My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
Pulang Bareng


__ADS_3

Bel pulang sekolah sudah berbunyi 10 menit yang lalu tapi Eliza masih berada di ruang OSIS karena kunci mobil nya yang masih di sita dan mobilnya entah di mana. Eliza menunggu Farrel yang masih sibuk dengan Vita - sekertaris OSIS yang membantu Farrel menyiapkan Acara untuk class meeting, jika kalian bertanya untuk apa Eliza menunggu Farrel? Jawabannya adalah Farrel yang masih belum memberikan Eliza kunci mobil nya yang di sita Farrel.


Dengan malasnya Eliza duduk di sofa yang ada di ruang OSIS sambil memainkan Handphone nya men stalker Bias kesayangan nya ayo lah apa lagi kerjaan Kpopers akut yang Jomblo. Jomblo? Ah Eliza sudah memiliki Farrel yang kini menjabat sebagai kekasihnya. Ingatkan Eliza yang melupakan pacar paksaan nya itu.


Vita melirik Eliza yang sedari tadi hanya duduk manis dan memainkan Ponselnya tanpa ada niat untuk berpaling dari ponselnya itu.


"Dia ngapain di sini?" tanya Vita pada Farrel yang tidak suka dengan Eliza yang berada di ruang OSIS


"Pacar gue," jawab Farrel Acuh, tapi jawaban Farrel sontak membuat Vita terkejut. Bagaimana Bisa Farrel yang terkesan cuek apa lagi pada Cewek bisa berpacaran dengan Eliza yang cerewet dan gila akan Korea itu? apa lagi yang siswa siswi SMA HB tau Eliza dekat dengan Jerry.


Eliza yang sudah mulai bosan langsung menghampiri Farrel yang belum saja memberikan Kunci mobilnya padahal jam sudah menunjukkan pukul 3.50 yang artinya bel pulang sekolah sudah berbunyi 50 menit lalu. Vita sudah keluar dari ruangan OSIS 5 menit lalu setelah Farrel memberikan berkas OSIS pada Vita.


"Farrel gue mau pulang, kunci gue mana?" Eliza menyodorkan tangannya untuk meminta kunci mobilnya pada Farrel yang sedang merapikan berkas OSIS dan leptop nya.


"Aku-kamu jangan pakek lo-gue," ucap Farrel sambil menatap Eliza tajam.


"Farrel aku mau pulang cepet kunci mobil aku Rel." Eliza sudah mulai kesal pada Farrel karena belum saja memberikan kunci mobilnya padahal Eliza sudah menuruti semua perintah Farrel tapi kunci mobilnya belum kembali.


"Ayo." Farrel berjalan sambil menggandeng tangan Eliza ke arah parkiran, Eliza yang awalnya terkejut langsung menormalkan ekspresi nya kembali dan mengikuti Farrel berjalan kearah parkiran. Keadaan sekolah sudah sepi karena hari ini sedang tidak ada ekskul dan waktu pulang sudah 55 menit yang lalu.


Saat sampai di parkiran hanya ada Mobil merah sport milik Eliza dan motor sport Hitam milik Farrel yang berada di sana, sebenarnya tempat parkir ini adalah tempat parkir mobil tapi entah bagai mana bisa motor sport milik Farrel bisa berada di sana Eliza tak mau susah susah memikirkan nya karena yang terpenting dia bisa pulang kerumahnya tepat waktu dan segera menidurkan tubuhnya di kasur kesayangannya.


"HP," ucapan ambigu dari Farrel membuat Eliza mengerutkan dahi nya.


"Ck, HP lo," jelas Farrel yang mengerti bahwa gadis nya itu tidak mengerti apa yang dia ucapkan. Kini Eliza malah menaikkan alis nya, bukan Eliza tidak mengerti dengan ucapan Farrel kali ini tapi maksud dari ucapan Farrel, untuk apa Farrel meminta HP nya? Setelah kunci mobilnya sekarang HP nya setelah ini apa lagi yang akan Farrel minta?


"Cepetan mana HP lo?" Farrel berdecak malas dan menatap Eliza tajam. Eliza yang mendapat tatapan tajam itu langsung memberikan HP nya pada Farrel. Setelah mengetikkan sesuatu di handphone Eliza, Farrel segera memberikan nya kembali kepada Eliza dan menyerahkan kunci mobil Eliza juga.


❤❤❤


Bintang, sebagian orang mungkin sangat menyukai benda langit itu. Begitu juga dengan Eliza yang kini tengah berbaring di ruang kaca yang biasa di gunakan untuk melihat benda langit yang sangat indah itu.

__ADS_1


Eliza menatap bintang yang berada diatasnya dengan pandangan kosong, pikirannya masih melayang memikirkan kejadian tadi siang di ruang osis, rasanya Eliza tidak percaya jika dia bisa menjadi kekasih dari manusia kutub itu.


Eliza bingung bagaimana laki-laki itu bisa menyukainya dan bagaimana jika laki-laki itu tahu semua fakta tentang Eliza apa laki-laki itu tetap mau bertahan padanya? Eliza tersenyum miris tentu saja Farrel akan meninggalkan nya dan tidak akan sudi menatapnya kembali. Eliza ingin menceritakan tentang dirinya namun ia takut jika Farrel akan memberitahukan pada semua orang. ia tidak mau jika ada yang tau mengenai keadaannya.


Tampa Eliza sadari tadi Jerry yang baru saja datang dari bandung kini sudah berada di sampingnya dan ikut menatap bintang yang tengah bersinar terang di langit.


"Kenapa tadi pulang telat? Nyimeng lagi lo ye." Kenzo membuka suara dan menatap Eliza intens. Eliza yang masih belum sadar jika ada Jerry disampingnya masih saja menatap bintang dengan pikirannya yang entah berada dimana


"Eliza," panggil Jerry karena tidak ada jawaban dari Eliza. Masih tidak ada jawaban membuat Jerry kesal sendiri kemudian mendekatkan dirinya pada telinga Nesa yang sedang melamun


"Eliza," teriak Jerry tepat di telinga Eliza, membuat Eliza terlonjak kaget dan segara memalingkan wajahnya kearah Jerry.


"Jerry **** ihh ngagetin, gak usah teriak teriak gitu kayak lagi di hutan aja sih," kesal Eliza karena telinganya yang berdenyut akibat ulah sahabatnya itu.


"Ya abisnya elo gue panggil gak di jawab," ujar Jerry yang sudah mendudukkan posisinya.


"Kenapa?" tanya Eliza malas dan kembali menatap bintang yang tengah bersinar terang


"Hmmm itu... Anu.... Aduhhh... " Eliza bingung harus menjawab apa, Eliza terlalu takut untuk memberi tahu jika dia memikirkan Farrel dan mengatakan jika dia terlambat dan kurang tidur karena drakor bisa dipastikan semua kaset film ataupun drakor nya akan di buang oleh Jerry.


"eh lo kapan balik?" tanya Eliza yang malah mengalihkan pembicaraan.


"gak usah mengalihkan pembicaraan, btw gue baru dateng dari bandung langsung kesini," jawab Jerey dengan santai.


"gini... emm.. gimana ya?" bingung Eliza.


"Yang jelas El gue gak ngerti," protes Jerry yang sudah mulai jengah pada sahabatnya itu.


"Hmm Jer gue.....  Hmmm... Gue... "


"Elo kenapa sih?" geram Jerry yang mendengar pernyataan ambigu dari Sahabatnya itu.

__ADS_1


"Aduh gimana sih cara ngomongnya," gerutu Eliza pada dirinya sendiri. Eliza bingung harus mulai dari mana dulu karena semua ini sangat berisiko


"Gue punya pacar," ucapan yang sangat pelan tapi masih dapat di dengar dengan jelas oleh Jerry karena ruangan yang hening dan jarak mereka yang dekat.


1 detik


2 detik


3 detik


"Apa?" kaget Jerry setelah terdiam beberapa saat


"Gue punya pacar Jerry." Eliza kembali mengulang apa yang di katakan nya tadi karena respon dari Jerry itu.


"Iya gue denger El, gak usah di ulang." Eliza berdecak mendengar jawaban Jerry, entah apa mau sahabatnya itu. Tadi Jerry mengatakan Apa sekarang mengatakan bahwa dia mendengar nya.


"Gue cuma bisa dukung lo, gue bahagia kalau lo bahagia." Jerry tersenyum lembut dan mengulurkan tangannya mengusap puncak kepala Eliza. Sedangkan Eliza terkejut melihat respon Jerry, dia pikir Jerry akan marah dan melarangnya tapi ini? Apa Jerry mendukungnya?


"Selagi lo bahagia gue gakpapa, tapi klo lo di sakitin siap siap aja tuh cowok sediain rumah sakit klo bisa tanah pemakaman sekalian," Jerry menyeringai membuat Eliza bergidik ngeri mendengar apa yang diucapkan Jerry.


"tapi gimana kalau dia tahu tentang gue Jer?" tanya Eliza mengungkapkan ketakutannya.


"kalau dia emang sayang sama lo dia mau nerima lo apa adanya," ucap Jerry mengusap lembut rambut Eliza.


"gimana dengan penyakit gue?" tanya Eliza mengerutkan keningnya. yang ia takutkan adalah penyakitnya ia tidak mau membuat banyak orang terluka saat ia pergi nanti.


****


Balik bareng Eliza lagi nih.


kuy lah langsung vote, Rate, dan koment ya guys.

__ADS_1


__ADS_2