My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
Tres


__ADS_3

Hembusan angin yang cukup dingin tak membuat suasana ditaman belakang kali ini juga dingin buktinya Alysa masih saja berkeringat padahal angin sudah menyapu wajah cantik gadis itu. Sudah 15 keadaan hening ini terjadi tak ada yang mau membuka pembicaraan lebih dulu. Rakha sibuk menatap Alysa yang kini memainkan jarinya, tatapan Rakha begitu tajam dan menusuk hingga Alysa tak berani menatap mata laki-laki itu. Rakha yang ingin Alysa sadar diri untuk menceritakannya sendiri tanpa Laki-laki itu minta dan Alysa yang tidak berani membuka pembicaraan takut Rakha akan marah. Lengkap lah sudah pendukung acara saling diam ini.


Rakha yang sudah tidak tahan akhirnya menghembuskan nafasnya kasar dan menarik nafas untuk memulai semuanya lebih dulu.


“Aku kira dengan aku diem kamu ngerti dan akan ngejelasin tampa aku minta” Hardik Rakha dengan senyuman sinis nya. Alysa menggerutu mendengar ucapan Rakha, yang benar saja dia kira Alysa cenayang bisa baca pikiran orang tapi tentu itu hanya bisa Alysa ungkapkan dalam hati mana berani ia berkata seperti itu disaat Rakha marah seperti sekarang.


“Dia Jerry” Ucap Alysa singkat masih tak berani menatap Rakha.


“Aku juga tau dia Jerry” Dengus Rakha kesal. Alysa hanya meringis mendengar jawaban Rakha.


“Dia orang yang pernah aku ceritain ke kamu” Ucap Alysa dengan sekali tarikan nafas. Rakha menaikkan sebelah alis nya mengingat siapa yang Alysa maksud hingga Rakha mengingat Alysa pernah menceritakan masalalunya dulu.


“Kapan kalian ketemu lagi?” Rakha menatap Alysa dalam sedangkan yang ditatap hanya menundukkan kepalanya.


“Waktu kita di Bali” Ucap Alysa masih menundukkan kepalanya. Rakha mendengus kasar mendengar ucapan Alysa, mengapa Alysa tidak menceritakannya saat itu? Kenapa iya harus tau sendiri?


“Kenapa kamu gak cerita ke Aku?”

__ADS_1


“Aku takut kamu marah sama Aku” Alysa menatap Rakha dengan tatapan sendunya.


“Kamu udah gak ada rasa lagi kan sama Jerry? “ Tanya Rakha penuh selidik, meskipun tak yakin Alysa tetap mengangguk menjawab pertanyaan Rakha padanya.


“Jangan pernah berpaling dari aku Alysa, jangan pernah tinggalin Aku” Rakha membawa Alysa dalam pelukannya, memeluk erat tunangannya itu tanpa ingin melepaskan pelukannya takut jika ia melepaskannya maka Alysa akan pergi darinya.


Alysa hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Rakha karena tak ada yang tau bagaimana hari esok akan berjalan, bagaimana takdir akan memainkan mereka, dan bagaimana skenario Tuhan akan berjalan.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Seorang laki-laki kini menatap Jerry yang berada di depan nya tajam, sudah lama ia tak melihat Jerry yang kini wajahnya sudah penuh dengan luka, Tara laki-laki yang kini berada di depan Jerry Sahabatnya yang kini menganggap nya musuh, Tara mengusap darah yang keluar dari luka sobek di ujung bibirnya kasar.


“Apa gue gak salah denger? Bukan gue yang ngambil apa yang lo punya tapi elo yang ngambil apa yang gue punya Tara” Ucap Jerry tajam, Tara memutar matanya jengah mendengar ucapan Jerry.


“Elo yang ninggalin dia demi gadis gue Jerry, gue hanya memberi dia ruang dan kenyamanan serta cinta dan kasih sayang yang memang harus nya dapat bukan penderitaan dan kesedihan seperti yang lo kasih Jer” Rahang Tara mengeras dan segera pergi menjauh dari Jerry yang masih terduduk di tanah.


“Gue gak bakal ambil dia dari elo Tar, gue gak mau egois sudah cukup gue nyakitin dia dan sekarang waktunya gue bikin dia bahagia meskipun gak sama gue. Gue harap lo bisa jaga dia dengan baik dan gak buat dia sakit seperti apa yang pernah gue lakuin ke dia. Meskipun saat Eliza kembali dan meminta lo buat balik gue harap lo masih bisa mempertahankan prinsip lo untuk terus bersama Alysa atau saat lo lebih milih Eliza dan nyakitin Alysa jangan salahin gue kalau gue kembali mengambil apa yang harusnya gue jaga dari awal. Dan bukannya ngejaga pacar lo itu dan merusak hubungan gue Ana orang yang gue sayang. “ Teriak Jerry yang mempu membuat langkah Tara berhenti namun hanya sebentar karena setelah nya Tara sudah pergi menuju motornya dan segera melajukan motor nya meninggalkan Jerry.

__ADS_1


"Lo gak akan tau Tar bagaimana rasanya di posisi gue, entah setelah lo tau semuanya apa lo akan kembalikan Alysa buat gue? gue udah berjuang terlalu banyak demi kebahagiaan orang di sekeliling gue tapi apa yang gue dapet? penyesalan." Jerry sungguh hancur kali ini. Hatinya sangat sakit mengetahui semuanya yang sudah ia lewatkan.apa ia terlalu baik? hingga Tuhan dengan memberikan cobaan yang sungguh menyakitkan baginya.


“Mungkin ini yang namanya mencintai tak harus memiliki, gue sayang dan cinta sama lo tapi gue yakin lo udah bahagia sama Tara gue harap lo akan terus bahagia meskipun bukan sama gue, gue akan selalu berada di belakang lo sebagai abang lo meskipun cinta yang gue punya begitu besar buat lo Alysa” Lirih Jerry bermonolog tanpa terasa air matanya sudah menetes keadaan yang sepi mendukung tangis Jerry. Jerry tak menyangka bahwa ini akhir kisahnya bersama Alysa gadis yang sangat ia cintai. Banyak kata seandainya yang berputar di otak Jerry ‘Seandainya dia tak meninggalkan Alysa’ ‘Seandainya ia datang sebelum Rakha datang dalam kehidupan Alysa’ dan masih banyak lagi kata Seandainya yang terus berputar di otaknya. Namun sayang semua itu hanya perandaian percuma ia kini berandai-andai karena kata perandaian adalah akhir dari kata penyesalan yang akan membuat harapan semu yang akan menjadi hayalan.


Jerry bangkit dari duduknya sambil memegangi perutnya yang sangat sakit menuju motornya. Jerry mengemudikan motornya dengan kecepatan sedang tanpa tau kemana tujuannya kali ini.


Saat di tengah perjalanan suara diring ponselnya menghentikan laju motor Jerry.


Setelah melihat siapa yang menelponnya Jerry menggeser tombol untuk menerima panggilan dan didekatkannya ponsel itu pada telinga nya.


“Jerry elo dimana sih? Gue udah nunggu dari tadi” Suara cempreng di sebrang sana membuat Jerry ingat bahwa ia akan menjemput seseorang di bandara.


“Iya ini masih di jalan” Ucap Jerry dengan sabar pada gadis di sebrang sana.


“Ya udah buruan” Ucap orang di sebrang sana lalu mematikan sambungan telfonnya. Jerry meletakkan ponselnya di saku celananya dan mengemudikan motornya dengan kecepatan penuh menuju ke Bandara.


****

__ADS_1


Hai Bagaimana Sama Part Ini?


Maaf Ya Kalau Banyak Typo Dan Feel Kurang Dapet. Jangan Lupa Buat Follow, Rate, Dan Koment Ya 😍


__ADS_2