
Saat sampai di rumah nya, motor sport milik Rakha sudah terparkir rapih disana. Alysa memasuki rumahnya dengan perasaan takut, jantungnya sudah tidak bisa dikontrol lagi.
Alysa menaiki tangga rumahnya untuk menuju kamarnya sekedar mengganti baju takut Rakha mencium wangi Jerry yang tadi memeluknya. Alysa merasa seperti playgirl saja dengan bertingkah seperti ini.
Setelah selesai mengganti bajunya, Alysa berjalan menghampiri Rakha yang sedang bermain ps bersama Kakaknya.
Alysa duduk disamping Rakha, menyenderkan kepalanya pada dada bidang Rakha. Rakha mengelus sayang puncak kepala kekasihnya itu lalu merangkul pundak Alysa.
“Habis dari mana sih? “ Tanya Rakha membuka pembicaraan diantara mereka.
“Beli novel” Ucap Alysa singkat yang mendapat anggukan dari Rakha.
“Kamu udah lama disini? “ Alysa memeluk Rakha dari samping sambil menjahili kakaknya yang berada di samping Rakha.
“Lumayan” Ucap Rakha dan kembali fokus pada Ps nya.
“Dek diem napa, kalah nih bentar gue” Protes Rey yang membuat Alysa tertawa.
“Kak Eldo gak kesini?” Tanya Alysa yang mulai bosan karena Kakak dan kekasihnya itu sangat fokus pada PS nya.
“Bentar abis magrib katanya” Jawab Rey tanpa mengalihkan tatapannya dari TV didepannya.
Suara pesan masuk mengalihkan perhatian Alysa, Alysa melihat pesan dari siapa yang masuk. Alysa mengernyit melihat nomor tidak dikenal, namun saat membuka pesan Alysa tersenyum melihat siapa yang mengirimnya pesan.
+6287666++++++
*Hai sayang 😘
Jerry*
Alysa
Dih apaan dah sayang-sayang
Alysa segera menyimpan nomor Jerry lalu meletakkan ponselnya di saku celanya, dan mulai fokus pada Rakha.
“Bosen tau” Ucap Alysa dengan wajah yang sudah cemberut.
“Terus kamu mau kemana? Hm? “ Rakha mengecup puncak kepala Alysa, Alysa Memelotot kan matanya pada Rakha dengan tidak tau malu nya Rakha mengecup Alysa saat Rey sedang berada di sana bersama mereka.
“Jalan aja yuk” Ajak Alysa yang di angguki oleh Rakha.
“Bang gue pergi dulu ya” Pamit Rakha yang mendapat decakan kesal Rey
“Ganggu banget dah lu Dek” Ucap Rey yang malah mendapat kekehan dari Adik dan kekasihnya adiknya itu.
Mereka berjalan beriringan menuju taman didekat rumah Alysa, tangan Rakha tak pernah lepas dari rangkulan posesif nya di pinggang Alysa.
“Sayang” Panggil Rakha saat mereka sudah duduk dibangku taman yang kosong.
“Hmm” Alysa menatap Rakha dengan senyum nya.
“Jangan pernah tinggalin aku ya” Ucapan Rakha sukses membuat Alysa merasa bersalah setelah apa yang ia lakukan bersama Jerry pagi ini.
“Gak akan Sayang” Alysa memeluk Rakha erat, enggan untuk melepaskan pelukannya pada kekasihnya nya ini seakan jika ia melepaskan nya maka ia akan kehilangan laki-laki itu selama nya.
__ADS_1
“Kamu janji juga ya jangan pernah tinggalin aku” Alysa menyodorkan jari kelingkingnya pada Rakha yang dibalas jari kelingking Rakha, mereka mengaitkan jari kelingking mereka lalu tersenyum bersama seolah salah satu dari mereka tidak memiliki beban padahal jauh dari ini Alysa tengah dihadapkan dengan kenyataan yang sulit ia hadapi saat ini.
“Meraka lucu ya Kha” Ucap Alysa sambil menatap anak-anak yang sedang bermain bersama.
“Besok anak kita akan lebih lucu dari itu sayang” Ucap Rakha dengan kerlingan matanya.
“Kamu ya udah mikirin kesana mulu” Alysa mencubit perut sixpack Rakha yang membuat Rakha terkekeh.
“Enggak lagi deh yang” Ucapnya sambil mengelus bekas cubitan Alysa.
Selanjutnya tak ada lagi percakapan diantara mereka, hanya keheningan yang menemani mereka. Dengan kepala Alysa yang menjadikan dada Rakha sebagai bantalannya dan lengan Rakha yang melingkari badan Alysa dan tangan Alysa yang di genggam Rakha di pahanya.
“Hai kakak cantik” Sapa seorang gadis cantik yang umurnya sekitar 5 tahun sambil tersenyum kearah Alysa.
“Hai juga cantik” Alysa menegakkan tubuhnya dan membalas senyum gadis cantik itu.
“Hai kakak ganteng” Sapanya pada Rakha masih dengan senyum manisnya.
“Nama kamu siapa cantik? “ Tanya Alysa sambil mengusap pipi caby gadis kecil itu.
“Nama aku Tasya kak” Tasya tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya.
“Nama Kakak Alysa dan ini kak Rakha” Alysa memperkenalkan dirinya dan Rakha pada gadis itu.
“Main bareng aku yuk Kak” Gadis itu menarik tangan Alysa membawanya pada ayunan yang berada didepan mereka.
Tasya duduk di ayunan sedangkan Alysa yang mendorong ayunan Tasya, mereka tertawa bersama bagaikan ibu yang tengah menemani anaknya bermain bersama. Dari kejauhan Rakha menatap mereka sambil tersenyum membayangkan bagaimana nanti jika ia dan Alysa memiliki anak pasti sangat lucu. Tapi ingatkan Rakha untuk jangan terlalu berharap karena sesuatu yang terlalu diharapkan akan membuat semuanya hancur.
Setelah puas bermain Alysa dan Tasya kembali menghampiri Rakha yang terus menatap mereka.
“Udah puas mainnya? “ Tanya Rakha dengan senyuman yang mengembang
“Mau beli minum? “ Rakha mengulurkan tangannya mengajak gadis kecil itu untuk membeli minuman. Gadis itu menerima uluran tangan Rakha lalu mereka berjalan kearah stan yang menjual minuman.
Dengan Alysa yang berada di rangkulan Rakha dan Tasya yang menggenggam tangannya. Mereka tampak seperti keluarga bahagia.
****
Seorang gadis cantik kini tengah duduk di salah satu cafe yang berada di Jakarta menatap kesal jam tangannya yang melingkar indah pada tangan kiri nya. Sudah setengah jam gadis itu menunggu seseorang ,namun yang di tunggu belum juga menampakkan dirinya.
Gadis itu mendengus kesal sambil menyeruput meniman yang sudah dipesan nya. Hari minggu yang biasanya dia gunakan untuk bersantai kini malah harus terganggu dengan ajakan Orang itu.
Tak beberapa lama kecupan singkat mendarat di keningnya disertai usapan sayang dari laki-laki yang ditunggu nya sedari tadi.
“Maaf aku telat, tadi ada urusan terus macet juga” Ucapnya lalu duduk di depan gadis cantik yang disayanginya itu.
“Alesan” Gadis itu mendengus mengalihkan tatapannya dari laki-laki itu.
“Alysa maafin aku ya” Ucap nya sambil menggenggam tangan gadis itu erat. Tak ada jawaban dari Alysa bahkan gadis itu tetap enggak menatap laki-laki didepannya.
“Aku traktir coklat deh” Ucap nya yang sontak saja mendap tatapan berbinar Alysa.
“Janji ya Jer” Ucap Alysa yang di angguki Jerry dengan senyuman manisnya.
“Iya sayang” Jerry mengelus puncak Kepala Alysa sayang ternyata gadis itu masih sama sangat lemah jika dihadapkan dengan coklat.
__ADS_1
“Gak usah panggil aku kayak gitu lagi Jer” Bukannya tidak suka di panggil dengan sebutan sayang oleh Jerry bahkan gadis itu dulu sangat mengharapkan nya namun kini sudah berubah, Alysa sudah memiliki Rakha kekasihnya yang sangat Alysa sayangi.
“Mulai besok aku udah sekolah” Ucap nya dengan senyuman yang tak pernah luntur dari wajah tampan nya. Alysa tersenyum mendengar penuturan Jerry.
“Wah bagus dong” Alysa ikut senang.
“Aku gak sabar nunggu besok” Ucap Jerry heboh yang malah membuat Alysa terkekeh mendengar betapa girangnya laki-laki di depannya itu.
“Oh iya, kamu kenapa pindah ke Indonesia lagi?” Tanya Jerry karena sebelumnya yang ia tahu gadis itu sedang berada di luar negri.
“Aku khawatir sama kamu yang gak ada kabar jadi aku memutuskan untuk balik lagi ke Indonesia dan cari kamu tapi gak ada yang aku dapet “ Ada nada kecewa dari setiap kata yang di ucapkan Alysa dan Jerry dapat merasakannya.
“Maaf “ Hanya kata itu yang Jerry katakan sambil mengelus tangan Alysa.
Suara dering ponsel Alysa mengalihkan kedua nya, Alysa menatap Ponsel lalu menggeser ikon dengan gagang ponsel berwarna hijau.
“Kamu di mana? “ Tanya suara di sebrang sana dengan nada bicara seperti menahan emosi.
“Aku masih ada urusan” Ucap Alysa sesabar mungkin agar tidak memancing amarah cowok posesif nya.
“Aku jemput sekarang, kamu ada di mana?” Rakha berujar tegas dengan nada tanpa penolakan.
“Aku di cafe depan teman deket sekolah” Ucap Alysa Akhirnya.
“Aku kesana sekarang” Ucap Rakha dan segera memutuskan sambungan telfon nya.
Alysa menghembuskan nafasnya kasar. Jerry yang menyadari perubahan Alysa mengerutkan dahi nya.
“Kamu kenapa?” Tanya Jerry sambil mengelus tangan Alysa menenangkan.
“Gak papa, aku pulang dulu ya” Ucap Alysa dan meletakkan uang di meja yang di dudukinya untuk membayar minumannya.
“Lain kali kalau lagi sama aku, biar aku aja yang bayar” Ucap Jerry yang juga ikut berdiri di depan Alysa.
“Mau aku anter? “Tawar Jerry yang langsung mendapat gelengan dari Alysa.
“ Gak usah aku di jemput “ Alysa berujar dengan menatap Jerry sambil tersenyum. Jerry membawa Alysa kedalam dekapannya.
“Ya udah hati-hati” Jerry mengecup dahi Alysa lalu mengelus puncak kepala gadis itu penuh sayang.
“Kamu juga hati-hati, aku pergi dulu” Alysa segera berlalu keluar cafe sebelum kekasih nya yang posesif itu datang dan memergoki nya tengah bersama mantan kekasih nya.
Saat sampai didepan cafe Alysa masih belum menemukan Rakha, Alysa mengelus dada nya bersyukur. Tak beberapa lama Rakha datang dengan mobil sport hitam nya.
Rakha keluar dari mobilnya, menghampiri Alysa yang berada di sebrang jalan.
“Kenapa gak nunggu di dalam? “ Tanya Rakha sambil merangkul pinggang Alysa posesif.
“Pengen nunggu di luar aja” Alibi Alysa yang jelas bukan itu alasannya karena alasan sesungguhnya karena agar laki-laki tidak mengetahui sedang apa ia disini dan bersama siapa.
Rakha mencium puncak kepala Alysa sayang. Tanpa menghiraukan tatapan iri dari orang yang melihat mereka.
Tanpa mereka sadari, dari dalam cafe Jerry menatap mereka sambil tersenyum miris.
*****
__ADS_1
Hai Bagaimana Sama Part Ini?
Maaf Ya Kalau Banyak Typo Dan Feel Kurang Dapet. Jangan Lupa Buat Follow, Rate, Dan Koment Ya 😍