My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
Ahop


__ADS_3

“Waktu aku nembak kamu, kenapa kamu nolak aku? “ Rakha menatap Alysa yang kini mengerutkan dahinya.


******


“Emang nya kamu nembak aku? Bukannya kamu maksa aku ya?” Alysa terkekeh melihat raut wajah Rakha yang berubah masam, Alysa tidak salah bukan? Rakha memang tidak menembaknya tapi memaksanya untuk menjadi kekasih Rakha. Mengingat itu membuat Alysa terkekeh geli mengingat betapa pemaksanya kekasih nya itu bahkan saat Alysa akan menolaknya Laki-laki itu malah memotong ucapan Alysa dan mengatakan bahwa ia tidak ingin menerima penolakan.


Yang benar saja, apa iya? Yang seperti itu dapat dikatakan bahwa Rakha menembak Alysa?


“Iissshh Sayang...” Rajuk Rakha. Alysa masih saja tertawa apa lagi setelah melihat wajah Rakha yang sudah cemberut. Laki-laki dingin yang ditakuti banyak Siswa itu bahkan sangat menggemaskan saat sedang bersama Alysa, tak ada raut wajah sangarnya bahkan laki-laki itu berubah menjadi anak kucing yang sangat penurut.


“Iya iya, jadi sebenarnya aku masih memiliki kekasih tapi aku gak tau bagaimana hubungan kita saat ini, bahkan aku bingung aku masih kekasihnya atau bukan” Alysa menatap nyalang mengingat laki-laki yang telah meninggalkannya, laki-laki yang masih ia sayangi sampai saat ini, laki-laki yang posisinya mulai tergeser oleh Rakha di hatinya, Laki-laki yang dulu selalu menemani dan menyayanginya, laki-laki yang kini entah masih kekasihnya atau bukan, laki-laki yang kini entah dimana.


Rakha menatap Alysa dengan tatapan yang sulit diartikan rasa sedih, kecewa, kesal dan rasa lain yang muncul dihatinya membuat laki-laki itu sulit mendeskripsikan isi hatinya saat ini. Gadis nya masih memiliki kekasih? Lalu bagaimana dengan nya yang sudah terlanjur jatuh pada hati gadis itu? Bukankah tadi Alysa mengatakan bahwa ia sudah mencintai Rakha? Lalu mengapa Alysa mengaku masih memiliki kekasih?


“Maksud kamu?” Rakha mengerutkan dahinya, tak dapat dipungkiri mendengar pernyataan Alysa membuat hatinya bagai dikoyak dan diluluh-lantakkan.


“Aku bingung Ka, aku bingung aku masih mempunyai hubungan atau enggak sama dia?. Dua tahun yang lalu tiba-tiba dia pergi tanpa kabar dia ninggalin aku tampa jejak, dia gak mutusin aku tapi dia langsung pergi dari aku dia hilang bagaikan ditelan bumi. Aku selalu menganggap dia masih kekasihku bahkan aku rela balik lagi ke Indonesia demi dia tapi tetep aku gak nemuin dia, aku masih nganggep kita sebagai sepasang kekasih sampai kamu hadir dan mengubah semua persepsi aku tentang hubungan aku sama dia, aku sadar hubungan ini sudah berakhir semenjak dia pergi dari aku tanpa kabar. Aku mulai sadar gak seharusnya aku masih memikirkan seseorang yang bahkan gak mikirin aku, Aku disini berjuang sendiri sedangkan dia mungkin sudah memiliki kekasih baru. Semenjak hadirnya kamu di setiap langkah ku aku sadar gak seharusnya aku berjuang sendiri untuk dia sedangkan kamu sedang berjuang sendiri untuk aku. Terima kasih Rakha karena sudah hadir dan menjadi orang yang selalu ada buat aku, Aku mohon jangan pernah pergi dan tinggalin aku seperti dia” Ucap Alysa yang sudah menangis didekapan Rakha. Alysa merasa bodoh karena dengan teganya membiarkan Rakha berjuang sendiri untuknya dan dia berjuang untuk laki-laki yang kini entah dimana keberadaanya. Perasaan sesak menghampiri hati Rakha, rasanya sakit mengetahui kebenaran dari Alysa, Rakha seakan merasakan apa yang Alysa rasakan perasaan kesal pada orang yang Alysa maksud seakan tumbuh pada hati Rakha, laki-laki itu sangat bodoh bagi Rakha dengan bodohnya ia meninggalkan gadis seperti Alysa namun Rakha juga berterima kasih pada laki-laki itu karena sudah meninggal kan Alysa karena dengan begitu Alysa bisa menjadi milik Rakha.


“Shuuutt Don’t Cry baby, I’m here Honey”

__ADS_1


Rakha menghapus air mata Alysa lembut kemudian mencium kedua mata Alysa yang sudah tidak mengeluarkan butiran air bening itu lagi.


Rakha membawa gadisnya itu kedalam pelukannya, memeluk erat gadis yang sangat dicintainya itu. Rakha merasa enggan untuk melepaskan pelukannya meskipun Alysa sudah mulai tenang.


“Sayang, udah malam pulang yuk” Ajak Rakha yang hanya dijawab anggukan oleh Alysa.


Rakha merangkul posesif pinggang kekasihnya itu untuk dibawa ke mobil Rakha.


Rakha membukakan pintu untuk Alysa setelahnya laki-laki itu mengitari mobil kearah pengemudi.


Alysa tersenyum senang memiliki kekasih seperti Rakha yang sangat baik dan selalu perhatian terhadapnya.


Rakha melirik kearah Alysa yang ternyata sedang melihat ke arah jalan melalui jendela. Rakha mengelus lembut puncak kepala gadisnya dengan senyuman masam yang menghiasi bibirnya.


“Aku tau kamu belum sepenuh nya nerima aku, masih ada laki-laki itu dalam hati kamu. Tapi aku janji Alysa Evelyn Afsheen aku akan buat kamu melupakan laki-laki itu dan membuat hati kamu sepenuhnya milik aku Sayang” Ucap Rakha rilih, Rakha sudah berjanji tidak akan melepaskan gadisnya sampai kapanpun. Karena menurut Rakha, apapun yang sudah menjadi miliknya maka selamanya akan begitu jika ada yang berani mengambil atau mengganggu miliknya maka bersiap saja Rakha akan menghancurkan orang itu sehancur hancurnya.


"Terima kasih karena mau bertahan," ucap Alysa sambil memeluk Rakha begitu erat. yang ia inginkan sekarang hanya kebahagiannya bersama Rakha. Alysa yang memutuskan untuk menerima Rakha dan memulai semua dari awal bersama Rakha maka ia ingin ini semua akan berjalan dengan lancar dan bisa bertahan walau badai menghadang.


"Apapun buat kamu," ucap Rakha sambil mengelus puncak kepala Alysa sayang. Dan malam ini mereka saling memutuskan untuk memulai semuanya, menjadi penguat satu sama lain. Jika suatu saat nanti ada yang berencana merusak mereka maka mereka akan bertahan dengan kepercayaan dan kesetiaan sebagai pengawal mereka.

__ADS_1


*****


"Aku pulang dulu ya," seru Rakha pada Alysa yang kini berdiri di sampingnya. Setelah lama berada di taman akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena hari yang sudah mulai malam.


"iya, Hati-hati," ucap Alysa dengan senyumannya.


"Hati aku cuma satu dan itu sudah punya kamu," goda Rakha yang malah membuat Alysa blushing.


"Udah malam gak usah ngardus, pulang sana," usir Alysa yang membuat Rakha terkekeh melihat Alysa yang sudah blushing.


"Ya udah sana kamu masuk dulu," ucap Rakha yang mendapat anggukan dari Alysa setelahnya gadis itu langsung masuk kedalam rumahnya. Setelah memastikan Alysa masuk Rakha segera pergi dari rumah Alysa, mengendarai mobil sport nya membelah jalanan yang cukup lengang karena hari yang sudah malam.


Ditempat lain Alysa tersenyum senang mengingat sikap Rakha yang sangat baik dan perhatian kepadanya. Alysa bersyukur bisa menemukan laki-laki seperti Rakha sebagai pengganti masa lalunya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Hai Bagaimana Sama Part Ini?


Maaf Ya Kalau Banyak Typo Dan Feel Kurang Dapet. Jangan Lupa Buat Follow, Rate, Dan Koment Ya 😍

__ADS_1


__ADS_2