
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya...
...Vote,like, komentar dan ulasan 🌹...
...----------------...
...----------------...
Motor sport berjenis Kawasaki itu perlahan menjauhi area tanah pribadi residen Raylion.
Memasuki kawasan perkotaan,malam semakin larut dan cuaca menjadi semakin dingin.
"Aku harus mencari mesin atm dulu...aku tak memiliki uang sepeserpun saat ini...." Sosok yang duduk sembari mengendarai motor sport hitam itu berucap dengan senyum pengibaan diri.
Latusya menatap area kanan dan kirinya.
Melihat jam tangannya,masih ada waktu 6 jam hingga fajar dan dua jam lagi hingga Nathan yang berada paling dekat dengan posisinya bisa datang menjemputnya.
Selama itu,Latusya harus menunggu ditempat aman dan untuk itu ia butuh uang tunai!.
Dan Zen akan memberikan itu!
Setelah memastikan semua aman,mesin motor berhenti.
Gadis cantik itu menghentikan motornya didepan sebuah toko swalayan yang masih buka ditengah malam.
Turun dan perlahan berjalan memasuki toko.
Selain membeli beberapa hal tentu saja.
Kling....
Lonceng diarea pintu masuk berbunyi begitu gadis bersurai coklat gelap itu masuk.
Sepi....
Mengendikan bahu acuh,Latusya menatap sekeliling.
Berjalan menuju area dimana tersedia beberapa perban dan obat pereda nyeri.
Beruntung toko ini juga menjual berbagai obat-obatan penanganan luka.
Sayang sekali, lukanya kembali terbuka saat dirinya melompat dari balkon tadi.
Meraih sekaleng kopi instan dan sebuah mie cup siap saji.
Perutnya terasa lapar saat ini dan memakan mie instan sudah biasa baginya.
Latusya berjalan menuju kasir, seorang pria paruh baya nampak terduduk dengan sebuah koran menutupi wajahnya.
Menggeleng geli.
"Pasti pria itu tertidur...." Mengetuk meja kasir dengan kaleng kopi instan ditangannya.
"Mmmm...maafkan,pasti tuan Larry tertidur lagi..." Latusya melirik kearah salah satu bilik rak yang berisi jejeran snack ringan.
Seorang pria remaja memakai sweet hijau toska keluar dari sana sembari membawa beberapa kaleng beer dan sekeranjang penuh kripik kentang.
"Haha..maafkan aku kak...aku bisa membantumu men-scan belanjaannya,aku adalah tetangga tuan Larry dan jangan cemas aku sudah biasa..." Pria remaja itu sibuk menjelaskan dibawah tatapan tak perduli Latusya.
Hingga....
__ADS_1
Brakhh....
Sebuah mobil Jeep hitam berhenti didepan toko,dan tiga orang pria dengan topeng kulit memasuki toko dengan membawa senjata api!.
"PERAMPOKAN!!!!" Alis sia mengeryit melihat betapa panik remaja itu.
"Tuan Larry bangun ada perampok!!!!!!" Melihat remaja itu sibuk mengguncang sang kasir yang sia tebak bernama Larry itu dengan panik.
"Diam kau anak sial! sekarang cepat bereskan rokok-rokok itu dan beri kami uang dari laci itu cepat!!!!" Salah seorang dari tiga perampok swalayan itu menatap sosok sia yang berdiri santai didepan meja kasir penuh minat.
Seorang pria sibuk menodongkan senjatanya pada sosok Larry dan sang remaja yang sudah meringkuk dibawah meja,dan satu lagi sibuk meraup semua uang hasil penjualan toko!.
"Apa yang kau lihat?" Sia berdiri,bersandar malas disisi meja kasir sembari melirik kelakuan ketiga perampok itu penuh minat.
"Hahaha... kawan-kawan lihatlah bukankah kita mendapatkan jackpot disini?" Pria yang sedari awal tak ikut menjarah itu dan justru sibuk memperhatikan sosok sia berucap dengan senyum kurang ajarnya, yang terlihat dari garis miring bibirnya kala mata dan hidungnya tersamar topeng.
"Tentu saja dia melihat tubuhmu nona manis..." Temannya berucap sembari memasukan uang-uang didalam mesin kasir kedalam tas hitamnya.
"ikutlah dengan kami...kami akan memberimu lebih banyak uang...kami sudah merampok lima toko malam ini! hahaha....kau akan tidur dengan uang yang memenuhi seluruh tubuhmu!" Pria itu berjalan mendekati Latusya dengan arogan.
Latusya menatap remaja dan lelaki baya yang menatapnya pias.
Senjata api itu tepat mengarah ke kepala mereka,namun mereka masih bisa mencemaskan dirinya?.
Tersenyum samar,Latusya menatap perampok yang sudah berdiri di hadapannya dengan cara yang sangat kurang ajar!.
Plak....!
Tepisan tangan halus itu menyentak telapak tangan besar yang hampir mengenai wajahnya.
Perampok itu tertawa bengis,mengeluarkan senjatanya dan mengarahkannya kearah dada sia.
"Hai manis...jika kau tidak mau diajak baik-baik, bagaimana jika kau kubunuh saja?"
Mendengar ucapan itu,toko menjadi hening.
Latusya menyeringai dalam.
"Kusarankan letakkan kembali apa yang kalian ambil,pergi dari sini atau kalian akan habis...."
Suara lembut itu mengalun penuh ancaman.
Namun,ketiga perampok itu justru tertawa lepas!.
...----------------...
" Raylion...perlukah aku turun dan bereskan ketiga manusia tak berguna itu?"
Sosok pria muda dengan surai perak berucap main-main,memainkan sebuah kunai dan menatap sosok sang bos dengan wajah penuh kegembiraan.
"Jaquar..apa otakmu tertinggal di markas? minta Lintar membawa kembali otakmu jika begitu...." Jaquar menatap sosok yang begitu senang menistakan dirinya dengan sinis,wajah tampannya mendelik tajam.
"Otakmu yang tertinggal! enak saja mulutmu itu berucap,mau kuhajar?!" Jaquar berucap sarkas, Yohanes.Pria yang baru saja selesai mendengar balasan itu mengendik acuh.
" Dia bukanya otak tertinggal,tapi memang tidak punya otak..." Suara lain ikut menimpali.
"ZHENSHUI SIAL*N MATI SAJA KAU!!!"
Dan penistaan atas Jaquar berakhir dengan adegan layaknya tikus dan kucing!.
Raylion,menatap Zhenshui dan Jaquar lelah.
" Bagaimana?" Yohanes mendekat,menatap layar laptop yang menampilkan sosok Latusya.
__ADS_1
"Tiga tikus itu terlalu mudah untuk Tusya-ku,jika aku menyuruh shadow keluar sekarang..bukankah akan ketahuan jika aku mengawasi? hilang kemana otakmu?" Yohanes mendelik tercengang atas ucapan terlewat keluar karakter sang presiden!.
Sejak kapan hades tiran ini tau bagaimana cara menghina orang secara langsung?!.
"Aku ini kepala departemen teknologi seluruh perusahaan Lion dibawahmu asal kau ingat?! jika otakku hilang kau yang akan susah!" Ucapnya jengkel.
Raylion melirik acuh,kembali tatapannya tertuju kearah sosok cantik yang sukses terus dan terus menarik minatnya!.
" Hm..."Yohanes menghela nafas panjang,sangat sulit berurusan dengan iblis tidak tau diri ini!.
"Terserah!" Yohanes berbalik,duduk dengan wajah bertekuk menatap sang bos dendam.
Jaquar tertawa dengan penampilan berantakan,bibir lebam dan rambut mencuat bak baru saja tersambar petir.
 Zhenshui sendiri, pria itu sibuk merapikan kembali jas-nya dengan lebam sedikit darah dari hidung mancungnya.
"Berdebah kau Jagung!" Umpat Zhenshui sembari mengusap hidungnya.
Jaquar mendelik,mencibir jijik.
"Jagung kepalamu,namaku Jaquar Van Dijk! dan jangan merasa seolah kau kuaniaya,aku korban disini..."Jaquar duduk disisi Yohanes dengan senyum jengkel.
"Baiklah cukup... Raylion,pengiriman armada truck baru akan selesai malam ini...Lintar dan geral akan mengawasi,paket amunisi akan diterima oleh USA dua hari lagi! " Yohanes melapor begitu kondisi kembali tenang.
Raylion mengangguk samar.
Benar,selain Tusya-nya dirinya memiliki begitu banyak hal yang harus diurus.Sebagai kepala keluarga Roosevelt pengganti sang ayah,sudah biasa baginya menanggung begitu banyak tanggung jawab!.
Ratusan hidup pekerja keluarga Roosevelt berada ditangannya.
...----------------...
" Ma... bagaimana ini? Aku hamil! dan aku takut karirku sebagai model baru saja naik,Pedro belum sadar!" Rinai memasuki kamar Jesika ,tentu saja itu bisa wanita muda itu lakukan dengan leluasa mengingat Alejandro yang memang jarang berada didalam kamar bersama ibunya.
Jesika menyesap cangkir teh hijau yang uap-nya masih mengepul.
"Bukankah bagus kau hamil? bukankah dengan itu keluarga Imanuel akan semakin mudah kamu masuki?" Jesika berucap santai.
Wajah rinai pias.
"Ma... masalahnya adalah...aku..aku tidak tau ini anak Pedro atau bukan....pedro-"
Tak...!
Rinai terkejut saat cangkir teh itu menyentak meja dengan keras.
"apa maksudmu rinai?? katakan pada mama dengan jelas?!" Jesika berucap tajam sembari menutup pintu kamarnya dengan terburu-buru.
Rinai menatap sosok ibunya dengan cemas.
"Ma...saat itu manager membawaku ke sebuah pesta dan memperkenalkan aku dengan beberapa investor...kami pergi ke KTV dan mabuk..aku tidak tau siapa yang membawaku... lagipula Pedro,dia tidak sekuat itu untuk membuatku hamil hanya dengan satu kali kami...." Jesika mematung,tidak perlu putrinya berkata lagi.
Mendekat dengan wajah penuh ekspresi tegas.
"Dengarkan mama...biarkan semua orang tau bahwa ini adalah bayi Pedro...mama akan fikirkan cara agar bayi itu lenyap tanpa lahir !" Rinai menatap ibunya takut.
"Ma! ini adalah nyawa manusia, bagaimana mama bisa lakukan itu?!" Rinai berucap penuh dengan ketakutan.
Jesika menyeringai bengis.
" Hanya sebuah janin yang belum tentu membawa berkah bagi kita.. lagipula mama sudah lakukan hal lebih di masa lalu,satu dosa lagi tidak akan berarti!"
Benar,jika bayi ini sampai lahir dan akhirnya ternyata itu bukan milik Pedro.Sudah pasti putrinya akan habis dan dirinya sendiri yang akan susah!.
__ADS_1
...----------------...
...TBC...