
Alysa menatap Rakha dengan
mata yang sudah berkaca-kaca, hari ini Rakha akan pergi ke Spanyol untuk
melanjutkan sekolah dan saat ini Alysa dan ketiga sahabatnya, sahabat Rakha,
Orang tua Rakha dan Amanta sudah berada di bandara untuk mengantarkan Rakha.
Alysa berusaha untuk tetap
tersenyum agar Rakha tidak berat saat meninggalkannya, namun sekuat apapun
Alysa menahannya kini matanya mulai berkaca-kaca. Rakha memeluk Alysa dengan
erat seolah itu adalah pelukan terakhir mereka rasanya Rakha sangat enggan
melepaskan pelukan itu.
"Kamu jaga diri kamu
baik-baik di sini, jaga hati kamu buat aku, jaga posisi aku jangan sampai ada
yang berani mengambil posisi aku karena aku juga akan melakukan hal yang sama.
Aku janji aku akan kembali secepatnya buat kamu, tolong jaga kepercayaan aku.
Aku sayang kamu," ucap Rakha masih setia memeluk kekasihnya itu. Tubuh
Alysa sudah bergetar Rakha tau gadisnya itu sedang menangis membuat Rakha
tambah mengeratkan pelukan mereka. Renata mengelus punggung Alysa menenangkan
gadis itu. Rakha melepaskan pelukan mereka lalu menangkap wajah Alysa yang
sudah basah.
"Hey jangan nangis,
aku pasti kembali sayang." Rakha mengecup puncak kepala Alysa lalu kembali
memeluknya.
"Jangan macem-macem di
sana atau kamu aku kebiri," canda Alysa dengan muka galaknya yang masih
berada dalan dekapan Rakha membuat Rakha tertawa di ikuti yang lainnya.
"Iya sayang, gak
akan." Rakha melepaskan pelukannya beralih memeluk Maminya.
"Jaga diri kamu
baik-baik disana nak," pesan Renata yang mendapat anggukan dari Rakha.
Lalu Rakha memeluk adiknya yang juga menangis.
"Gak usah
cengeng." Rakha menyentil kening Amanta membuat gadis itu memberenggut
kesal dengan memanyunkan bibirnya.
Rakha beralih memeluk
sahabat-sahabatnya ala laki-laki.
"Tolong jaga keluarga gue, jaga Alysa juga buat gue tapi jangan ada yang
berani ngambil dia dari gue," ucap Rakha pada sahabatnya yang mendapat
anggukan dan acungan jempol
"Tenang aja kali Kha
kita pasti jaga mereka," ucap Jerry dengan senyumnya. Lalu, Rakha beralih
memeluk Eliza.
"Jaga diri lo
baik-baik, tetep kuat dan rajin minum obat Za," ucap Rakha yang mendapat
anggukan dari Eliza.
Setelah selesai dengan
acara perpisahannya Rakha berjalan menjauh dari orang orang yang sangat ia
sayangi, Alysa menatap punggung Rakha yang mulai menjauh dengan tatapan nanar.
"Ayo sayang kita
pulang," ajak Renata sambil merangkul Alysa yang mendapat anggukan dari
gadis itu.
***
Alysa menatap keluar jendela
kamarnya yang saat ini menampilkan pemandangan hujan di luar sana. Hujan sudah
mengguyur ibu kota mulai malam tadi memberikan efek dingin yang membuat orang
enggan untuk beranjak dari kasurnya dan memilih bergelung pada selimutnya
begitu juga dengan Alysa, tak ada hal yang dapat ia kerjakan hari ini.
Sekolahnya masih libur, dan tak ada si pengganggu yang biasanya selalu
membangunkannya, tak ada kekasihnya yang akan mengajaknya berjalan jalan saat
hari libur seperti ini, dan tidak ada Rakha yang biasanya selalu ada dirumahnya
saat ia bangun. Alysa sangat merindukan kekasihnya itu, Alysa sudah terbiasa
selalu melakukan apapun bersama Rakha hingga saat laki-laki itu harus pergi
__ADS_1
Alysa merasa sangat membutuhkannya.
Suara dering ponsel Alysa
menghancurkan lamunan gadis itu, senyum Alysa terbit saat melihat ada Video
call dari kekasihnya itu. Dengan segera Alysa menggeser tombol hijau dan kini
layar ponselnya sudah menampakkan wajah laki-laki yang sangat di rindukannya
itu.
"Kamu
baru bangun ya yang?" tanya Rakha mengernyitkan dahinya
melihat selimut yang masih menggulung tubuh kekasihnya itu belum lagi wajah
bantal Alysa.
"Udah kok cuma males
bangun aja lagi hujan," jawab Alysa sambil mengarahkan kamera HPnya agar
Rakha melihat hujan yang tengah mengguyur ibu kota.
"Apa hubungannya?
Hujannya kan di luar." Rakha menggeleng mmendengar ucapan kekasihnya itu.
"Hujannya emang di
luar tapi dinginnya masuk kedalam"
"Terserah
kamu aja," ucap Rakha akhirnya mengalah. Selanjutnya tak ada
pembicaraan diantara mereka, Alysa memejamkan matanya rasa kantuknya tiba-tiba
saja menyerang. Rakha tersenyum melihat gadisnya yang memejamkan matanya.
"Sayang
kamu tidur?" tanya Rakha yang sukses membuat Alysa
kembali membuka matanya.
"Enggak." Alysa
tersenyum manis pada Rakha.
"Terus
tadi?" tanya Rakha dengan kernyitan di dahinya
"Hanya memejamkan
mata," jawab Alysa dengan kekehannya.
"Sabar
kok sabar." Rakha mengelus dadanya lalu mereka
"Kamu gak tidur? Di
sana masih jam 4 kan?" tanya Alysa saat melihat jam yang menempel di
dinding kamarnya yang menunjukkan pukul 08.00 WIB.
"Aku
gak bisa tidur, kangen kamu," ucap Rakha dengan
wajah sendunya. Alysa juga menatap Rakha dengan wajah sendu rasanya Alysa ingin
menangis saat ini juga jika ia tak mengingat bahwa Rakha masih menatapnya.
"Aku juga kangen kamu,
mangkanya kamu buruan selesai kan kuliah kamu." Alysa menampilkan senyum
terbaiknya untuk menenangkan Rakha.
"Pasti
sayang." Rakha juga tersenyum manis ke arah Alysa.
"Aku matikan dulu ya,
aku mau mandi," ucap Alysa yang di balas anggukan oleh Rakha.
"I
love you honey," ucap Rakha di sebrang sana yang mampu
menenangkan Alysa.
"I love you
more," ucap Alysa lalu memutuskan sambungan Video callnya. Alysa menutup
wajahnya lalu menangis ia sangat merindukan kekasihnya itu, laki-lakinya. Ada
rasa takut saat mereka berjauhan seperti ini apa yang dulu pernah Alysa alami
akan kembali terulang saat dia kehilangan Jerry. Bukan Alysa tak percaya pada
Rakha namun siapa kita yang bisa menebak dan mengubah takdir yang akan kita
alami? Semuanya ada di tangan tuhan kita hanya bisa meminimalisir semuanya.
Alysa tak ingin jika harus kehilangan Rakha, tidak lagi setelah ia dulu sempat
kehilangan Jerry, Rakha yang hadir untuk mengobati lukanya dan menjadi
tempatnya bersandar laki-laki itu yang selalu menghiburnya dan membantunya
untuk melupakan Jerry jadi apa Alysa egois jika ia tidak ingin kehilangan
Rakha? Jika menurut kalian itu egois makan biarkan Alysa menjadi orang egois
untuk kali ini. Melepaskan orang yang kalian sayang itu adalah hal bodoh, terus
__ADS_1
perjuangan kan dia apa lagi disaat dia sudah berada di genggaman kalian jangan
lepas dia seperti kalian melepas pensil yang berada digenggaman kalian, sangat
ringan.
Alysa menatap Rakha dengan
mata yang sudah berkaca-kaca, hari ini Rakha akan pergi ke Spanyol untuk
melanjutkan sekolah dan saat ini Alysa dan ketiga sahabatnya, sahabat Rakha,
Orang tua Rakha dan Amanta sudah berada di bandara untuk mengantarkan Rakha.
Alysa berusaha untuk tetap
tersenyum agar Rakha tidak berat saat meninggalkannya, namun sekuat apapun
Alysa menahannya kini matanya mulai berkaca-kaca. Rakha memeluk Alysa dengan
erat seolah itu adalah pelukan terakhir mereka rasanya Rakha sangat enggan
melepaskan pelukan itu.
"Kamu jaga diri kamu
baik-baik di sini, jaga hati kamu buat aku, jaga posisi aku jangan sampai ada
yang berani mengambil posisi aku karena aku juga akan melakukan hal yang sama. Aku
janji aku akan kembali secepatnya buat kamu, tolong jaga kepercayaan aku. Aku
sayang kamu," ucap Rakha masih setia memeluk kekasihnya itu. Tubuh Alysa
sudah bergetar Rakha tau gadisnya itu sedang menangis membuat Rakha tambah
mengeratkan pelukan mereka. Renata mengelus punggung Alysa menenangkan gadis
itu. Rakha melepaskan pelukan mereka lalu menangkap wajah Alysa yang sudah
basah.
"Hey jangan nangis,
aku pasti kembali sayang." Rakha mengecup puncak kepala Alysa lalu kembali
memeluknya.
"Jangan macem-macem di
sana atau kamu aku kebiri," canda Alysa dengan muka galaknya yang masih
berada dalan dekapan Rakha membuat Rakha tertawa di ikuti yang lainnya.
"Iya sayang, gak
akan." Rakha melepaskan pelukannya beralih memeluk Maminya.
"Jaga diri kamu
baik-baik disana nak," pesan Renata yang mendapat anggukan dari Rakha.
Lalu Rakha memeluk adiknya yang juga menangis.
"Gak usah
cengeng." Rakha menyentil kening Amanta membuat gadis itu memberenggut
kesal dengan memanyunkan bibirnya.
Rakha beralih memeluk
sahabat-sahabatnya ala laki-laki.
"Tolong jaga keluarga gue, jaga Alysa juga buat gue tapi jangan ada yang
berani ngambil dia dari gue," ucap Rakha pada sahabatnya yang mendapat
anggukan dan acungan jempol
"Tenang aja kali Kha
kita pasti jaga mereka," ucap Jerry dengan senyumnya. Lalu, Rakha beralih
memeluk Eliza.
"Jaga diri lo
baik-baik, tetep kuat dan rajin minum obat Za," ucap Rakha yang mendapat
anggukan dari Eliza.
Setelah selesai dengan
acara perpisahannya Rakha berjalan menjauh dari orang orang yang sangat ia sayangi,
Alysa menatap punggung Rakha yang mulai menjauh dengan tatapan nanar.
"Ayo sayang kita
pulang," ajak Renata sambil merangkul Alysa yang mendapat anggukan dari
gadis itu.
***
Sampai sini dulu ya jangan lupa buat Vote, Rate, dan koment ya guys
follow juga akun ku
jangan lupa follow akun ig roleplayer mereka ya
@trakhaakhdna_
@alysaevlyaa_
@alviando_jerry
@wphilmiath_
__ADS_1