
Apa kabar semua? semoga selalu baik ya dan sehat pastinya.
Vote,like, komentar dan ulasan .El tunggu dan terima kasih para reader yang sudah jejak disini.
...✒️ Happy reading and keep spirit ✒️...
...----------------...
...----------------...
Angin pagi berhembus lembut,membawa perasaan yang sulit dijabarkan dengan kata-kata.Kala keheningan membawa rasa hangat bagai selimut yang menyelimuti hati kedua insan yang sudah terbiasa dibalut embun beku.
Terdiam dengan tubuh saling berhadapan.
Helios mendengus jengah,dengan pukulan maut sang paman sebagai peringatan.
"Tuan Raidero,apa kau manusia? " Helios meringis merasakan pukulan kuat pada punggungnya.
"Kalau bukan manusia,lalu kamu apa?!" Raidero mencibir jijik,keponakan durhaka ini benar-benar tidak tau diri!.
Andai saja raidero bisa meminta delamora memasukan lagi putra kurang ajar raimba ini kedalam perut istri kakaknya itu?!.
Mengabaikan situasi,Raylion menatap wajah cantik yang nampak memerah dihiasi sedikit keringat tipis diarea kening dan leher jenjang itu.
Tentu saja,gadis cantik itu baru kembali dari joging pagi dan sudah disambut pemandangan dimana keluarga Roosevelt akan segera bertolak dari Jepang menuju Spanyol.
Sungguh pemandangan yang sangat memanjakan mata!.
Raylion menghela nafas panjang berusaha menjaga pertahanan diri dari pesona kuat gadis cantik ini!.
Tapi,ini bukan waktu yang tepat!.
"Tidak ingin menyampaikan apapun sebelum aku berangkat?" Raylion terkekeh geli,melihat wajah kesal yang terlihat manis itu.
"Untuk apa?" Gadis cantik dengan kaos putih berbalut celana training sport itu menjawab ketus.
Likay tertawa melihat reaksi adiknya.
"Masih baik adikku ternyata cukup waras atas pesona hades gila itu...untung sya tidak terpengaruh!" Likay mengangguk atas gumaman louhan.
Kedua putra Fujihara itu tertawa penuh kemenangan.
Raylion menatap lamat,mengusak rambut panjang yang terikat gaya ponytail itu lembut,berbalik dan melangkah menuju mobilnya.
Mereka, Roosevelt memiliki jet pribadi sehingga tidak perlu cemas terburu waktu.Hanya saja telpon urgent dari manor membuat rezef membawa kembali putra dan cucunya dengan cepat.
"Tu...tunggu!" Sya melorot horor,menepuk bibirnya ngeri.
Mengapa dirinya justru memanggil iblis hades ini?!.
Raylion terkekeh,berbalik dengan wajah poker menyembunyikan kesenangan dihatinya.
Latusya bergidik kala kini semua mata keluarganya beserta para tuan besar Roosevelt,tertuju padanya!.
Menarik nafas dalam-dalam.
Memaksakan senyum kala sudut bibir raylion terlihat jelas tertarik miring!.
"Aku menunggumu...." Raylion berucap rendah dengan tangan bersidekap dada.
"Nona manis...kaki tua kakekku tidak akan sanggup menunggu lama...." Helios menggoda geli kala melihat wajah merona calon adik iparnya.Tidak perduli mata mendelik sang kakek.
Adik ipar? pria itu terkekeh penuh kesenangan menunggu sebuah pertunjukan!.
__ADS_1
Raylion melirik tajam atas pujian Helios pada Tusya-nya.
Manis? memang Tusya-nya sangat manis,namun pria lain tidak punya hak memuji selain dirinya!
"Ha.. hati-hati di jalan" Latusya menatap sosok raylion dengan manik membola ganas,namun pria itu justru tertawa geli sembari mendekat dan mencubit pipi memerah itu dengan puas.
Hening....
Mata demi pasang mata membola horor.
Bukankah adegan ini terlalu manis?!.
Likay dan candrik segera menarik tubuh latusya menjauh dari pencuri kesempatan tidak tau malu itu!.
Yah,raylion sudah mendapat julukan baru.
Pria tidak tau malu!.
"Adik sini,kakak akan usap wajahmu.Pasti banyak kuman!" Candrik melirik raylion sinis.
Sembari mengusap pipi adik perempuannya dengan sapu tangan miliknya.
Sementara itu Likay menyemprot cairan sanitazer disekeliling sang adik.
Helios mengelus dada sabar,menatap prihatin nasib kisah romansa tak ber-restu sang adik.
Raimba dan Raidero saling melirik dengan senyum miring.
Raylion mendengus dingin,tanpa perduli reaksi keras para saudara Tusya-nya.
Pria berwajah poker itu meraih sebelah telapak tangan mungil itu dan menyelipkan sebuah benda kemudian dengan cepat menutup telapak tangan itu.
"Jaga,nanti akan kuambil kembali saat kamu kembali ke Spanyol...aku menunggumu.." Raylion berbalik,memasuki mobil diikuti Helios yang mengangguk pada para tetua Fujihara juga Alejandro.
Bukankah dirinya masih sopan?.
"Saudara ipar... sepertinya kami juga harus segera kembali...ada sedikit masalah pada pabrik" Alejandro menatap Wanglei begitu rombongan Roosevelt telah pergi.
"Benar paman... sepertinya aku juga tak bisa memenuhi jatah cuti terlalu lama,pasienku membeludak..." Candrik berucap sembari menatap kedua pamannya.
"Yah...apa yang bisa kulakukan? besok kembalilah " Ucap Wanglei lemah.
Jika semua telah kembali,maka kediaman tua ini hanya tersisa dirinya dan juga louhan.
Itupun jika sang putra tidak kembali bertugas,sedang keluarga cabang Fujihara kedua tidak berada di kota yang sama.
Bukankah akan sangat sepi nantinya?.
"Paman...saudara sepupu...."
Sebuah suara mengalun lembut dari area gerbang luar.
Semua menoleh kearah suara.
Seorang gadis dengan yukata merah jambu terlihat, dengan wajah manis mendekat.
"Yui?"....
Gadis itu tersenyum lebar,hingga maniknya menatap keberadaan orang asing diantara paman juga para sepupunya!.
Siapa ?.
...----------------...
Spanyol...
__ADS_1
Roosevelt Hospital Center.
Manik bergradasi biru itu perlahan terbuka.
"Huft....apa yang kupikirkan hingga bertindak bodoh seperti itu?" Gadis itu,bermonolog seorang diri.
Tidur dalam posisi tengkurap membuat seluruh tubuhnya kaku.
"Bagaimana,sakit?" Gadis itu mendengus,tau jelas suara siapa itu .
"Ya ampun nona Zephar,sejak kapan kau punya jiwa seorang pahlawan?" Seorang pria dengan rambut biru mencolok berucap mengejek.
"Sialan kau!" pria berambut biru itu terbahak tanpa perduli wajah kesakitan sahabatnya.
"Sudahlah....kita kemari itu mau liburan,berjumpa Peony bukanya mau menjemput tragedy!" Seorang lagi,pria dengan wajah kalem dan kaca mata hitam yang membingkai wajahnya yang tampan.
"Namanya gerak refleks,aku juga tidak menduga air itu adalah air raksa! jika aku tau aku akan gunakan tubuh Vigo sebagai tameng!" Sang gadis yang tertelungkup diatas brangkar berucap ganas.
Pria berambut biru mendelik.
"Enak saja kau mau jadikan aku tameng,tapi siapa wanita yang kau tolong itu? wajahnya sedikit familiar,benarkan Ken?"
Pria berkacamata hitam itu membalik tabletnya,hingga terpampang jelas sebuah informasi disebuah surat kabar online.
"NYONYA SULUNG ROOSEVELT?! DAMN!!! " pria bersurai biru itu memekik horor.
Sedang sang gadis yang terbaring tengkurap menahan sakit itu terdiam .
Klik......
Hening....
"Kalian...siapa?" Sosok delamora masuk,diikuti dua sosok pria berbeda generasi.
"SELAMAT SORE NYONYA SU-"
"ADUH!! KEN KENAPA KAU MENCUBITKU?!" Pria bersurai biru itu memekik,belum selesai berucap sudah menerima cubitan maut di pinggangnya oleh temannya itu .
"Selamat sore nyonya...tuan Raimba dan tuan muda Helios...kami saudara gadis ini...."
Hening....
Hingga....
" Oh astaga,kalian saudara Ariana? oh..maafkan bibi,karena bibi saudari kalian terluka..." Delamora meraih telapak tangan Ken,menatap penuh sesal menunduk dalam.
Raimba mengelus bahu istrinya dan Helios mendekat dengan wajah tegas.
"Jangan cemas,aku pribadi akan menjamin kesembuhan saudari kalian.. tanpa meninggalkan bekas!" Helios berucap tegas.
Ken,dan Vigo.
Saling melirik bingung.
"Siapa Ariana?" Vigo berucap polos,dan gadis yang terbaring tengkurap di atas ranjang itu meringis kala kebohongannya akhirnya terungkap .
Hening......
"Winxs Zephar..." Helios berucap dengan senyum miring yang nampak menakutkan!.
Tamat sudah!.
Bukannya dirinya tidak ingin memberitahu nama aslinya.Namun melihat penjaga yang begitu cakap menjaga wanita baya yang dirinya tolong,Winxs hanya tidak ingin mengambil resiko dengan menyebut nama aslinya.
Namun,Vigo si pria bodoh ini benar-benar!.
__ADS_1
.....To be continue.....