
Rakha turun dari mobilnya diikuti oleh Alysa yang juga ikut turun dan berdiri di samping Rakha melihat pemandangan kota di atas bukit. Sangat indah itu lah yang tergambar saat ini, lampu dari rumah penduduk dan Gedung terlihat seperti bintang dari atas bukit ini sangat berbeda dari pemandangan kota saat pagi dan siang hari yang sangat ramai dan berpolusi.
"Indah banget Kak." Alysa tersenyum menatap Rakha yang saat ini tengah fokus menghadap ke depan.
"Hmm gue suka kesini kalau lagi kalut buat nenangin diri." Rakha tersenyum lalu memeluk Alysa dari belakang membuat Alysa kaget. Alysa terdiam rasanya tubuhnya membeku karena pelukan dari Rakha. Nyaman mungkin itu yang Alysa rasakan saat ini sudah lama rasa Alysa tidak merasakan pelukan senyaman ini. Sangat n
"Alysa," ucap Rakha lirih masih enggan melepaskan pelukannya
"Lepas kak ihh," ucap Alysa berusaha melepaskan pelukan Rakha.
"Biarin kayak gini dulu, please." Rakha mengeratkan pelukannya membuat Alysa menyerah karena malas meladeni Rakha.
"Gue mau ngomong," ucap Rakha serius sambil membalik badan Alysa menghadapnya.
"Ya udah sih ngomong aja dari tadi juga lo udah ngomong," ucap Alysa ketus
"Gue serius Alysa," Rakha memutar matanya malas mendengar jawaban dari Alysa yang ketus.
"Ya udah mau ngomong apa? Lepas deh pelukannya gak usah modus lo peluk gue segala." Alysa berusaha melepaskan pelukan Rakha tapi bukannya terlepas pelukan Rakha malah semakin erat membuat Alysa kesal dan pasrah.
"Alysa gue sayang sama lo, i don't know why I love you?, hanya dengan melihat mata lo aja gue udah deg degan gak jelas mungkin ini yang namanya cinta pada pandangan pertama saat gue lihat lo didepan kamar mandi waktu itu gue udah meresa suka sama lo gue tertarik sama lo, gue gak suka saat liat lo bareng cowok lain gue Cemburu Alysa." Rakha melepaskan pelukannya lalu membingkai wajah Alysa menatap dalam kearah mata Alysa. Alysa mematung mendengar pernyataan Rakha barusan.
"Your mine Alysa, Always," ucapan Rakha mendapat gelengan dari Alysa, tidak Alysa tidak bisa dimiliki oleh Rakha, Alysa sudah dimiliki oleh lelakinya orang yang Alysa Cintai meskipun lelaki itu tak tau sedang berada dimana dan apakah lelaki itu masih menganggap nya kekasih dan mencintai Alysa seperti Alysa yang sampai saat ini masih mencintainya. Atau lelaki itu sudah melupakan Alysa?Alysa tidak peduli yang jelas saat ini Alysa masih mencintai lelakinya entah sampai kapan Alysa akan bertahan dan berjuang sendiri.
"Tapi gue gak bisa Ka," ucap Alysa menundukkan kepalanya menyembunyikan matanya yang sudah berkaca-kaca.
"Gue gak suka ditolak, jadi gak ada penolakan" Rakha tetaplah Rakha yang pemaksa dan egois.
"Tapi gue gak mau Ka, gu---" ucapan Alysa dipotong oleh Ciuman yang mendarat dibibirnya. Membuat Alysa melotot bukannya takut Rakha malah terkekeh karena ekspresi Alysa yang menurutnya lucu.
"Gak usah dilanjut, mau gue Cium lo?" Rakha mengedipkan sebelah matanya menggoda Alysa.
"Dasar mesum," teriak Alysa dan segera masuk kedalam mobil Rakha yang diikuti oleh Rakha.
__ADS_1
"Mau pulang?" tanya Rakha menatap Alysa
"Iya lah lo kira mau kemana lagi? Mau mangkal di perempat jadi *****? Atau mau ngapelin pacar lo di kuburan?" jawaban Alysa sukses membuat Rakha terkekeh lalu mengacak rambut Alysa membuat si empunya mendengus kesal.
"Pacar gue kan elo ngapain ngapelin mbak kunti?" tanya Rakha diselah tawanya.
"Serah, cepetan jalan gue capek mau pulang," ujar Alysa yang sudah kelelahan menghadapi Rakha.
Semuanya dimulai dari sekarang, Alysa yang tidak ingin berurusan dengan Rakha malah harus terus bersama Rakha entah sampai kapan Alysa harus tahan dengan sikap Rakha yang mesum dan menyebalkan.
****
Alysa merebahkan tubuhnya diatas kasur Queen size nya sambil memandang langit kamar berwarna putih yang di padukan dengan warna pink warna favorit nya.
Alysa sampai dirumah tepat pukul 11 malam, dan sekarang sudah pukul 12 lebih tapi Alysa masih belum bisa memejamkan matanya. Semua kejadian tadi terus berputar diotak nya, Alysa bingung keputusan apa yang harus diambilnya. Berusaha melupakan lelaki yang di cintainya dan berusaha menerima Rakha atau tetap mencintai lelaki itu dan mengabaikan Rakha?
Arrrrgggg
Alysa mengerang frustasi bingung memikirkan semua yang terjadi padanya di sisi lain ada lelaki yang sangat dicintai nya tetapi meninggalkannya di sisi lain ada Rakha yang saat ini mencintainya dan membuat hatinya kalang kabut dag dig dug tak jelas setiap berada didekat Rakha.
✨✨✨
Langit Jakarta saat ini tengah mendung membuat siapa saja malas untuk bangun dan beraktivitas, Alysa saja saat ini masih setia dengan guling dan selimutnya enggan untuk meninggalkan kenyamanan yang hakiki menurutnya itu.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu dari luar kamar Alysa dan di susul teriakan dari sang Mama membuat Alysa kesal karena tidurnya yang nyaman harus terganggu.
"Alysa bangun Rakha udah nunggu tuh," malas sekali rasanya Alysa untuk bangun, kasurnya lebih nyaman dari pada harus pergi ke sekolah dan mendengarkan ocehan para guru yang membuat Alysa akan pusing belum lagi ada Rakha yang selalu membuatnya kesal. Ditambah cuaca yang sangat mendukung untuk Alysa terus berada di kasur kesayangannya itu. Tapi suara melengking mamanya membuat Alysa segera berjalan ke kamar mandi dengan malas dan masih setengah sadar.
Setelah menyelesaikan ritual mandi dan berdandan Alysa segera turun untuk sarapan. Saat berada di ruang makan Alysa sudah melihat kedua orang tuanya dan juga Rakha yang sedang menyantap makanannya.
"Loh kak Rakha ngapain kesini?" tanya Alysa saat melihat Rakha yang sedang sarapan dengan kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Jemput pacar," ucap Rakha dengan santainya sambil menampilkan senyuman lebarnya. Sedangkan Alysa sudah blushing karena ucapan Rakha, kedua orang tua Alysa hanya tersenyum melihat tingkah kedua anak muda itu.
"Udah cepat sarapan dulu keburu telat loh nanti, kasian juga nak Rakha nya udah nunggu dari tadi," ucap Karin memerintah kan Alysa untuk segera bergabung. Setelah nya hening hanya suara dentingan sendok yang beradu dengan piring yang terdengar sampai mereka menyelesaikan kan sarapan mereka.
"Ma, pa, Alysa sama kak Rakha berangkat dulu ya," pamit Alysa sambil mencium tangan kedua orang tuanya yang di ikuti oleh Rakha yang juga melakukan hal yang sama seperti Alysa.
"Iya hati-hati ya sayang." Karin tersenyum ramah.
"Assalamu'alaikum," ucap Rakha dan Alysa kompak yang di jawab kompak juga oleh Karin dan Andi.
_________🌹🌹🌹_________
BANTU KASIH RATE DAN KOMENT KUY
MAAF KALAU BANYAK TYPO DAN FEEL GAK DAPET YA ☺
Follow ig pemain juga ya
@trakhaakdna_
@alysaevelyaa_
@alviandojerry_
@she_liaanggraini
@arettaemilj_
@adrienverver_
Follow Ig Author juga ya
@hilmiatulhasanah_
__ADS_1
@wphilmiath_