
Pertandingan dilapangan Basket semakin seru Skor yang didapat kelas Rakha unggul 9 : 3. Rakha masih terus men-dribble bola dengan Veno dan Gian di sampingnya, sedang kan Aldo dan Josep sibuk tebar pesona ditengah lapangan berlari tidak jelas sambil tersenyum dan melambaikan tangannya bak model yang tengah berjalan diatas catwalk.
"Dono, Asep banyak gaya lo jing jijik gue liat lo berdua" Teriak Anji yang tidak ikut bermain, kini laki-laki itu tengah duduk bersama temannya yang lain yang tidak ikut bertanding.
"Ahh si Anjing iri aja ya Sep ma kita" Ucap Aldo yang membuat mereka terkekeh sedang Anji mendengus kesal.
Prritt Prittt
Suara peluit Pak Dady kembali berbunyi menandakan permainan sudah berakhir. Pertandingan dimenangkan oleh kelas XII yaitu kelas Rakha.
Rakha menghampiri Alysa yang kini tengah membawa air mineral yang dibelinya tadi saat Rakha bertanding.
Alysa menyodorkan air yang dibawa nya saat Rakha sudah berdiri didepannya
"Makasi Sayang" Ucap Rakha. Rakha mengelus rambut kekasihnya penuh sayang membuat para gadis memekik histeris karena iri melihat Arjuna nya sedang bermesraan bersama kekasihnya.
Siswi SMA HB menjerit histeris saat Rakha membuka baju olahraganya menyisakan kaos berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulit putihnya, kaos hitam yang dikenakan Rakha sudah basah dengan keringat bahkan kaos itu sudah menempel ditubuh Rakha memperlihatkan tubuh sixpack Rakha.
Alysa menatap Rakha kesal, laki-laki itu seperti nya sengaja membuka bajunya agar para siswi bisa melihat tubuh sixpack nya.
"Gak usah tebar pesona gitu deh, pakek baju kamu" Ucap Alysa.
"Ya ampun Yang siapa yang tebar pesona sih? Aku gerah sayang" Ujar Rakha yang dibalas dengan tatapan tajam oleh Alysa.
"Terserah, aku mau ganti dulu" Ujar Alysa dan segera pergi dan menuju kelasnya.
Rakha hanya bisa menatap punggung Alysa yang sudah menjauh sambil terkekeh, laki-laki itu tau Alysa tengah cemburu karena banyak Siswi yang melihat tubuh sixpack nya dan mengaguminya secara terang-terangan.
*****
__ADS_1
Alysa melangkahkan kakinya menuju ruang ganti anak Basket setelah menerima pesan dari kekasihnya yang menyuruhnya untuk datang ke ruang Basket. Saat sampai diruang Basket Alysa mengetuk pintu terlebih dahulu. Tak beberapa lama Rakha muncul dari balik pintu masih dengan memakai kaos hitam nya yang sudah kering.
"Kok belum pakek baju sih?" Tanya Alysa kesal. Alysa melangkah kan kakinya memasuki ruang ganti Basket yang cukup luas ditambah ada sofa dipojok ruangan bahkan ruangan ini dilengkapi dengan Wi-Fi.
"Aku mau kamu yang Pakaikan aku baju" Rakha menyerahkan seragamnya pada Alysa. Alysa hanya bisa menurut mengingat sifat Rakha yang pemaksa jadi percuma Alysa menolak jika akhirnya harus memakaikan seragam Rakha juga pada akhirnya.
"Manja banget sih" Alysa mulai mengancingkan seragam Rakha. Rakha mengalungkan lengannya pada pinggang Alysa. Setelah memakaikan seragam Rakha Alysa mengalungkan lengannya pada Leher Rakha, menatap Rakha sedekat ini membuatnya selalu bersyukur memiliki laki-laki ini sebagai kekasihnya.
"Sayang nanti malam jalan yuk" Ajak Rakha yang masih mengalungkan lengannya pada pinggang gadisnya itu. Alysa hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Ya ampun kalian gue cariin juga malah mesra-mesraan disini" Ujar Aldo yang sudah berdiri didekat pintu bersama keempat sahabatnya yang lain selalu saja mereka yang mengganggu Rakha jadi mulai kesal dengan sahabat nya itu.
"Kenapa?" Tanya Rakha dengan wajah kesalnya. Sedangkan Alysa sudah menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.
"Kantin gak lo?" Tanya Josep
"Iya" Ucap Rakha singkat. Rakha menarik tangan Alysa dan membawa gadisnya itu menuju kantin. Sahabat Rakha hanya bisa mendengus kesal ini yang namanya teman ditungguin tapi malah ninggalin.
Langit Senja, Langit yang mulai berubah warna saat Sang mentari mulai terbenam. Siapa yang tak suka akan langit senja? Langit yang dengan eloloknya menampilkan warna Jingga yang memanjakan mata siapapun yang melihatnya.
“Indah” Gumam Alysa yang kini terduduk di kap mobil bersama Rakha disampingnya.
“Kamu suka Senja?” Tanya Rakha sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Alysa.
Rakha dapat melihat wajah Alysa dengan jelas bahkan Rakha dapat mencium wangi Alysa dengan posisi seperti ini.
“Suka, Senja itu menurut Aku sesuatu yang spesial karena ia selalu ditunggu-tunggu” Alysa tersenyum manis sambil mengelus rambut Rakha.
“Udah kayak martabak aja Lys Spesial” Kekeh Rakha yang justru membuat Alysa memberenggut kesal mendengar jawaban Rakha. Rakha memang menyebalkan bisa-bisanya ia merusak suasana.
__ADS_1
“Merusak suasana” Kesal Alysa. Rakha menegakkan duduknya, membawa Alysa kedalam dekapannya. Dengan sekuat tenaga Alysa mengontrol detak jantungnya yang sudah berdetak abnormal. Meskipun mereka sudah sering bersama, berpelukan atau bahkan berciuman tetapi jantung Alysa masih saja sering berdetak abnormal jika Rakha berada didekatnya apalagi jika Rakha sudah memperlalukakkannya secara spesial seperti saat ini, contohnya.
“Senja memang spesial tapi kamu jauh lebih spesial bagi aku, Senja memang indah tapi kamu jauh lebih indah bagi aku, Senja memang memiliki warna yang luar biasa tapi warna yang kamu berikan untuk aku jauh lebih luar biasa dari warna yang diberikan senja. Kamu sama senja banyak memiliki kesamaan sama-sama indah, Spesial, dan penuh warna tapi aku mohon jangan sama seperti senja yang akan hilang dan tergantikan oleh kegelapan. Jika Bumi akan gelap saat ditinggal Senja maka aku akan jauh lebih gelap saat ditinggal kamu. Jadi aku mohon jangan pernah pergi dari aku lys” Ucap Rakha. Rakha menangkup Wajah Alysa dengan kedua tangannya, mencium kening Alysa, lalu beralih mencium kedua pipi Alysa, dan berakhir pada ciumannya di bibir ranum milik Alysa.
Hanya ciuman singkat namun mampu membuat pipi Alysa memerah.
“Percaya sama aku apapun yang terjadi aku gak bakal ninggalin kamu, aku akan selalu jadi milik kamu kecuali kamu yang nyuruh aku buat pergi” Alysa menggenggam tangan Rakha yang masih membingkai wajah Alysa.
Langit kini sudah mulai berganti warna, langit sudah mulai menggelep rembulan sudah mulai menampakkan dirinya yang ditemani satu benda langit lain yang berada disampingnya seperti bintang namun entah itu benar bintang atau mungkin Venus ataupun Merkurius yang dapat terlihat saat matahari terbenam.
“Kita cari Mushola atau masjid terdekat dulu yuk” Rakha turun dari kap mobilnya di ikuti Alysa yang memandangnya aneh.
“Kenapa kamu liatin aku kayak gitu? “ Tanya Rakha saat sudah duduk dibalik kemudi nya.
“Gak nyangka aja cowok bad boy kayak kamu masih inget Sholat” Alysa terkekeh membuat Rakha kesal saja.
“Kamu jangan ngeremehin aku gitu dong Yang, gini-gini aku juga masih inget kewajiban biar bisa jadi imam yang baik untuk kamu dan anak-anak kita nanti” Rakha tersenyum menatap Alysa sekilas sambil mengelus puncak kepala gadisnya. Alysa sudah blushing mendengar ucapan Rakha, kupu-kupu diperut nya sudah berterbangan tak tentu arahnya.
“Lagian setiap bad boy meskipun gak se-Sholeh aku mereka juga ke masjid kok” Sambung Rakha. Tangan Rakha kini menggenggam tangan Alysa diletakkannya tangan mereka di paha Rakha.
“Ke Masjid numpung ke Toilet” Tawa Alysa.
“Dih enggak yang, mereka ke Masjid Sholat tau tapi satu tahun dua kali” Kini Tawa Rakha juga ikut menggelegar dimobil.
“Yee itu mah Sholat Eid” Tawa mereka memenuhi mobil. Tertawa lepas tanpa beban tanpa memikirkan bagaimana hari esok entah kebahagiaan yang datang atau kesedihan yang terpenting untuk hari ini mereka bahagia.
***
Hai Bagaimana Sama Part Ini?
__ADS_1
Maaf Ya Kalau Banyak Typo Dan Feel Kurang Dapet. Jangan Lupa Buat Follow, Rate, Dan Koment Ya 😍