
Pagi ini matahari tengah
terik-teriknya bersinar. Cahaya matahari pagi menelusup masuk kekamar Alysa
melalui celah-celah jendela. Alysa mengerjapkan matanya berkali-kali
menyesuaikan sinar matahari yang menyilaukan matanya.
"Selamat pagi
sayang," sapa seorang laki-laki sambil mengelus puncak kepala Alysa. Saat
kesadaran Alysa sudah mulai kembali pekikan keras memenuhi kamar milik Alysa.
"Kyaaaa, ehh setan
***** monyet. Ya ampun ngapain kamu disini?" kaget Alysa saat melihat yang
tengah duduk disampingnya adalah Rakha.
"Ya ampun mulutnya
pagi-pagi udah minta di sumpel aja." Rakha mengecup bibir Alysa singkat
lalu menyentil kening gadis itu.
"Kamu ngapain
pagi-pagi udah disini?" tanya Alysa dengan kerutan di dahinya.
"Jemput kamu lah kan
hari ini kamu janji nemenin aku buat beli perlengkapan yang harus aku bawa ke
Spanyol." Rakha mengerucutkan bibirnya kesal karena Alysa melupakan
janjinya.
"Ya ampun iya aku
lupa, bentar aku siap-siap dulu kamu tunggu di bawah aja sana," usir Alysa
sambil membawa Rakha pergi menjauh dari kasurnya. Dan segera menutup pintu.
Rakha menggeleng melihat tingkah laku kekasihnya itu.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Alysa menatap sepatunya
bosan, Rakha sangat sibuk dengan laptop yang kini ada di pangkuannya setelah
berbelanja Rakha langsung membawa Alysa untuk kerumahnya tapi kini gadis itu
malah ia kacangi.
"Dasar monyet,"
gerutu Alysa kesal, Rakha menatap Alysa sekilas dan kembali lagi pada
laptopnya.
"Rakha monyet gak
pekaan, mending aku pulang aja deh," rajuk Alysa dan segera berdiri, namun
saat Alysa mulai melangkah tangannya di tarik oleh Rakha membuat Alysa duduk
dipangkuan Rakha, Rakha memeluk Alysa dari belakang meletakkan dagunya pada
pundak Alysa.
"Dasar tukang ngambek,
aku lagi ngurus buat keberangkatan besok sayang," ucap Rakha dengan sabar.
Alysa masih saja merajuk
dan tak ingin menjawab perkataan Rakha. Rakha mendengus sejenak.
"Sekarang kamu mau
apa? Atau kamu mau kemana? Biar aku temenin." Rakha kembali bersuara saat
tak mendengar jawaban dari Alysa. Gadisnya itu memang sangat suka sekali merajuk
membuat Rakha kelimpungan sendiri dengan ulah gadisnya itu.
"Aku mau jalan jalan
sama kamu kemana aja, bentar lagi kan kita gak bakal bisa kayak gini
lagi," Alysa menundukkan kepalanya saat mengingat sebentar lagi ia akan
menjalani LDR, Alysa yang selama ini selalu bergantung pada Rakha harus
merasakan hidup tanpa Rakha. Harusnya dari awal Alysa tau bahwa ketergantungan
akan sesuatu hanya akan membuat kita hancur saat yang kita gantungi mulai
__ADS_1
pergi.
"Ya udah kalau gitu
gimana kalau kita kepantai aja?" tanya Rakha yang langsung mendapat
anggukan semangat dari Alysa. Alysa menatap Rakha dengan senyumannya yang
begitu semangat.
"Ayo cepetan,"
ajak Alysa kelewat semangat.
"Ya kamu bangun dulu
dong, gimana aku mau bangun kalau kamu masih duduk?" Rakha menggeleng
melihat gadisnya yang kelewat semangat sampai lupa jika ia tengah duduk di
pangkuan Rakha.
"Hehehe lupa "
Alysa menyengir watados memperlihatkan deretan gigi putihnya.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Rakha dan Alysa berjalan
berdampingan dipinggiran pantai, Alysa terus saja tersenyum sejak mereka sampai
di pantai. Tangan Rakha dengan setia menggenggam tangan gadisnya itu. Rakha
menerawang jauh menyimpan semua kenangan yang kini ia jalani bersama sang
kekasih untuk ia simpan dengan rapi dan membawa bersamanya saat Rakha jauh dari
sang kekasih.
"Sayang foto
yuk," ajak Alysa yang hanya diangguki oleh Rakha. Alysa meminta tolong
pada orang yang lewat untuk memfoto mereka berdua. Banyak pose yang mereka
lakukan setelah puas dengan foto-foto mereka Alysa menyudahi aksi fotonya.
"Mau kemana setelah
ini?" tanya Rakha pada Alysa yang masih setia menggandeng tangannya.
deh aku laper" Alysa membawa Rakha menuju salah satu tempat makan yang
berada di pinggiran pantai.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Saat ini Rakha dan Alysa
sedang berada di sebuah cafe dengan Rakha yang terus saja menatap Alysa secara
intens bahkan laki-laki itu seakan enggan untuk mengalihkan tatapannya dari
kekasihnya itu. Alysa yang di tatap begitu intens menjadi risih dengan ulah
Rakha. Alysa berdecak kesal lalu menatap Rakha dengan tatapan tajamnya.
"Kamu ngapain
sih?" tanya Alysa mulai jengah dengan tingkah Rakha.
"Ngeliatin kamu,"
jawab Rakha dengan enteng dan senyum yang menghiasi wajah tampan Rakha.
"Iya aku tau Rakha
kamu ngeliatin aku tapi ngapain sampai se-intens itu?" Alysa memutar bola
matanya jengah.
"Emang salah ya kalau
aku lagi mengagumi salah satu ciptaan Tuhan yang indah ini?" Rakha
mengedipkan sebelah matanya genit menggoda Alysa sedang Alysa? Pipi gadis itu
sudah bersemu merah. Alysa menahan senyumnya mengalihkan pandangannya dari
Rakha yang sudah tersenyum lebar.
"Alys," panggil
Rakha, Alysa menatap Rakha dengan alis yang di naikkan satu pertanda ia
mengucupkan "apa?".
" Tau gak hari ini
__ADS_1
hari apa?" tanya Rakha dengan satu alis yang di naikkan.
"Hari minggu
lah," seru Alysa nge-gas karena kesal dengan pertanyaan Rakha.
"Salah." Rakha
menggeleng mantap membuat Alysa mengerutkan dahinya.
"Lah terus?"
masih dengan kernyitan yang dengan jelas di wajah Alysa gadis itu bertanya pada
Rakha.
"Hari di mana aku akan
selalu mencintai kamu," Rakha tersenyum puas melihat Alysa yang lagi-lagi blushing karena gombalannya.
"Gombal aja terus
sampek anjing tetangga aku nikah sama kucing aku," kesal Alysa yang malah
membuat Rakha tertawa sambil mencubit pipi Alysa gemas. Gadisnya itu sangat
menggemaskan saat blushing dan
kesal secara bersamaan.
"Emang kamu punya
kucing?" tanya Rakha mengernyitkan dahinya penasaran.
"Ya enggak lah."
Alysa memutar matanya malas, bagaimana laki-laki itu bisa bertanya seperti itu
padahal ia sudah sering mengunjungi rumah Alysa bahkan rumah Alysa sudah
seperti rumahnya sendiri karena Rakha sering mengunjungi rumah Alysa bahkan
kata mama Alysa saat Alysa sekolah dan Rakha sedang libur laki-laki itu berada
di rumah Alysa untuk membantu mama Alysa memasak, sangat pencitraan bukan?
Alysa sampai kesal dengan sikap Rakha yang begitu.
"Terus kenapa kamu
bilang kamu punya?" tanya Rakha pada Alysa.
"Kapan aku
bilang?" tanya Alysa tidak sabaran pasalnya gadis itu tidak ada mengatakan
jika ia memiliki kucing.
"Lah tadi kamu bilang
sampai kawin sama kucing aku?" tanya Rakha mengernyitkan dahinya.
"Ya kan aku bilang
kucing aku bukan berarti sekarang aku punya kucing, bisa aja dia nikah sama
kucing aku yang udah hilang atau mati kan atau kucing tetangga yang aku akuin
milik aku?" jawab Alysa dengan konyolnya. Rakha hanya menghembuskan
nafasnya kasar melihat sikap absurd gadisnya itu.
"Untung sayang"
Ucap Rakha sambil mencium pipi Alysa membuat gadisnya itu memberenggut kesal
karena Rakha menciumnya di tempat umum.
Hal ini akan jarang mereka lakukan lagi dan alysa akan
merindukan kebersamaan mereka karena Rakha yang akan pindah ke Spanyol beberapa
hari lagi. Alysa menddengus saat mengingat kebersamaan mereka yang sebentar
lagi akan berlalu.
****
sampai sini dulu ya guys
jangan lupa buat vote,rate ,dan koment ya guys
follow juga akun aku yadan akun ig kita
@alviando_jerry
@alysaevelyaa_
@trakhaakhdna_
__ADS_1
@wphilmiath_