My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
San


__ADS_3

Alysa berjalan menuju toilet dengan pandangan kosong kedepan memikirkan bagaimana nanti hubungan Nya dengan Rakha.


Tanpa ia sadari ia menambrak sesorang, Alysa mengangkat pandangannya pada orang yang tak sengaja ia tabrak.


“Ehh maaf kak” Ucap Alysa sambil tersenyum pada laki-laki di depannya.


“Gak papa sans aja, btw lo mau kemana?” Tanya laki-laki itu pada Alysa.


“Ke toilet, kak Sein mau kemana?” Tanya balik Alysa pada Sein


“Gue mau keruang guru” Ucap Sein dengan menampilkan senyumnya.


“Kalau gitu gue duluan ya kak” Ucap Alysa dan segera berlalu meninggalkan Sein yang masih menatap punggungnya yang mulai menjauh. Sein menatap curiga mata Alysa yang sembab bukannya menuju ruang guru Sein malah mengikuti langkah Alysa.


Saat memasuki kamar mandi Alysa tak sengaja bertemu dengan Eliza yang juga sedang ke kamar mandi. Eliza menatap Alysa dengan senyum sinis nya.


“Hai Alysa” Sapa Eliza dengan senyum sinis nya. Alysa tak kalah sinis menatap Eliza.


“Gimana Alysa? Udah mau nyerah?” Tanya Eliza dengan sinis nya. Alysa menatap Eliza tajam lalu berujar sinis.


“Nyerah? Berhentilah bermimpi kalau gue akan menyerah Eliza, itu cuman angan lo” Ucap Alysa tajam.


“Gue akan buktiin Alysa kalau itu bukan angan gue, gue akan rebut Tara seperti gue rebut Jerry dari lo” Ucap Eliza dengan sinis nya, Alysa mengepalkan tangannya kuat hingga buku – buku jarinya memutih.


“Dan gue akan buktiin lo gak akan bisa rebut Rakha, atau lo berhasil rebut dia dan dia akan kembali lagi sama gue sama kayak Jerry yang sekarang kembali lagi sama gue Eliza” Ucap Alysa tak kalah sinis


“gue udah ngembaliin Jerry ke elo lagi, jadi harusnya lo sadar diri buat ngembaliin Rakha ke gue” ucap Eliza dengan senyuman nya, Alysa muak melihat senyum Eliza itu ingin rasanya Alysa menjahit bibir Eliza agar wanita itu tidak bisa tersenyum.


“Ngembaliin Rakha? Please deh gak usah ngelawak gitu gak lucu “ucap Alysa dengan kekehan nya yang malah membuat Eliza kesal


“Jangan lupa Eliza apa alasan Jerry pergi dari gue, dia terpaksa karena harus nemenin lo yang pecandu narkoba dan penyakit HIV lo itu dan gue rasa dengan alasan itu gue bisa buat lo ngejauh dari Rakha” Lanjut Alysa dan mulai meninggalkan Eliza dengan perasaan kesal.


Saat sampai di depan toilet Alysa mengernyitkan dahinya melihat Sein yang berdiri di depan toilet.

__ADS_1


“Kak Sein ngapain disini?” Tanya Alysa yang melihat Sein, Alysa takut Sein akan mendengar semuanya dan membocorkan hal itu.


“Gue khawatir sama lo mangkanya gue ngikutin lo, lo gak papa kan?” Tanya Sein khawatir


“Gue baik-baik aja kok kak” Ucap Alysa dengan senyumnya.


“Apa yang gue denger itu semuanya bener?” Tanya Sein memicingkan sebelah matanya. Alysa menegang lalu menatap nanar ke arah Sein.


“Gue mohon apapun yang lo denger jangan kasih tau siapa – siapa” Mohon Alysa. Awalnya Sein menggeleng tapi melihat raut wajah Alysa akhirnya Sein mengangguk juga walau diiringi dengan dengusan.


“Makasi kak” Ucap Alysa.


☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Alysa menatap nanar layar ponselnya ini bukan yang pertama kali Rakha mengirimkan pesan yang sama sudah sering akhir – akhir ini ia tak pulang bersama Rakha. Karena Eliza yang selalu meminta Rakha menemani gadis itu kerumah sakit.


Rakha😘


Yang maaf ya aku gak bisa pulang bareng kamu lagi hari ini, aku harus nganter Eliza


Motor sport berwarna merah berhenti di depan Alysa, laki-laki itu membuka helm fullface nya menampilkan wajah Aldo dengan cengiran khas nya.


“Belum pulang neng?” Tanya Aldo yang di jawab gelengan oleh Alysa.


“Ayo gue anter”ucap Aldo tanpa menunggu banyak waktu Alysa sudah duduk di jok belakang Aldo.


“ Ayo bang jalan” Ucap Alysa sambil menepuk pundak Aldo.


“Etdah dikira gue tukang ojek apa, lagian ya lo jadi cewek gak ada jual mahalnya banget dah langsung nangkring aja lo” Gerutu Aldo sambil terkekeh.


“Buruan jalan deh kak gak usah pakek bacot segala” Ucap Alysa sambil memegang pundak Aldo sebagai pegangannya.


Saat lampu lalu lintas berwarna merah Alysa tak sengaja melihat orang yang sangat di cintainya dengan seorang gadis dibelakangnya yang memeluk erat pinggang Kekasihnya itu.

__ADS_1


Alysa memeluk pinggang Aldo sambil menumpahkan tangis nya pada punggung bidang milik Aldo, Aldo yang merasakan punggung nya basah dan pelukan Alysa yang begitu erat mengerutkan keningnya lalu menatap Alysa dari spionnya. Saat menoleh ke sampingnya Aldo tak sengaja melihat Rakha dan Eliza yang pulang bersama, Aldo mengeratkan pegangannya pada stir motornya Aldo tak terima melihat Alysa yang sudah ia anggap sebagai adiknya harus di sakiti oleh sahabatnya sendiri dan wanita ular yang memeluk sahabat nya itu.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


“Lah si Rakha mana nih?” Tanya Gian saat baru saja memasuki rumah Josep. Rakha dan kelima sahabatnya rencananya akan berkumpul di rumah Josep karena sudah lama mereka tak kumpul bersama.


“Masih nganter selingkuhannya kali” Ucap Aldo asal dan berbarengan dengan itu Rakha masuk dengan wajah datarnya menatap Aldo sinis.


“Siapa maksud lo selingkuhan gue?” Tanya Rakha sinis menatap Aldo yang malah tersenyum meremehkan.


“Ya mantan lo yang penyakitan itu lah” Ucap Aldo sinis, Rakha berjalan menuju Aldo lalu memukul rahang Aldo. Suasana yang bisanya hangat kini mulai memanas AC yang berada di kamar Josep pun serasa mati.


“Jaga ucapan lo, gak usah lo hina Eliza dengan mulut sampah lo itu” Geram Rakha bahkan rahang laki-laki itu sudah mengeras.


“Segitunya lo bela dia ya, jaga dia, perhatian sama dia tanpa mikirin gimana perasaan tunangan lo” Ucap Aldo dengan tawa hambarnya lalu tersenyum sinis pada Rakha. Rakha kembali melayangkan pukulannya pada Aldo. Dengan cepat sahabatnya yang lain memisahkan mereka.


“Udah woy ngapa jadi pada ribut dah” Ucap Josep yang melihat ketegangan keduanya.


“Noh sahabat lo yang sok tau tuh yang mulai, tau apa sih lo tentang tunangan gue?” Tanya Rakha sarkastis.


“Lo yang tau apa tentang Alysa, lo cuman mikirin Mantan lo itu. Lo gak bakal tau Alysa selalu nangis karena lo, lo gak bakal tau Alysa tadi nangis saat melihat lo yang di peluk sama Mantan lo itu dia nangis di punggung gue kalau lo tau” Ucap Aldo dengan seringai nya.


Buggh


Satu pukulan kembali mengenai sudut bibir Aldo tanpa perlawanan sedikitpun dari Aldo.


“Berani banget lo sentuh tunangan gue bangsat” Ucap Rakha geram.


“Kenapa? Ada masalah? Dia juga butuh sandara bro saat lo dengan seenak jidat lo nyakitin dia” Aldo menyeringai puas lalu memberikan satu bogeman untuk Rakha.


Rakha mengeram kesal dan berlalu meninggalkan kamar Josep. Sahabat Rakha menggeleng melihat tingkah sahabatnya yang satu itu. Rakha terlalu egois tak pernah memikirkan bagaimana perjuangan Alysa untuk selalu tersenyum di hadapan Banyak orang.


*****

__ADS_1


Hai Bagaimana Sama Part Ini?


Maaf Ya Kalau Banyak Typo Dan Feel Kurang Dapet. Jangan Lupa Buat Follow, Rate, Dan Koment Ya 😍


__ADS_2