My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
Good bye Eliza


__ADS_3

Alysa menunggu di depan


ruangan Eliza dengan harap cemas, tak hanya Alysa kini semua sahabatnya, orang


tua Jerry yang sudah menganggap Eliza sebagai anaknya bahkan orang tua Eliza


yang sudah tidak memperdulikan nya juga sudah berkumpul di depan ruang rawat


Eliza dengan cemas. Bahkan Mama Eliza sudah menangis dalam pelukan suami


barunya. Kondisi Eliza memang sudah sangat buruk gadis itu bahkan sudah seperti


tengkorak hidup sangat kurus.


Hubungannya dengan Farrel


sudah berakhir semenjak Eliza memberi tahu Farrel kondisinya dan memutuskan


untuk menjauh dari Farrel awalnya Farrel menolak dan memilih untuk tetap


bersama Eliza menemani gadis itu dalam masa sulitnya anmun Eliza menolaknya dan


menjauh dari Farrel.


"Semua akan baik-baik


aja," ucap Rakha menenangkan Alysa sambil memeluknya dengan erat,


menyalurkan kekuatan untuk gadisnya itu.


"Aku takut," ucap


Alysa dengan isak annya. Ia takut Eliza akan pergi meninggalkan mereka.


Seorang dokter keluar dari


ruang rawat Eliza dengan wajah lelah dan sedihnya.


 


 


Semua orang yang berada di


sana langsung menghampiri dokter tersebut.


"Dok bagaimana keadaan anak saya?" tanya papa Eliza mewakili


pertanyaan yang lainnya.


"Maaf kamu sudah


berusaha semampu kami, tapi Tuhan lebih menyayannginya," terdengar suara


helaan nafas berat dari dokter tersebut. Semua yang ada di sana langsung lemasmendengar


ucapan dokter tersebut. Mereka tau apa artinya, Tuhan lebih menyayangi Eliza


oleh sebab itu Tuhan menjemputnya lebih dulu.


 


 


Suara tangis pecah, mereka


belum relarela melepaskan Eliza.


Alysa langsung memeluk Rakha erat, yang di balas tak kalah erat oleh Rakha.


Rakha sama hancurnya dengan Alysa, apa lagi Eliza pernah mengisi hatinya namun,


sebisa mungkin ia mencoba kuat untuk memberikan kekuatan pada Alysa. Ia tak


boleh lemah, jika ia lemah siapa yang akan memberikan gadisnya itu semangat??


"Kamu harus ikhlas,


Eliza udah tenang di sana. Dia gak akan merasakan sakit lagi," ucap Rakha


menenangkan gadisnya itu.


Semua berjalan begitu


cepat, rasanya baru kemarin ia menjadi sahabat Eliza dan sekarang gadis itu


sudah pergi.


"Mau masuk?"


tanya Rakha yang mendapat anggukan dari Alysa. Alysa memasuki ruang rawat Eliza


dengan Rakha yang selalu setia menuntunnya.


Di ranjang rumah sakitnya,

__ADS_1


Eliza sudah terbujur kaku dengan kain putih yang menutupi seluruh badannya,


hanya wajahnya saja yang di biarkan terbuka. Di sampingnya sudah ada


keluarganya yang menangisi Eliza, sahabat nya juga berdiri di sekelilingnya dan


juga menangis. Jerry terduduk di sofa, pandangannya kosong menatap lurus kearah


jenazah Eliza.


Alysa menghampiri Jerry,


lalu memeluk erat pada Jerry. Rakha mendengus kesal, ingin rasanya ia memukul


Jerry melepaskan pelukannya itu tapi ia harus sabar melihat kondisi berduka


saat ini. Apa lagi Jerry yang selama ini menemani Eliza, Jerry sudah menganggap


Eliza seperti adiknya sudah pasti Jerry sangat terpukul.


"Dia udah pergi


Lys," tangis Jerry pecah, ini untuk pertama kalinya ia menangis. Gadis


yang sudah ia anggap sebagai adiknya, ia jaga seperti keluarganya dengan rela


mengorbankan gadis yang ia sayang demi menjaga Eliza, kini gadis itu sudah pergi.


Ia sudah bersama tuhan, rasanya sangat sakit melihat orang yang kita sayang


sudah tak bernyawa lagi.


"Kamu harus kuat Jer,


aku sama terpukul nya. Kamu sebagai laki-laki harus kuat, kalau kamu lemah


siapa yang akan menguatkan aku?" ucap Alysa yang juga ikut menangis, ia


mengerti Jerry pasti sangat terpukul apa lagi Eliza menghembuskan nafas


terakhirnya bersama Jerry di sampingnya.


"Maaf Lys, maaf udah


menjadi lemah," ucap Jerry lalu beralih dia yang memeluk Alysa dengan


erat. Mereka saling menguatkan, saling mendukung dan saling berusaha untuk


menerima kenyataan.


Suasana hikmat di iringi


tangisan memenuhi area pemakaman, tepat hari ini jenazah Eliza akan dimakamkan.


Alysa dengan baju hitamnya


dan kerudung yang membalut indah wajahnya sudah berada dalam pelukan Rakha yang


juga menggunakan baju hitamnya. Jerry ikut membantu memakamkan Eliza bahkan ia


ikut turun ke pusaran terakhir Eliza untuk mengantarkan gadis yang sudah ia


anggap sebagai adiknya itu.


Tak ada yang bersuara


kecuali lantunan takbir untuk mengantar Eliza, jenazah Eliza mulai di timbun


dengan tanah. Alysa tidak kuat melihatnya langsung menyembunyikan wajahnya pada


dada Rakha isaknya pecah saat melihat tubuh Eliza sudah berada di


peristirahatan terakhirnya.


Alysa ikut menaburkan bunga


pada makan Eliza begitupun sahabatnya yang alin, Alysa membawa buket mawar


merah dan meletakkannya di dekat baru nisan Eliza.


Kini Eliza hanya tinggal


kenangan, Eliza yang dengan senyum manisnya salalu menenangkan Alysa kini sudah


tiada. Hanya ada namanya di ukiran batu nisan, kenangannya dalam setiap ingat


akan orang yang mengenalnya.


Sejauh apapun  orang


itu pergi ia pasti memiliki kenangannya tersendiri dalam ingatan orang yang


mengenalnya meskipun namanya sudah tertulis di atas batu nisan sekalipun.


"Semoga lo bahagia di

__ADS_1


sana El, terimakasih karena telah hadir dan memberikan kenangan tersendiri


untuk kita," ucap Alysa sambil mengelus batu nisan Eliza.


"Lo ngapain merenung


gitu Do? Tenang lo juga besok kebagian kali, lo milih lahan sebelah mana? Masih


luas noh," ucap Josep yang malah bercanda dengan Aldo agar suasa bisa


mencair.


"Kalo ngomong lo gak


di saring dulu, nying." Aldo menoyor kepala Josep dengan kesal membuat


temannya yang lain menggeleng melihat tingkah kedua sahabatnya itu.


"Lo berdua ya, lagi


berduka sempetnya bercanda. Lama-lama lo berdua yang gue tanem di sini,"


ucap Rakha kesal dengan kelakuan kedua sahabatnya itu.


"Hehe maaf bos,"


ucap Aldo. Mereka masih sama saat mereka masih SMA masih kekanakan tak ada yang


berubah.


"Pulang


sekarang?" tanya Rakha pada Alysa. Alysa hanya mengangguk lalu berjalan


dengan Rakha yang dengan setia merangkulnya. Namun langkahnya terhenti saat


melihat Jerry yang masih berada di makam.


"Bentar," ucap


Alysa, lalu ia berjalan kearah Jerry yang terlihat sangat kacau. Buka


hanya bajunya saja yang berwarna hitam, bahkan lingkaran matanya juga menghitan


karena tidak tidur.


"Jer, ayo pulang kamu


harus istirahat," ucap Alysa sambil merangkul pundak Jerry. Jerry hanya


menggeleng masih setia terduduk di makam Eliza, sedangkan keluarga Eliza sudah


pulang.


"Jerry kamu kelihatan


kacau banget, kamu belum istirahat belum makan juga, please pulang ya,"


ajak Alysa dengan memohon, akhirnya Jerry mengalah ia menuruti Alysa. Alysa


merangkul tangan Jerry sambil berjalan.


Lagi-lagi Rakha harus


mendengus kasar, ia hanya bisa mengalah untuk kali ini dengan  membiarkan


Alysa bersama laki-laki lain. Ini yang terakhir tidak akan ada lagi yang


seperti ini. Rakha merangkul pinggang Alysa jadi mereka sudah seperti orang


yang tengah selingkuh. Dengan Jerry yang merangkul pundak Alysa, Alysa yang


menggandeng tangan Jerry, dan Rakha yang merangkul pinggang Alysa.


Mereka berjalan keluar area


makam menuju mobil Rakha. Sahabat mereka berdecak kagum melihat pemandangan


Alysa, Rakha, dan Jerry entah apa yang membuat mereka kagum.


***


Sampai sini dulu ya jangan lupa buat Vote, Rate, dan koment ya guys


follow juga akun ku


jangan lupa follow akun ig roleplayer mereka ya


@trakhaakhdna_


@alysaevlyaa_


@alviando_jerry


@wphilmiath_

__ADS_1


__ADS_2