
Alysa menatap bosan kedepan ia kini tengah duduk di salah satu kursi yang berada di taman belakang rumah orang tuanya sambil melihat orang berlalu untuk mengerjakan pekerjaan mereka dan Alysa hanya diam menonton karena semua orang melarangnya untuk melakukan apapun dengan alasan Alysa tengah hamil.
Alysa berjalan kearah pembantunya yang sedang kesusahan mengangkat kursi.
"Sini aku bantu bi," ucap Alysa dengan senyumannya dan langsung mengangkat kursi tersebut.
"Duh jangan non, nonkan lagi hamil nanti saya di marah lo," ucap pembantunya tersebut.
"Gak papa Bi ayo Alysa bantu," ucap Alysa dan kembali mengangkat kursi belum sempat pembantunya berbicara kembali suara teriakan Rakha sudah menghentikannya.
"Alysa ya ampun kamu ngapain? Kamu lagi hamil inget kamu gak boleh angkat berat. Ayo ikut aku," ucap Rakha dan menarik tangan Alysa untuk menuju kamarnya.
"Rakha aku pengen bantu-bantu di luar," ucap Alysa sambil mengerutkan bibirnya.
"Gak boleh kamu lagi hamil mending sekarang kamu istirahat aku temenin," ucap Rakha sambil membaringkan tubuhnya di samping Alysa lalu menarik wanitanya itu dalam pelukannya.
"Rakha," panggil Alysa sambil melukis dengan jarinya di dada Rakha.
"Kenapa sayang?" tanya Rakha mengerutkan keningnya.
"Aku pengen mangga," ucap Alysa sambil menggambar mangga di dada Rakha dengan jarinya.
"Nanti kita beli sekalian beli susu hamil, sekarang tidur dulu," ucap Rakha sambil mengelus pundak Alysa.
"Aku maunya sekarang," rengek Alysa dengan matanya yang berkaca-kaca. Rakha menghela nafasnya melihat tingkah Alysa namun tak urung ia juga menyetujui permintaan istrinya itu.
"Ya udah ayo," ucap Rakha sambil berdiri dan di ikuti oleh Alysa.
****
Rakha dan Alysa kini sudah berada di supermarket dan kini mereka tengah memilih mangga yang Alysa mau.
"Mangganya gak ada yang menarik," ucap Alysa sambil mengerucutkan bibirnya tidak suka.
"Apanya yang gak menarik Yang? Terus kamu maunya mangga yang modelan gimana?" tanya Rakha bingung dengan ucapan istrinya itu.
"Pokoknya gak menarik, kita cari di tempat lain aja," ucap Alysa yang membuat Rakha menghela nafasnya.
__ADS_1
"Kita cari susu buat kamu dulu," ucap Rakha sambil merangkul pinggang Alysa posesif.
"Kamu mau yang rasa apa?" tanya Rakha saat mereka sudah berada di sekitaran tempat susu ibu hamil.
"Hmm gimana kalau rasa stoberi aja?" tanya Alysa meminta pendapat Rakha.
"Ya terserah kamu Yang, kan kamu yang minum," ucap Rakha yang membuat Alysa mengangguk.
"Kalau gitu aku pengen nyoba vanila aja," ucap Alysa yang membuat Rakha menatapnya bingung. Tapi ia tetep mengambil yang rasa Vanila.
"eh tunggu aku suka coklat," ucap Alysa lagi. Rakha mendengus kesal melihat istrinya yang bingung. Rakha meletakkan kembali yang rasa Vanila dan mengambil yang rasa Coklat.
"Tunggu deh, ini enak yang mana ya?" tanya Alysa lagi yang membuat Rakha frustasi.
"Jadi kamu mau yang mana Alysa?" tanya Rakha yang mulai frustasi melihat tingkah istrinya.
"Aku bingung," ucap Alysa mebgehala nafasnya.
"Ya udah ambil semua aja," ucap Rakha dan mengambil tiga rasa tersebut.
"Kalau ambil tiga tiganya nanti aku kan jadi bingung mau minum yang mana," ucap Alysa dengan kesal.
"Ya udah lah ambil tiga-tiganya aja," ucap Alysa santai dan meninggalkan Rakha yang tengah mengelus dadanya untuk sabar.
*****
Kini Alysa dan Rakha masih terus mencari mangga yang di inginkan Alysa tapi sudah tiga supermarket dan dua mall yang mereka datangi tapi tetap saja Alysa mengatakan jika mangganya tidak menarik entah mangga yang bentuknya bagaimana yang dapat menarik minat Alysa.
"Pulang aja deh Yang, kayaknya aku pengen mangga yang ada di rumah tetangga samping rumah mama," ucap Alysa akhirnya yang membuat Rakha memelototkan matanyamatanya, ia sangat kesal sekarang sudah capek-capek keliling mangga yang di inginkan ada di dekat rumah.
"Kenapa gak bilang dari tadi sih? Udah keliling juga," kesal Rakha karena ia juga mulai lelah.
"Kamu gak usah marah gitu dong ini yang pengen juga anak kamu, kalau di susahin gini aja udah marah mending gak usah di bikin anaknya," gerutu Alysa yang juga ikutan kesal dengan Rakha. Rakha menghembuskan nafasnya mengontrol rasa kesalnya lalu menarik tangan Alysa dalam genggamannya.
"Aku gak merasa di repotin sayang, aku cuma lagi capek aja," ucap Rakha berusaha sabar menghadapi sikap bumil satu ini.
*****
__ADS_1
Taman belakang kediaman orang tua Alysa kini sudah ramai dengan para tamu yang mulai berdatangan.
Alysa dan Rakha kini tengah bersama sahabat mereka yang kebetulan datang. Mereka semua berpasangan kecuali Jerry tentunya laki-laki itu sedang proses untuk moveon dari Alysa.
"Wah salamat ya Sa akhirnya lo bakal jadi emak-emak," tawa Aldo mengejek Alysa. Alysa mengerucutkan bibirnya kesal mendengar tawa Aldo.
"Bini gue nangis gue lempar ke Amazone lo," ancam Rakha yang sudah melihat Alysa yang matanya berkaca-kaca. Semenjak hamil Alysa sangat sensitif dan mudah menangis ataupun marah moodnya sangat labil dan berubah ubah.
"Cengeng banget sih," ucap Jerry gemas sambil mencubit pipi Alysa.
"Jerry jangan sentuh Bini gue," ucap Rakha yang kesal karena Jerry menyentuh istrinya ia sangat tidak usah jika ada laki-laki lain yang menyentuh Alysa.
"Posesif banget dah lo," ucap Veno sabil menggelengkan kepalanya.
"Yah si Veno kemana aja? Rakha udah dari jamannya SMA ke Alysa juga udah posesif," ucap Gian menimpali.
"Hai semua," sapa Rey yang baru datang bersama Cintya mereka berdua sudah bertunangan yang bertukar cincin dan acaranya kini hanya untuk mengobrol dan makan-makan.
"Wih selamat ya bang," ucap Josep sambil memeluk Rey seolah ia sudah sangat dekat dengan Rey. Setelahnya yang lainnya juga bergantian mengucapkan selamat pada Rey dan Cintya.
"Yoi, thank ya kalian udah ke acara gue," ucap Rey dengan senyumannya.
"Sans aja bang kalo ada makanan gue pasti hadir," ucap Aldo sambil tertawa di ikuti temannya yang lain menyetujui.
"Maklum aja bang mereka ini, dokter dan pengusaha miskin jadi kudu cari yang gratisan," sindir Rakha yang membuat tawa Rey pecah.
"Yah si bapak kalo ngomong suka bener," ucap Josep yang juga ikut tertawa.
"Lo aja kali gue engga," ucap sahabatnya yang lain membuat tawa Josep berhenti dan di gantikan tawa sahabatnya.
Suasana malam itu terus berlanjut dengan tawa dan candaan dari mereka semua, kebahagiaan terpancar di seluruh wajah mereka.
ini kah akhir dari kisah mereka? akankah mereka terus bahagia? semoga saja begitu karena itu yang mereka inginkan.
*****
Sampai sini dulu ya tenang masih ada next nya kok😚
__ADS_1
jangan lupa vote, rate, dan koment ya guys
follow aku role player ya