My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
Ten


__ADS_3

Saat sampai dikantin mereka membagi tugas, Lia dan Adrin yang memesan makanan, Retta yang memesan minuman dan Alysa yang bertugas mencari tempat untuk mereka duduki.


Alysa duduk dibangku paling tengah di kantin tersebut karena hanya meja itu yang tersisa, tidak ada yang berani untuk menduduki tempat itu karena Rakha dan sahabat nya sudah menjadikan tempat itu sebagai singgasana nya. Lalu mengapa Alysa berani? Oh ayo lah jangan lupakan fakta bahwa Alysa adalah kekasih nya, tidak mungkin Rakha akan memarahinya bukan?.


Alysa tersentak saat ada yang menutup matanya, dari wangi yang dapat Alysa cium Alysa bisa menebak siapa pemilik tangan yang menutup matanya itu.


"Rakha lepas ih" Alysa mengarahkan tangannya untuk melepaskan tangan Rakha yang menutup matanya. Rakha tersenyum melihat kekasihnya itu da segera duduk di samping Alysa.


"Sendiri? " Tanya Rakha singkat. Alysa menggeleng mendengar pertanyaan Rakha.


"Tuh sama mereka" Alysa menunjuk ketiga sahabatnya yang kini berjalan kearahnya sambil membawa pesanan mereka.


"Loh kok gabung sama mereka Sa" Tanya Lia tidak suka pasalnya jika mereka sudah berkumpul bisa dipastikan Anji dan Aldo tidak akan ada habisnya mengerjai Lia.


"Gak ada tempat kosong lagi Li, jadi ya terpaksa di sini. Gak papa kan? " Tanya Alysa memastikan. Lia menghembuskan nafas kasar dan segera duduk disamping Retta yang sudah duduk terlebih dahulu.


"Udah untung kita bolehin duduk disini dari pada lo makan berdiri" Aji menimpali ucapan Lia dengan suara sinis nya.


"Yeee, lo kira lo siapa? Duduk disini harus pakek persetujuan lo dulu? Lagian gue liat tadi Alysa yang duluan disini ngapa lo juga ngikut duduk disini sih? " Tanya Lia, bukannya Lia tidak tahu jika tempat yang dia duduki sekarang adalah singgasananya 6 cogan sekolah tapi Lia berusaha melupakan hal itu.


"Ya jelas harus ada persetujuan kita lah, kan ini tempat punya kita " Kali ini Aldo yang menimpali ucapan Lia, sedangkan sahabat mereka hanya menggeleng melihat pertengkaran sahabatnya itu dan kembali melakukan aktivitas mereka tanpa menghiraukan Lia, Anji, dan Aldo yang sedang bertengkar.


"Hallo emang yang punya sekolah ini elo apa? Segala ngaku ini tempat punya lo" Lia menatap sinis ke arah Aldo dan Anji yang juga menatapnya sinis.


"Ini sekolah punya orang tuanya Rakha kalau lo lupa dan kita temennya Rakha dan satu lagi tadi gue bilang tempat ini punya kita, yang artinya terselip nama Rakha disana " Ucap Anji sambil memperlihatkan senyum kemenangan nya.


"Skakmat" Aldo tersenyum kemenangan, Lia sudah gelagapan bingung harus menimpali apa? Otak cantik nya terus saja bekerja mencari kata yang pas untuk diucapkan nya.


"Udah deh gak usah gangguin Lia lagi kasian tuh anak orang" Kali ini Vino menimpali saat melihat wajah gelagapan Lia. Lia tersenyum senang akhirnya ada yang membelanya, Lia meresa kupu-kupu di perutnya sudah berterbangan.

__ADS_1


"Tau lo berdua Hobby banget sih buat anak orang gelapan " Gian menggeleng melihat tingkah laku sahabatnya itu. Aldo dan Anji mendengus karena pendukung Lia kini bertambah jumlah.


"Dari pada Mas Anji sama Mas Aldo ngejailin Lia, mending kalian godain akuh" Josep mengedipkan matanya menggoda Aldo dan Anji yang dibalas gidikan ngeri keduanya.


"Jijik gue ***** muka lo udah kayak monyet minta *****" Anji bergidik ngeri menatap Josep yang sudah cemberut.


"Astagfirullah mas kalau ngomong gak pakek bismillah ya kamu" Josep menoyor kepala Anji membuat mereka tertawa melihat gurauan sahabat mereka yang tidak ada habisnya itu.


Mereka masih terus bercanda bersama tertawa lepas melihat tingkah laku sahabat Rakha yang sangat konyol ataupun mendengarkan cerita mereka yang sangat Absurd sangat menghibur hingga mereka melewatinya tanpa tau waktu.


*****


Alysa dan Rakha berjalan beriringan menuju parkiran, dibelakang-Nya teman mereka mengikuti langkah mereka yang juga mengarah ke parkiran.


Saat sampai diparkiran mereka langsung saja menuju motor mereka masing-masing.


"Mau langsung pulang atau kemana dulu? " Tanya Rakha menatap Alysa dari spion motornya.


"Langsung pulang aja capek" Alysa menyandarkan kepalanya pada punggung Rakha membuat si empunya tersenyum.


"Yakin gak mau berduan dulu sama cogan?" goda Rakha sambil terkekeh yang juga dibalas kekehan oleh Alysa


"Pd banget sih" Alysa mencubit perut bidang Rakha membuat Rakha meringis.


"Emang cogan kali" Rakha masih saja pede tanpa memperdulikan Alyaa


"Iya in" Alysa memutar jengah matanya.


"Jadi gimana? " Tanya Rakha lagi memastikan.

__ADS_1


"Enggak, aku mau pulang Rakha" ucap Alysa kesal karena memang hari ini Alysa sangat lelah mungkin karena hari ini iya sedang pms jadi cepat lelah.


"Ya udah berarti aku ngapelin kamu nya dirumah kamu aja" kata Rakha santai.


"Gak usah mending kamu pulang aja"


"Gak mau, aku mau ngobrol dulu sama kamu" Ucap Rakha yang membuat Alysa jengah, yang benar saja laki-laki ini mau mengobrol apa lagi dengan nya? Bahkan mereka sudah bersama mulai pagi disekolah.


"Kamu gak capek ya ngomong mulu? " Tanya Alysa keheranan. Mood nya sedang tidak bagus hari ini.


"Enggak" Rakha memberhentikan motornya di pekarangan rumah Alysa. Setelah kekasihnya turun Rakha juga ikut turun bersama Alysa.


Mereka berjalan beriringan memasuki rumah Alysa, saat sampai diruang tamu dahi Alysa mengernyit melihat laki-laki yang duduk membelakangi nya yang tengah mengobrol bersama mamanya.


"Nah itu Alysa, Alysa sini sayang" Karin memanggil Alysa sedikit kencang. Alysa hanya menuruti ucapan Mamanya diikuti Rakha yang masih mengekor dibelakang nya


“Long time no see, Alysa” Laki-laki didepan Alysa tersenyum menatap Alysa yang kini tengah menatap nya terkejut.


“Miss me Alysa? “ Laki-laki itu merentang kan tangannya mengharapkan pelukan Alysa. Alysa memeluk erat laki-laki didepannya yang dibalas pelukan laki-laki itu, Rakha yang melihat adegan di depannya mengepalkan tangannya menahan amarah yang sudah membuncah mengingat disini masih ada orang tua Alysa, tidak mungkin kan Rakha memukul orang dan merusak citra nya di depan calon mertua nya.


“How are you girl?” Tanya laki-laki itu sambil melepaskan pelukan Alysa, membingkai wajah Alysa dan mencium kening Alysa lembut. Perlakuan laki-laki itu sungguh membakar rasa cemburu Rakha, lihat saja sekarang Rakha tengah berusaha dengan kuat menahan amarahnya agar tidak keluar. Rahang Rakha sudah mengeras, dengan buku-buku jari yang sudah memutih akibat kepalan tangannya yang sangat kuat.


“I’m fine” Alysa kembali memeluk laki-laki didepannya itu, menyalurkan rasa rindunya yang amat sangat pada laki-laki didepannya itu.


*******


Hai Bagaimana Sama Part Ini?


Maaf Ya Kalau Banyak Typo Dan Feel Kurang Dapet. Jangan Lupa Buat Follow, Rate, Dan Koment Ya 😍

__ADS_1


__ADS_2