My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
Farrel Dan Eliza


__ADS_3

Keadaan Kantin saat ini sangat ramai karena bel istirahat yang baru saja berbunyi beberapa menit yang lalu. Eliza dan keempat sahabatnya berjalan untuk menuju meja yang kosong yang terletak di tengah kantin. Alysa tidak ikut ke kantin bersama mereka jadilah mereka tidak duduk di tempat biasa mereka duduk, meja yang sudah menjadi singgah sana merek. Alysa sedang sibuk mengerjakan tugasnya yang akan di kumpulkan siang ini. mereka tidak mau acara makan mereka terganggu dengan pertengkaran antara Lia dan Aldo.


"Ta pesenin dong biar gue yang jaga tempat" Eliza menyodorkan satu lembar uang berwarna biru pada Retta yang di suruh nya untuk memesankan makanannya, saat Eliza sedang mager dan lagi malas untuk merdesak desakan memesan makanannya.


Retta dan Adrin sudah pergi untuk memesan makanan sedangkan Eliza dan Lia sudah menyibukkan diri dengan ponselnya, melihat akun sosmed nya kali aja ada info baru tentang EXOnya. Maklum Jomblo sok sibuk kayak banyak yang ngechat padahal aslinya sibuk cek sosmed sana sini biar keliatan sibuk.


Di tempat lain kini Farrel tengah sibuk mengurus acara Class meeting yang akan di laksanakan 3 minggu lagi, tidak mungkin kan Farrel mengurus semua kegiatan OSIS di saat ujian tengah berlangsung jadi mulai sekarang Farrel sudah mulai sibuk mengurus segala keperluan nya.


"Rel Makan kuy laper nih" Ajak Akil yang saat ini tengah duduk di sofa ruang OSIS sambil memainkan ponselnya.


"Gak" Jawab Farrel singkat dan masih sibuk dengan laptop nya untuk membuat daftar kegiatan Class meeting serta acara penutupan Class meeting yang akan di adakan malam hari nya. 


"Laper ni perut gue ****, cacing cacing di perut gue dah pada konser" Tian yang sudah sangat lapar langsung saja menghampiri Farrel yang masih sibuk dengan Laptop di mejanya.


"Berdua" Ujar nya dan kembali sibuk dengan laptop nya setelah menatap Tian sekilas


"Lo kagak? " Tanya Akil yang sudah berdiri dari posisi duduknya. Dan hanya di jawab gelengan kepala oleh Farrel.


"Ya udah lah, kuy babe" Ajak Tian pada Akil dan menarik Akil untuk berjalan


"Dih Jijik gue Yan, gue gak moho ya" Akil segera melepaskan genggaman Tian dan berjalan meninggalkan Tian yang sudah mengejarnya.  Farrel hanya menggeleng melihat tingkah laku kedua sahabat absurd nya itu.


Tok tok tok


Farrel mendongakkan kepalanya menatap pintu ruang OSIS yang di ketuk tanpa ada niat untuk membukanya, Farrel hanya menyuruh orang yg mengetuk pintu itu masuk.


Saat pintu dibuka terlihat gadis Cantik yang sedang menatapnya kesal dan segera menghampiri Farrel yang juga sedang menatapnya dengan muka datarnya.

__ADS_1


"Kunci mobil gue" Ucapnya sambil menyodorkan tangan nya untuk meminta kunci mobilnya, karena tadi saat dia meminta kunci mobilnya di ruang BK ternyata kunci nya tidak ada di sana.


"Jual" Farrel kembali sibuk dengan kegiatannya setelah menjawab pertanyaan Eliza, sedangkan Eliza menatap Farrel bingung apa maksud nya jual? Jangan bilang mobil nya yang di jual, jika Farrel benar melakukan itu Eliza akan minta pertanggungjawaban oleh Farrel yang malah mengatakannya dengan santai tanpa rasa bersalah nya.


"Jangan bilang mobil gue, lo jual" tanya Eliza memastikan dengan sorot mata yang mulai menajam


"Iya" jawaban singkat dari Farrel membuat Eliza melotot dan menatap Farrel tajam sambil ngucap kan sumpah serapah nya pada Farrel yang malah terlihat tenang


"Dasar sialan lo Far mobil gue loh jual, lo kira gue belinya pakek daun? lo Itu ya! Ihhh Farrel Sialan gue beli pakek duit, bonyok gue capek-capek kerja nih buat nyari duit eh elo malah seenak jidat lo yang cetar ******* itu ngejual mobil gue? Si ***, bangsul, kurang kerjaan seluruh hewan di kebun Zoo lo Far, lo jual mobil gue uang nya lo kemanain? Lo buat nyimeng yee dasar lo memanfaatkan jabatan, kenak azab tau rasa lo. Liat aja ye bakal ada nanti Azab ketos yang suka malak mati karna kecebur got atau rambutnya kelindes mobil tau rasa lo" rasanya nafas Eliza sudah habis setelah berbicara panjang kali lebar yang menghasilkan azab yang karma nya terlalu alay sedangkan Farrel menahan tawanya mendengar kicau an Eliza yang menurutnya aneh bin gila.


yang benar saja, mati cuman gara-gara rambut nya kelindes mobil atau kecebur got? Sepertinya Eliza korban sinetron


"Udah ceramah nya?" Tanya Farrel datar dan mulai menutup laptopnya


"Udah capek" ujar Eliza yang sangat menggemaskan bagi Farrel membuat jantung Farrel berdetak tak karuan karena ulah Gadis ajaib di depannya itu.


What the. .............


"Sabar Eliza sabar " ujarnya sambil mengelus dada nya.


Farrel berjalan kearah Eliza sambil tersenyum devil menampilkan smirk nya, Eliza yang sudah takut berjalan mundur saat Farrel mendekatinya sampai di pojok ruangan Eliza sudah tidak bisa mundur lagi, kemudian Farrel mengunci Eliza di tembok ruang Osis dengan kedua tangan Farrel sebagai pagarnya agar Eliza tidak bisa lolos dan pergi dari cekalan Farrel.


Sedangkan Eliza sudah sulit untuk bernafas saat ini, saat wajah Farrel yang berada di jarak yang sangat dekat dengannya, bahkan detak jantung Eliza sudah tidak bekerja dengan benar, Eliza mengutuk Farrel dalam hatinya entah apa yang akan Farrel lakukan selanjutnya pada Eliza. Rasanya sebentar lagi Eliza akan tewas di tempat karna detak jantungnya sudah tidak terpompa dengan benar.


Eliza mengalihkan wajahnya ke arah lain agar matanya tidak bertemu dengan mata Farrel.


Farrel yang melihat Eliza mengalihkan pandangannya langsung mengambil dagu Eliza dan mengarahkannya agar Eliza menatapnya.

__ADS_1


"Lo mau mobil lo balik? " Tanya Farrel tanpa memundurkan wajahnya dari Eliza, Eliza menutup matanya saat nafas Farrel mengenai wajahnya dan menjawab pertanyaan Farrel hanya dengan anggukan saja.


"Ok, tapi lo harus jadi Pacar gue" Setelah mendengar perkataan Farrel rasanya jantung Eliza sudah berhenti berdetak. Eliza menggelengkan kepalanya tanda penolakan. Yang benar saja dia harus menerima Farrel yang sebelum nya tidak pernah di kenalnya.


"Gue gak suka penolakan, mulai sekarang lo pacar gue" Kali ini Eliza hanya bisa pasrah akan kehidupannya setelah ini yang mungkin akan gelap setelah dia menjadi pacar Farrel si Cowok dingin yang irit ngomong.


Cup


Farrel mencium pipi Eliza, yang langsung saja membuat Eliza membuka matanya yang mulai tadi terpejam. ia kaget saat Farrel mencium pipinya, ini memang bukan hal baru bagi Eliza mengingat betapa hancur dirinya dulu.


"Lo cium pipi gue seenak jidat lo, kenapa sih lo suka banget ngelakuin hal semau lo" Eliza sudah tidak bisa Terima lagi, enak saja Farrel mencuri Ciuman di pipinya


"Karena gue ya gue, yang ngelakuin juga gue jadi terserah gue lah" Dengan santai nya Farrel mengelus semua bagian wajah Eliza, menjelajahi nya dengan sentuhan lembutnya kemudian berhenti pada bibir Eliza


"Kenapa gak Terima gue cium pipi lo? Mau gue cium bibir manis lo ini sayang? " Farrel menampilkan smirk nya membuat nyali Eliza menciut kemudian menggeleng dan menatap Farrel memohon agar tidak mencium bibirnya. Cukup pipinya saja yang kecolongan jangan bibirnya.


"Mulai sekarang jangan pakek 'lo-gue' tapi 'aku-kami' ngerti? " Eliza mengangguk pasrah, Farrel mengelus puncak kepala Eliza kemudian menarik nya dalam pelukannya. Memeluknya erat agar tidak ada yang mengambil miliknya dari nya.


"You are mine Eliza" Ucap Farrel yang masih memeluk Eliza dengan hangat.


******


Masih Part Eliza Sama Farrel Nih


Jangan Lupa Buat Rate, Vote, Dan Koment Ya Guys


Follow Juga Akun Ku Ya

__ADS_1


__ADS_2