
“Jangan mengambil milik orang lain,
jadi gue mohon kembalikan apa yang uda lo ambil dari gue” Ucap seorang gadis
dengan wajah datarnya.
“Mengambil milik orang lain? Sorry
aja gue bukan maling kayak lo” Lawan bicaranya tertawa mengejek yang dibalas
geraman pada gadis itu.
“Lo udah ngambil Rakha dari gue
Alysa, dan gue gak ngambil apapun dari lo” Geram Eliza pada Alysa yang masih
saja tertawa hambar.
“Ngambil Rakha? Gue hanya menjaga dia
dan merengkuh dia disaat lo ngebuang dia Eliza, dan asal lo tau lo ngambil
seseorang yang dulu sangat berharga bagi gue sebelum sosok itu tergantikan oleh
Rakha yang selalu ada buat gue” Ucap Alysa kesal mengingat bagaimana dulu ia
hancur saat Jerry meninggalkannya demi merawat Eliza dan saat ini gadis itu
ingin meminta Rakha? Yang benar saja Alysa tak akan mengikhlaskan laki-laki
yang ia sayang untuk kedua kalinya pada orang yang sama.
“Gue gak ngebuang Rakha, gue hanya
pergi untuk berobat. Semua ini salah paham dan gue akan menjelaskannya pada
Rakha” Ucap Eliza dengan senyumnya membayangkan Rakha akan menerimanya jika ia
memberitahu Rakha alasan ia pergi adalah untuk memperjuangkan hidupnya.
“Lo mau ngejelasin apa sama Rakha? Lo
fikir setelah Rakha tau penyakit lo dan apa yang membuat lo punya penyakit itu
Rakha akan memaafkan lo? Apa Rakha akan kembali sama lo? Gue rasa enggak” Alysa
menyeringai puas saat melihat raut wajah Eliza yang mulai menegang.
“Lo... Lo tau?” Tanya Eliza gugup.
Alysa tertawa puas melihat Eliza yang gugup.
“Udah gue bilang Eliza lo udah
ngambil sesuatu yang dulu sangat berharga bagi gue jadi gak sulit bagi gue
untuk tau hal itu” Ucap Alysa dengan seringai nya lalu meninggalkan Eliza yang
semakin menggeram marah.
“Jangan main-main sama gue Eliza gue
gak akan melepas orang yang gue sayang untuk kedua kali nya buat lo” Ucap Alysa
memberhentikan langkahnya tampa menoleh pada Eliza. Alysa ingin egois untuk
kali ini, Alysa ingin kuat untuk kali ini meskipun ia harus menjadi orang
jahat. Namun itu hanya untuk ia yang berusaha menghancurkan Alysa, Alysa tak
ingin seperti dulu lagi yang harus merasakan sakit yang sangat akibat ulah
Eliza. Tidak, tidak lagi dan tidak untuk kali ini. Alysa akan terus berjuang
demi orang yang ia sayang.
“Lo yang jangan main-main sama gue
Alysa, akan gue buktiin gue bisa mendapatkan Rakha kembali” Eliza menggenggam
tangannya erat hingga buku – buku jarinya memutih.
Pertarungan antar dua kubu kini telah
__ADS_1
dibuka secara resmi oleh mereka berdua, kedua kubu sudah mengibarkan bendera
perang di kubu masing-masing.
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
“Tante” Panggil Eliza pada wanita
paruh baya yang kini duduk di sebuah cafe.
“Ngapain kamu ngajak saya ketemu?”
Tanya wanita itu tidak suka pada gadis di depannya.
“Aku mau minta maaf sama tante karena
aku sudah membuat tante kecewa tapi aku pergi ada alasannya tante” Eliza
menggenggam tangan wanita di depannya yang hanya memandangnya datar.
“Oh ya?” Wanita itu bertanya dengan
cuek.
“Aku punya penyakit tante, aku pergi
untuk mempertahankan hidup aku demi Rakha. Disana aku berjuang demi kita tan”
Eliza menundukkan wajahnya menahan air matanya yang akan terjatuh.
Renata Wanita yang kini duduk di
hadapan Eliza menatap tak percaya pada gadis itu.
“Aku mengidap penyakit mematikan tan”
Eliza sudah menangis. Renata mengelus tangan Eliza menenangkan gadis itu.
“Ya ampun kenapa kamu gak pernah
cerita sama tante atau Rakha?” Tanya Renata menatap ubah pada Eliza.
“Aku gak mau kalian mencemaskan aku
“Tapi dengan begini kamu buat kita
membenci kamu sayang” Renata beralih duduk di samping Eliza membawa gadis itu
dalam dekapannya.
“Aku tau tante mangkanya sekarang aku
datang buat ngejelasin semuannya ke kalian” Eliza melepaskan pelukan nya dan
beralih memegang tangan Renata.
“Tapi Rakha sudah tunangan sama Alysa
sayang” Ucap Renata merasa tidak enak.
“Aku tau kok tan, aku Cuma mau Rakha
maafin aku karena umurku udah gak lama lagi tan” Ucapan Eliza sukses membuat
Renata terkejut.
“Kamu sakit apa sayang? Tante bisa
bantu untuk pengobatan kamu” Renata menatap Eliza ubah pada gadis yang dulu ia
anggap sebagai putrinya sendiri.
“Maaf tan aku gak bisa bilang sama
tante, tante mau kan bantu aku buat ngejelasin semuanya ke Rakha?” Tanya Eliza
penuh harap.
“Iya sayang, bentar tante telfon
Rakha dulu” Ucap Renata lalu mengeluarkan ponselnya.
“Hallo sayang” Sapa Renata saat
__ADS_1
panggilannya terjawab.
“Kamu dimana sayang?” Tanya Renata
lagi, Eliza hanya menatap Renata sambil mendengarkan apa yang Renata bicarakan
tampan tau apa jawaban Rakha di sebrang sana.
“Kamu ya apel mulu mentang-mentang
udah tunangan” Renata terkekeh lalu saat pandangannya mengarah pada Eliza ia
baru ingat bahwa ia sedang bersama Eliza. Renata menyengir meminta maaf yang
hanya di jawab anggukan oleh Eliza.
“Kamu sekarang temuin Mama di cafe
punya Mama” Ucap Renata tampa penolakannya. Renata langsung mematikan saluran
telfonnya setelah menyampaikan nya pada Rakha.
Tak beberapa lama Rakha datang sambil
menatap tajam pada gadis di samping maminya.
“Duduk dulu sayang” Ucap Renata pada
Rakha, Rakha duduk di depan Eliza bersedekap dada.
“Ayo Liz jelasin” Renata
mempersilahkan Eliza untuk menjadi jelaskanya pada Rakha, agar Rakha tidak
salah paham dan mau memaafkan Eliza.
“Sebelumnya aku minta maaf sama kamu
Tar karena aku sudah ninggalin kamu tapi gak ada sedikitpun niatan aku untuk
ninggalin kamu, tapi takdir yang mewajibkan aku harus ninggalin kamu sementara
waktu. Selama ini aku punya penyakit mematikan mungkin umur aku gak akan
bertahan lama lagi. Selama ini aku harus berobat aku berjuang untuk kita agar
kita bisa sama-sama lagi Tar” Air mata Eliza kembali jatuh membasahi pipi
putihnya yang kini terlihat tulang pipinya.
Rakha menatap Eliza, Rakha mulai
mempercayai perkataan Eliza saat melihat gadis itu yang kini sangat kurus dan
kulitnya yang pucat.
“Lo sakit apa?” Tanya Rakha. Eliza
mendengus kasar saat mendengar Rakha menggunakan Lo-Gue.
“Maaf aku gak bisa bilang sama kamu”
Ucap Eliza. Rakha hanya mengangguk ada rasa kasihan dan iba melihat gadis yang
dulu ia sayangi ternyata berjuang untuknya.
“Gue maafin lo kok” Ucap Rakha
menampilkan senyumnya. Yang di balas senyuman juga oleh Eliza.
“Jadi mulai sekarang kamu harus
jagain Eliza juga ya Rakha” Ucap Renata dengan menampilkan senyumnya. Rakha
hanya mengangguk menanggapi ucapan Sang Mami sebagai rasa bersalah untuk Eliza
yang berjuang untuk nya dan ia berjuang untuk gadis lain yang kini menjadi
tunangannya.
***
Jangan lupa buat vote,rate,dan koment ya
__ADS_1
follow juga akun aku ya