memutar matanya malas melihat adegan didepannya.
“Jaga dia baik-baik Tar” Ucap Jerry dengan senyuman yang melukis wajahnya.
******
__ADS_1
Hai Bagaimana Sama Part Ini?
Maaf Ya Kalau Banyak Typo Dan Feel Kurang Dapet. Jangan Lupa Buat Follow, Rate, Dan Koment Ya 😍