My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
Jemputan Baru


__ADS_3

Nesa menatap kosong ke arah bintang-bintang yang tengah bersinar indah malam ini, pikirannya terus saja tertuju pada satu orang yang membuatnya kesal dan ingin membunuh laki-laki itu. Jika saja membunuh orang tidak haram maka bisa di pastikan orang itu sudah tewas dari tadi siang saat ia mengklaim Eliza sebagai kekasihnya.


Eliza masih setia berada di ruang kaca nya. Jerry sudah pergi beberapa jam yang lalu katanya dia mau kumpul bersama sahabat nya.


Dreet Dreet. .....


Eliza menatap ponsel nya yang berbunyi yang menampilkan notifikasi dari WhatsApp, Eliza segera membuka aplikasi tersebut


+6822712×××××


Inget besok gue jemput


Eliza mengerutkan keningnya karna pesan yang dikirim dari nomer yang tidak dikenal.


Melihat tidak ada jawaban dan hanya di baca akhirnya pengirim pesan tersebut kembali mengirim Eliza pesan


+6822712×××××


Gue pacar lo, gak usah sok ****


Eliza mendengus kesal saat tau ternyata yang mengirimnya pesan ternyata Farrel laki-laki yang sedari tadi memenuhi pikirannya.


Sebelum membalas pesan Farrel, Eliza terlebih dahulu menSave nomer Farrel.


Tembok bangke😈


Iy


Oh


Read


------------¤¤¤¤¤¤¤------------


Farrel turun dari kamarnya saat jam menunjukkan pukul 6.15 di meja makan sudah terlihat Mamah, Papah, dan adik perempuan nya yang masih berusia 5 tahun.


"Pagi Mah, Pah," sapa Farrel kepada orang tua nya kemudian mencium pipi gembul adik nya


"Pagi princess abang," ucapnya pada adiknya, Antyana Salwa Fernandika


"Pagi juga abang," sapa Salwa pada Farrel sambil tersenyum lebar.


Farrel duduk di kursi yang berseberangan dengan Salwa dan Mamahnya


"Gimana sekolah kamu Bang?" tanya Mamah Farrel yang bernama Rina sambil meletakkan Nasi goreng pada piring Farrel.

__ADS_1


"Baik Mah," jawab Farrel singkat sambil memakan makanannya.


"Liburan kamu masih lama Bang?" tanya Papah Farrel--- Bara.


"Bulan depan udah UAS Pah, terus libur," Farrel sudah selesai dengan makannya dan tengah memakai sepatunya.


"Papah mau saat liburan kamu mulai belajar di kantor Papah," ujar Bara, Farrel hanya bisa menganggukkan kepalanya kemudian berdiri untuk berpamitan.


"Mah,Pah Farrel berangkat dulu," ujarnya sambil bersalaman kepada orang tuanya.


"Princess nya Abang, Abang berangkat dulu ya." Salwa hanya mengangguk dan mencium pipi kakaknya itu.


Farrel melajukan mobilnya kearah rumah Eliza untuk menjemput nya, sebelumnya Farrel sudah mengetahui rumah Eliza karena kemarin Farrel mengantar Eliza pulang menggunakan mobil Eliza yang di sita oleh Farrel dan sudah dikembalikan kemarin oleh Farrel.


Farrel memasukkan mobilnya di halaman rumah Eliza dan segera keluar dari mobilnya untuk menjemput Eliza.


Farrel mengetuk pintu rumah Eliza, tak lama kemudian terlihat wanita paruh baya dengan menggunakan daster membukakan pintu untuk Farrel


"Cari siapa den?" tanya asisten rumah tangga Eliza pada Farrel yang tengah berdiri di hadapannya.


"Eliza nya ada Bi?" Farrel tersenyum ramah pada ART Eliza.


"Masuk dulu den biar bibi panggilin." Bi Ana ART Eliza segera berjalan ke arah ruang makan untuk memanggil Eliza.


Saat bi Ana tengah memanggil Eliza seorang wanita paruh baya dengan setelan kerja nya menghampiri Farrel yang tengah duduk manis di ruang tamu Eliza. Mama Eliza memang sekarang lebih sering pulang walau itu hanya saat pagi dan masih tidak terlalu sering. mama nya datang hanya sekedar memeriksa keadaan anaknya.


Farrel berdiri untuk menyalami wanita tersebut


"Iya tante" jawab Farrel ramah.


Setelah Farrel menyelesaikan perkataannya bersamaan dengan itu Eliza keluar dari ruang makan dan menghampiri Farrel yang sedang berbicara pada Mamah nya


"Pacarnya Eliza ya?" Selidik Mamah Eliza sambil tersenyum jahil. Pipi Eliza sudah memerah sedangkan Farrel hanya tersenyum .


"Iya tante, saya Farrel pacarnya Eliza " jawab Farrel yang jelas saja tambah membuat Eliza bullshing


"Saya Dian, Mamah nya Nesa," ucap Dian memperkenalkan dirinya.


"Ya udah Mah kita berangkat dulu udah siang." Eliza mengalihkan pembicaraan agar tidak di permalukan oleh Mamahnya lagi yang memang jahil nya kebangetan.


"loh Jerry gak jemput?" tanya Dian yang memang mengetahui persahabatan anaknya dengan Jerry. keluarga Jerry dan laki-laki itu sudah sangat baik pada Eliza. ia bersyukur atas sikapnya pada Eliza anaknya itu tidak membencinya.


"engga, udah aku bilang gak usah jemput," jawab Eliza yang hanya mendapat anggukan dari Dian..


"Ya udah hati-hati ya." Eliza dan Farrel menyalami tangan Dian kemudian berlalu dri rumah Eliza.

__ADS_1


--------------¤¤¤¤¤¤¤---------


Farrel dan Eliza berjalan berdampingan menuju kelas Eliza dengan tangan Eliza yang di gandeng oleh Farrel, Eliza sudah menolak tapi lagi-lagi ancaman Farrel yang berjalan.


Keadaan koridor sudah mulai ramai karena jam sudah menunjukkan pukul 6.50. Banyak pasang mata yang melihat mereka, banyak tatapan iri maupun tatapan lainnya yang melihat mereka. Jelas saja mereka menjadi sorotan karena memang setiap hari mereka menjadi sorotan murid-murid SMA HB dan sekarang di tambah mereka yang bergandengan tangan tambah membuat satu sekolah gempar, pasalnya ini pertama kalinya Farrel menggandeng seorang wanita padahal Farrel sangat enggan hanya untuk menatap wanita jelas saja kan sekolah gempar? Jika Eliza kalian tidak perlu tanya karena Eliza bersahabat dengan para penguasa sekolah terutama Rakha.


"Cocok banget ini mah"


"Gila ini mah Gue Shipper -in nih"


"Sok cantik, mending juga Farrel sama gue"


"Yah si Cantik udah punya Farrel terus abang sama siapa?"


"*Gue kira pacar kak Jerry dong,"


"shipper kedua setelah Alysa sama Rakha nih,"


Masih banyak lagi omongan-omongan di sepanjang koridor tapi Eliza dan Farrel tidak memedulikan itu mereka terus berjalan sampai di kelas Eliza yang awalnya Ramai langsung sepi saat Farrel datang


"Belajar yang bener gue gak mau punya pacar ****," ujar Farrel sambil mengelus rambut Eliza


"Dan gue gak mau punya pacar kayak elo," ujar Eliza kesal sedang kan Farrel malah terkekeh mendengar ucapan Nesa.


"I love you to" Farrel menimpali dengan senyum nya dan Eliza malah memutar bola matanya jengah. Bagaimana bisa seorang yang cuek,datar, anti cewek dan segala kejelekan lainnya bisa menjadi berubah jika berada di samping Eliza?  Bahkan Farrel sendiri tidak tau kenapa dia bisa seperti ini apalagi Eliza.


"I Killing you" gertak Eliza yang malah menambah kekehan Farrel.


"Udah masuk sana" tampa mengatakan apa-apa lagi Eliza langsung masuk ke kelasnya.


Di dalam kelasnya keempat sahabat Eliza sudah menunggunya untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi


"Lo hutang penjelasan ke kita" ujar Lia sambil menunjuk Eliza


"Iya iya tapi gak sekarang" Eliza duduk di mejanya lalu meletakkan kepalanya di atas lipatan tangannya.


sahabatnya hanya bisa menghela nafas berat, mereka tidak bisa memaksa Eliza untuk menceritakannya karena bagai manapun itu hak Eliza.


Persahabatan bukan sebatas selalu ada untuk sahabatnya dan memaksa sahabatnya itu bercerita agar terlihat perduli tapi juga tentang menghargai privasi satu sama lain. Percuma kalian memaksa sahabat kalian untuk terus bercerita padahal teman kalian belum siapa untuk menceritakannya karna sama saja kalian tidak menghargai privasi teman kalian. Jangan jadi pemaksa yang membuat orang enggan kepada kalian tapi jadi lah orang yang bisa menghargai orang lain.


"Si Alysa Rakha punya saingin couple ter uwu nih," canda Retta yang membuat mereka tertawa sedangkan Eliza sudah bad mood.


***


Kuy Lah Vote, Rate, Dan Koment

__ADS_1


Jangan Lupa Buat Follow Akun Ku Juga Ya


__ADS_2