
“Eh tunggu” Alysa menghentikan
langkahnya saat ada yang memegang lengannya. Alysa membalikkan tubuhnya menatap
gadis yang tadi memegang tangannya untuk memberhentikan langkah Alysa.
“Iya, kenapa?” Tanya Alysa sambil
menampilkan senyumnya membalas senyum gadis yang kini juga tersenyum padanya
itu.
“Ehh ruang kepsek dimana?” Gadis itu
menggaruk tengkuknya yang tak terasa gatal sambil menampilkan cengiran yang
memperlihatkan gigi putihnya.
“Murid baru ya?” Tanya Alysa yang
dibalas anggukan oleh gadis itu.
“Ruang kepsek disamping Lab, tinggal
belok ke kiri aja dari koridor di depan” Ucap Alysa sambil menunjuk koridor
yang di maksud, gadis itu mengangguk.
“Thank ya, gue duluan” Gadis itu
berlalu dari hadapan Alysa setelah mendapat anggukan dari Alysa.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Keadaan kelas Alysa begitu riuh saat
bu Nanik masuk dengan gadis cantik yang mengekor di belakang guru itu.
“Permisi pak, saya membawa murid baru
untuk kelas ini” Ucap Bu Nanik yang dibalas anggukan oleh pak Budi yang
mengajar di kelas.
“Kalau begitu saya permisi dulu pak”
Ucap bu Nanik setelah mengantar murid baru itu.
“Iya bu” Pak Budi mengangguk
setelahnya bu Nanik sudah menghilang dari kelas.
“Baik silahkan perkenalkan nama kamu
kepada teman kamu” Ucap Pak Budi yang mendapat anggukan dari gadis itu.
“Hai semua nama gue Eliza Ergis
Fernando pindahan dari Belanda salam kenal semua” Ucap gadis itu dengan
senyumnya.
“Cantik tapi lebih cantik Alysa”
“Neng mau gak sama abang?”
Masih banyak lagi ucapan lainnya yang
dilontarkan murid kelas. Pak Budi mempersilahkan Eliza untuk duduk di bangkunya
tepat disamping meja Alysa. Pak Budi kembali melanjutkan acara mengajarnya
sampai bel istirahat menghentikan kegiatannya dan segera keluar dari kelas.
“Hei lo yang tadi bantu gue kan”
Tanya Eliza saat berada di samping Alysa.
“Ehhmm iya “ Alysa mengangguk ramah.
“Nama lo siapa? Nama gue Eliza” Eliza
mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Alysa. Alysa menyambut uluran
tangan Eliza dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya.
“Nama gue Alysa, mereka sahabat gue
Retta, Lia, sama Adrien” Ucap Alysa sambil mengenalkan ketiga sahabatnya. Eliza
tersenyum dan mengeluarkan tangannya pada ketiga sahabat Alysa.
“Kantin yuk” Ajak Eliza yang mendapat
anggukan dari Alysa dan ketiga sahabat nya.
__ADS_1
Mereka berjalan beriringan menuju
kantin dengan Alysa, Retta dan Lia yang berjalan di depan sedangkan Adrien dan
Eliza berjalan dibelakang mereka. Dari arah berlawanan 6 orang laki-laki juga
tengah berjalan kearah mereka sambil menampilkan senyum mereka ataupun tebar
pesona. Eliza menatap orang yang berada di barisan paling depan dengan senyum
mengembang nya, di sana laki-laki yang sangat di rindukan nya tengah tersenyum
pada nya senyum yang sama seperti terakhir kali ia melihat lelaki itu.
“Hai sayang” Rakha mengelus puncak
kepala Alysa sayang lalu mencium puncak kepala gadisnya itu. Wajah Alysa sudah
memerah akibat perlakuan Rakha padanya. Namun tanpa mereka sadari ada hati yang
tersakiti melihat pasangan kekasih itu, wajah yang awalnya dihiasi senyuman kini
telah berubah oleh kemarahan, kekecewaan dan kesedihan saat melihat orang yang
sangat ia sayangi tak melihat kearahnya dan malah bermesraan dengan gadis lain
di depannya tampa memedulikan jika gadis itu ada disana. Senyum yang awalnya ia
kira untuknya ternyata untuk gadis lain yang sudah menempati tempatnya dulu.
“Hai Tara” Sapa Eliza yang sukses
membuat Rakha menegang mendengar panggilan dan suara itu. Rakha menolehkan
pandangannya pada belakang Alysa. Pandangan Rakha mengarah pada gadis yang kini
berdiri dibelakang Alysa dengan senyuman di wajah gadis itu. Alysa mengerutkan
keningnya saat melihat rahang Rakha yang mengeras dan Eliza yang memanggil
Rakha dengan sebutan Tara.
“Ayo Yang” Rakha menarik tangan Alysa
menjauh dari sahabatnya. Alysa menatap heran kekasihnya tapi Alysa masih
membisu tak ingin menanyakannya pada Rakha saat melihat berapa marahnya
kekasihnya itu. Ia tak ingin Rakha akan marah padanya juga.
dan menyuruh Alysa untuk masuk ke dalam mobilnya.
“Kita mau kemana?” Tanya Alysa ragu
tampa melihat kearah Rakha. Rakha tak menjawab pertanyaan Alysa. Rakha
melakukan mobilnya keluar sekolah. Fikirannya kini tengah kelu, hati nya kini
serasa mati merasakan betapa sakitnya hatinya saat orang yang sangat ia sayang
dan sahabatnya selingkuh dibelakang nya.
Alysa mengelus tangan Rakha
menenangkan kekasihnya itu. Rakha mengambil tangan Alysa dan mencium tangan
gadis itu setelah nya membawa tangan gadis itu pada pahanya dan mengelus tangan
kekasihnya itu. Rakha sedikit merasa tenang dengan perlakuan Alysa, ia begitu
menyayangi tunangannya itu namun rasa untuk Eliza masih ia rasakan walau itu
hanya sedikit.
“Maaf ya yang” Rakha mengecup tangan
Alysa. Alysa tersenyum melihat itu lalu menggeleng pelan.
“Iya gak apa-apa” Ucap Alysa dengan
senyumnya.
“Kita kerumah aku aja ya” Ucap Rakha
yang sukses mendapat pelototan dari Alysa.
“Kamu gila udah ngajak aku bolos
ngajak nya malah kerumah pemilik sekolah, niat banget sih mau masuk kandang
harimau” Ucap Alysa dengan geramnya. Rakha terkekeh mendengar ucapan Alysa yang
menggemaskan menurutnya itu.
“Gak ada orang kok dirumah tenang
__ADS_1
aja” Ucap Rakha santai.
“Tenang endas mu gundul, itu malah
gak boleh tau takutnya ada setan” Alysa men jewer telinga Rakha membuat laki-laki
itu meringis karena ulah Alysa.
“Ya gak papa yang, kan lebih leluasa
ngelakuin nya “ Rakha menaik turunkan alisnya menggoda Alysa.
“Kamu ya, dasar Rakha setan Gila”
Alysa memukuli perut Rakha membuat laki-laki itu terkekeh.
“Aduh yang ampun yang enggak deh
enggak aku becanda” Ucap Rakha yang mendapat dengusan dari Alysa.
“Ngeselin banget tau gak” Alysa
mengerucutkan bibirnya kesal.
“Bibirnya minta di cium” Rakha
terkekeh melihat Alysa yang langsung mengulum bibirnya takut Rakha benar
menciumnya.
“Hahahaha becanda kali yang, gak di
sini tapi nanti aja di rumah” Rakha terkekeh geli.
“Ihhh turunin aku cepet, atau aku
loncat” Ucap Alysa yang malah tambah membuat Rakha terkekeh.
“Sok berani mau loncat, udah deh diem
aja gak usah ngelantur” Rakha mengeratkan genggamannya pada Alysa. Alysa hanya
bisa mendengus kesal karena Rakha yang tak mudah di bodohi.
Alysa memejamkan matanya mengingat
kembali kejadian tadi dan menebak apa hubungan semua yang ia alami. Alysa
merasa pernah mendengar nama Tara dan Eliza tapi dari siapa? Dan apa
hubungannya? Tak beberapa lama ia mengingat Jerry ya ia mengetahui nama itu
dari Jerry dari cerita yang pernah Jerry ceritakan pada nya saat mereka
bertemu.
Tara adalah Sahabat Jerry dan Eliza
adalah kekasihnya. Nama Rakha adalah Tarakha. Jadi Eliza adalah masa lalu
Rakha? Masihkah laki-laki itu mencintai Eliza? Perasaan takut kehilangan
tiba-tiba saja menggelanyar dalam hati Alysa ia tak ingin kehilangan Kekasih
seperti Rakha. Tanpa terasa air mata mulai meluncur dari mata Alysa. Rakha yang
melihat gadisnya menangis langsung menepikan mobilnya.
“Kamu kenapa yang?” Tanya Rakha
khawatir. Alysa membuka matanya yang terpejam lalu menatap Rakha sendu.
“Aku gak apa apa kok” Ucap Alysa
berusaha menampilkan senyumnya.
“Please yang kasih tau aku kamu
kenapa nangis? “ Tanya Rakha yang menatap Alysa dengan tatapan sendunya.
“Aku gak apa-apa mending lanjut aja
kata nya mau kerumah kamu” Ucap Alysa.
Rakha mendengus kesal dengan sikap
keras kepala dan tertutup Alysa. Rakha kembali melajukan mobilnya kerumah nya.
Dan akan memaksa gadis itu untuk bercerita.
****
*****
jangan lupa baat vote,rate, dan komen ya guys
__ADS_1
jangan lupa juga buat follow akun ya