My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
Ocho


__ADS_3

“Eh tunggu” Alysa menghentikan


langkahnya saat ada yang memegang lengannya. Alysa membalikkan tubuhnya menatap


gadis yang tadi memegang tangannya untuk memberhentikan langkah Alysa.


“Iya, kenapa?” Tanya Alysa sambil


menampilkan senyumnya membalas senyum gadis yang kini juga tersenyum padanya


itu.


“Ehh ruang kepsek dimana?” Gadis itu


menggaruk tengkuknya yang tak terasa gatal sambil menampilkan cengiran yang


memperlihatkan gigi putihnya.


“Murid baru ya?” Tanya Alysa yang


dibalas anggukan oleh gadis itu.


“Ruang kepsek disamping Lab, tinggal


belok ke kiri aja dari koridor di depan” Ucap Alysa sambil menunjuk koridor


yang di maksud, gadis itu mengangguk.


“Thank ya, gue duluan” Gadis itu


berlalu dari hadapan Alysa setelah mendapat anggukan dari Alysa.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Keadaan kelas Alysa begitu riuh saat


bu Nanik masuk dengan gadis cantik yang mengekor di belakang guru itu.


“Permisi pak, saya membawa murid baru


untuk kelas ini” Ucap Bu Nanik yang dibalas anggukan oleh pak Budi yang


mengajar di kelas.


“Kalau begitu saya permisi dulu pak”


Ucap bu Nanik setelah mengantar murid baru itu.


“Iya bu” Pak Budi mengangguk


setelahnya bu Nanik sudah menghilang dari kelas.


“Baik silahkan perkenalkan nama kamu


kepada teman kamu” Ucap Pak Budi yang mendapat anggukan dari gadis itu.


“Hai semua nama gue Eliza Ergis


Fernando pindahan dari Belanda salam kenal semua” Ucap gadis itu dengan


senyumnya.


“Cantik tapi lebih cantik Alysa”


“Neng mau gak sama abang?”


Masih banyak lagi ucapan lainnya yang


dilontarkan murid kelas. Pak Budi mempersilahkan Eliza untuk duduk di bangkunya


tepat disamping meja Alysa. Pak Budi kembali melanjutkan acara mengajarnya


sampai bel istirahat menghentikan kegiatannya dan segera keluar dari kelas.


“Hei lo yang tadi bantu gue kan”


Tanya Eliza saat berada di samping Alysa.


“Ehhmm iya “ Alysa mengangguk ramah.


“Nama lo siapa? Nama gue Eliza” Eliza


mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Alysa. Alysa menyambut uluran


tangan Eliza dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya.


“Nama gue Alysa, mereka sahabat gue


Retta, Lia, sama Adrien” Ucap Alysa sambil mengenalkan ketiga sahabatnya. Eliza


tersenyum dan mengeluarkan tangannya pada ketiga sahabat Alysa.


“Kantin yuk” Ajak Eliza yang mendapat


anggukan dari Alysa dan ketiga sahabat nya.

__ADS_1


Mereka berjalan beriringan menuju


kantin dengan Alysa, Retta dan Lia yang berjalan di depan sedangkan Adrien dan


Eliza berjalan dibelakang mereka. Dari arah berlawanan 6 orang laki-laki juga


tengah berjalan kearah mereka sambil menampilkan senyum mereka ataupun tebar


pesona. Eliza menatap orang yang berada di barisan paling depan dengan senyum


mengembang nya, di sana laki-laki yang sangat di rindukan nya tengah tersenyum


pada nya senyum yang sama seperti terakhir kali ia melihat lelaki itu.


“Hai sayang” Rakha mengelus puncak


kepala Alysa sayang lalu mencium puncak kepala gadisnya itu. Wajah Alysa sudah


memerah akibat perlakuan Rakha padanya. Namun tanpa mereka sadari ada hati yang


tersakiti melihat pasangan kekasih itu, wajah yang awalnya dihiasi senyuman kini


telah berubah oleh kemarahan, kekecewaan dan kesedihan saat melihat orang yang


sangat ia sayangi tak melihat kearahnya dan malah bermesraan dengan gadis lain


di depannya tampa memedulikan jika gadis itu ada disana. Senyum yang awalnya ia


kira untuknya ternyata untuk gadis lain yang sudah menempati tempatnya dulu.


“Hai Tara” Sapa Eliza yang sukses


membuat Rakha menegang mendengar panggilan dan suara itu. Rakha menolehkan


pandangannya pada belakang Alysa. Pandangan Rakha mengarah pada gadis yang kini


berdiri dibelakang Alysa dengan senyuman di wajah gadis itu. Alysa mengerutkan


keningnya saat melihat rahang Rakha yang mengeras dan Eliza yang memanggil


Rakha dengan sebutan Tara.


“Ayo Yang” Rakha menarik tangan Alysa


menjauh dari sahabatnya. Alysa menatap heran kekasihnya tapi Alysa masih


membisu tak ingin menanyakannya pada Rakha saat melihat berapa marahnya


kekasihnya itu. Ia tak ingin Rakha akan marah padanya juga.


dan menyuruh Alysa untuk masuk ke dalam mobilnya.


“Kita mau kemana?” Tanya Alysa ragu


tampa melihat kearah Rakha. Rakha tak menjawab pertanyaan Alysa. Rakha


melakukan mobilnya keluar sekolah. Fikirannya kini tengah kelu, hati nya kini


serasa mati merasakan betapa sakitnya hatinya saat orang yang sangat ia sayang


dan sahabatnya selingkuh dibelakang nya.


Alysa mengelus tangan Rakha


menenangkan kekasihnya itu. Rakha mengambil tangan Alysa dan mencium tangan


gadis itu setelah nya membawa tangan gadis itu pada pahanya dan mengelus tangan


kekasihnya itu. Rakha sedikit merasa tenang dengan perlakuan Alysa, ia begitu


menyayangi tunangannya itu namun rasa untuk Eliza masih ia rasakan walau itu


hanya sedikit.


“Maaf ya yang” Rakha mengecup tangan


Alysa. Alysa tersenyum melihat itu lalu menggeleng pelan.


“Iya gak apa-apa” Ucap Alysa dengan


senyumnya.


“Kita kerumah aku aja ya” Ucap Rakha


yang sukses mendapat pelototan dari Alysa.


“Kamu gila udah ngajak aku bolos


ngajak nya malah kerumah pemilik sekolah, niat banget sih mau masuk kandang


harimau” Ucap Alysa dengan geramnya. Rakha terkekeh mendengar ucapan Alysa yang


menggemaskan menurutnya itu.


“Gak ada orang kok dirumah tenang

__ADS_1


aja” Ucap Rakha santai.


“Tenang endas mu gundul, itu malah


gak boleh tau takutnya ada setan” Alysa men jewer telinga Rakha membuat laki-laki


itu meringis karena ulah Alysa.


“Ya gak papa yang, kan lebih leluasa


ngelakuin nya “ Rakha menaik turunkan alisnya menggoda Alysa.


“Kamu ya, dasar Rakha setan Gila”


Alysa memukuli perut Rakha membuat laki-laki itu terkekeh.


“Aduh yang ampun yang enggak deh


enggak aku becanda” Ucap Rakha yang mendapat dengusan dari Alysa.


“Ngeselin banget tau gak” Alysa


mengerucutkan bibirnya kesal.


“Bibirnya minta di cium” Rakha


terkekeh melihat Alysa yang langsung mengulum bibirnya takut Rakha benar


menciumnya.


“Hahahaha becanda kali yang, gak di


sini tapi nanti aja di rumah” Rakha terkekeh geli.


“Ihhh turunin aku cepet, atau aku


loncat” Ucap Alysa yang malah tambah membuat Rakha terkekeh.


“Sok berani mau loncat, udah deh diem


aja gak usah ngelantur” Rakha mengeratkan genggamannya pada Alysa. Alysa hanya


bisa mendengus kesal karena Rakha yang tak mudah di bodohi.


Alysa memejamkan matanya mengingat


kembali kejadian tadi dan menebak apa hubungan semua yang ia alami. Alysa


merasa pernah mendengar nama Tara dan Eliza tapi dari siapa? Dan apa


hubungannya? Tak beberapa lama ia mengingat Jerry ya ia mengetahui nama itu


dari Jerry dari cerita yang pernah Jerry ceritakan pada nya saat mereka


bertemu.


Tara adalah Sahabat Jerry dan Eliza


adalah kekasihnya. Nama Rakha adalah Tarakha. Jadi Eliza adalah masa lalu


Rakha? Masihkah laki-laki itu mencintai Eliza? Perasaan takut kehilangan


tiba-tiba saja menggelanyar dalam hati Alysa ia tak ingin kehilangan Kekasih


seperti Rakha. Tanpa terasa air mata mulai meluncur dari mata Alysa. Rakha yang


melihat gadisnya menangis langsung menepikan mobilnya.


“Kamu kenapa yang?” Tanya Rakha


khawatir. Alysa membuka matanya yang terpejam lalu menatap Rakha sendu.


“Aku gak apa apa kok” Ucap Alysa


berusaha menampilkan senyumnya.


“Please yang kasih tau aku kamu


kenapa nangis? “ Tanya Rakha yang menatap Alysa dengan tatapan sendunya.


“Aku gak apa-apa mending lanjut aja


kata nya mau kerumah kamu” Ucap Alysa.


Rakha mendengus kesal dengan sikap


keras kepala dan tertutup Alysa. Rakha kembali melajukan mobilnya kerumah nya.


Dan akan memaksa gadis itu untuk bercerita.


****


*****


jangan lupa baat vote,rate, dan komen ya guys

__ADS_1


jangan lupa juga buat follow akun ya


__ADS_2