My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
Net


__ADS_3

Rakha mengendarai motornya dengan kecepatan diatas rata-rata tanpa memperdulikan gadis di belakangnya yang sudah ketakutan, suara klakson dari kendaraan lain sudah tidak Rakha perdulikan emosinya saat ini sudah memuncak. Melihat gadisnya pergi bersama laki-laki lain dengan bergandengan tangan dan gadis nya juga telah membohongi nya.


Rakha memberhentikan motornya disebuah taman yang tidak terlalu ramai.


“Turun” Ucap Rakha datar. Alysa hanya menurut tanpa mau membantah ia takut jika ia membantah maka Rakha akan tambah marah.


Rakha menarik tangan Alysa yang hanya menunduk menahan tangis dan sakit di pergelangan tangannya karena Rakha menggenggam nya dengan sangat kuat. Bisa Alysa rasakan tangannya sebentar lagi akan patah jika Rakha tidak segera melepaskannya.


Rakha melepaskan tangan Alysa dengan kasar membuat Alysa meringis kesakitan, Alysa memegang tangannya yang sudah memerah, masih belum berani menatap Rakha, Alysa hanya diam.


Rakha masih diam tak ingin membuka suara sedangkan Alysa takut untuk membuka suara nya. Rakha menghembuskan nafas nya kasar kemudian mengacak rambut nya frustasi.


“Ma.. Maaf” Ucap Alysa terbata bata, Rakha menatap Alysa tajam.


“Kenapa bohong sama gue? “ Tanya Rakha ketus. Alysa hanya diam tak tahu harus menjawab apa. Jika dia jawab jujur sudah di pastikan dia tetap salah.


“Kenapa jalan sama cowok lain?” Rakha kembali bertanya. Alysa masih tetap diam seolah diam adalah jawaban terbaik.


“JAWAB GUE ALYSA” bentak Rakha karena tidak mendapat jawaban Dari Alysa. Alysa memejamkan matanya karena bentakan Rakha, Air mata nya sudah meluncur dari mata Alysa baru kali ini ia di bentak, keluarga nya tidak pernah membentuknya mereka selalu memanjakan Alysa.


Rakha menatap iba pada Alysa yang sudah menangis tapi ego nya lebih besar.

__ADS_1


“Ma.. Maaf” Lirih Alysa yang masih menangis.


“Gue gak butuh maaf lo, gue butuh jawaban lo Alysa, udah berapa kali gue bilang jangan berhubungan sama cowok lain, jangan bohongin gue tapi lo.... Arrrggghhh” Rakha mengerang frustasi melihat mata Alysa yang sudah penuh dengan air mata membuat hatinya sakit.


“Gue tau Lys gue egois gue dengan seenak nya ngeklaim lo jadi pacar gue, gue maksa lo untuk selalu ada buat gue, semua itu gue lakuin karna gue sayang sama lo, gue cinta sama lo, gue gak mau kehilangan wanita yang gue sayang, wanita yang gue cinta untuk kedua kalinya gue gak mau kehilangan elo Alysa” Rakha memandang Alysa nanar. Sakit, hati Rakha sangat sakit. Sekelebat bayangan akan masalalu nya seolah menjadi kaset rusak yang tarus berputar di otaknya, pernah merasakan kehilangan membuat Rakha sangat menjaga apa yang sudah menjadi miliknya termasuk Alysa, gadisnya.


“Gue tau lo gak ada rasa sama gue, tapi gue mohon Lys tolong belajar untuk sayang sama gue tolong belajar untuk mencintai gue, tapi kalau lo gak bisa gue bakal ngelepas elo, gue bakal berhenti memperjuangin orang yang gak mau gue perjuangin” Rakha menunduk sambil memegang pundak Alysa, hatinya saat ini benar-benar hancur, kalut dan bimbang Rakha ingin Alysa tetap bersamanya tapi Rakha tidak ingin hatinya semakin sakit karena berusaha memperjuangkan sesuatu yang tidak pasti. Rakha juga tidak ingin gadis didepannya tertekan karena Rakha, Rakha tidak ingin Alysa sakit karena Rakha. Bukan Rakha lemah karena baru berjuang sebentar tapi semua ini ia lakukan untuk Alysa untuk gadis yang dicintainya.


Alysa hanya bisa diam mencerna setiap ucapan yang dikatakan Rakha, Alysa bisa merasakan dalam setiap kata yang diucapkan Rakha penuh dengan kekecewaan dan kesedihan Alysa bisa merasakan itu, entah kenapa hatinya sakit hatinya kecewa saat Rakha mengatakan ingin melepasnya seakan ada ribuan beton yang menghantam hatinya, ada rasa tak rela saat Rakha mengatakan ia akan berhenti berjuang untuknya.


“Apa Cuma 1 minggu lo mau berjuang? Lemah banget lo, tampang aja macho, sikap BadBoy, tapi hati hello kitty” Sinis Alysa menatap Rakha dengan mata yang masih mengalirkan air mata


“Gue ngelakuin ini karena gue gak mau elo dan hati lo tersakiti karena sikap gue, gue gak mau orang yang gue sayang harus sakit karena ulah gue. Berjuang sendiri tanpa kepastian orang itu mau atau enggak gue perjuangin sama aja kayak gue lagi metik mawar diantara pohon mawar lain yang lebih tinggi saat gue tarik mawar itu akan tergores karena Duri pohon mawar yang lain. Mawar itu akan tergores dan kemungkinan tangan gue juga akan tergores” Alysa terdiam mencerna ucapan Rakha. Rakha benar berjuang untuk sesuatu yang tidak pasti apalagi sendiri pasti akan menyakiti salah satu di antara mereka entah itu Rakha yang akan lelah dan tersakiti atau kah dirinya yang akan gila karena paksaan yang tidak diinginkan.


Rakha menegakkan kepala saat mendengar ucapan Alysa, Alysa tersenyum menatap Rakha yang kini menatapnya teduh tidak ada lagi tatapan tajam nya. Ada rasa tidak percaya saat Alysa mengatakan bahwa ia akan belajar untuk mencintai Rakha tapi perasaan senang nya sudah menghilangkan rasa kaget nya.


Rakha menarik Alysa dalam pelukannya membiarkan gadis itu menangis dalam dekapan nya.


“Makasih Lys, Makasih gue akan dengan senang hati membuat lo cinta sama gue. Sorry udah bikin lo nangis, Please don’t cry Honey, gue gak bisa liat lo nangis “ Rakha menangkub pipi Alysa dengan kedua tangannya.


“Maaf udah bikin lo marah” Ucap Alysa masih dengan sisa tangisnya.

__ADS_1


“Jangan bikin gue marah lagi Lys gue gak mau nyakitin lo” Ucap Rakha yang kembali memeluk gadisnya itu. Rakha merasakan gadis nya mengangguk dalan pelukan Rakha


“Sorry ya” Ucap Rakha lirih masih enggan untuk melepaskan Alysa.


“Iya tapi jangan bentak gue lagi” Rakha mengangguk mendengar ucapan Alysa.


Rakha mencium kening Alysa singkat lalu beralih pada kedua mata gadis itu, kedua pipi gadis itu dan terakhir pada bibir Alysa. Pipi Alysa sudah memerah setelah Rakha mencium nya. Rakha terkekeh melihat gadisnya yang sudah blushing.


“Ayo balik udah sore orang tua kamu takut nyariin” Ucap Rakha yang lagi lagi membuat Alysa blushing karena Rakha menggunakan Aku-Kamu.


“Kamu?” Tanya Alysa memastikan takut ia salah dengar.


“Iya, mulai sekarang jangan lu-gua lagi tapi Aku-kamu” Ucap Rakha dengan senyumannya yang sangat memabukkan.


“Gu—eh Aku usahain” Ucap Alysa yang membuat Rakha terkekeh, merasa gemas dengan tingkah gadisnya itu.


Rakha memeluk gadisnya lagi dengan erat.


“Aku sayang kamu Alysa” Ucap Rakha. Alysa tidak menjawab karena dia merasa belum menyayangi Rakha. Rakha yang mengerti hanya bisa memaklumi nya saja.


☘☘☘☘☘☘

__ADS_1


Hai Bagaimana Sama Part Ini?


Maaf Ya Kalau Banyak Typo Dan Feel Kurang Dapet. Jangan Lupa Buat Follow, Rate, Dan Koment Ya 😍


__ADS_2