My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
Tentang Farrel


__ADS_3

Farrel memperhatikan gundukan tanah di depannya dengan wajah sendunya dan tanpa terasa air matanya sudah terjatuh.


laki-laki yang tulis adalah laki-laki yang menangis saat di tinggal orang yang tersayang jadi jangan sia-siakan laki-laki seperti itu.


Farrel terdiam hatinya cukup terluka saat mengetahui tentang gadis yang kini sudah beristirahat dengan tenang itu.


Gundukan tanah dengan batu nisan bertuliskan Eliza Tiara Viryal bin Bima Viryal itu terus ia usap dengan air matanya yang terus mengalir.


Eliza adalah cinta pertamanya, Farrel tak pernah merasakan yang namanya cinta hingga Eliza hadir dan mengubah semuanya. Ia kira cinta pertamanya akan berakhir dengan bahagia namun nyatanya berakhir dengan tragis. Farrel harus kehilangan cinta pertamanya untuk selama-lamanya.


"Aku hancur El, aku terluka, aku gak tau jika kehilangan kamu akan se menyakitkan ini," ucap Farrel menundukkan kepalanya. hatinya sakit dan terluka apa lagi saat mengingat Eliza yang memberitahukan semuanya pada nya dulu.


*Flashback on


Farrel mengetuk pintu rumah gadis nya beberapa kali. rumah besar nan mewah ini terlihat kosong seperti biasa saat ia mengunjungi gadisnya itu.


"ngapain kesini?" tanya Eliza mengerutkan keningnya. Hubungan Eliza dan Farrel memang lebih baik namun tetap saja Eliza masih bersikap sinis pada Farrel walau hanya terkadang.


"mau ketemu pacar lah," ucap Farrel dengan santainya dan langsung masuk kerumah Eliza walau Eliza belum menyuruhnya untuk masuk.


"Asal nyelonong aja lo, pulang sana," usir Eliza sambil mengikuti langkah Farrel yang menuju ruang tamu dan duduk di sofa ruang tamu Eliza.


"El, buatin minum," ucap Farrel dengan santainya. Eliza mendengus kesal lalu menuju dapur untuk membuatkan minum Farrel.


Tak beberapa lama Eliza sudah kembali dengan minuman di tangannya namun karena tak memperhatikan jalan minuman yang di bawa Eliza terjatuh.


"Ya ampun lo gimana sih? lo gak papa kan?" tanya Farrel khawatir.


"gak papa," ucap Eliza dan segera mengambil pecahan gelas nya namun tanpa sengaja jari Eliza terluka karena pecahan gelas tersebut.


"El tangan lo," baru saja Farrel akan mengambil tangan Eliza namun segera di tepis oleh gadis itu membuat Farrel menyipitkan matanya bingung.


"gak usah gue bisa sendiri," ucap Eliza dan segera kembali mengambil pecahan kaca terlebih yang terdapat darahnya.

__ADS_1


"sini biar gue obatin," ucap Farrel yang hendak mengambil tangan Eliza lagi.


"gue bisa sendiri Farrel," tegas Eliza dengan kesal dan itu membuat Farrel bingung. apa salahnya? ia hanya ingin membantu Eliza tapi mengapa gadis itu sangat marah?


"ya udah ini biar gue yang beresin," ucap Farrel namun kembali di tepis oleh Eliza.


"jangan pegang apapun, mending lo balik duduk sana biar gue buatin minuman yang baru," ucap Eliza dan buru-buru membereskan pecahan gelas tersebut.


"lo kenapa sih?" tanya Farrel yang juga ikut kesal dengan sikap Eliza.


"terserah gue lah," ucap Eliza santai dan langsung pergi menuju dapur untuk membawa pecahan gelas dan membuatkan minuman kembali untuk Farrel.


tak beberapa lama ia sudah kembali dan duduk berhadapan dengan Farrel.


"Nih minum dulu," ucap Eliza menyodorkan minuman pada Farrel.


"Farrel, ada yang mau gue omongin sama lo," ucap Eliza menghembuskan nafasnya menyiapkan keberaniannya untuk menceritakan tentang nya.


"Kenapa?" tanya Farrel mengerutkan keningnya.


"aku mau kita putus, dan jauhin aku," ucap Eliza yang langsung membuat Farrel terkejut mendengar penuturan Eliza.


"Kenapa?" tanya Farrel bingung.


"aku bukan gadis yang baik buat lo, lo itu orang yang baik dan gue? gue udah hancur Rel gue udah rusak. bahkan gue gak tau berapa lama lagi gue akan bertahan hidup," ucap Eliza menatap serius pada Farrel yang tambah bingung.


"maksud lo?" tanya Farrel untuk menjawab kebingungannya.


"gue pengidap hiv, gue dulu pemakai, dan masih banyak lagi keburukan gue lainnya di masa lalu. dan lo? lo itu definisi sempurna bahkan terlalu sempurna buat gue yang kekurangan nya terlalu banyak. jadi gue mohon, lupain gue," ucap Eliza dan langsung pergi menuju kamarnya meninggalkan Farrel yang masih terpaku mendengar penjelasan Eliza.


jadi ini alasan mengapa Eliza melarang nya menyentuh darah Eliza? namun bagaimana bisa gadis itu begitu hancur?


Farrel terdiam beberapa saat sebelum segera keluar dari rumah Eliza dan melakukan mobilnya dengan kecepatan cepat entah kemana ia akan pergi namun yang ia butuhkan saat ini hanya ketenangan.

__ADS_1


flashback off*


Farrel tersadar dari lamunannya saat ada yang menepuk pundaknya. Farrel mengalihkan tatapannya pada laki-laki yang menatapnya dengan tersenyum.


"belum move on?" tanya laki-laki itu dengan senyumannya. Farrel hanya menggeleng dan mengalihkan tatapannya pada nisan Eliza.


"bukan hanya lo yang sakit saat itu, tapi Eliza juga hancur tapi sebisa mungkin dia nutupin itu. tanpa lo tau dia udah sayang sama lo dia udah cinta sama lo cuma karena dia gak mau membuat lo sakit terlalu lama Eliza mutusin buat sinis sama lo agar lo yang mutusin dia. tapi Eliza sadar lo sayang banget sama dia jadi gak mungkin lo buat mutusin dia akhirnya dia yang mutusin lo, dia cuma gak mau lo terluka saat Eliza sudah tiada. tapi ternyata Eliza salah lo tetep sakit saat dia tiada," ucap laki-laki a yang tak lain adalah Jerry dengan senyuman sinis nya.


"ini buat lo," ucap Jerry sam sambil menyodorkan surat pada Farrel.


dengan segera Farrel membuka surat tersebut


Dear My Amor


Hai kamu apa kabar?


setelah kamu baca surat ini itu artinya aku sudah tidak lagi bisa bersama mu. Tuhan sudah meminta ku untuk kembali ke sisinya.


Aku tau kamu terluka untuk itu maafkan aku, aku hanya tidak ingin kamu jauh terluka saat aku pergi dari kamu.


Kamu tau aku sudah mencintaimu semenjak kita pulang dari bukit saat itu. kamu ingat kata-kata ku? 'jangan sedih kala senja menghilang karena esok akan ada fajar yang menggantikannya' dan aku percaya kamu akan mendapatkan penggantiku orang yang jauh lebih baik dari aku.


jaga diri kamu baik-baik tenang saja hati ini hanya untuk kamu karena ternyata kamu yang menjadi cinta terakhir aku.


teruslah bahagia dan lupakan aku, aku hanya akan menjadi kenangan mu bukan angan mu jadi jangan terpaku pada masa lalu dan teruslah bahagia.


Eliza TV.


Farrel menutup surat itu dan memeluk nisan Eliza dengan erat. hatinya bertambah sakit setelah membaca surat tersebut. Eliza nya sudah pergi dan entah kapan ia akan melupakan gadis yang menjadi cinta pertamanya itu


*****


sampai sini dulu ya jangan lupa rate, vote, dan koment ya ya

__ADS_1


__ADS_2