My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
Rakha Pergi


__ADS_3

Alysa menatap Rakha dengan


mata yang sudah berkaca-kaca, hari ini Rakha akan pergi ke Spanyol untuk


melanjutkan sekolah dan saat ini Alysa dan ketiga sahabatnya, sahabat Rakha,


Orang tua Rakha dan Amanta sudah berada di bandara untuk mengantarkan Rakha.


Alysa berusaha untuk tetap


tersenyum agar Rakha tidak berat saat meninggalkannya, namun sekuat apapun


Alysa menahannya kini matanya mulai berkaca-kaca. Rakha memeluk Alysa dengan


erat seolah itu adalah pelukan terakhir mereka rasanya Rakha sangat enggan


melepaskan pelukan itu.


"Kamu jaga diri kamu


baik-baik di sini, jaga hati kamu buat aku, jaga posisi aku jangan sampai ada


yang berani mengambil posisi aku karena aku juga akan melakukan hal yang sama.


Aku janji aku akan kembali secepatnya buat kamu, tolong jaga kepercayaan aku.


Aku sayang kamu," ucap Rakha masih setia memeluk kekasihnya itu. Tubuh


Alysa sudah bergetar Rakha tau gadisnya itu sedang menangis membuat Rakha


tambah mengeratkan pelukan mereka. Renata mengelus punggung Alysa menenangkan


gadis itu. Rakha melepaskan pelukan mereka lalu menangkap wajah Alysa yang


sudah basah.


"Hey jangan nangis,


aku pasti kembali sayang." Rakha mengecup puncak kepala Alysa lalu kembali


memeluknya.


"Jangan macem-macem di


sana atau kamu aku kebiri," canda Alysa dengan muka galaknya yang masih


berada dalan dekapan Rakha membuat Rakha tertawa di ikuti yang lainnya.


"Iya sayang, gak


akan." Rakha melepaskan pelukannya beralih memeluk Maminya.


"Jaga diri kamu


baik-baik disana nak," pesan Renata yang mendapat anggukan dari Rakha.


Lalu Rakha memeluk adiknya yang juga menangis.


"Gak usah


cengeng." Rakha menyentil kening Amanta membuat gadis itu memberenggut


kesal dengan memanyunkan bibirnya.


 


 


Rakha beralih memeluk


sahabat-sahabatnya ala laki-laki.


"Tolong jaga keluarga gue, jaga Alysa juga buat gue tapi jangan ada yang


berani ngambil dia dari gue," ucap Rakha pada sahabatnya yang mendapat


anggukan dan acungan jempol


"Tenang aja kali Kha


kita pasti jaga mereka," ucap Jerry dengan senyumnya. Lalu, Rakha beralih


memeluk Eliza.


"Jaga diri lo


baik-baik, tetep kuat dan rajin minum obat Za," ucap Rakha yang mendapat


anggukan dari Eliza.


Setelah selesai dengan


acara perpisahannya Rakha berjalan menjauh dari orang orang yang sangat ia


sayangi, Alysa menatap punggung Rakha yang mulai menjauh dengan tatapan nanar.


"Ayo sayang kita


pulang," ajak Renata sambil merangkul Alysa yang mendapat anggukan dari


gadis itu.


***


Alysa menatap keluar jendela


kamarnya yang saat ini menampilkan pemandangan hujan di luar sana. Hujan sudah


mengguyur ibu kota mulai malam tadi memberikan efek dingin yang membuat orang


enggan untuk beranjak dari kasurnya dan memilih bergelung pada selimutnya


begitu juga dengan Alysa, tak ada hal yang dapat ia kerjakan hari ini.


Sekolahnya masih libur, dan tak ada si pengganggu yang biasanya selalu


membangunkannya, tak ada kekasihnya yang akan mengajaknya berjalan jalan saat


hari libur seperti ini, dan tidak ada Rakha yang biasanya selalu ada dirumahnya


saat ia bangun. Alysa sangat merindukan kekasihnya itu, Alysa sudah terbiasa


selalu melakukan apapun bersama Rakha hingga saat laki-laki itu harus pergi

__ADS_1


Alysa merasa sangat membutuhkannya.


Suara dering ponsel Alysa


menghancurkan lamunan gadis itu, senyum Alysa terbit saat melihat ada Video


call dari kekasihnya itu. Dengan segera Alysa menggeser tombol hijau dan kini


layar ponselnya sudah menampakkan wajah laki-laki yang sangat di rindukannya


itu.


"Kamu


baru bangun ya yang?" tanya Rakha mengernyitkan dahinya


melihat selimut yang masih menggulung tubuh kekasihnya itu belum lagi wajah


bantal Alysa.


"Udah kok cuma males


bangun aja lagi hujan," jawab Alysa sambil mengarahkan kamera HPnya agar


Rakha melihat hujan yang tengah mengguyur ibu kota.


"Apa hubungannya?


Hujannya kan di luar." Rakha menggeleng mmendengar ucapan kekasihnya itu.


"Hujannya emang di


luar tapi dinginnya masuk kedalam"


"Terserah


kamu aja," ucap Rakha akhirnya mengalah. Selanjutnya tak ada


pembicaraan diantara mereka, Alysa memejamkan matanya rasa kantuknya tiba-tiba


saja menyerang. Rakha tersenyum melihat gadisnya yang memejamkan matanya.


"Sayang


kamu tidur?" tanya Rakha yang sukses membuat Alysa


kembali membuka matanya.


"Enggak." Alysa


tersenyum manis pada Rakha.


"Terus


tadi?" tanya Rakha dengan kernyitan di dahinya


"Hanya memejamkan


mata," jawab Alysa dengan kekehannya.


"Sabar


kok sabar." Rakha mengelus dadanya lalu mereka


"Kamu gak tidur? Di


sana masih jam 4 kan?" tanya Alysa saat melihat jam yang menempel di


dinding kamarnya yang menunjukkan pukul 08.00 WIB.


"Aku


gak bisa tidur, kangen kamu," ucap Rakha dengan


wajah sendunya. Alysa juga menatap Rakha dengan wajah sendu rasanya Alysa ingin


menangis saat ini juga jika ia tak mengingat bahwa Rakha masih menatapnya.


"Aku juga kangen kamu,


mangkanya kamu buruan selesai kan kuliah kamu." Alysa menampilkan senyum


terbaiknya untuk menenangkan Rakha.


"Pasti


sayang." Rakha juga tersenyum manis ke arah Alysa.


"Aku matikan dulu ya,


aku mau mandi," ucap Alysa yang di balas anggukan oleh Rakha.


"I


love you honey," ucap Rakha di sebrang sana yang mampu


menenangkan Alysa.


"I love you


more," ucap Alysa lalu memutuskan sambungan Video callnya. Alysa menutup


wajahnya lalu menangis ia sangat merindukan kekasihnya itu, laki-lakinya. Ada


rasa takut saat mereka berjauhan seperti ini apa yang dulu pernah Alysa alami


akan kembali terulang saat dia kehilangan Jerry. Bukan Alysa tak percaya pada


Rakha namun siapa kita yang bisa menebak dan mengubah takdir yang akan kita


alami? Semuanya ada di tangan tuhan kita hanya bisa meminimalisir semuanya.


Alysa tak ingin jika harus kehilangan Rakha, tidak lagi setelah ia dulu sempat


kehilangan Jerry, Rakha yang hadir untuk mengobati lukanya dan menjadi


tempatnya bersandar laki-laki itu yang selalu menghiburnya dan membantunya


untuk melupakan Jerry jadi apa Alysa egois jika ia tidak ingin kehilangan


Rakha? Jika menurut kalian itu egois makan biarkan Alysa menjadi orang egois


untuk kali ini. Melepaskan orang yang kalian sayang itu adalah hal bodoh, terus

__ADS_1


perjuangan kan dia apa lagi disaat dia sudah berada di genggaman kalian jangan


lepas dia seperti kalian melepas pensil yang berada digenggaman kalian, sangat


ringan.


Alysa menatap Rakha dengan


mata yang sudah berkaca-kaca, hari ini Rakha akan pergi ke Spanyol untuk


melanjutkan sekolah dan saat ini Alysa dan ketiga sahabatnya, sahabat Rakha,


Orang tua Rakha dan Amanta sudah berada di bandara untuk mengantarkan Rakha.


Alysa berusaha untuk tetap


tersenyum agar Rakha tidak berat saat meninggalkannya, namun sekuat apapun


Alysa menahannya kini matanya mulai berkaca-kaca. Rakha memeluk Alysa dengan


erat seolah itu adalah pelukan terakhir mereka rasanya Rakha sangat enggan


melepaskan pelukan itu.


"Kamu jaga diri kamu


baik-baik di sini, jaga hati kamu buat aku, jaga posisi aku jangan sampai ada


yang berani mengambil posisi aku karena aku juga akan melakukan hal yang sama. Aku


janji aku akan kembali secepatnya buat kamu, tolong jaga kepercayaan aku. Aku


sayang kamu," ucap Rakha masih setia memeluk kekasihnya itu. Tubuh Alysa


sudah bergetar Rakha tau gadisnya itu sedang menangis membuat Rakha tambah


mengeratkan pelukan mereka. Renata mengelus punggung Alysa menenangkan gadis


itu. Rakha melepaskan pelukan mereka lalu menangkap wajah Alysa yang sudah


basah.


"Hey jangan nangis,


aku pasti kembali sayang." Rakha mengecup puncak kepala Alysa lalu kembali


memeluknya.


"Jangan macem-macem di


sana atau kamu aku kebiri," canda Alysa dengan muka galaknya yang masih


berada dalan dekapan Rakha membuat Rakha tertawa di ikuti yang lainnya.


"Iya sayang, gak


akan." Rakha melepaskan pelukannya beralih memeluk Maminya.


"Jaga diri kamu


baik-baik disana nak," pesan Renata yang mendapat anggukan dari Rakha.


Lalu Rakha memeluk adiknya yang juga menangis.


"Gak usah


cengeng." Rakha menyentil kening Amanta membuat gadis itu memberenggut


kesal dengan memanyunkan bibirnya.


 


 


Rakha beralih memeluk


sahabat-sahabatnya ala laki-laki.


"Tolong jaga keluarga gue, jaga Alysa juga buat gue tapi jangan ada yang


berani ngambil dia dari gue," ucap Rakha pada sahabatnya yang mendapat


anggukan dan acungan jempol


"Tenang aja kali Kha


kita pasti jaga mereka," ucap Jerry dengan senyumnya. Lalu, Rakha beralih


memeluk Eliza.


"Jaga diri lo


baik-baik, tetep kuat dan rajin minum obat Za," ucap Rakha yang mendapat


anggukan dari Eliza.


Setelah selesai dengan


acara perpisahannya Rakha berjalan menjauh dari orang orang yang sangat ia sayangi,


Alysa menatap punggung Rakha yang mulai menjauh dengan tatapan nanar.


"Ayo sayang kita


pulang," ajak Renata sambil merangkul Alysa yang mendapat anggukan dari


gadis itu.


***


Sampai sini dulu ya jangan lupa buat Vote, Rate, dan koment ya guys


follow juga akun ku


jangan lupa follow akun ig roleplayer mereka ya


@trakhaakhdna_


@alysaevlyaa_


@alviando_jerry


@wphilmiath_

__ADS_1


__ADS_2