
Alysa menatap pemandangan
di depannya dengan senyuman lebarnya, meskipun sedikit bingung kemana
selanjutnya ia akan pergi namun rasa bahagianya lebih besar dari kebingungannya
itu. Alysa sangat tidak sabar untuk bertemu dengan seseorang yang sangat di
rindukannya itu.
Saat ini gadis itu tengah
berdiri di Aeropot de Barcelona
- El part. Setelah mendapat izin dari orang tuanya dan orang tua Rakha
gadis itu diperbolehkan untuk menemui Rakha dan berlibur di Barcelona karena
gadis itu baru saja menghadapi ujian akhir semester 1.
"Permisi, anda Nona
Alysa?" tanya seorang pria paruh baya dengan setelan jas hitamnya dengan
badan kekarnya kini berdiri di depan Alysa dengan senyumannya. Bisa di tebak
laki-laki itu adalah orang suruhan orang tua Rakha. Mengapa bukan Rakha yang
menjemput Alysa? Karena gadis itu tidak memberi tahu Rakha bahwa ia akan
datang, untuk memberi surprise kepada kekasihnya itu.
"Iya," ucap Alysa
gugup.
"Saya Candra, kepala
keamanan pak Briyan di sini," ucap lnya memperkenalkan diri sambil
mengulurkan tangan. Alysa membalas uluran tangan pak Candra dengan senyumnya.
"Saya Alysa,"
ucap Alysa memperkenalkan diri.
"Calon menantu pak
Briyan," tambah Candra membuat Alysa merasa malu.
"Biar saya
bawakan." Candra mengambil alih koper yang di bawa Alysa lalu berjalan di
depan Alysa.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Alysa menatap kagum rumah
di depannya, sangat besar dan luas bahkan saat kalian sampai di depan gerbang rumah
tersebut kalian harus menaiki kendaraan karena lumayan jauh kebelakang untuk
sampai di rumah Rakha. Sangat besar bukan untuk Rakha yang hanya tinggal
sendiri di rumah sebesar itu. Sebenarnya Nenek dan Kakek Rakha sudah meminta
laki-laki itu untuk tinggal bersama mereka tapi Rakha menolaknya dengan alasan
ingin mandiri jadi tidak ada yang mau memaksa Rakha mengingat laki-laki itu
sangat keras kepala.
"Apa Rakha ada di
dalam?" tanya Alysa pada Candra yang di jawab dengan gelengan.
"Tuan Rakha sedang kuliah
Nona," jawab Candra yang dibalas anggukan oleh Alysa.
"Apa anda bisa
mengantar saya kesana?" tanya Alysa penuh harap.
"Tapi Nona apa anda
tidak lelah? Sebaiknya Nona istirahat dulu," saran Candra yang mendapat
gelengan kuat dari Alysa.
"Saya tidak lelah,
jadi tolong antar saya," mohon Alysa yang akhirnya mendapatkan anggukan
dari Candra.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
__ADS_1
Alysa menatap bingung
universitas di depannya, ini pertama kalinya gadis itu memasuki universitas
sebesar ini dan tidak mengenal siapapun untuk ia tanyai. Akhirnya Alysa
memutuskan untuk mengelilingi kampus itu sendiri.
"***** dah ini kampus
apa hutan sih? Luas banget mana perasaan gue cuman muter-muter di sini aja
mulai tadi," kesal Alysa yang mulai kelelahan mengitari kampus yang selalu
berujung ia kembali ke tempatnya semula.
"Mana haus banget lagi
gue, astaghfirullah lama-lama gue runtuhin nih kampus biar kelar," gerutu
Alysa yang sudah mulai kelelahan.
"Hey
permisi, maaf aku ingin bertanya dimana letak kantin?" tanya Alysa
pada seorang gadis yang kebetulan saja lewat. *Fyi semua
percakapan yang miring itu berarti berbahasa Inggris ya.
"Aku juga akan pergi
ke kantin,jadi kau bisa pergi bersama ku," jawab gadis itu ramah dengan
senyumannya. Alysa mengangguk semangat lalu segera mengikuti gadis itu dan berjalan
di sampingnya.
"Thankyou," ucap
Alysa yang mendapat anggukan dari gadis itu.
"Apa
kau siswa baru disini?" tanya gadis itu yang mendapat gelengan
dari Alysa.
"Tidak,
aku hanya mencari seseorang," jelas Alysa.
"Apa
mendapatkan gelengan dari Alysa.
"Oh
iya aku lupa memperkenalkan diri, namaku Alysa," ucap Alysa.
"Aku
Stefanie," ucap Stefanie yang juga memperkenalkan dirinya
"Gadis
itu selalu mendekati Rakha, seperti ****** yang tidak memiliki rasa malu sudah
jelas Rakha mau bersama nya hanya karna gadis itu anak dosen dan
ayahnya menyuruh Rakha untuk menjaga gadis tidak tau malu itu," ucap
Stefanie saat mereka sampai di kantin, pandangan Alysa langsung tertuju pada
gadis di sebelahnya saat gadis itu menyebutkan nama Rakha.
"Rakha?" tanya
Alysa yang mendapat anggukan dari Stefanie di sebelahnya itu.
"Rakha?" Stefanie
menunjuk pada ujung kantin. Seorang laki-laki yang sangat di sayangi nya kini
tengah di gelanyuti oleh gadis cantik yang Alysa tidak tau siapa namanya. Alysa
menatap garang pada Rakha dan gadis itu. Lalu menghampiri Rakha. Baru 1 langkah
Alysa berjalan tangannya sudah di tahan oleh gadis yang bersamanya tadi.
"Kau
mau kemana?" tanya Stefanie saat melihat Alysa yang berjalan
menghampiri Rakha.
"Menemui
Rakha," ucap Alysa yang menahan emosinya.
__ADS_1
"Sebaiknya
jangan, Rakha sangat cuek dan menakutkan. Di sini tidak ada yang berani
berurusan dengannya," ucap Stefanie memperingati Alysa. Alysa menatap
Stefanie sekilas lalu melepaskan tangan Stefanie yang memegang tangannya dan
segera berjalan ke arah Rakha.
"TARAKHA," teriak
Alysa tanpa memedulikan sekitarnya, kini seluruh pandangan penghuni kantin
tertuju pada Alysa. Karena ini pertama kalinya ada gadis yang berani meneriaki
Rakha seperti itu. Rakha menatap Alysa dengan raut terkejutnya dan segera
melepaskan tangan gadis yang sedari tadi bergelanyut di tangannya.
"Kamu." Alysa
menunjuk Rakha dengan kesal lalu melepaskan sepatu yang digunakannya dan
melemparkan sepatunya pada Rakha, dengan sigap Rakha menangkap sepatu Alysa dan
yang terakhir Alysa mengambil ponselnya yang berada dalam tas nya dan melemparkan
tasnya pada Rakha mungkin gadis itu masih sayang pada ponselnya dan tak ingin
ponselnya rusak akibat melemparkannya pada Rakha.
Semua yang berada di sana
menatap kagum pada Alysa yang dengan berani melempari Rakha dengan sepatu dan
tas nya.
"Hey
siapa kau? Berani sekali melemparkan barangmu pada Rakha?" tanya
gadis yang tadi bersama Rakha. Alysa mengerutkan dahinya merasa tidak asing
dengan gadis itu setelah lama mengingat akhirnya ia ingat bahwa gadis itu
adalah Jessica, gadis yang sempat mengunggah fotonya bersama Rakha di
instagram.
"Dia tunanganku," ucap
Rakha yang tambah membuat penghuni kantin terkejut. Rakha meraih tangan Alysa
dan segera membawa gadis itu pergi dari kantin.
Jessica menatap tak percaya
pada dua pasang kekasih yang kini mulai menjauh itu.
"Sini duduk dulu,
pakai sepatu kamu," ujar Rakha yang membawa Alysa untuk duduk di taman
yang berada di kampus Rakha.
"Kamu jahat banget
sama aku, tega ya kamu selingkuh," ucap Alysa, tanpa ia sadari air matanya
sudah mengalir di pipi mulusnya.
"Aku gak selingkuh
sayang, mana mungkin aku selingkuh dari kamu. Aku sayang sama kamu, dia cuma
anak dosen aku," ucap Rakha menjelaskan agar Alysa tidak salah paham
padanya.
"Please jangan nangis
sayang, aku gak bisa liat kamu nangis." Rakha menghapus air mata Alysa
lalu mengecup puncak kepala Alysa sayang.
****
Sampai sini dulu ya jangan lupa buat Vote, Rate, dan koment ya guys
follow juga akun ku
jangan lupa follow akun ig roleplayer mereka ya
@trakhaakhdna_
@alysaevlyaa_
@alviando_jerry
__ADS_1
@wphilmiath_