My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony
Menanti


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya...


...Vote,like, komentar dan ulasan 🌹...


Tempat,nama jabatan maupun karakter hanya imajinasi tanpa terlibat akan informasi yang sebenarnya.


...----------------...



...----------------...


Qingzhou,China.


Pukul 5 sore.


Awan mendung datang dengan membawa serta aura kehidupan perlahan pergi, dimana bahkan bunga-bunga ikut melayu ditemani kicauan burung-burung yang perlahan pergi.


Namun,disisi lain.Seorang laki-laki paruh baya nampak berdiri didepan sebuah taman dengan sebuah danau didepannya.


Lelaki dewasa dengan seragam militer-nya datang tak lama.


"Ayah....." Pria paruh baya itu berbalik,wajah tegas yang telah mengukir banyaknya perjuangan dimasa mudanya itu terlihat ketika ia berbalik.Menatap seorang pria muda yang memanggilnya ayah.


"Likay..kau pulang?" Berucap dengan senyum samar.



"Hm...saat ini berangin,masuklah ayah atau kau akan sakit..setelah ibu...aku hanya punya dirimu...." Likay,putra dari sosok Xingbei.


Putra dari kakak kedua mendiang Aluna itu telah tumbuh dewasa dan mengikuti jejak sang paman.


Semenjak Aluna tiada,Xingbei membawa keluarga kecilnya itu menetap di Cina.Tempat kelahiran sang istri,yang sudah 10 tahun yang lalu telah pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya.


"Ayahmu ini masih sehat..selama adikmu,putri dari bibimu Aluna belum ditemukan.Bahkan raja Yama sendiri tidak akan bisa mendekatiku!" Xingbei berucap santai,wajah likay menyendu.


Komandan muda itu duduk disebuah kursi batu disisi sang ayah yang tengah memancing.


Ayahnya telah lama pensiun dari militer.


Adik,keponakan dan bahkan sejak istrinya tiada.


Pria yang dulu begitu gagah itu ,kini terlihat semakin menua.


Vitalitas hidupnya sudah lama pergi bersama sosok Xia lu,ibunya.


Likai menatap jauh,maniknya terasa semakin hampa.


Dirinya tak punya saudara,baik kakak atau adik yang berada dekat dengannya.


Keluarga pamannya tinggal di Jepang bersama kakeknya.


Likai sudah begitu lama mendambakan seorang adik perempuan kala sosok iris,tidak pernah mau ikut dengannya dan lebih memilih tinggal tersiksa batin bersama Alejandro.


Selain itu,iris terlalu lemah dan likai tidak suka itu!.

__ADS_1


Dia butuh dan rindu akan sosok adik yang berjiwa tegas dan pemberani!.


Apakah akan ia dapatkan itu?.


"Berhenti menghela likai, bagaimana perkembangan?" Xingbei berucap santai,menarik kail pancing yang nampak bergoyang.


Menatap sosok ayahnya lemah.


"Tidak....bahkan Paman Wanglei dan Luhan tidak.." Likay meraih sebuah kail joran yang lain,ikut bersama sang ayah dalam memancing .


Hal yang ia anggap tidak berguna itu akhirnya ia dapatkan juga kala fikiranya terasa rumit.


Xingbei tersenyum samar,tak bersuara.


Keduanya kembali dalam keheningan.


Andai saja iris mau tinggal bersama dirinya atau kakak pertamanya,setidaknya mereka bisa membentuk karakter iris menjadi lebih tegas dan kuat.


Dalam jiwa iris,tidak ada sedikitpun jiwa Fujihara didalamnya.


Gadis itu terlalu lemah dan polos!.


"Takdir akan membawa apa yang memang harus kembali,kita hanya bisa berusaha" Ucapnya bijak,menepuk bahu putra tunggalnya.


Berdiri,melangkah pergi bersama kepala pelayan yang datang membawa sebuah selimut kala angin sore perlahan semakin kencang dan dingin.


Likay menatap langit,perlahan warna jingga terlihat jelas.


Keindahan sekilas sebelum tenggelam gelap malam.


Senyumnya nampak kecut.


Harapan dari seluruh Fujihara yang terus meredup selama 20 tahun ini,terus tergerus oleh kesedihan.


...----------------...


Helaan nafas panjang terdengar penuh keluhan.


Zen menatap dua asistennya,beralih pada sosok Kenzo yang berdiri kaku menatap dua sosok rekannya yang tidak tau bagaimana bisa sudah berada di rumah sakit,dan itu adalah Maroko bukan Spanyol!.


Pertanyaan adalah,kapan dan bagaimana keduanya kembali?!.


Winsi dan Vigo terbaring dalam satu ruangan dengan beberapa bagian tubuh terbalut perban dan, terutama Vigo.Sosoknya terbabat perban hampir di seluruh bagian tubuh.


Para bawahan Don Bosco ini benar-benar luar biasa gila!.


"Ketua.... bagaimana dengan Latusya? kita tidak bisa mengakses keberadaan dia sama sekali!" Suara Winsi terdengar lemah.


Benar,gadis Amerika itu telah sadar pagi tadi.


Namun tidak untuk Vigo.


Luka pria ini cukup parah.


Kenzo menekan bagian tengah kaca mata yang ia kenakan.

__ADS_1


Melirik Zen dengan wajah kosong.


" Kita tidak bisa lakukan apapun dulu,Spanyol bukan wilayah dimana pengaruhku berguna.Terutama jika tangkapan layar yang didapat Kenzo benar.Pihak Lion king bukanlah pihak yang bisa kita singgung,hanya bisa menunggu sia sendiri yang memberi kita kabar!" Zen berucap dengan senyum pahit.


"Ethan..kau ahli tim IT seluruh organisasi,apa tidak ada yang bisa kau lakukan?" Winsi berucap lirih,Ethan.Sosok pria berdarah Rusia itu menggeleng lemah.


Bahkan Kenzo yang memiliki kemampuan hampir setara dirinyapun tak mampu bahkan hanya untuk mencari jejak!.


Lalu bagaimana dengan dirinya yang tak tau pasti kejadian itu?


...----------------...


Sementara itu....


Latusya,berdiri disisi balkon.


Pria menjengkelkan sekaligus pembuat masalah pada hatinya itu telah pergi.


Meninggalkan sederet pelayan untuk melayani dan memenuhi segala jenis kebutuhannya hingga pulih.


Menatap area taman sisi timur resident mewah bergaya campuran Asia Eropa modern itu dalam fikiran bercabang.



Taman indah ini benar-benar kejutan yang luar biasa mengingat kepribadian sang pemilik


Latusya,begitu tenggelam dalam keindahan taman yang begitu terawat itu.


"Bagaimana cara agar aku bisa memberi pesan pada yang lain bahwa aku baik-baik saja untuk saat ini? pria itu gila dan berbahaya..aku harus kembali ke Maroko secepatnya....bahkan dengan tubuh yang sehat dan stabil,aku tidak akan bisa melawan si iblis itu!" Latusya berucap dengan jengkel.


Keindahan taman itu sukses hancur kala mengingat bagaimana Raylion dengan segala perbuatan menjengkelkan yang pria tampan itu lakukan.


"Andai ada sebuah laptop,aku bisa menghubungi Ethan..."


"Kau dengar apa yang Tusya-ku katakan? cepat buat dia mendapatkan laptopnya.."


"Kau ini aneh sekali Presdir....bukankah kau ingin nona Sia tinggal lebih lama,mengapa kau justru kini ingin dia memperoleh akses untuk pergi?


"Lakukan saja.. Yohanes!"


Raylion menatap sosok cantik itu dari balik layar ponselnya, tersenyum geli melihat betapa kesal dan bosannya wajah gadis-nya.


Gadisnya?.


Yah,apa yang sudah ingin ia miliki.Akan tetap menjadi miliknya.


Baik secara cepat atau perlahan.


Dan Raylion,dirinya hanya ingin menikmati prosesnya kini.


Mendapatkan seluruh hati bunga peony-nya.


Seluruh cinta, kepercayaan dan seluruh hidupnya!.


Pria berparas tampan nan berbahaya itu tersenyum lembut tanpa disadarinya.

__ADS_1


Senyum yang sukses membuat Zhenshui dan Yohanes yang berada satu mobil dengannya kini bergidik.


.....TBC.....


__ADS_2