My Crazy BadBoy

My Crazy BadBoy
Heksa


__ADS_3

Rakha membawa Alysa ke taman belakang sekolah dan duduk di salah satu banku panjang yang ada di taman tersebut


“Lo kenapa sih mau aja di perintah sama Damara?” tanya Rakha sambil menatap Alysa yang tengah menatap sepatu nya


“Males cari masalah sama mereka aja,” jawab Alysa yang masih tidak mengalihkan pandangannya dari Sepatunya


“kalo lagi di ajak bicara itu tatap orang nya, emang tu sepatu lebih ganteng ya dari gue?” setelah mendengar ucapan Rakha, Alysa langsung menatap Rakha yang kini juga tengah menatapnya selama beberapa menit tatapan mereka bertemu.


Dengan susah payah mereka mengontrol detak jantung mereka yang sudah tidak dapat di kendalikan lagi. “Wah nih jantung ngajak ribut nih, gak bisa diem lama lama gue iket juga lo,” batin Rakha yang sudah tidak tahan lagi.


Alysa memutuskan tatapan mereka dan mengalihkan pandangannya dari Rakha


“Emm... Sa, kan gue sekarang lagi ulang tahun nih lo gak mau ngasih gue hadiah nih?” tanya Rakha sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


“Gak” jawab Alysa singkat


“Tapi gue mau nya lo ngasih gue hadiah, jadi karna sekarang lo gak bawak hadiah buat gue, gue mau hadiah nya kita dinner nanti malam, gue jemput”


“tapi gue gak mau” Ucap Alysa dengan wajahnya yang mulai kesal, Alysa sudah pernah mengatakan bukan jika dia sudah tidak ingin berurusan dengan Rakha lagi? Tapi apa ini? Dia harus Dinner dengan Rakha? Yang benar saja sudah cukup Alysa berurusan dengan Rakha sudah banyak kesialan yang menimpanya selain itu Alysa juga harus banyak memiliki heters cewek karena dekat dengan Rakha


“Tapi sayangnya gue gak minta persetujuan elo, karna ini perintah bukan pertanyaan” Jawab Rakha acuh. Alysa hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan.


Seorang murid laki-laki datang menghampiri mereka dengan nafas yang tidak beraturan karna berlari.


“Maaf Kak Rakha dipanggil pemilik sekolah untuk menemuinya di lapangan” ucap Laki-laki yang sedang berdiri menghadap Rakha tersebut dengan nafas yang mulai stabil.


Mendengar ucapan laki-laki itu dengan segera Rakha membawa Alysa menuju lapangan. Di lapangan kini sudah penuh dengan siswa dan siswi yang tengah memenuhi lapangan, entah apa yang sedang di lakukan oleh Orang tua Rakha.


Rakha berjalanan ketengah lapangan dengan menggandeng tangan Alysa yang dia paksa untuk mengikutinya.


Saat sampai ditengah lapangan Rakha melihat orang tuanya dan adik nya yang membawa kue ulang tahun berukuran sedang dengan tulisan "HAPPY BIRTHDAY TARAKHA AKHDAN ABRISAM 18 YEARS" ya seperti itulah tulisan yang ada di kue tersebut. Rakha mengalihkan pandangannya ternyata di sana juga ada Damara cs yang juga berdiri di samping Mami nya, Rakha menatap Damara sinis dan Datar.


"Happy Birthday sayang," ucap Renata sambil mencium pipi Rakha. Kemudian beralih pada Papi nya yang memeluknya, genggaman tangan Rakha pada Alysa masih belum terlepas membuat Rakha hanya membalas pelukan Papi nya hanya dengan satu tangan.

__ADS_1


"Aduh yang udah punya pacar tangannya gak bisa lepas," sindir Amanta pada Rakha yang di balas senyuman kikuk oleh Rakha. Renata dan Briyan yang melihat itu hanya bisa tertawa melihat anak mereka yang seperti itu. Dan bukannya melepas genggaman tangannya Rakha malah mempererat genggaman nya pada Alysa. Sedangkan Alysa hanya bisa menahan malu.


"Kenalin Mi, Pi, Ta ini Alysa." Alysa tersenyum ke arah mereka kemudian menjabat tangan mereka.


"Hi sayang kenalin saya Renata Maminya Rakha." Renata tersenyum manis kepada Alysa yang juga di balas senyuman oleh Alysa, kemudian beralih pada Papi Rakha dan terakhir pada Amanta


"Hi kak kenalin gue Amanta adiknya kak Rakha." Alysa tersenyum pada mereka yang tengah tersenyum juga pada Alysa. Sedangkan Damara yang melihat itu hanya tersenyum sinis menatap Alysa tidak suka.


"Oh iya sekarang kue nya di potong dulu dong," saran Amanta kemudian menyerahkan pisau pada Rakha, kemudian Rakha memotong nya


"Nih buat lo." Rakha memberikan potongan pertama pada Alysa, Alysa yang kanget hanya melongo


"Buka mulut lo," ucap Rakha mengulang ucapan nya, masih dengan tampang kebingungan nya Alysa membuka mulutnya. Rakha menyuapkan kue itu pada Alysa membuat para siswi yang berada di sana berteriak heboh. Iri? Ya itu yang mereka rasakan, bagaimana tidak iri Rakha yang Notabene nya anak pemilik sekolah yang digilai banyak Cewek dan memiliki sikap acuh pada Cewek tiba-tiba saja melakukan adegan seromantis ini, Ajaib bukan.


Orang tua Rakha tersenyum melihat anak nya yang sudah mau membuka hatinya kembali pada seorang wanita setelah semua yang menimpanya dan membuatnya membenci Wanita kecuali ibu nya dan adik nya.


✨✨✨✨


+628533+++++++


Hai calon pacar😘 jangan lupa ya nanti malam kita


Dinner, gue jemput jam 7


Ok😘😘😘


Alysa mendengus kesal melihat isi pesan Rakha yang sangat menggelikan menurut Alysa. Oh God Calon pacar? Bahkan Alysa tidak mengenal laki-laki itu dan tidak ingin berurusan dengannya tapi apa ini? Kenapa seolah takdir membuat mereka selalu bersama? Alysa tidak ingin menyakiti hati seseorang, meskipun orang itu entah bagaimana kabarnya dan berada di mana? Tapi Alysa tetap menjaga perasaan nya. Alysa tidak peduli jika lelaki itu tidak memegang komitmennya dan berakhir dengan mengenaskan yang jelas Alysa sangat mencintai dia.**** mungkin itu definisi yang cocok untuk Alysa saat ini yang dengan bodoh nya masih menjaga perasaan seseorang yang sudah meninggalkan nya tanpa kabar yang jelas. Ah jika mengingat pria itu Alysa jadi ingat bagaimana Alysa berjuang untuk mendapatkan nya yang awalnya hanya cinta dalam diam. Sudah berkali-kali Alysa dibuat bodoh oleh sikapnya sendiri karena mencintai pria itu. Mencintai dalam diam bukanlah suatu hal mudah banyak resiko dalam setiap jalannya dan berujung patah hati adalah resiko terbesarnya. Alysa merindukan pria itu SANGAT sudah lama dia pergi tanpa kabar menbuat Alysa uring-uringan dan terus saja mencoba mencari informasi tentang kekasih nya itu sampai Alysa memutuskan untuk kembali lagi ke Indonesia demi dia yang masih Alysa anggap kekasih entah dia apa dia masih menganggap Alysa kekasih nya atau tidak.


**Flashback on


Alysa mengerucut kan bibirnya kesal menatap laki-laki didepan nya itu.


“ lo kenapa sih hah? Gue harus berapa kali ngomong sama lo,  gue gak ada rasa sama lo” ucap laki-laki didepan nya kesal.

__ADS_1


“Tapi kan gue suka sama lo kak” ucap Alysa kekeh


“etdah nih bocah satu, mak lo ngidam apa sih pas ngehamilin lo?” tanya laki-laki itu kesal


“ya mana gue tau kak, kan gue belum lahir ihh kakak gimana sih?” Alysa memutar matanya malas menghadapi kakak kelasnya yang satu ini. Sedangkan sang kakak kelas nya itu hanya menepuk jidat nya merasa jengah dengan ucapan adek kelas yang selalu saja mengejar nya itu.


flashback off**


"Hey ngelamun aja lo," sentak Rey yang menepuk pundak Alysa sambil duduk di samping Alysa yang tengah bersantai di tepi kolam renang dengan kakinya yang sudah tenggelam dalam air kolam. Dan membuyarkan lamunan Alysa.


"Ngagetin aja sih lo." Alysa menatap Rey horor sedangkan yang di tatap malah menampakkan deretan gigi putih nya.


"Ngelamunin apa sih?" tanya Rey sambil mengelus puncak kepala Alysa sayang, yang sudah menyenderkan kepalanya di bahu bidang milik Rey.


"Enggak," jawaban singkat dari Alysa membuat Rey mengerutkan dahinya membuat alis hitam nya hampir menyatu.


"Mikirin dia lagi?" Alysa mengangguk mendengar ucapan Rey.


"Gue kangen dia kak," mata Alysa sudah berkaca-kaca saat mengingat kembali laki-laki yang sangat ia cintai dan kini entah berada di mana.


"Udah lah Lys lupain, dia aja belum tentu inget sama lo Move on dek cowok tuh bukan cuma dia." Rey menatap Alysa yang kini sudah menangis dalam dekapannya, sekali lagi Rey melihat Adik nya menangis karena laki-laki brengsek yang entah dimana keberadaannya itu, jika Rey tau laki-laki itu ada dimana sudah dapat di pastikan laki-laki itu sudah babak belur akibat ulah Rey.


"Cowok emang bukan cuman dia kak tapi cowok yang gue cinta cuman dia," jawab Alysa di tengah tangisnya yang semakin terisak dalam dekapan Rey.


Rey sudah tidak dapat mengatakan apapun lagi, Alysa benar. sebanyak apapun manusia didunia ini jika yang kita cintai hanya dia makan hati dan mata kita hanya bisa menatapnya bukan yang lain. Rey hanya bisa menenangkan Alysa saja saat ini tidak ingin membuat Alysa semakin mengingat pria brengsek itu lagi.


✨✨✨


Sekian dulu ya guys


Maaf klo banyak typo


Please Vote dan komen nya😘

__ADS_1


__ADS_2