
Alysa memasuki kelas nya saat bel masuk berbunyi. Saat sampai dikelasnya ternyata guru yang mengajar belum masuk kelas.
Alysa berjalan kearah sahabatnya yang tengah bergosip ria sambil terkekeh atau histeris berlebihan terutama Lia, entah apa yang tengah digosipkan oleh ketiga gadis itu.
“Lagi gosipin apa sih? Heboh bener” Ujar Alysa yang sudah duduk disamping Adrin.
“Biasa lagi ngomongin cogan sekolah” Lia menyengir gaje sambil menatap Alysa, Alysa bergidik ngeri melihat Lia yang menurutnya Horor.
Alysa hanya ber”oh” ria sambil mengangguk dan setelahnya mengeluarkan novel yang berada ditasnya.
“Eh btw nih guys kita udah lama gak kumpul bareng loh” Kata Adrin mengingat kapan terakhir mereka kumpul bersama kecuali di sekolah.
“Iya bener” Retta mengangguk menanggapi ucapan Adrin.
“Gimana kalo nanti pulang sekolah kita ke mall” Ajak Lia semangat, jika sudah menyangkut mall gadis itu sangat semangat lihat saja sekarang gadis itu sudah menegakkan tubuhnya dengan tatapan memohonnya.
“Bosen ah mall mulu kita ke cafe aja kuy” Ajak Alysa, Alysa itu kebalikan dari Lia jika Lia menyukai mall maka Alysa kebalikannya Alysa tidak terlalu suka berbelanja dan menghambur-hamburkan uang orang tuanya. Jika disuruh memilih anatara mall atau taman maka jawabannya adalah taman, tak usah membayar dan asri sangat menenangkan.
“Sip setuju gue juga bosen ke mall” Kini Retta yang menimpali dan mendapat anggukan setuju oleh Adrin. Lia mendengus kesal mendengar jawaban sahabatnya tapi mau bagaimana lagi ketiga sahabatnya sudah setuju untuk ke cafe jadi mau tak mau Lia ikut.
“Iya deh gue ngikut aja” Ucap Lia pasrah yang mendapat kekehan oleh sahabatnya. Obrolan mereka terhenti saat guru yang mengajar memasuki kelas.
******
Empat orang gadis kini tengah tertawa renyah disalah satu cafe terkenal yang berada di daerah jakarta, cafe yang di desain dengan indah nya yang cocok untuk anak muda milenial. Kalau kata para pemuda milenial itu Instagramanble banget.
“Gila sih gue gak nyangka tuh cabe bakal di semprot gitu sama kak Revin lo tau sendiri lah kak Revin yang dingin gitu bisa ngomong pedes banget” Ujar Lia, menceritakan kejadian kakak kelas nya yang cabe-cabean yang biasa mangkal di pengkolan mendapat ucapan pedas dari kakak kelas yang terkenal dingin dan irit bicara.
__ADS_1
“Ya siapa suruh dia ganggu kak Revin udah tau tuh muka triplek kalo sekali ngomong pedes kebangetan” Ucap Retta mengingat betapa datarnya kakak kelas nya itu, Retta tidak terlalu suka dengan kakak kelasnya yang satu itu meskipun cukup tampan tapi Revin itu cowok yang cuek, dingin, datar, dan irit bicara tapi sekali berbicara pedas nya ngalahin cabe 10 ton.
“Tapi kak Revin ganteng Tau jadi lo gak usah jelek-jelekin kak Revin gitu lah sok bilang muka triplek, gak nyadar lo pacar sahabat lo juga cuek, dingin, datar, irit bicara sama kayak kak Revin” Kini Lia yang menimpali sambil terkekeh geli.
“Dih apaan lo pacar gue di bawa-bawa? Pacar gue gak sedingin dan sedatar kak Revin ya” Ujar Alysa tidak Terima Rakha disamakan oleh Revin, meskipun yang dikatakan Lia ada benarnya juga tapi mana mau ia pacarnya disamakan dengan orang lain.
“Iya deh iya” Ujar Lia akhirnya menyerah.
“Lagian lo jangan terlalu benci sama kak Revin Ta tar cinta tau rasa lo” Kata Adrin yang kini ikut menimpali ucapan sahabat nya
“Dih ogah gue” Retta bergidik ngeri membayangkan dia menyukai Revin, oh aya lah Revin bukan tipe Retta.
“Jangan bilang ogah dulu Ta, benci sama cinta itu beda tipis loh, lagian kan kak Revin ganteng kesemsem tau rasa tar lo” Ujar Alysa sambil tertawa diikuti yang lainnya kecuali Retta tentu nya.
“Oh kak Revin ganteng ya?” Tanya suara di belakang Alysa, membuat sahabatnya menghentikan tawanya kecuali Alysa yang masih tertawa
“Iya ganteng kok Ta” Ucap Alysa yang masih tidak sadar jika yang bertanya bukan lah Retta tapi orang dibelakang-Nya
Alysa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal berusaha menghilangkan rasa gugup yang kini melanda nya, hatinya sudah misu-misu tidak jelas merutuki kebodohannya yang teledor dan kebodohan sahabatnya yang tidak memberitahu nya. "Dasar bodoh, asal ceplos aja lo Lys gak mau dilihat dulu siapa yang ngomong kalo gini kan ribet udah tau pacar lo posesif nya nauzubillah" Rutuk Alysa dalam hatinya
"Eh Rakha ngapain kesini?" Tanya Alysa kikuk.
“Hmm Lys kita balik duluan ya” ucap Retta yang langsung pergi di susul kedua sahabat nya yang lain mereka tidak ingin berada di tengah Alysa dan Rakha apa lagi sekarang situasi nya sedang panas.
"Jadi Ravin ganteng ya Lys? " Bukannya menjawab pertanyaan Alysa, Rakha malah balik bertanya. Alysa yang mendapat kan pertanyaan gelagapan sendiri bingung harus menjawab apa.
"Eh, anu... Itu anu.. " Alysa gelagapan menjawab pertanyaan Rakha.
__ADS_1
"Jangan ambigu deh, tiap tertangkap basah pasti Anu dibawa-bawa" Dengus Rakha mengingat saat awal mereka bertemu saat Alysa tertangkap basah mencarinya yang berujung pada anu
"Ihh kamu apa sih?" Kesal Alysa mendengar Rakha yang kembali ngelantur.
Rakha menarik lengan Alysa membawanya kemeja lain yang masih kosong, tanpa meminta persetujuan dari sahabat Alysa yang sedari tadi menyaksikan perdebatan keduanya.
"Kamu belum jawab pertanyaan aku" Ucap Rakha kesal.
"Pertanyaan kamu yang mana?" Alysa sebenarnya sudah tau pertanyaan yang mana yang dimaksud Rakha tapi gadis itu sengaja bertanya kembali agar Rakha tidak jadi menanyakannya karena kesal.
"Ravin ganteng? " Tanya Rakha dengan suara dinginnya dan matanya yang menatap Alysa tajam
"Hmn kak Revin emang ganteng aku... " Ucapan Alysa terpotong saat Rakha memotong ucapannya
"Oh jadi kamu muji cowok lain ganteng di depan aku? Aku kurang ganteng ya bagi kamu? " Tanya Rakha yang sudah nyerocos membuat Alysa mendengus kesal. Yang benar saja laki-laki itu marah karena Alysa memuji Ravin di depan Rakha padahal Rakha sendiri yang bertanya.
"Kamu dengerin aku dulu dong, jangan motong gitu" Ucap Alysa kesal.
"Jadi kak Ravin emang ganteng aku gak mau naif, tapi hati aku cuman untuk kamu dan kamu juga jauh lebih ganteng dari kak Ravin. Jangan cemburu ya Sayang" Alysa tersenyum manis sambil mengelus wajah Rakha. Laki-laki itu kini menatapnya dengan tatapan hangat nya dan ikut tersenyum kearah kekasihnya itu.
"Aku gak suka kamu muji cowok lain jadi jangan coba-coba untuk memuji laki-laki lain lagi" Ujar Rakha yang mendapat anggukan dari Alysa.
"Kamu gak mau pesan makanan? " Tanya Alysa yang melihat meja mereka yang masih kosong.
"Hmm kamu mau pesan juga? " Bukannya menjawab Rakha malah balik bertanya, Alysa menggeleng menanggapi pertanyaan Rakha.
******
__ADS_1
Hai Bagaimana Sama Part Ini?
Maaf Ya Kalau Banyak Typo Dan Feel Kurang Dapet. Jangan Lupa Buat Follow, Rate, Dan Koment Ya 😍